Posted by yudipram on June 8, 2009
Nama tugas: Pemetaan Proses Bisnis Antar Media dan Implikasinya pada Karakter & Spesifikasi Konten Antar Media
Esensi penugasan : Membuat perbandingan proses bisnis antar media, lalu mengidentifikasi profil dan needs auidense di setiap media, serta merumuskan karakter dan spesifikasi konten yang cocok dengan proses bisnis dan profil audiensenya tersebut
Tujuan: (1) mengetahui proses bisnis semua media; (2) mengetahui karakter audiense semua media); (3) mengetahui dampak dari proses bisnis dan karakter audiense nya terhadap karakter dan spesifikasi konten dari setiap media.
Teknis pengerjaan tugas: (i) dikerjakan per kelompok dengan anggota maksimal orang; (2) lakukan seerching dan googling sebanyak-banyaknya mengenai informasi proses bisnis semua media; (3) jika masih kurang cari sumber data lain, misalnya observasi, laporan tahunan, danlain-lain; (4) tambahkan visualisasi dan ilustrasi untuk memperkuat efek kelengkapan data; (5) buat analisis perbandingkan dan rumuskan dampaknya terhadap spesifikasi kontent
Outline laporan:
Judul : Pemetaan Proses Bisnis Antar Media dan Dampaknya pada Spesifikasi Konten
Sebutkan Nama Kelompok, disertai NPM dan Foto Seluruh Anggota Kelompok
Daftar Isi:
1. Pendahuluan: paparkan latar belakang, tujuan, dan metoda pengerjaan tugas ini
2. Perbandingan Proses Bisnis Antar Media dan Karakter Audiensenya: buat tabel perbandingan proses bisnis antar media, dari mulai proses-proses di eksternal, sampai dengan proses-proses di internal. identifikasi apa uniqueness dari masing-masing media. dan identifikasi juga dampak keunikan setiap media terhadap pembentukan profil dan karakter audiencenya
3. Perbandingan Spesifikasi Konten Antar Media: Identifikasi dari apa dampaknyadari perbedaan proses bisnis dan audiensenya terhadap kontent, dan perbandingkan dalam bentuk tabel. berikan ilustrasi dan visualisasi dari kontentnya. makin detail makin baik.
4. Kesimpulan: simpulkan apa efek dari proses bisnis dan keunikan kontent tersebut terhadap rumusan strategi bisnis masing-masing media….
Daftar Pustaka
Lampiran
Selamat mengerjakan………………..
Posted in Materi Kuliah | Tagged: institut manajemen telkom, intermedia business process, tugas intermedia business process, tugas semesteran | Leave a Comment »
Posted by yudipram on May 26, 2009
Guideline for Group Assignment of Marketing Audit
Untuk mata kuliah : Marketing Jasa Telekomunikasi Marketing Bisnis Media
Nama Tugas: Audit Strategi Pemasaran Perusahaan Jasa Telekomunikasi atau Perusahaan Jasa Media Komunikasi
Definisi Tugas: Audit Strategi Pemasaran, pada dasarnya adalah audit manajemen yang memeriksa dan menilai apakah strategi pemasaran yang dilakukan oleh suatu perusahaan sudah sesuai dengan lingkungan internal dan lingkungan eksternal perusahaan tersebut atau tidak? Jika strategi sesuai dengan kondisi lingkungan makro dan kondisi lingkungan mikro perusahaan maka stratregi tersebut dapat dinyatakan merupakan strategi yang tepat.
Tujuan: 1. Memahami pengertian audit pemasaran 2. Mengerahui tahapan dalam audit pemasaran 3. Melatih keterampilan dalam melakukan audit pemasaran
Bentuk Penugasan: Tugas Kelompok dengan anggota antara 4-5 orang mahasiswa. Tidak boleh lebih! Kelompok yang anggotanya melebihi 5 orang tidak akan diperiksa dan dianggap tidak mengumpulkan
Lingkup Penugasan: 1. Menetapkan perusahaan yang akan diaudit 2. Mengidentifikasn strategi pemasaran yang telah dijalankan oleh perusahaan pada saat ini 3. Mengidentifikasi kondisi internal perusahaan saat ini 4. Memeriksa kesesuaian strategi pemasaran saat ini dengan kondisi internal perusahaan 5. Mengidentifikasi kondisi eksternal perusahaan saat ini 6. Memeriksa keseuaian strategi pemasaran saat ini dengan kondisi eksternal perusahaan 7. Mengidentifikasi kelemahan-kelemahan dari strategi pemasaran saat ini 8. Merumuskan pernyempurnaan strategi pemasaran untuk perioda yang akan datang. Read the rest of this entry »
Posted in Materi Kuliah | Tagged: marketing audit, marketing bisnis media, marketing jasa telekomunikasi, tugas mahasiswa IM Telkom, tugas tugas perkuliahan marketing | Leave a Comment »
Posted by yudipram on April 11, 2009
Saya hanya tersenyum saja ketika dalam perjalanan Jakarta-Bandung membaca tulisan ‘Tilas tapi Raos’ di pantat sebuah truk besar. Arti tulisan itu kira-kira adalah ‘Bekas tapi Enak’, kita sudah tau kemana arah dari makna tulisan itu. Kehidupan komunitas supir truk barang jarak jauh, memang sangat unik. Perjalanan yang jauh dan lama, memaksa mereka untuk sering mampir, dan beristirahat. ‘Rest Area’ untuk segmen supir truk memang lain. Meskipun serba marginal, namun biasanya service yang ditawarkan buat mereka sangat lengkap. Dari mulai ‘star camp’ (starbuck kampung) sampai dengan service ‘all in’. Hidup di jalanan dan jauh dari keluarga, membuat mereka mentolerir kondisi dan lebih permisif. Barang sewaan yang tidak baru pun, terpaksa harus diembat, demi memenuhi kebutuhan level pertama versi ‘Maslow’. Saya tidak ingin membahas kehidupan supir truk, tapi ingin mengelaborasi lebih jauh ungkapan ‘Tilas tapi Raos’/’Bekas tapi Enak’. Ungkapan ini sebetulnya merupakan positioning statement yang tepat untuk upaya melakukan ‘Green Marketing’ atau ‘Green Business’. Dalam keadaan dimana sumber daya sangat terbatas (scarcity), maka menghemat dan memanfaatkan bahan yang sudah ada adalah suatu keharusan. Selain anda yang untung, hemat juga menguntungkan orang lain, karena proses berebut dan bersaing mendapatkan sumber daya dapat ditekan dan diminimalkan. Hidup menjadi lebih damai, persaingan berkurang! Layaknya jumlah peserta yang ikut memanjat pohon pinang menjadi lebih sedikit. Intinya adalah kalau kita memanfaatkan barang bekas berarti kita tidak boros! jangan berfoya-foya, seperti pemain bulu tangkis dunia, yang selalu ingin mengganti shuttle cock untuk setiap point yang akan mereka raih. Selama masih berfungsi dengan baik, jangan dulu disisihkan, manfaatkan seoptimal mungkin. Kata ustad, ini kan sebenarnya sunnah rasul juga… Read the rest of this entry »
Posted in lingkungan & Pembangunan | Tagged: green business, green marketing, hemat energi, hemat sumber daya, product recycle, produktif, tidak boros, tidak foya foya | Leave a Comment »
Posted by yudipram on April 7, 2009
Di Koran Pikiran Rakyat hari Sabtu yg lalu, saya membaca ada iklan Speedy yang cukup besar. Namun yang menarik dari jasa akses internet broadband milik Telkom ini, terletak pada varian paket layanan yang ditawarkan ke konsumen beserta tingkat harganya yang jadi lebih berragam. Pada saat ini, Speedy di tawarkan oleh Telkom dengan rentang harga dan kualitas yang cukup lebar, dengan menggunakan uses sebagai basis offeringnya. Ini adalah kreativitas baru, dimana sebelumnya differensiasi layanan biasanya didasarkan pada user type. Namun intinya, perusahaan ingin melayani konsumen dari mulai yang terendah sampai dengan yg tertinggi. Ini adalah menebar jala yang diharapkan dapat menangkap berbagai ukuran ikan. Buat yang terbatas anggarannya, dapat mencoba paket mail sedangkan yang punya dana besar dapat menggunakan paket biz. Pertanyaan yang menggelitik saya adalah apakah strategi product proliferation (dimana produk dibuat berkembang biak menjadi lebih banyak) ini cukup efektif untuk meningkatkan revenue dan pertumbuhan Telkom yang sudah mulai redup? Saya termasuk orang yang menyangsikan efektivitas strategi ini. Argumen saya adalah efektivitas strategi tidak hanya tergantung pada substansi, profil, dan kontur dari strateginya, namun dipengaruhi juga oleh magnituge dan timing dalam mengeksekusinya. Strategi yang bagus secara substansi, belum tentu berhasil jika dieksekusi pada waktu dan tempat yang salah. Dengan kata lain, efektivitas strategi akan sangat tergantung pada momentumnya. Apabila momentumnya tepat, maka kinerja strategi dijamin akan maksimal. Dalam kasus speedy, saya menduga bahwa, gempuran speedy ke pasar jasa akses internet ini sudah kehilangan momentum! Khususnya untuk masuk ke pasar individual. Read the rest of this entry »
Posted in Industri Telekomunikasi | Tagged: atraksi lebih menghibur, evaluasi produk, facebook mania, industri jasa telekomunikasi, jasa akses internet broadband, momentum pasar, pasar melar, product poliferation, service development, telkom speedy | Leave a Comment »
Posted by yudipram on April 6, 2009
Saya tau persis, kalau anda seorang planner, pasti dongkol abis dan keselnya pol banget, kalau anggaran yang anda usulkan untuk mewujudkan rencana yang sudah anda konsepkan dengan baik, dipotong seenaknya orang keuangan atau orang yang mewakili keuangan. Orang keuangan (yang pada umumnya orang spesialis, dan bukan generalis) biasanya suka berpikir dan bertindak dengan kacamata kuda, memang kerap kali membuat kesal. Apalagi kalau orangnya memang kelihatan tidak pintar mementingkan unitnya sendiri, dan hanya berlindung pada aturan-aturan perusahaan yang sangat kaku. Menurut hemat saya, ada beberapa yang pantasnya memang membuat anda menjadi dongkol, antara lain:
a. Pertama, anda pantas dongkol karena anda sebenarnya lebih tau dan lebih pintar dari mereka. Sebagai seorang planner anda biasanya sudah berpikir lengkap dan membuat konsep yang komprehensif. Anda sudah tidak tidur bermalam-malam untuk merumuskan strategic objective, strategic plan, rencana kerja manajerial (RKM), dilengkapi dengan rencana kegiatan dan anggarannya (RKA). Anda sudah melakukan pengumpulan data-data yang lengkap, menganalisis dengan tajam dan merumuskan konsep yang membumi karena anda adalah orang yang paling tahu mengenai bisnis anda. Oleh karena itu, sangat aneh kalau orang yang tidak tahu apa-apa dan hanya mendapatkan gambaran mengenai bisnis anda dengan membaca laporan tahunan, kemudian memutuskan jumlah anggaran yang boleh digunakan untuk menjalankan bisnis anda, dengan begitu otoriternya. Read the rest of this entry »
Posted in Bisnis & Manajemen | Tagged: financial planning, pemotongan anggaran, proposal program kerja, rencana anggaran | 2 Comments »
Posted by yudipram on April 2, 2009
Sebagai elemen kecil dalam atmosfir kehidupan yang sangat luas, kita terpaksa harus hidup dalam tananan atau sistem eksisting yang memayungi kita hidup saat ini. Entah itu sistem pengelolaan di perusahaan, sistem demokrasi di satu Negara, atau sistem moneter dunia, dan sistem-sistem lainnya. Celakanya, sering kali kita merasa tidak nyaman atau tidak cocok dengan sistem yang sudah ada pada saai ini. Harap maklum, kebutuhan dan keinginan manusia adalah moving target yang bergerak liar. Masalahnya jika kita menginginkan perubahan sistem, lalu bagaimana? Kalau kita menginginkan sistem yang mengakomodasi kepentingan dan keinginan kita, apa yang harus dilakukan? Ya harus melawan dan berusaha melakukan perubahan, sekecil apapun. Secara konseptual caranya sederhada saja. Kalau anda menginginkan perubahan suatu sistem, anda dapat melakukannya dimanapun anda berada. TIdak peduli siapa anda, apa profesi anda, dan dimana anda tinggal! selama anda melakukan upaya memperjuangkan perubahan sistem tersebut secara konsisten serta dengan intensitas yang semakin meningkat, maka Insya Allah perubahan yang anda inginkan akan terwujud. Intinya perubahan dapat dilakukan baik dari dalam maupun dari luar sistem. Contoh soal, perjuangan pada cendikiawan bumi putera dalam berdiplomasi di luar negeri dan perlawanan para pahlawan kemerdekaan di dalam negeri, telah melahirkan Negara Kesatuan Indonesia. Kegigihan Ramos Horta dari luar negeri dikawinkan dengan perjuangan Xanana Gumao di hutan-hutan timor timur, berhasil memerdekakan Timor Leste. Mengubah dari dalam dan meruntuhkan dari luar sama efektifnya, kalau itu dilakukan secara kontinyu. Yang penting adalah magnitude nya harus diperbesar sampai pada kekuatan yang mampu menggoyahkan sistem tersebut. Dengan demikian, kalau ingin lebih efektif, maka perubahan sistem harus digempur dari dua arah, digempur dari dalam, dan secara simultan diserang dari luar system juga. Read the rest of this entry »
Posted in Life & Personal Skill | Tagged: interveni eksternal, intervensi internal, just do it, perubahan, sistem redesign | Leave a Comment »
Posted by yudipram on March 30, 2009
Untuk perusahaan yang marketing oriented, prilaku pelanggan harus dijadikan acuan dalam menyusun strategi pemasaran. Hal ini menjadi semakin krusial, juga pasar sudah sangat heterogen dan varian produk di industri sudah sangat lebar. Industri jasa telekomunikasi di Indonesia yang sudah sangat colorfull juga memerlukan pengetahuan mengenai prilaku pelanggan yang akurat, sebagai dasar untuk meformulasikan strategi pemasaran yang efektif. Berikut adalah outline yang dapat dijadikan acuan untuk studi prilaku pelanggan jasa telekomunikasi
Outline
Laporan Tugas Pemasaran Jasa Telekomunikasi
(Program S1 Manajemen Bisnis Jasa Telekomunikasi & Informatikan – IM Telkom)
Read the rest of this entry »
Posted in Materi Kuliah | Tagged: outline laporan, prilaku pelanggan, program S1 IM telkom, studi jasa telekomunikasi | 1 Comment »
Posted by yudipram on March 27, 2009
Tidak ada satupun teori yang menyangkal bahwa SDM (sumber daya manusia atau pegawai) adalah elemen penting suatu organisasi untuk mencapai tujuan-tujuannya. Teori lama (pada saat saya mengikuti kuliah manajemen pertama kali) menyebut kan bahwa ‘man’ adalah salah satu dari ‘5M’ dalam manajemen yang harus dikelola dengan baik. Jika salah satu elemen dalam ‘5M’ tersebut buruk, maka organisasi tersebut akan buruk juga secara struktural. Organisasi yang buruk secara struktural, maka akan memperoleh masalah yang berat juga secara manajerial, sehingga sulit untuk sukses . (Kalau ga tau bedanya masalah struktural dan masalah manajerial, nanti saya jelasin dalam sesi khusus….). Oleh karena itu, tidak disangsikan lagi, jika suatu organisasi ingin berhasil mewujudkan visi,misi, dan strategic objective nya, maka organisasi tersebut harus serius memilih dan mendayagunakan pegawainya. Seleksi dan rekrutmen pegawai secara cerdas diperlukan, agar organisasi benar-benar memiliki pegawai yang menjadi modal (human capital) organisasi Read the rest of this entry »
Posted in Bisnis & Manajemen | Tagged: HRM, human capital, membajak pegawai, pecundang, rekrutmen, strategi bersaing | 1 Comment »
Posted by yudipram on December 3, 2008
Kalau anda mimpi ingin punya BMW, namun apa daya uang tak cukup, maka mulailah mengkreditnya agar anda dapat segera mencicipi nikmatnya naik BMW, begitulah iklan mobil itu membujuk anda. Just do it, kalau kata Nike (nike sepatu, bukan nike ardila almarhumah!). Saya tidak bermaksud mengiklankan BMW, tapi Title dari Iklan BMW di Harian Kompas 2 Desember 2008, berbunyi: “Stop Dreaming, Start Driving!” memang layak untuk dijadikan petuah. Ini adalah pernyataan pengingat, kalau tidak bisa disebut sebagai teguran, agar kita selalu bertindak seimbang dan proporsional. Memberikan alokasi yang adil (namun tidak berarti harus sama bagiannya) antara bermimpi dan bertindak. Bermimpi memang penting, tetapi bertindak lebih penting lagi. Karena apa yang ada dalam mimpi, hanya bisa diraih dengan tindakan. Oleh karena itu, segeralah selesaikan mimpi anda yang ada diawang-awang, lalu bangun dan mulailah berbuat di dunia realitas. Sejatinya, tindakan andalah yang akan mendekatkan kesenjangan antara tataran realitas (atau kenyataan), dengan tataran mimpi (atau angan-angan). Semakin ekstensif dan intensif anda bertindak, maka akan semakin dekatlah jarak antara realitas dan mimpi. Jadi janganlah mengendurkan tempo kerja dalam mengeksekusi tindakan, rangkaian tindakan, dan strategi anda dalam menggapai mimpi. Dalam tempo kerja, anda harus mengatur kecepatan (speed) dan kekuatan (endurance), agar segera terjadi coitus legal formal (yang tidak interuptus) antara mimpi dan realitas. Eiiit…, jangan mikir negatif dulu! Maksudnya disini adalah mimpi dan realitas itu menjadi bersatu sehingga mampu beranak-pinak menghasilkan mimpi-mimpi baru dan tindakan-tindakan baru yang lebih produktif. Hal ini mungkin terjadi, karena hasil pembelajaran dan kesuksesan dari proses sebelumnya akan mendorong kita untuk mengulangi dan mendapatkan kembali kesuksesan yang pernah diraih. Kondisi ini sangat manuasiawi, karena manusia memang tidak pernah merasa puas. Dikasih hati, minta jantung. Dikasih satu juta, minta satu milyard. Dikasih lima tahun berkuasa, minta 32 tahun. Dikasih SMA, minta S3. Dikasih Minah, minta Dian Sastro. Dikasih Paijo, minta Brad Pitt. Dst…dst… Namanya juga manusia…………..bukan malaikat! Malah ada yang lebih aneh, udah mau dikasih eksekutif mapan, eeh malah milih tukang cendol dekil…., anti klimaks boo, downward spiral! Read the rest of this entry »
Posted in Life & Personal Skill | Tagged: just do it, life skill, managing success, motivation, objective setting, program, start driving, stop dreaming, strategy | 4 Comments »
Posted by yudipram on November 29, 2008
Statement pada judul tulisan ini, saya dapatkan ketika barusan saya melihat iklan perusahaan minyak SHELL di majalah Fortune edisi november 24,2008 yang lalu. Ini pernyataan yang hanya terdiri dari 4 kata, tetapi sangat inspiring, mengajarkan pada kita untuk tidak cengeng dan lembek dalam menggapai cita-cita dan keinginan. Ini suatu pernyataan bertuah yang tidak diciptakan begitu saja oleh orang-orang shell, tetapi merupakan kesimpulan atas akumulasi pengalaman mereka selama 50 tahun yang lalu mencari ladang-ladang minyak di Kanada. Menemukan cadangan minyak di dalam perut bumi dan mengeksplorasinya untuk kemaslahatan serta kesejahteraan hidup masyarakat dunia memang bukan pekerjaan mudah. Investasi berupa uang, tenaga, dan waktu bisa hilang begitu saja manakala mereka salah melakukan pengeboran (Bakrie yang berharap dapat harta karun minyak, malah ketiban lumpur, apa nggak sial tuh….). Namun 5 dekade kemudian, keuletan orang-orang SHELL pada akhirnya memberikan hasil, pada saat ini Kanada sudah menjadi penghasil minyak global, mampu mengjungkirbalikan dominasi OPEC yang berupaya membentuk kartel dan mempolitisir minyak bumi. Read the rest of this entry »
Posted in Life & Personal Skill | Tagged: berfikir kreatif, kerja keras, menghadapi tantangan hidup, motivasi, usaha dong, why not | 1 Comment »