Menurut berita di Koran Pikiran Rakyat (19/07/08), Pemerintah Jawa Barat akan turut campur dalam program Corporate Social Responsibility (CSR) yang saat ini sudah menjadi agenda sebagian perusahaan dan pengusaha. Ini adalah gejala ada gula ada semut. Dimana ada kegiatan, disitu ada uang. Dimana ada uang, disitu ada lahan korupsi. Mungkin itulah yang ada dalam benak pimpinan dan para pejabat propinsi Jawa Barat. Tidak puas mengurusi Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah yang nilainya sudah Trilyunan Rupiah, Rupanya sekarang ada usaha untuk memperluas lahan garapan dengan mencari dana-dana korporasi diluar pajak, untuk jadi lahan penambah kekayaan pribadi. Dengan dalih mengkoordinasikan dan menawarkan peta sasaran kegiatan CSR, saya parno ini akan berujung pada ijin-ijin yang menguras ongkos perusahaan dalam melayani keinginan para pejabat yang terhormat itu. Di Inggris, program CSR memang diurus negara, ada menteri yang mengurusi CSR di sana. Tapi itu Inggris, negera maju nan tertib, dengan aturan yang dijalankan secara konsisten. Keterlibatan pejabat negara di Inggris sudah terbukti mampu mensejahterkan rakyatnya. Bagaimana di negara kita? Sangat disangsikan efektivitasnya, sudah terlalu banyak contoh program dan uang yang diperuntukan bagi kesehajteraan rakyat yang diselewengkan. Dana reboisasi dipakai untuk memperbesar perusahaan pribadi. Dana universal service obligation dari sektor telekomunikasi untuk telekomunikasi pedesaan tidak jelas pemanfaatannya. Bahkan dana sumbangan bencana alam saja, bisa masuk ke dompet pribadi. Apa lagi ini, dana corporate social responsibility? Bisa-bisa diklaim mereka juga berhak. Toh yang namanya social, brarti semua warga negara berhak memanfaatkannya, apalagi pejabat juga manusia (tidak Cuma rocker saja yang manusia). Nasib dana-dana publik di republik koruptor ini memang aneh bin ajaib. Kalau sudah begini kita harus waspada. Jangan sampai terjadi lagi misalokasi uang yang sudah disetorkan ke Jajaran Pemerintah. Read the rest of this entry »
Archive for July 20th, 2008
Pahlawan Kesiangan dalam Corporate Social Responsibility (by Yudi Pram)
Posted by yudipram on July 20, 2008
Posted in lingkungan & Pembangunan | Tagged: birokrasi, CSR, intervensi pemerintah, koordinasi, korupsi, perijinan, stakeholder, sustainable development | 2 Comments »
Open Education Resources : Knowledge is Free! (by Yudi Pram)
Posted by yudipram on July 20, 2008
Buat anda yang tidak mau lagi repot-repot bayar uang kuliah yang semakin mahal itu, sekarang saatnya sekarang waktunya menikmati menuntut ilmu dengan gratis. Tanpa perlu menunggu janji-janji gombal para politikus dan kepala daerah yang menjajikan sekolah gratis atau murah, sebenarnya kita sekarang berada di jaman “Knowledge is Free” (pengetahuan itu gratis). Khususnya untuk tingkatan pendidikan tinggi! Kalau hanya sekedar ingin tahu, sekarang ini semuanya serba gratis, tidak perlu bayar apa-apa. Sumber ilmu pengetahuan diseluruh dunia, sudah menjadikan pengetahuan sebagai public domain yang bisa diketahui siapa saja. Open Education Resources (OER) telah memungkinkan semua orang yang punya akses dan bandwidth yang memadai, dapat mengunduh (download) seluruh materi pengajaran yang ada di Massachuset Institute of Technology (MIT) dengan gratis. Bukan itu saja, saat ini lebih dari 300 universitas terkemuka di seluruh dunia juga sudah menyediakan lebih dari 3000 materi perkuliahan yang dapat diunduh dengan gratis. Tentu saja materinya dalam bahasa inggris. Namun penerjemahan materi tersebut kedalam bahasa spanyol dan china semakin meningkat. Jadi buat elo yang cuma bisa bahasa jawa and bahasa prokem, harap gigit jari aja. Syapa suruh lahir di Indonesia, negara dengan seribu bencana, dan berjuta koruptor itu. Read the rest of this entry »
Posted in Life & Personal Skill | Tagged: free knowledge, open education, otodidak, self learner, university networking | 1 Comment »

