Yudipram Knowledge Brokering Forum

observe, think, feel, & speak up !!!

Archive for the ‘Life & Personal Skill’ Category

Mengubah dari Dalam atau Meruntuhkan dari Luar (by Yudi Pram)

Posted by yudipram on April 2, 2009

constructionSebagai elemen kecil dalam atmosfir kehidupan yang sangat luas, kita terpaksa harus hidup dalam tananan atau sistem eksisting yang memayungi kita hidup saat ini. Entah itu sistem pengelolaan  di perusahaan, sistem demokrasi di satu Negara, atau sistem moneter dunia, dan sistem-sistem lainnya. Celakanya, sering kali kita merasa tidak nyaman atau tidak cocok dengan sistem yang sudah ada pada saai ini. Harap maklum, kebutuhan dan keinginan manusia adalah moving target yang bergerak liar. Masalahnya jika kita menginginkan perubahan sistem, lalu bagaimana? Kalau kita menginginkan sistem yang mengakomodasi kepentingan dan keinginan kita, apa yang harus dilakukan? Ya harus melawan dan berusaha melakukan perubahan, sekecil apapun. Secara konseptual caranya sederhada saja. Kalau anda menginginkan perubahan suatu sistem, anda dapat melakukannya dimanapun anda berada. TIdak peduli siapa anda, apa profesi anda, dan dimana anda tinggal! selama anda melakukan upaya memperjuangkan perubahan sistem tersebut secara konsisten serta dengan intensitas yang semakin meningkat, maka Insya Allah perubahan yang anda inginkan akan terwujud. Intinya perubahan dapat dilakukan baik dari dalam maupun dari luar sistem. Contoh soal, perjuangan pada cendikiawan bumi putera dalam berdiplomasi di luar negeri dan perlawanan para pahlawan kemerdekaan di dalam negeri, telah melahirkan Negara Kesatuan Indonesia. Kegigihan Ramos Horta dari luar negeri dikawinkan dengan perjuangan  Xanana Gumao di hutan-hutan timor timur, berhasil memerdekakan Timor Leste.  Mengubah dari dalam dan meruntuhkan dari luar sama efektifnya, kalau itu dilakukan secara kontinyu. Yang penting adalah magnitude nya harus diperbesar sampai pada kekuatan yang mampu menggoyahkan sistem tersebut. Dengan demikian, kalau ingin lebih efektif, maka perubahan sistem harus digempur dari dua arah, digempur dari dalam, dan secara simultan diserang dari luar system juga. Read the rest of this entry »

Posted in Life & Personal Skill | Tagged: , , , , | Leave a Comment »

Stop Dreaming, Start Driving! (By Yudi Pram)

Posted by yudipram on December 3, 2008

start-drivingKalau anda mimpi ingin punya BMW, namun apa daya uang tak cukup, maka mulailah mengkreditnya agar anda dapat segera mencicipi nikmatnya naik BMW, begitulah iklan mobil itu membujuk anda. Just do it, kalau kata Nike (nike sepatu, bukan nike ardila almarhumah!). Saya tidak bermaksud mengiklankan BMW, tapi Title dari Iklan BMW di Harian Kompas 2 Desember 2008, berbunyi: “Stop Dreaming, Start Driving!” memang layak untuk dijadikan petuah. Ini adalah pernyataan pengingat, kalau tidak bisa disebut sebagai teguran, agar kita selalu bertindak seimbang dan proporsional. Memberikan alokasi yang adil (namun tidak berarti harus sama bagiannya) antara bermimpi dan bertindak.  Bermimpi memang penting, tetapi bertindak lebih penting lagi. Karena apa yang ada dalam mimpi, hanya bisa diraih dengan tindakan. Oleh karena itu, segeralah selesaikan mimpi anda yang ada diawang-awang, lalu bangun dan mulailah berbuat di dunia realitas. Sejatinya, tindakan andalah yang akan mendekatkan kesenjangan antara tataran realitas (atau kenyataan), dengan tataran mimpi (atau angan-angan).  Semakin ekstensif dan intensif anda bertindak, maka akan semakin dekatlah jarak antara realitas dan mimpi. Jadi janganlah mengendurkan tempo kerja dalam mengeksekusi tindakan, rangkaian tindakan, dan strategi anda dalam menggapai mimpi. Dalam tempo kerja, anda harus mengatur  kecepatan (speed) dan kekuatan (endurance), agar segera terjadi coitus legal formal (yang tidak interuptus) antara mimpi dan realitas. Eiiit…, jangan mikir negatif dulu! Maksudnya disini adalah mimpi dan realitas itu menjadi bersatu sehingga mampu beranak-pinak menghasilkan mimpi-mimpi baru dan tindakan-tindakan baru yang lebih produktif. Hal ini mungkin terjadi, karena hasil pembelajaran dan kesuksesan dari proses sebelumnya akan mendorong kita untuk mengulangi dan mendapatkan kembali kesuksesan yang pernah diraih. Kondisi ini sangat manuasiawi, karena manusia memang tidak pernah merasa puas. Dikasih hati, minta jantung. Dikasih satu juta, minta satu milyard. Dikasih lima tahun berkuasa, minta 32 tahun. Dikasih SMA, minta S3. Dikasih Minah, minta Dian Sastro. Dikasih Paijo, minta Brad Pitt. Dst…dst… Namanya juga manusia…………..bukan malaikat! Malah ada yang lebih aneh, udah mau dikasih eksekutif mapan, eeh malah milih tukang cendol dekil…., anti klimaks boo, downward spiral! Read the rest of this entry »

Posted in Life & Personal Skill | Tagged: , , , , , , , , | 4 Comments »

Difficult, Yes. Impossible, No. (by Yudi Pram)

Posted by yudipram on November 29, 2008

namcheju-pltdStatement pada judul tulisan ini, saya dapatkan ketika barusan saya melihat iklan perusahaan minyak SHELL di majalah Fortune edisi november 24,2008 yang lalu. Ini pernyataan yang hanya terdiri dari 4 kata, tetapi sangat inspiring, mengajarkan pada kita untuk tidak cengeng dan lembek dalam menggapai cita-cita dan keinginan. Ini suatu pernyataan bertuah yang tidak diciptakan begitu saja oleh orang-orang shell, tetapi merupakan kesimpulan atas akumulasi pengalaman mereka selama 50 tahun yang lalu mencari ladang-ladang minyak di Kanada. Menemukan cadangan minyak di dalam perut bumi dan mengeksplorasinya untuk kemaslahatan serta kesejahteraan hidup masyarakat dunia memang bukan pekerjaan mudah. Investasi berupa uang, tenaga, dan waktu bisa hilang begitu saja manakala mereka salah melakukan pengeboran (Bakrie yang berharap dapat harta karun minyak, malah ketiban lumpur, apa nggak sial tuh….). Namun 5 dekade kemudian, keuletan orang-orang SHELL pada akhirnya memberikan hasil, pada saat ini Kanada sudah menjadi penghasil minyak global, mampu mengjungkirbalikan dominasi OPEC yang berupaya membentuk kartel dan mempolitisir minyak bumi.    Read the rest of this entry »

Posted in Life & Personal Skill | Tagged: , , , , , | 1 Comment »

Kapan Anda Memerlukan Kreativitas? (by Yudi Pram)

Posted by yudipram on November 24, 2008

alternatif‘Hidup adalah perbuatan’ begitulah kata penyair Chairil Anwar, yang kemudian dikutip menjadi tagline iklan kampanye salah seorang politikus yang berambisi menjadi calon presiden RI pada pemillu tahun 2009 yang akan datang. Pernyataan itu benar adanya atau ‘absolutely right’, eksistensi anak cucu adam di muka bumi ini ditentukan oleh amal ibadahnya atau perbuatannya. Kalau anda tidak pernah berbuat apa apa, maka anda hanya akan menjadi orang yang mudah dilupakan oleh orang lain (Keberadaan dan ketidakberadaan anda sama saja, sedih kan?). Dalam bahasa yang lebih terang, kehebatan seseorang itu ditentukan oleh hasil karyanya. Output atau deliverables dari masa hidup yang diamanahkan oleh sang khalik pada anda adalah karya-karya anda. Semakin banyak dia berkarya dan berbuat bagi banyak orang maka semakin eksis lah dia.  Kalau anda tidak menghasilkan apa-apa maka hidup anda hanyalah bergerak dalam kondisi ‘from nothing to nothing again’. Tapi untuk bisa berkarya anda tidak perlu atau tidak harus menjadi anggota Golongan Karya (baik golkar lama maupun golkar baru), atau partai politik lainnya. Di dunia apapun: politik, sosial, dan bisnis, anda dapat menghasilkan sesuatu. Carilah dunia yang cocok dengan potensi dan keterbatasan diri anda. Yang cocok di New York berkaryalah disana. Yang cocok di Cimahi ya di Cimahi saja. Demikian juga yang nyungsep di Cileunyi yang di Cileunyi saja. Namun perlu diingat bahwa soal karya ini, kita harus melihatnya dalam  dua dimensi, yaitu (i) dimensi perbuatan manusia sebagai mahluk terhadap tuhan penciptanya, dan  (ii) dimensi perbuatan manusia terhadap sesame mahluk lain ciptaan tuhan. Kalau anda dapat berkarya dalam 2 (dua) dimensi ini secara maksimal, maka anda benar-benar telah menjadi orang yang berilmu tinggi, sekaligus juga beramal maksimal. Read the rest of this entry »

Posted in Life & Personal Skill | Tagged: , , , , | 3 Comments »

Jangan Jadi Sarjana Kertas (By Yudi Pram)

Posted by yudipram on August 15, 2008

Dalam pidatonya pada peresmian penerimaan mahasiswa baru ITB 2008-2009, Rektor ITB, Prof. Dr. Djoko Santoso, mewanti-wanti agar lulusan perguruan tinggi tidak menjadi “Sarjana Kertas” (Pikiran Rakyat, 14/08/08). Sarjana kertas adalah bukan dalam pengertian sarjana yang ahli membuat kertas, sehingga bisa kerja di pabrik pulp Indah Kiat. Tapi yang dimaxud sarjana kertas adalah sarjana yang lulus hanya karena ijasah tanpa disertai kemampuan sesuai dengan bidang yang ditekuninya di perguruan tinggi tempat dia belajar. Beliau mengingatkan bahwa mahasiswa jangan hanya mengejar kertas ijasah, tetapi harus  mengembangkan kapasitas. “Sarjana harus memiliki kapasitas yang cukup untuk berbuat kebaikan” tutur Rektor ITB tersebut.

Ada yang menarik dari pernyataan pak rektor ini. Bahwa ukuran kesarjanaan seseorang itu ternyata bukan dari kertas ijasahnya, namun dari kapasitasnya untuk berbuat kebaikan. Jadi kalau banyak lulusan perguruan tinggi yang menjadi koruptor, atau terlibat dalam kasus korupsi, ini sama artinya bahwa perguruan tinggi di Indonesia belum banyak yang berhasil menelorkan sarjana. Perguruan tinggi di Indonesia baru berhasil membagikan ijasah kelulusan karena yang bersangkutan telah menyelesaikan seluruh proses pembelajaran di perguruan tinggi tersebut. Masalah apakah bahan pelajarannya sudah dikuasasi dan terinternalisasi pada si calon sarjana, itu urusan lain. Jadi, apakah si lulusan telah menjadi sarjana atau belum, ternyata tidak dijamin oleh perguruan tinggi yang meluluskannya. What Indonesian Students! Read the rest of this entry »

Posted in Life & Personal Skill | Tagged: , , , , , , | 6 Comments »

What to Do When Your Boss is a Jerk (by Yudi Pram)

Posted by yudipram on August 13, 2008

Dalam organisasi yang menganut sistem otoriter, biasanya berlaku 2 aturan. Aturan pertama adalah Boss always right. Boss itu selalu benar: gagasan, pikiran, konsep, prilaku, dan keputusannya itu tidak boleh dibantah!  Aturan kedua adalah if the Boss wrong, reread rule # 1. Kalau boss salah, baca lagi aturan pertama. Hahahaha ini namanya dwi-tunggal. Aturan yang di loop alias closed system, muter-muter aja disitu kaya bianglala dunia fantasi. Ini model demokrasi terpimpin ala orde baru.  Jadi boss memang enak, selalu merasa di atas angin. Lawan siapa pun selalu dan pasti menang, meskipun tidak didukung oleh Viking-bobotoh yang kampungan itu (ke..ke..ke..eh naha jadi mengkol ka Persib). Selama itu bawahannya si boss, maka bukanlah wasit yang berkuasa, tapi si boss lah yang berkuasa, dan wasit akan dipersilahkan si boss untuk duduk di bangku cadangan. Read the rest of this entry »

Posted in Life & Personal Skill | Tagged: , , , , , , | 3 Comments »

Keep Your Boss Happy (by Yudi Pram)

Posted by yudipram on August 10, 2008

Ada lelucon basi yang masih relevan dengan tulisan ini, “apa bedanya sekretaris yang baik (a good secretary) dengan sekretaris yang cantik (a nice secretary)?” jawabannya : Perbedaanya baru ketauan pada kalimat pertama yang diucapkan si sekretaris di pagi hari. Si baik akan mengucapkan “good morning boss….” Karena baru ketemu lagi di pagi hari itu dan siap menerima pekerjaan baru untuk sepanjang hari itu, sedangkan Si cantik akan bilang “ its morning boss….” Karena dia bekarja hampir tidak sadar waktu, menemani si boss siang dan malam. Pertanyaan berikutnya adalah “Mana yang penghasilannya lebih besar? si baik atau si cantik?” Gw ga mw jawab, itu terserah loe aje. tapi yang jelas si boss pasti gajinya yang paling besar.

Point yang ingin saya sampaikan adalah bahwa kita tidak bisa munafik (jadi bukan munadi atau munawar! Kalau pak munadi itu kawan saya yang menjadi Ka Divisi Telkom CIS, sedangkan pak munawar itu kawan saya seangkatan di PL-ITB dulu ………..hahaha ngelantur). Ya, pokoknya kita tidak bisa munafik lah bahwa kalau bekerja itu pada dasarnya kita berharap income, fringe benefit, dan bahkan kalau punya prestasi hebat malah kita berharap ada rewards khusus. Jadi bohong, kalau ada orang yang beralasan bahwa bekerja itu dilakukan karena ingin mengembangkan bakat. Pengembangan bakat itu hanya sasaran antara (intermediary goals) , namun sasaran akhirnya pastilah sesuap berlian. Hanya pertanyaannya, bagaimana caranya agar ketiga hal tadi (income, fringe benefit, dan rewards) dapat diperoleh secara maksimal?. Jawabannya cukup sederhana: berbaik-baiklah dengan boss anda, bikin boss anda always happy! (ajaklah si boss untuk menyanyi “don’t worry………..be happy!”) Read the rest of this entry »

Posted in Life & Personal Skill | Tagged: , , , , , , | 1 Comment »

Compete with The Giant (by Yudi Pram)

Posted by yudipram on July 26, 2008

Kalau mau eksis, jangan cemen! (cemen gresik, cemen holcim, atau cemen tara loe bengong gw tabok?) Itu pesan saya buat para sarjana baru yang masih pengangguran. Perioda jadi anak mamie mestinya kita batasi dari mulai bayi sampai umur 15 tahun aja. Kalau dalam perioda balibeta (bawah lima belas tahun) anda masih cemen, itu dimaklumi. Tapi kalau setelah itu, cemen anda terus kebawa-bawa, namanya kebangetan, manja tiada akhir. Jadinya  muke lu jauh, (meskipun ga blagu) loe pastinya,  kelaut aje! Jangan salahkan orang lain kalau kemudian menghadapi masa depan dengan penuh ketidak pastian! Masa-masa di SMA dan Perguruan Tinggi mestinya dijadikan arena pembelajaran  untuk mengubah mental, melatih fisik, dan mengasah keterampilan, agar siap terjun dan tahan banting dalam menghadapi persaingan. Jangan terus berlindung dibawah ketiak nyak n babe loe. Harus berani keluar, berani dicemooh, berani di underestimate (bertrima kasihkan pada temen2 loe yang kupling, yang suka mengunderestimate), berani babak belur sambil belajar terus dan memperbaiki diri. Buang jauh-jauh pikiran bahwa senjata ampuh anda adalah ijasah S1,S2, atau S3 anda. Senjata ampuh anda adalah keterampilan anda (bahasa sundanya mah “kabisa maneh naon, borokokok?”). Senjata rahasia pamungkas anda juga mestinya keterampilan anda juga, jangan surat sakti atau memo ortu yang berpengaruh. Read the rest of this entry »

Posted in Life & Personal Skill | Tagged: , , , , , , | 5 Comments »

Open Education Resources : Knowledge is Free! (by Yudi Pram)

Posted by yudipram on July 20, 2008

Buat anda yang tidak mau lagi repot-repot bayar uang kuliah yang semakin mahal itu, sekarang saatnya sekarang waktunya menikmati menuntut ilmu dengan gratis.  Tanpa perlu menunggu janji-janji gombal para politikus dan kepala daerah yang menjajikan sekolah gratis atau murah, sebenarnya kita sekarang berada di jaman “Knowledge is Free” (pengetahuan itu gratis). Khususnya untuk tingkatan pendidikan tinggi! Kalau hanya sekedar ingin tahu, sekarang ini semuanya serba gratis, tidak perlu bayar apa-apa.  Sumber ilmu pengetahuan diseluruh dunia, sudah menjadikan pengetahuan sebagai public domain yang bisa diketahui siapa saja.  Open Education Resources (OER) telah memungkinkan semua orang yang punya akses dan bandwidth yang memadai, dapat mengunduh (download) seluruh materi pengajaran yang ada di Massachuset Institute of Technology (MIT) dengan gratis. Bukan itu saja, saat ini lebih dari 300 universitas terkemuka di seluruh dunia juga sudah menyediakan lebih dari 3000 materi perkuliahan yang dapat diunduh dengan gratis. Tentu saja materinya dalam bahasa inggris. Namun penerjemahan materi tersebut kedalam bahasa spanyol dan china semakin meningkat. Jadi buat elo yang cuma bisa bahasa jawa and bahasa prokem, harap gigit jari aja. Syapa suruh lahir di Indonesia, negara dengan seribu bencana, dan berjuta koruptor itu. Read the rest of this entry »

Posted in Life & Personal Skill | Tagged: , , , , | 1 Comment »

Rajin Pangkal Pandai, Kreatif Pangkal Kaya (by Yudi Pram)

Posted by yudipram on July 8, 2008

Kalau GDP perkapita Indonesia saat ini hanya US $ 1450, jauh tertinggal oleh bangsa-bangsa lain di ASEAN, itu masuk akal. Indonesia sudah jauh tertinggal oleh Singapura, disalib Malaysia, Philipine, Thailand.Dan terakhir oleh Vietnam, bangsa yang bekerja keras menyeruak ke kepermukaan arena internasional. Kondisi ini, bisa jadi disebabkan karena orang Indonesia kurang mengamalkan pepatah “rajin pangkal pandai, hemat pangkal kaya”.  Waktu saya masuk kelas 1 di SD Sabang Bandoeng dahoeloe kala, saya masih ingat pada pelajaran pertama menulis indah di buku garis tiga, kalimat yang harus kami tulis berulang-ulang, yaa pepatah itu. Rajin pangkal pandai, hemat pangkal kaya adalah pepatah yang punya makna mendalam, karena menghighlight pentingnya konsep experience curve dan resource efficiency  dalam menjalani hidup. Dengan tulisan yang masih sering overshoot, kita, murid-murid SD yang baru mengenal huruf dan tulisan, harus menulis 2 halaman penuh. Read the rest of this entry »

Posted in Life & Personal Skill | Tagged: , , , , , , , | 4 Comments »