<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Yudipram Knowledge Brokering Forum &#187; Life &amp; Personal Skill</title>
	<atom:link href="http://yudipram.wordpress.com/category/life-personal-skill/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://yudipram.wordpress.com</link>
	<description>observe, think, feel, &#38; speak up !!!</description>
	<lastBuildDate>Mon, 08 Jun 2009 03:48:19 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<cloud domain='yudipram.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://www.gravatar.com/blavatar/599074ddb677b4dfe0acfa4f55ec5c71?s=96&#038;d=http://s.wordpress.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>Yudipram Knowledge Brokering Forum &#187; Life &amp; Personal Skill</title>
		<link>http://yudipram.wordpress.com</link>
	</image>
			<item>
		<title>Mengubah dari Dalam atau Meruntuhkan dari Luar (by Yudi Pram)</title>
		<link>http://yudipram.wordpress.com/2009/04/02/mengubah-dari-dalam-atau-meruntuhkan-dari-luar-by-yudi-pram/</link>
		<comments>http://yudipram.wordpress.com/2009/04/02/mengubah-dari-dalam-atau-meruntuhkan-dari-luar-by-yudi-pram/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 01 Apr 2009 17:16:18 +0000</pubDate>
		<dc:creator>yudipram</dc:creator>
				<category><![CDATA[Life & Personal Skill]]></category>
		<category><![CDATA[interveni eksternal]]></category>
		<category><![CDATA[intervensi internal]]></category>
		<category><![CDATA[just do it]]></category>
		<category><![CDATA[perubahan]]></category>
		<category><![CDATA[sistem redesign]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://yudipram.wordpress.com/?p=192</guid>
		<description><![CDATA[Sebagai elemen kecil dalam atmosfir kehidupan yang sangat luas, kita terpaksa harus hidup dalam tananan atau sistem eksisting yang memayungi kita hidup saat ini. Entah itu sistem pengelolaan  di perusahaan, sistem demokrasi di satu Negara, atau sistem moneter dunia, dan sistem-sistem lainnya. Celakanya, sering kali kita merasa tidak nyaman atau tidak cocok dengan sistem yang [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=yudipram.wordpress.com&blog=3780612&post=192&subd=yudipram&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;"><img class="alignright size-full wp-image-193" title="construction" src="http://yudipram.files.wordpress.com/2009/04/construction.jpg?w=320&#038;h=320" alt="construction" width="320" height="320" />Sebagai elemen kecil dalam atmosfir kehidupan yang sangat luas, kita terpaksa harus hidup dalam tananan atau sistem eksisting yang memayungi kita hidup saat ini. Entah itu sistem pengelolaan <span> </span>di perusahaan, sistem demokrasi di satu Negara, atau sistem moneter dunia, dan sistem-sistem lainnya. Celakanya, sering kali kita merasa tidak nyaman atau tidak cocok dengan sistem yang sudah ada pada saai ini. Harap maklum, kebutuhan dan keinginan manusia adalah moving target yang bergerak liar. Masalahnya jika kita menginginkan perubahan sistem, lalu bagaimana? Kalau kita menginginkan sistem yang mengakomodasi kepentingan dan keinginan kita, apa yang harus dilakukan? Ya harus melawan dan berusaha melakukan perubahan, sekecil apapun. Secara konseptual caranya sederhada saja. Kalau anda menginginkan perubahan suatu sistem, anda dapat melakukannya dimanapun anda berada. TIdak peduli siapa anda, apa profesi anda, dan dimana anda tinggal! selama anda melakukan upaya memperjuangkan perubahan sistem tersebut secara konsisten serta dengan intensitas yang semakin meningkat, maka Insya Allah perubahan yang anda inginkan akan terwujud. Intinya perubahan dapat dilakukan baik dari dalam maupun dari luar sistem. Contoh soal, perjuangan pada cendikiawan bumi putera dalam berdiplomasi di luar negeri dan perlawanan para pahlawan kemerdekaan di dalam negeri, telah melahirkan Negara Kesatuan Indonesia. Kegigihan Ramos Horta dari luar negeri dikawinkan dengan perjuangan<span>  </span>Xanana Gumao di hutan-hutan timor timur, berhasil memerdekakan Timor Leste. <span> </span>Mengubah dari dalam dan meruntuhkan dari luar sama efektifnya, kalau itu dilakukan secara kontinyu. Yang penting adalah magnitude nya harus diperbesar sampai pada kekuatan yang mampu menggoyahkan sistem tersebut. Dengan demikian, kalau ingin lebih efektif, maka perubahan sistem harus digempur dari dua arah, digempur dari dalam, dan secara simultan diserang dari luar system juga.<span id="more-192"></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Jadi kalau begitu bagaimana agar perubahan sistem segera terjadi? Anda perlu melakukan 2 strategi yang dijalankan secara simultan dalam sebuah skenario besar yang terintegrasi dan komprehensif, yaitu:</span></p>
<p class="MsoListParagraphCxSpFirst" style="text-indent:-.25in;margin:0 0 0 .25in;"><span><span><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">a.</span><span style="font:7pt &quot;">       </span></span></span><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Strategi Pertama, tugaskan agen perubahan (change agent) untuk melakukan penyusupan pada sistem yang ingin anda rubah. Misalnya, kalau anda ada dalam lingkup perusahaan, anda perlu menugaskan kawan anda untuk masuk ke dalam jajaran manajemen, penentu kebijakan di perusahaan tersebut. Contoh lain, kalau anda dalam lingkup pemerintahan,<span>  </span>maka anda harus menugasi kawan anda untuk masuk ke jajaran legislatif dan eksekutif. Agen perubahan ini selanjutnya harus menjalankan agenda-agenda yang terkait dengan upaya mengubah sistem. Jadi disini anda tidak boleh Golput, harus ikut menentukan siapa change agent anda!</span></p>
<p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="text-indent:-.25in;margin:0 0 0 .25in;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;"> </span></p>
<p class="MsoListParagraphCxSpLast" style="text-indent:-.25in;margin:0 0 10pt .25in;"><span><span><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">b.</span><span style="font:7pt &quot;">      </span></span></span><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Strategi Kedua, tugaskan satuan pemukul di luar sistem yang bertugas untuk melakukan penggempuran terhadap sendi-sendi penguat struktur sistem agar diperloleh pengurangan kekuatan sistem sehingga terjadi System Paralysis (sistem yang tidak berdaya dan tidak berfungsi dengan baik karena unsur unsur pendukungnya melemah). Misalnya, kalau anda dalam lingkup perusahaan, maka disini anda harus melobi kelompok penekan (pressure group) untuk melakukan penyerangan terhadap perusahaan. Kelompok penekan adalah stake holder eksternal yang punya kekuatan untuk memperburuk citra perusahaan sehingga akan menurunkan tingkat kepercayaan konsumen. Contoh dari pressure group adalah asosiasi industry, LSM, DPR, dan Pemerintah, serta publik secara umum. Contoh kasus lain, kalau anda ingin mengubah sistem di suatu Negara, maka anda harus mengambil sikap<span>  </span>untuk tidak menggunakan sistem tersebut. Sehingga sistem tidak berjalan dengan sempurna. Disini anda boleh Golput, agar sistem eksisting menjadi tidak pede karena <span> </span>kehilangan legitimasi, serta kehilangan separuh nafasnya. Tidak memilih juga merupakan satu pilihan.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Jadi kalau anda tidak senang dengan satu sistem dan ingin mengubahnya, just do it! Apapun upaya anda silahkan dilakukan, selama itu dilakukan dengan konsisten dan hati yang bersih, Insya Allah kelak akan ada efeknya.</span></p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/yudipram.wordpress.com/192/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/yudipram.wordpress.com/192/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/yudipram.wordpress.com/192/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/yudipram.wordpress.com/192/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/yudipram.wordpress.com/192/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/yudipram.wordpress.com/192/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/yudipram.wordpress.com/192/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/yudipram.wordpress.com/192/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/yudipram.wordpress.com/192/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/yudipram.wordpress.com/192/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=yudipram.wordpress.com&blog=3780612&post=192&subd=yudipram&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://yudipram.wordpress.com/2009/04/02/mengubah-dari-dalam-atau-meruntuhkan-dari-luar-by-yudi-pram/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/685a16004e179fd4aac62f73ab930b10?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">yudipram</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://yudipram.files.wordpress.com/2009/04/construction.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">construction</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Stop Dreaming, Start Driving! (By Yudi Pram)</title>
		<link>http://yudipram.wordpress.com/2008/12/03/stop-dreaming-start-driving-by-yudi-pram/</link>
		<comments>http://yudipram.wordpress.com/2008/12/03/stop-dreaming-start-driving-by-yudi-pram/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 02 Dec 2008 14:20:03 +0000</pubDate>
		<dc:creator>yudipram</dc:creator>
				<category><![CDATA[Life & Personal Skill]]></category>
		<category><![CDATA[just do it]]></category>
		<category><![CDATA[life skill]]></category>
		<category><![CDATA[managing success]]></category>
		<category><![CDATA[motivation]]></category>
		<category><![CDATA[objective setting]]></category>
		<category><![CDATA[program]]></category>
		<category><![CDATA[start driving]]></category>
		<category><![CDATA[stop dreaming]]></category>
		<category><![CDATA[strategy]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://yudipram.wordpress.com/?p=184</guid>
		<description><![CDATA[Kalau anda mimpi ingin punya BMW, namun apa daya uang tak cukup, maka mulailah mengkreditnya agar anda dapat segera mencicipi nikmatnya naik BMW, begitulah iklan mobil itu membujuk anda. Just do it, kalau kata Nike (nike sepatu, bukan nike ardila almarhumah!). Saya tidak bermaksud mengiklankan BMW, tapi Title dari Iklan BMW di Harian Kompas 2 [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=yudipram.wordpress.com&blog=3780612&post=184&subd=yudipram&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;"><a href="http://yudipram.files.wordpress.com/2008/12/start-driving.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-185" title="start-driving" src="http://yudipram.files.wordpress.com/2008/12/start-driving.jpg?w=300&#038;h=187" alt="start-driving" width="300" height="187" /></a>Kalau anda mimpi ingin punya BMW, namun apa daya uang tak cukup, maka mulailah mengkreditnya agar anda dapat segera mencicipi nikmatnya naik BMW, begitulah iklan mobil itu membujuk anda. <em>Just do it</em>, kalau kata Nike (nike sepatu, bukan nike ardila almarhumah!). Saya tidak bermaksud mengiklankan BMW, tapi Title dari Iklan BMW di Harian Kompas 2 Desember 2008, berbunyi: “Stop Dreaming, Start Driving!” memang layak untuk dijadikan petuah. Ini adalah pernyataan pengingat, kalau tidak bisa disebut sebagai teguran, agar kita selalu bertindak seimbang dan proporsional. Memberikan alokasi yang adil (namun tidak berarti harus sama bagiannya) antara bermimpi dan bertindak. <span> </span>Bermimpi memang penting, tetapi bertindak lebih penting lagi. Karena apa yang ada dalam mimpi, hanya bisa diraih dengan tindakan. Oleh karena itu, segeralah selesaikan mimpi anda yang ada diawang-awang, lalu bangun dan mulailah berbuat di dunia realitas. Sejatinya, tindakan andalah yang akan mendekatkan kesenjangan antara tataran realitas (atau kenyataan), dengan tataran mimpi (atau angan-angan). <span> </span>Semakin ekstensif dan intensif anda bertindak, maka akan semakin dekatlah jarak antara realitas dan mimpi. Jadi janganlah mengendurkan tempo kerja dalam mengeksekusi tindakan, rangkaian tindakan, dan strategi anda dalam menggapai mimpi. Dalam tempo kerja, anda harus mengatur <span> </span>kecepatan (<em>speed</em>) dan kekuatan (<em>endurance</em>), agar segera terjadi coitus legal formal (yang tidak interuptus) antara mimpi dan realitas. Eiiit…, jangan mikir negatif dulu! Maksudnya disini adalah mimpi dan realitas itu menjadi bersatu sehingga mampu beranak-pinak menghasilkan mimpi-mimpi baru dan tindakan-tindakan baru yang lebih produktif. Hal ini mungkin terjadi, karena hasil pembelajaran dan kesuksesan dari proses sebelumnya akan mendorong kita untuk mengulangi dan mendapatkan kembali kesuksesan yang pernah diraih. Kondisi ini sangat manuasiawi, karena manusia memang tidak pernah merasa puas. Dikasih hati, minta jantung. Dikasih satu juta, minta satu milyard. Dikasih lima tahun berkuasa, minta 32 tahun. Dikasih SMA, minta S3. Dikasih Minah, minta Dian Sastro. Dikasih Paijo, minta Brad Pitt. Dst…dst… Namanya juga manusia…………..bukan malaikat! Malah ada yang lebih aneh, udah mau dikasih eksekutif mapan, eeh malah milih tukang cendol dekil…., anti klimaks boo, <em>downward spiral</em>!<span id="more-184"></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Mengapa mimpi penting dan harus diberi porsi untuk dilakukan? Karena mimpi adalah representasi dari kebebasan. Mimpi itumerupakan arena ekspresi yang bebas norma, dan bebas nilai, bahkan anda tidak perlu tahu, anda berada dimana pada saat anda bermimpi. Tidak ada pagar, tidak ada tembok, tidak ada aturan, dan tidak ada kendala keterbatasan sumber daya. Ketika anda masih anak-anak anda dapat menyatakan cita-cita anda seenak udelmu dhewe (<em>as delicious as your belly button</em>….kata si paijo). Anda bebas menyatakan ingin menjadi presiden, astronot, atau apapun, tanpa peduli dengan keterbatasan anda. Itulah kegunaannya mimpi, anda dapat menentukan <em>strategic objective</em> anda sesuai dengan ekspektasi anda. Kenapa harus sesuai dengan ekspektasi anda? Gunanya agar motivasi anda terpicu dan bergulir dengan kecepatan maksimum, tanpa anda perlu menegak Viagra. Jadi anda bisa bayangkan lemahnya keinginan meraih tujuan yang tidak sesuai dengan ekspektasi anda. Mana mau anda naik Timor, kalau anda memimpikan BWM. Mana mau anda pergi ke Tasikmalaya, kalau anda memimpikan Vienna. Mana mau anda menyantap getuk lindri, kalau anda memimpikan burger bakar dago. Namun tetap harus diingat bahwa dalam siklus manajemen, penetapan <em>strategic objective</em> merupakan salah satu elemen dalam tahapan perencanaan saja. Anda tidak bisa hanya menetapkan tujuannya saja, itu namanya <em>half wit</em>. Hal lain yang harus anda lakukan adalah merumuskan langkah-langkah tindakan untuk mencapai <em>strategic objective</em>. Lalu mengeksekusinya pada tahapan implementasi, dan mengendalikannya pada tahapan <em>control</em>. <span> </span>Pada saat eksekusi itulah, anda masuk kedalam kondisi “<em>start driving</em>”. Mulai menikmati perjalanan dalam rangka mencapai tujuan. Mulai harus memiliki pengetahuan dan keterampilan yang prima untuk memainkan pedal gas, rem, kopling (karena nggak otomatik), dikombinasikan dengan mengendalikan stir, berbekal pandangan lurus kedepan, sambil sesekali melihat kaca spion samping &amp; spion belakang (ini nulis artikel atau diktat kursus stir mobil…….hahaha).</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">“Start Driving” juga mengingatkan pada kita bahwa sesuatu itu tidak ada yang ‘ujug-ujug’. Segala sesuatu itu akan melalui proses. Untuk mendapatkan kecepatan 160 km/jam, anda harus melalui beberapa tahapan dan mengkonsumsi sekian menit waktu. Pada dasarnya tidak sesuatu yang <span> </span>secara ‘<em>suddenly</em>’ jatuh dari langit atau dari UFO seperti Mr.Bean yang tiba-tiba di tengah jalan, tanpa jelas asal usulnya. Proses adalah fungsi dari waktu, jadi untuk mencapai sesuatu itu ada kebutuhan waktunya. Dan pada umumnya, hasil yang baik diperoleh dengan proses yang lama, bukan proses yang instant. Jadi pada saat <em>start driving</em>, pada hakekatnya anda memiliki kesempatan untuk melakukan penyesuaian, karena anda berpijak pada dunia nyata dan realitas. Jika langkah-langkah tindakan terasa sulit, anda bisa merevisinya. Jika tujuan terasa jauh, andapun dapat memindahkan tujuan anda ke koordinat yang lebih sesuai dengan kekuatan anda. Jadi pragmatisme dapat saja muncul untuk mengkoreksi idealisme, ketika anda mulai melangkah. Kalau angsuran kredit BMW, Harrier, atau Odissey anda, dirasakan mencekik leher anda, kenapa tidak membeli cash Timor Seken saja….hahahaha. Daripada gaya tapi riweuh, lebih baik sederhana tapi tenang. Itulah gunanya start driving, rasionalitas akan berusaha mengkoreksi mimpi indah anda. Kalau baru daftar jadi Caleg saja, anda harus keluar duit puluhan juta rupiah, ya mendingan mengabdi jadi RT saja. Pilihan itu tidak kalah mulianya, jika anda berhasil menciptakan lingkungan RT yang gemah ripah rapih repeh, daripada jadi Caleg yang bergelimang KKN dan mencemaskan rakyat. Daripada jadi raja yang zhalim, lebih baik jadi ponggawa yang sholeh. (tapi tentu saja pilihan yang paling mantabb adalah menjadi raja yang sholeh) </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Jadi apa yang harus anda lakukan, agar <em>start driving</em> anda akan membawa anda pada ‘happy ending achievement’. Prinsip manajemen mangajarkan pada kita beberapa hal, antara lain:</span></p>
<p class="MsoListParagraphCxSpFirst" style="text-indent:-.25in;margin:0 0 0 .25in;"><span><span><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">a.</span><span style="font:7pt &quot;">       </span></span></span><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Calibri;">Rencanakan <em>route</em> anda dengan jelas dan tetapkan <em>ettape-ettape</em> nya. Program kerja dan rencana tindakan (<em>action plan</em>) perlu dibuat secara rinci, agar anda dapat dengan mudah beralih satu aktivitas lain, setelah satu aktivitas selesai dikerjakan. Kegiatan yang tidak jelas dan rinci akan mengakibatkan anda bingung menetapkan tindakan selanjutnya setelah satu pekerjaan selesai dikerjakan. Jangan menjadi si kabayan, yang sering berhasil <em>by accident</em>. Anda seharusnya berhasil <em>by planning.</em></span></span></p>
<p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="text-indent:-.25in;margin:0 0 0 .25in;"><span><span><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">b.</span><span style="font:7pt &quot;">      </span></span></span><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Calibri;">Sediakan perbekalan yang cukup. Sumber daya yang anda miliki harus mamadai. Tapi tidak perlu seperti orang mau pindahan yang bawa semua barang. Anda harus membawa perbekalan logistik dan disertai dengan sumber daya pengetahuan &amp; informasi yang cukup. Ini penting agar anda dapat mengevaluasi kemungkinan keberhasilan anda dalam mencapai tujuan. <span> </span></span></span></p>
<p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="text-indent:-.25in;margin:0 0 0 .25in;"><span><span><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">c.</span><span style="font:7pt &quot;">       </span></span></span><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Perhatikan kondisi jalan. Faktor eksternal bisa saja muncul sebagai kendala utama dalam mencapai tujuan. Jika jalanan longsor, jembatan rubuh, atau ada angin puting beliung, yang akan mengganggu atau menggagalkan perjalanan, maka anda perlu memikirkan ulang <em>route</em> yang akan anda tempuh. Jadi berdasarkan evaluasi anda terhadap kondisi jalan, anda dapat merevisi program kerja sekaligus tujuannya.</span></p>
<p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="text-indent:-.25in;margin:0 0 0 .25in;"><span><span><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">d.</span><span style="font:7pt &quot;">      </span></span></span><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Istirahatlah yang cukup. Jeda sejenak, akan memberikan anda energy baru. Selain itu, jeda juga akan memberikan anda kesempatan untuk mengevaluasi dan belajar dari hal-hal yang sudah anda lewati. Proses pembelajaran ini penting, agar kesalahan-kesalahan yang pernah terjadi tidak berulang begitu saja</span></p>
<p class="MsoListParagraphCxSpLast" style="text-indent:-.25in;margin:0 0 10pt .25in;"><span><span><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">e.</span><span style="font:7pt &quot;">      </span></span></span><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Nikmatilah perjalanannya. Hidup pada dasarnya adalah menciptakan nilai tambah dari proses yang anda lewati. Oleh karena itu, proses yang panjang bukan hal yang harus disesali. Proses yang panjang justru merupakan kesempatan anda yang lebih besar untuk mengakumulasi nilai tambah (<em>value added</em>). Ibarat artis, jika anda melesat dan meledak diudara seperti kembang api, maka anda hanya membuat terkesima orang-orang sesaat saja. Setelah cahaya api mati, orang tidak akan peduli lagi dimana keberadaan dan jejak anda, karena anda jatuh dalam gelap. Namun jika anda, lampu patromax, anda akan terang lebih lama, meskipun harus dipompa dengan waktu yang cukup lama. Dan ketika <span> </span>petromaks meredup, orang-orang akan membantunya untuk menyala kembali. Jadi proses panjang adalah amanah yang harus dioptimalkan, bukan untuk disesali. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Ok, jadi <em>stop dreaming, start driving, and safe walk!</em> (maxudnya selamat jalan……..hahahaha bahasa inggrisnya paijo!)</span></p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/yudipram.wordpress.com/184/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/yudipram.wordpress.com/184/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/yudipram.wordpress.com/184/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/yudipram.wordpress.com/184/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/yudipram.wordpress.com/184/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/yudipram.wordpress.com/184/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/yudipram.wordpress.com/184/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/yudipram.wordpress.com/184/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/yudipram.wordpress.com/184/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/yudipram.wordpress.com/184/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=yudipram.wordpress.com&blog=3780612&post=184&subd=yudipram&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://yudipram.wordpress.com/2008/12/03/stop-dreaming-start-driving-by-yudi-pram/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/685a16004e179fd4aac62f73ab930b10?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">yudipram</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://yudipram.files.wordpress.com/2008/12/start-driving.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">start-driving</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Difficult, Yes. Impossible, No. (by Yudi Pram)</title>
		<link>http://yudipram.wordpress.com/2008/11/29/difficult-yes-impossible-no-by-yudi-pram/</link>
		<comments>http://yudipram.wordpress.com/2008/11/29/difficult-yes-impossible-no-by-yudi-pram/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 28 Nov 2008 20:05:45 +0000</pubDate>
		<dc:creator>yudipram</dc:creator>
				<category><![CDATA[Life & Personal Skill]]></category>
		<category><![CDATA[berfikir kreatif]]></category>
		<category><![CDATA[kerja keras]]></category>
		<category><![CDATA[menghadapi tantangan hidup]]></category>
		<category><![CDATA[motivasi]]></category>
		<category><![CDATA[usaha dong]]></category>
		<category><![CDATA[why not]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://yudipram.wordpress.com/?p=181</guid>
		<description><![CDATA[Statement pada judul tulisan ini, saya dapatkan ketika barusan saya melihat iklan perusahaan minyak SHELL di majalah Fortune edisi november 24,2008 yang lalu. Ini pernyataan yang hanya terdiri dari 4 kata, tetapi sangat inspiring, mengajarkan pada kita untuk tidak cengeng dan lembek dalam menggapai cita-cita dan keinginan. Ini suatu pernyataan bertuah yang tidak diciptakan begitu [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=yudipram.wordpress.com&blog=3780612&post=181&subd=yudipram&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Calibri;"><a href="http://yudipram.files.wordpress.com/2008/11/namcheju-pltd.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-182" title="namcheju-pltd" src="http://yudipram.files.wordpress.com/2008/11/namcheju-pltd.jpg?w=300&#038;h=220" alt="namcheju-pltd" width="300" height="220" /></a>Statement pada judul tulisan ini, saya dapatkan ketika barusan saya melihat iklan perusahaan minyak SHELL di majalah Fortune edisi november 24,2008 yang lalu. Ini pernyataan yang hanya terdiri dari 4 kata, tetapi sangat inspiring, mengajarkan pada kita untuk tidak cengeng dan lembek dalam menggapai cita-cita dan keinginan. Ini suatu pernyataan bertuah yang tidak diciptakan begitu saja oleh orang-orang shell, tetapi merupakan kesimpulan atas akumulasi pengalaman mereka selama 50 tahun yang lalu mencari ladang-ladang minyak di Kanada. Menemukan cadangan minyak di dalam perut bumi dan mengeksplorasinya untuk kemaslahatan serta kesejahteraan hidup masyarakat dunia memang bukan pekerjaan mudah. Investasi berupa uang, tenaga, dan waktu bisa hilang begitu saja manakala mereka salah melakukan pengeboran (Bakrie yang berharap dapat harta karun minyak, malah ketiban lumpur, apa nggak sial tuh….). Namun 5 dekade kemudian, keuletan orang-orang SHELL pada akhirnya memberikan hasil, pada saat ini Kanada sudah menjadi penghasil minyak global, mampu mengjungkirbalikan dominasi OPEC yang berupaya membentuk kartel dan mempolitisir minyak bumi. <span> </span><span> <span id="more-181"></span></span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Makna dari ‘difficult, yes. Impossible, no.’ adalah tidak ada yang tidak mungkin jika segalanya diupayakan secara serius. Berbagai kesulitan memang akan menghadang dan menghalangi upaya kita mencapai tujuan dan keinginan, namun tidak berarti tidak bisa diatasi. Tidak ada alasan untuk putus asa, apalagi untuk bunuh diri! Terlalu bodoh itu……. Meskipun akan ada berbagai macam pengorbanan, akan tetapi itulah trade off yang harus dipertukarkan atas kesuksesan yang akan diperoleh. No free lunch!, semua harus dipertukarkan dengan usaha dan kerja keras, dan tentu saja harus dalam atmosfir doa dan munajat kepada sang pencipta. Pahala atau rewards tidak datang begitu saja, tetapi harus dipertukarkan dengan kerja keras dan kompetisi. Begitulah hidup, seperti mendaki puncak gunung. Anda tidak dapat menancapkan bendera penakluk dalam keadaan segar bugar tanpa kelelahan. Ada energi yang harus dipertukarkan. Ep=m.g.h, itu rumus fisikanya. Kalau energi tidak cukup, anda perlu mencari route yang tepat dan sesuai dengan kakuatan dan kelemahan anda. Anda tidak bisa mendaki terus, kadang-kadang perlu istirahat sejenak untuk mengumpulkan kekuatan dan berhitung mengenai kecukupan perbekalan. Anda harus melewati kondisi khawatir, cemas, dan ancaman akan kegagalan. Ini adalah bagian dari dinamika perjalanan (ingat untuk mencapai surga saja, anda akan melintasi jembatan syirotol mustaqim yang lebarnya hanya selebar rambut dibagi tujuh, apa nggak keder tuh…). <span> </span>Namun dengan berbekal visi, kesungguhan, dan mental yang kuat, serta percaya akan adanya bantuan dan pertolongan dari yang maha kuasa maka puncak gunung setinggi apapun, selama itu ada di muka bumi, tetap saja sangat mungkin untuk ditaklukan.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Hal lain, yang harus anda sadari dari adanya pernyataan ‘difficult, yes. Impossible, no’ bahwa jangan sekali-kali meremehkan imajinasi dan mimpi. Karena bisa saja tarikan awal yang akan memprovokasi seseorang untuk menggerakan langkahnya yang pertama kali, adalah imajinasi dan mimpinya itu. Kalau punya mimpi, tidak perlu Reg spasi Primbon dan kirim ke 8997, karena anda lahir pada slasa kliwon. Tapi segeralah rumuskan langkah-langkah rasional untuk mewujudkannya. Kalau langkah pertama sudah dibuat, pekerjaan selanjutnya adalah tinggal merencanakan dan melaksanakan langkah-langkah berikutnya. Jika langkah pertama sudah dibuat, minimal anda sudah melakukan warming up, yang dapat dijadikan sebagai modal untuk gerakan dan langkah berikutnya yang lebih luwes dan efektif. Mimpi dan imajinasi, semuluk apapun masih mungkin untuk diwujudkan. ‘Why Not?’ itu adalah kalimat motivator yang diajarkan oleh Edward de Bono, jika anda menghadapi orang yang menyangsikan keinginan anda untuk menggapai mimpi dan imajinasi anda. Memang akan difficult, tapi tidak impossible! Camkan baik-baik……..hahahaha</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Lalu apa yang perlu dijadikan bekal, agar dalam menghadapi berbagai kesulitan, anda berada dalam kondisi ‘tegar beriman’ (tapi ini bukan kepanjangan dari ‘tetap segar berkat istri teman’). Ada beberapa hal yang harus menjadi perhatian:</span></p>
<p class="MsoListParagraphCxSpFirst" style="text-indent:-.25in;margin:0 0 0 .25in;"><span><span><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">a.</span><span style="font:7pt &quot;">       </span></span></span><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Pertahankan motivasi. Motivasi adalah keinginan dan kebutuhan yang ada dalam diri untuk melakukan sesuatu dalam rangka memenuhi kebutuhan tersebut. Agar motivasi anda bertahan, anda harus mengelola smangat anda. Jangan pernah merasa bahwa beban lebih besar dari kesanggupan anda (skali2 minum obat kuat mungkin tidak apa-apa, asal jangan obat keras! Karena mengandung semen, batu, atau besi). </span></p>
<p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="text-indent:-.25in;margin:0 0 0 .25in;"><span><span><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">b.</span><span style="font:7pt &quot;">      </span></span></span><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Pandai-pandailah menghitung resiko. Resiko yang akan anda hadapi harus diidentifikasi dan anda kalkulasi. Jika resiko sudah anda kalkulasi dan anda antisipasi, maka anda tidak akan terkaget-kaget yang berlebihan menghadapi berbagai kesulitan yang menghadang. Anda akan relatif lebih siap untuk menaklukan handicap yang anda hadapi karena sudah memperkirakan sebelumnya, apalagi kalau perkiraannya sangat akurat.</span></p>
<p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="text-indent:-.25in;margin:0 0 0 .25in;"><span><span><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">c.</span><span style="font:7pt &quot;">       </span></span></span><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Siapkan plan B atau skenario alternatif. Jangan fanatik pada satu skenario, segeralah menjalankan rencana alternatif, jika rencana yang dijalankan pertama mengalami kegagalan yang fatal dan tidak bisa diperbaiki lagi (kayanya ini yang diterapkan para artis, sehingga banyak yang kawin cerai …..hahaha). Seperti dalam labirin, memang akan ada jalan yang buntu, tetapi tidak semua jalan buntu. Percayalah bahwa jumlah jalan yang tidak buntu pada dasarnya lebih banyak dari jalan yang buntu. </span></p>
<p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="text-indent:-.25in;margin:0 0 0 .25in;"><span><span><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">d.</span><span style="font:7pt &quot;">      </span></span></span><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Kembangkan kemampuan mengevaluasi dan kemauan belajar. Apapun hasil yang anda peroleh, biasakanlah untuk melakukan refleksi sejenak. Merenung dan mencari makna dari pencapaian yang anda peroleh akan membiasakan anda untuk belajar dari pengalaman dan masa lalu. Ini akan membuat anda semakin ahli dan memiliki khasanah berfikir yang luas dalam memperkirakan pola-pola yang akan terjadi di dalam perjalanan berikutnya</span></p>
<p class="MsoListParagraphCxSpLast" style="text-indent:-.25in;margin:0 0 10pt .25in;"><span><span><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">e.</span><span style="font:7pt &quot;">      </span></span></span><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Selalu berfikir kreatif. Dalam berfikir kreatif anda melakukan penciptaan jalan keluar dari suatu masalah yang tidak sebatas mengikuti yang sudah standar atau yang sudah terjadi. Cobalah memikirkan hal-hal baru, dengan memanfaatkan perspektif, sudut pandang, dan paradigm berfikir yang lebih variatif.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Ok, selamat bersusah payah mewujudkan mimpi dan keinginan, semuanya serba mungkin kok!. Yang tidak mungkin adalah hanya memakan kepala sendiri (sekreatif apapun, kayanya ga mungkin deh orang bisa memakan kepalanya sendiri……….eta mah bodor basi si kang ibing)</span></p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/yudipram.wordpress.com/181/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/yudipram.wordpress.com/181/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/yudipram.wordpress.com/181/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/yudipram.wordpress.com/181/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/yudipram.wordpress.com/181/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/yudipram.wordpress.com/181/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/yudipram.wordpress.com/181/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/yudipram.wordpress.com/181/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/yudipram.wordpress.com/181/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/yudipram.wordpress.com/181/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=yudipram.wordpress.com&blog=3780612&post=181&subd=yudipram&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://yudipram.wordpress.com/2008/11/29/difficult-yes-impossible-no-by-yudi-pram/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/685a16004e179fd4aac62f73ab930b10?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">yudipram</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://yudipram.files.wordpress.com/2008/11/namcheju-pltd.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">namcheju-pltd</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Kapan Anda Memerlukan Kreativitas? (by Yudi Pram)</title>
		<link>http://yudipram.wordpress.com/2008/11/24/kapan-anda-memerlukan-kreativitas-by-yudi-pram/</link>
		<comments>http://yudipram.wordpress.com/2008/11/24/kapan-anda-memerlukan-kreativitas-by-yudi-pram/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 23 Nov 2008 10:47:58 +0000</pubDate>
		<dc:creator>yudipram</dc:creator>
				<category><![CDATA[Life & Personal Skill]]></category>
		<category><![CDATA[amal ibadah]]></category>
		<category><![CDATA[creatif thinking]]></category>
		<category><![CDATA[creative process]]></category>
		<category><![CDATA[memanfaatkan hidup]]></category>
		<category><![CDATA[waktunya kreatif]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://yudipram.wordpress.com/?p=177</guid>
		<description><![CDATA[‘Hidup adalah perbuatan’ begitulah kata penyair Chairil Anwar, yang kemudian dikutip menjadi tagline iklan kampanye salah seorang politikus yang berambisi menjadi calon presiden RI pada pemillu tahun 2009 yang akan datang. Pernyataan itu benar adanya atau ‘absolutely right’, eksistensi anak cucu adam di muka bumi ini ditentukan oleh amal ibadahnya atau perbuatannya. Kalau anda tidak [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=yudipram.wordpress.com&blog=3780612&post=177&subd=yudipram&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;"><a href="http://yudipram.files.wordpress.com/2008/11/alternatif.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-178" title="alternatif" src="http://yudipram.files.wordpress.com/2008/11/alternatif.jpg?w=245&#038;h=246" alt="alternatif" width="245" height="246" /></a>‘Hidup adalah perbuatan’ begitulah kata penyair Chairil Anwar, yang kemudian dikutip menjadi tagline iklan kampanye salah seorang politikus yang berambisi menjadi calon presiden RI pada pemillu tahun 2009 yang akan datang. Pernyataan itu benar adanya atau ‘absolutely right’, eksistensi anak cucu adam di muka bumi ini ditentukan oleh amal ibadahnya atau perbuatannya. Kalau anda tidak pernah berbuat apa apa, maka anda hanya akan menjadi orang yang mudah dilupakan oleh orang lain (Keberadaan dan ketidakberadaan anda sama saja, sedih kan?). Dalam bahasa yang lebih terang, kehebatan seseorang itu ditentukan oleh hasil karyanya. Output atau deliverables dari masa hidup yang diamanahkan oleh sang khalik pada anda adalah karya-karya anda. Semakin banyak dia berkarya dan berbuat bagi banyak orang maka semakin eksis lah dia.<span>  </span>Kalau anda tidak menghasilkan apa-apa maka hidup anda hanyalah bergerak dalam kondisi ‘from nothing to nothing again’. Tapi untuk bisa berkarya anda tidak perlu atau tidak harus menjadi anggota Golongan Karya (baik golkar lama maupun golkar baru), atau partai politik lainnya. Di dunia apapun: politik, sosial, dan bisnis, anda dapat menghasilkan sesuatu. Carilah dunia yang cocok dengan potensi dan keterbatasan diri anda. Yang cocok di New York berkaryalah disana. Yang cocok di Cimahi ya di Cimahi saja. Demikian juga yang nyungsep di Cileunyi yang di Cileunyi saja. Namun perlu diingat bahwa soal karya ini, kita harus melihatnya dalam<span>  </span>dua dimensi, yaitu (i) dimensi perbuatan manusia sebagai mahluk terhadap tuhan penciptanya, dan <span> </span>(ii) dimensi perbuatan manusia terhadap sesame mahluk lain ciptaan tuhan. Kalau anda dapat berkarya dalam 2 (dua) dimensi ini secara maksimal, maka anda benar-benar telah menjadi orang yang berilmu tinggi, sekaligus juga beramal maksimal. <span id="more-177"></span>Subhanallah!</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Kuantitas dan kualitas karya seseorang, tidak muncul begitu saja. Untuk menghasilkan karya yang bermanfaat, biasanya didahului oleh proses berfikir dan proses mengambil keputusan secara tepat. Ini berlaku untuk semua orang, tidak peduli apakah otaknya di kepala atau di dengkul (yang di dengkul anda harus hati-hati, kalu dengkul kejedot pilar belon bisa geger otak tuh). Disinilah diperlukan kemampuan anda untuk mencari alternatif sebanyak mungkin sebelum sampai pada hasil pemikiran dan keputusan terbaik. Mencari dan mengembangkan alternatif sebanyak mungkin adalah proses kreatif! Jadi buat anda yang tidak pernah punya alternatif lain, berarti anda tidak kreatif (Saran dari Melly Goeslaw: Ku Cinta Kamu Bukan Berarti Ku Tak Mendua….. adalah saran yang kreatif hahahahaha). Kemampuan anda untuk melakukan proses kreatif ini harus dioptimalkan. Menurut hemat saya, <span> </span>menjadikan anda <span> </span>agar sangat kreatif itu sangat penting. Kreativitas adalah salah satu bentuk bahwa anda mensyukuri adanya potensi besar yang dapat anda manfaatkan dari seperangkat otak yang diberikan oleh Sang Khalik. Jadi jagalah otak anda, karena kalau korslet bisa loading and hang! Hanya masalahnya, kreativitas kadang-kadang mati suri atau bahkan mati konyol, karena anda masuk kedalam suatu kondisi yang tidak kondusif. Tekanan besar yang muncul dari lingkungan ekternal dapat mematikan kreativitas anda. Selain itu, kebekuan hati dan ketidakpedulian dari dalam internal diri kita sendiri juga dapat menghilangkan kreativitas. Kalau hal ini terjadi, maka celakalah anda, karena peluang anda untuk menghasilkan karya-karya yang monumental akan hanya sampai pada cita-cita belaka. Oleh karena itu, anda harus mampu mengidendifikasi kondisi-kondisi yang akan menjebak potensi diri anda tersebut.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Ada beberapa kondisi dimana kreativitas dan menjadikan diri anda menjadi kreatif sangat diperlukan, agar anda dapat menjadi pribadi yang eksis dan penuh dengan karya yang bermanfaat bagi diri anda, orang lain, dan masyarakat secara umum. Kondisi yang membutuhkan anda menjadi pribadi yang kreatif adalah sebagai berikut: </span></p>
<p class="MsoListParagraphCxSpFirst" style="text-indent:-.25in;margin:0 0 0 .25in;"><span><span><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">1.</span><span style="font:7pt &quot;">       </span></span></span><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Anda menghadapi kondisi berjalan ditempat, tidak puas, dan bosan (misalnya kerja sudah 10 tahun tapi your salary not up-up, gaji ga naik2). Jika anda merasa roda hidup anda tidak berputar, anda tidak puas denga hasil yang anda peroleh, atau anda bosan dengan kondisi yang begitu-begitu saja, maka anda harus berupaya menjadi lebih kreatif</span></p>
<p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="text-indent:-.25in;margin:0 0 0 .25in;"><span><span><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">2.</span><span style="font:7pt &quot;">       </span></span></span><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Anda yakin bahwa anda dapat mengerjakan lebih dibandingkan dengan yang anda peroleh sekarang (misalnya anda kuat bekerja selama 14 jam, tapi anda hanya punya pekerjaan yang dapat diselesaikan dlam waktu<span>  </span>5 jam saja). Jika anda memiliki sumber daya dan potensi yang lebih, namun anda belum memperoleh hasil yang setimpal, maka anda juga harus berupaya untuk lebih kreatif</span></p>
<p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="text-indent:-.25in;margin:0 0 0 .25in;"><span><span><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">3.</span><span style="font:7pt &quot;">       </span></span></span><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Anda mengerjakan hal yang sama sepanjang hari dan berulang-ulang (misalnya tugas anda hanya membuka tutup palang pintu lintasan kereta api di jalan raya, maka anda perlu sekali-kali menyetop kereta untuk memberikan kesempatan mobil berjalan dulu…… hahahaha). Jika anda mengerjakan hal yang itu-itu juga, maka anda sudah dapat memprediksi hasilnya. Oleh karena itu, anda perlu menjadi lebih kreatif agar anda dapat memperoleh hasil yang lain, yang juga diharapkan lebih baik</span></p>
<p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="text-indent:-.25in;margin:0 0 0 .25in;"><span><span><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">4.</span><span style="font:7pt &quot;">       </span></span></span><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Anda membicarakan hal yang sama dengan orang yang sama (ini adalah kondisi 4 L – lu lagi lu lagi, seperti suami istri yang tinggal di rumah BTN tipe 21). Jika anda ketemu dengan orang yang sama dan topik pembicaraannya juga sama, maka dapat dibayangkan betapa monoton hidup anda. Kalau anda berada dalam kondisi ini, maka anda harus menjadi lebih kreatif. (Tapi saya tidak menganjurkan anda untuk berselingkuh atau berpoligami/poliandri karena anda selalu bertemu dengan pasangan hidup anda yang itu-itu juga)</span></p>
<p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="text-indent:-.25in;margin:0 0 0 .25in;"><span><span><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">5.</span><span style="font:7pt &quot;">       </span></span></span><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Anda merasa sudah tidak menjadi diri anda lagi (misalnya anda krisis identitas, senang bergaya meniru-niru artis atau bintang idola anda). <span> </span>Jika anda kehilangan identitas, dan cenderung meniru-niru orang lain, maka anda juga perlu menjadi orang lebih kreatif. Jadi be yourself.</span></p>
<p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="text-indent:-.25in;margin:0 0 0 .25in;"><span><span><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">6.</span><span style="font:7pt &quot;">       </span></span></span><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Anda merasa tertekan pada hari sabtu karena harus memikirkan hari senin lusa (kaya ga ada hari lain lagi aja!). Kalau anda sudah tidak mampu menikmati dan membedakan mana waktu libur untuk bersenang-senang, dan mana waktu kerja untuk menghasilkan karya-karya anda, maka anda perlu menjadi lebih kreatif. Workaholics memang positif, tapi tetap saja anda harus tahu dan sadar waktu. Karena bekerja dan bersenang-senang porsinya harus pas</span></p>
<p class="MsoListParagraphCxSpLast" style="text-indent:-.25in;margin:0 0 10pt .25in;"><span><span><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">7.</span><span style="font:7pt &quot;">       </span></span></span><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Anda terbiasa menghindari masalah dan resiko (misalnya anda cenderung penakut dan menjadi safety player). Masalah dan resiko itu ada untuk dihadapi dan dipecahkan oleh anda bukan untuk dihindari. Jadi jika anda termasuk orang yang senang menghindari masalah dan resiko, maka anda termasuk orang yang tidak kreatif. Oleh karena itu berubahlah menjadi kreatif dengan cara lebih berani menghadapi tantangan</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Jadi jika anda menghadapi salah satu dari ketujuh kondisi di atas, maka anda perlu belajar dan berlatih lebih intensif lagi untuk mengembangkan diri menjadi pribadi-pribadi yang kreatif</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;"> </span></p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/yudipram.wordpress.com/177/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/yudipram.wordpress.com/177/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/yudipram.wordpress.com/177/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/yudipram.wordpress.com/177/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/yudipram.wordpress.com/177/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/yudipram.wordpress.com/177/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/yudipram.wordpress.com/177/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/yudipram.wordpress.com/177/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/yudipram.wordpress.com/177/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/yudipram.wordpress.com/177/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=yudipram.wordpress.com&blog=3780612&post=177&subd=yudipram&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://yudipram.wordpress.com/2008/11/24/kapan-anda-memerlukan-kreativitas-by-yudi-pram/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/685a16004e179fd4aac62f73ab930b10?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">yudipram</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://yudipram.files.wordpress.com/2008/11/alternatif.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">alternatif</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Jangan Jadi Sarjana Kertas (By Yudi Pram)</title>
		<link>http://yudipram.wordpress.com/2008/08/15/jangan-jadi-sarjana-kertas-by-yudi-pram/</link>
		<comments>http://yudipram.wordpress.com/2008/08/15/jangan-jadi-sarjana-kertas-by-yudi-pram/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 15 Aug 2008 06:32:01 +0000</pubDate>
		<dc:creator>yudipram</dc:creator>
				<category><![CDATA[Life & Personal Skill]]></category>
		<category><![CDATA[kemampuan berbuat baik]]></category>
		<category><![CDATA[kompetensi SDM]]></category>
		<category><![CDATA[mahasiswa indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[pengembangan diri]]></category>
		<category><![CDATA[penggangguran]]></category>
		<category><![CDATA[perguruan tinggi]]></category>
		<category><![CDATA[sarjana kertas]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://yudipram.wordpress.com/?p=120</guid>
		<description><![CDATA[Dalam pidatonya pada peresmian penerimaan mahasiswa baru ITB 2008-2009, Rektor ITB, Prof. Dr. Djoko Santoso, mewanti-wanti agar lulusan perguruan tinggi tidak menjadi “Sarjana Kertas” (Pikiran Rakyat, 14/08/08). Sarjana kertas adalah bukan dalam pengertian sarjana yang ahli membuat kertas, sehingga bisa kerja di pabrik pulp Indah Kiat. Tapi yang dimaxud sarjana kertas adalah sarjana yang lulus [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=yudipram.wordpress.com&blog=3780612&post=120&subd=yudipram&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;"><a href="http://yudipram.files.wordpress.com/2008/08/newspaper1.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-121" src="http://yudipram.files.wordpress.com/2008/08/newspaper1.jpg?w=220&#038;h=205" alt="" width="220" height="205" /></a>Dalam pidatonya pada peresmian penerimaan mahasiswa baru ITB 2008-2009, Rektor ITB, Prof. Dr. Djoko Santoso, mewanti-wanti agar lulusan perguruan tinggi tidak menjadi “Sarjana Kertas” (Pikiran Rakyat, 14/08/08). Sarjana kertas adalah bukan dalam pengertian sarjana yang ahli membuat kertas, sehingga bisa kerja di pabrik pulp Indah Kiat. Tapi yang dimaxud sarjana kertas adalah sarjana yang lulus hanya karena ijasah tanpa disertai kemampuan sesuai dengan bidang yang ditekuninya di perguruan tinggi tempat dia belajar. Beliau mengingatkan bahwa mahasiswa jangan hanya mengejar kertas ijasah, tetapi harus<span>  </span>mengembangkan kapasitas. “Sarjana harus memiliki kapasitas yang cukup untuk berbuat kebaikan” tutur Rektor ITB tersebut. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Calibri;">Ada yang menarik dari pernyataan pak rektor ini. Bahwa ukuran kesarjanaan seseorang itu ternyata bukan dari kertas ijasahnya, namun dari kapasitasnya untuk berbuat kebaikan. Jadi kalau banyak lulusan perguruan tinggi yang menjadi koruptor, atau terlibat dalam kasus korupsi, ini sama artinya bahwa perguruan tinggi di Indonesia belum banyak yang berhasil menelorkan sarjana. Perguruan tinggi di Indonesia baru berhasil membagikan ijasah kelulusan karena yang bersangkutan telah menyelesaikan seluruh proses pembelajaran di perguruan tinggi tersebut. Masalah apakah bahan pelajarannya sudah dikuasasi dan terinternalisasi pada si calon sarjana, itu urusan lain. Jadi, apakah si lulusan telah menjadi sarjana atau belum, ternyata tidak dijamin oleh perguruan tinggi yang meluluskannya<em>. What Indonesian Students!<span id="more-120"></span></em></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Masalah kapasistas berbuat baik ini, nampaknya menjadi masalah besar bangsa ini. Meskipun dalam buku-buku sejarah dan peradaban, bangsa Indonesia disebut sebut sebagai bangsa yang berbudaya, baik budi, dan tidak sombong, jagoan lagi pula pintar (si boy kaleeee!), ternyata dalam prilaku kesehariannya sangat jauh dari label ini. Prilaku kucing garong, kunyuk, dan musang berbulu domba, ternyata sudah mewabah di sini. Saya hanya bisa prihatin ketika salah satu ex mahasiswa saya, terlibat kasus korupsi<span>  </span>milyaran rupiah, hanya setelah 2 tahun lulus dan bekerja di perusahaan berskala nasional. Sekali lagi, kapasistas berbuat baik ini, memang yang harus menjadi perhatian kita semua, ketika akan memberikan label sarjana kepada seseorang. Ketika, saya membaca pemberitaan kasus korupsi ex mahasiswa tadi di Koran, saya memang sempat mengingat-ngingat prilaku beliau semasa kuliah. Ada beberapa kenakalan yang nampaknya menjadi bakat terpendam dari beliau: (i) pernah memalsukan bukti lunas pembayaran SPP, padahal beliau belum bayar; (ii) pernah merengek dan menangis tersedu-sedu memohon untuk diluluskan ketika dalam sidang skripsinya dinyatakan harus <em>redefense</em>. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Saya bukannya mau memberikan label buruk kepada seseorang, namun hanya ingin memberikan fakta, bahwa kebiasaan untuk berbuat tidak baik, ternyata merupakan kecenderungan. Artinya <em>track record</em> seseorang itu, tetap harus menjadi pertimbangan utama dalam menilai seseorang. Bibit, bebet, bobot, memang kriteria jitu yang diajarkan oleh para orang tua kita dalam menilai kapasitas seseorang.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Balik lagi kepada masalah sarjana kertas tadi, ini memang bisa jadi merupakan sumber utama dari carut marutnya negeri kita. Kalau aparat penegak hukum ikut korupsi, mungkin SH nya SH kertas. Kalau bankir terlibat suap, mungkin SE nya SE kertas. Kalau insinyur memanipulasi spek, mungkin STnya ST kertas. Kalau dokter, ikutan malpraktek, membantu aborsi pelaku seks bebas, mungkin dokternya dokter kertas. Kalau dosen bisanya cuma nakut-nakutin mahasiswa, sok killer tapi ngajarnya jelek, bikin penelitian tapi nyontek. itu namanya dosen kertas juga. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Calibri;"><span> </span>Sistem pendidikan kita yang berorientasi pada kuantitas lulusan, nampaknya tidak berhasil menciptakan orang-orang yang mampu berbuat baik. Kita terlalu picik menterjemahkan amanat UUD 45 bahwa pendidikan menjadi hak semua negara, dengan mengeksekusi bahwa semua murid harus lulus UAN atau Kejar Paket C. Dan semua yang sekolah di perguruan tinggi harus lulus, tidak boleh DO. Sehingga untuk lulus saja murid ditoleransi atau diperbolehkan untuk menyontek serta didukung oleh guru-guru, oleh pajabat dinas pendidikan, bahkan oleh bupatinya. Prilaku terpuji yang ditunjukkan oleh murid yang tidak menyontek dan guru yang tidak berkompromi, malah dianggap oknum yang akan mencoreng prestasi sekolah. Sungguh bangsa yang aneh………kacian de loe! </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Jadi bagaimana bisa jadi sarjana, dan mau serta mampu berbuat baik kalau didalam proses pendidikannya saja, ketidakjujuran sudah merupakan elemen yang secara implisit memang eksis. Adanya jokey dalam ujian saringan, ujian mata kuliah, pembuatan skripsi, tesis, dan disertasi, semakin melengkapi miringnya kualitas pendidikan bagi bangsa ini. Jadilah segalanya komplit, pake telor……… Pertanyaannya apakah ini bisa diperbaiki dan dibenahi? Tentu saja bisa! Tidak ada yang tidak mungkin di dunia ini. Probability selalu ada……. Yang penting harus dimulai dengan adanya <em>willingness</em> dulu.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Calibri;"><span> </span>Apa yang harus dilakukan agar tidak menjadi sarjana kertas? Ada beberapa hal yang perlu dikerjakan, yaitu:</span></span></p>
<p class="MsoListParagraphCxSpFirst" style="text-indent:-14.2pt;margin:0 0 0 14.2pt;"><span><span><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">1.</span><span style="font-family:&quot;">    </span></span></span><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Laksanakan dengan konsisten, seruan untuk berbuat baik, mulai dari hal-hal yang kecil. Misalnya: tidak membuang sampah sembarangan, tidak merokok di tempat umum, sopan dalam berlalulintas, tidak menyerobot, tidak main terabas, dan rajin-rajin mentraktir orang kalau memang punya duit. Belajarlah untuk menjadi orang yang berguna bagi orang<span>  </span>lain. Tapi jangan menggesek kartu kredit melebihi kemampuan, karena kalau sudah dikejar-kejar debt kolektor, anda akan menyulitkan semua orang.</span></p>
<p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin:0 0 0 14.2pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;"> </span></p>
<p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="text-indent:-14.2pt;margin:0 0 0 14.2pt;"><span><span><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">2.</span><span style="font-family:&quot;">    </span></span></span><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Biasakan diri untuk bertanggung jawab. Jangan lempar batu sembunyi tangan. Lebih baik lempar uang segepok, dan sambil bersorak-sorak kegirangan. Orang akan menyangka anda baru dapet undian berhadiah atau warisan, atau bisa juga orang menganggap anda gila! Pokoknya, jangan meninggalkan masalah untuk orang lain, mulai juga dari hal yang kecil. Misalnya: memelihara kesehatan diri, membantu kesulitan keluarga, membantu kesulitan tetangga, memelihara dan memperbaiki lingkungan sekitar. </span></p>
<p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin:0 0 0 36pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;"> </span></p>
<p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="text-indent:-14.2pt;margin:0 0 0 14.2pt;"><span><span><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">3.</span><span style="font-family:&quot;">    </span></span></span><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Ikuti proses belajar dengan lengkap. Jangan membiasakan diri pake jockey absen. Kuasai materi pembelajaran dan sasaran keterampilan yang ada dalam setiap perkuliahan. Kerjakan tugas-tugas dengan kekuatan sendiri. Jangan biasanya <em>copy paste</em> dari pekerjaan orang lain. <em>Copy paste</em> adalah latihan korupsi yang paling sederhana dan tidak terasa. Latihan untuk tidak menghargai karya cipta orang lain ini kalau terbawa terus, akan membawa anda menjadi pelaku kriminal. Minimal anda nanti akan direkrut oleh mafia pelaku penggandaan CD lagu-lagu kompilasi atau DVD porno. Jadi hindari kebiasaan itu semaksimal mungkin</span></p>
<p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin:0 0 0 36pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;"> </span></p>
<p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="text-indent:-14.2pt;margin:0 0 0 14.2pt;"><span><span><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">4.</span><span style="font-family:&quot;">    </span></span></span><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Kalau sudah lulus, buktikan bahwa anda seorang sarjana. Tunjukkan kemampuan berbuat baik, melamarlah pada posisi-posisi dimana anda memang dapat mengerjakannya dengan baik, karena anda punya keterampilannya. Jangan merengek-rengek minta pekerjaan pada bidang yang tidak mampu anda kerjakan. Jangan juga kasak-kusuk nyogok atau menyuap demi masuk bekerja pada satu instansi, sampe-sampe harus kehilangan sebuah mobil dan uang ratusan juta. Kalau ingin bekerja mapan di Perusahaan bergengsi, lebih baik berusaha dari bawah, tanpa kenal menyerah.</span></p>
<p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin:0 0 0 36pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;"> </span></p>
<p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="text-indent:-14.2pt;margin:0 0 0 14.2pt;"><span><span><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">5.</span><span style="font-family:&quot;">    </span></span></span><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Kalau masih menganggur juga, jangan menyalahkan perguruan tinggi tempat anda belajar. Orang tidak mempekerjakan anda bukan karena perguruan tingginya, tapi karena memang kompetensi dan kemampuan anda memang masih dianggap kurang. Jadi belajar dan kembangkan terus kemampuan anda, sampai orang mengakui bahwa anda memang asset buat mereka, bukan liabilities yang akan jadi beban. Rajin-rajinlah latihan panjat pinang, atur strategi yang matang. Kalau masih menganggur juga, sampai dengan 17 agustus tahun depan, anda bisa mengais rejeki dari lahan panjat pinang ini. Di Bandung saja ada ribuan panjat pinang pada setiap 17 Agustus, kalau pangsa pasar anda 10 % saja kan lumayan. Jangan lupa konsultasi kepada Tika Project P</span></p>
<p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin:0 0 0 36pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;"> </span></p>
<p class="MsoListParagraphCxSpLast" style="text-indent:-14.2pt;margin:0 0 10pt 14.2pt;"><span><span><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">6.</span><span style="font-family:&quot;">    </span></span></span><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Kalau lingkungan dan lapangan pekerjaan masih belum juga menerima anda, cobalah membuktikan kemampuan diri dengan bekerja pada diri sendiri. Berkaryalah pada usaha yang dibangun sendiri. Ini merupakan ajang pembuktian yang paling sederhana, bahwa anda memang sudah memiliki kualitas sarjana. Kalau anda mampu berkerja dan berguna bagi diri sendiri, berarti anda sudah berbuat baik bagi diri sendiri, dan tidak menjadi beban orang lain. Itu sama dengan anda sudah menjadi “the real sarjana”, bukan sarjana kertas lagi. Bener ga Kang Agah? Salam yah buat Mama………</span></p>
<p class="MsoListParagraphCxSpLast" style="text-indent:-14.2pt;margin:0 0 10pt 14.2pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">     <em>Ngomong-ngomong, sarjana kertas ini sebenarnya masih tersegmentasi lagi: ata kertas Perur yang differentiated dan mahal, ada kertas conqueror yang lux, ada karton manila yang tebel tapi murahan, ada kerta HVS yang tipis tapi bersih, ada kertas stensi yang buram, dan terakhir ada kertas bekas bungkus tahu ini yang dibuat dari kertas koran bekas lengkap dengan minyak jelantahnya. Maka makin terhinalan bangsa Indonesai ini, manakala di sini banyak sekali sarjana kertas bekas bungus tahu ini dan bala2&#8230;&#8230;&#8230;.hahahaha</em></span></p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/yudipram.wordpress.com/120/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/yudipram.wordpress.com/120/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/yudipram.wordpress.com/120/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/yudipram.wordpress.com/120/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/yudipram.wordpress.com/120/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/yudipram.wordpress.com/120/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/yudipram.wordpress.com/120/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/yudipram.wordpress.com/120/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/yudipram.wordpress.com/120/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/yudipram.wordpress.com/120/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/yudipram.wordpress.com/120/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/yudipram.wordpress.com/120/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=yudipram.wordpress.com&blog=3780612&post=120&subd=yudipram&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://yudipram.wordpress.com/2008/08/15/jangan-jadi-sarjana-kertas-by-yudi-pram/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>6</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/685a16004e179fd4aac62f73ab930b10?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">yudipram</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://yudipram.files.wordpress.com/2008/08/newspaper1.jpg?w=220" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>What to Do When Your Boss is  a Jerk (by Yudi Pram)</title>
		<link>http://yudipram.wordpress.com/2008/08/13/what-do-you-have-to-do-if-your-boss-is-a-jerk-by-yudi-pram/</link>
		<comments>http://yudipram.wordpress.com/2008/08/13/what-do-you-have-to-do-if-your-boss-is-a-jerk-by-yudi-pram/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 13 Aug 2008 02:02:39 +0000</pubDate>
		<dc:creator>yudipram</dc:creator>
				<category><![CDATA[Life & Personal Skill]]></category>
		<category><![CDATA[bawahan yang baik]]></category>
		<category><![CDATA[boss yang pas-pasan]]></category>
		<category><![CDATA[kepemimpinan]]></category>
		<category><![CDATA[keterampilan berorganisasi]]></category>
		<category><![CDATA[pengembangan karir]]></category>
		<category><![CDATA[prilaku organisasi]]></category>
		<category><![CDATA[talent management]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://yudipram.wordpress.com/?p=113</guid>
		<description><![CDATA[Dalam organisasi yang menganut sistem otoriter, biasanya berlaku 2 aturan. Aturan pertama adalah Boss always right. Boss itu selalu benar: gagasan, pikiran, konsep, prilaku, dan keputusannya itu tidak boleh dibantah!  Aturan kedua adalah if the Boss wrong, reread rule # 1. Kalau boss salah, baca lagi aturan pertama. Hahahaha ini namanya dwi-tunggal. Aturan yang di [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=yudipram.wordpress.com&blog=3780612&post=113&subd=yudipram&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;"><a href="http://yudipram.files.wordpress.com/2008/08/mr-bean-ps21.jpg"><img class="alignright size-medium wp-image-115" src="http://yudipram.files.wordpress.com/2008/08/mr-bean-ps21.jpg?w=200&#038;h=163" alt="" width="200" height="163" /></a>Dalam organisasi yang menganut sistem otoriter, biasanya berlaku 2 aturan. Aturan pertama adalah <em>Boss always right</em>. Boss itu selalu benar: gagasan, pikiran, konsep, prilaku, dan keputusannya itu tidak boleh dibantah!<span>  </span>Aturan kedua adalah <em>if the Boss wrong, reread rule # 1</em>. Kalau boss salah, baca lagi aturan pertama. Hahahaha ini namanya dwi-tunggal. Aturan yang di <em>loop </em>alias <em>closed system</em>, muter-muter aja disitu kaya bianglala dunia fantasi. Ini model demokrasi terpimpin ala orde baru. <span> </span>Jadi boss memang enak, selalu merasa di atas angin. Lawan siapa pun selalu dan pasti menang, meskipun tidak didukung oleh <em>Viking</em>-bobotoh yang kampungan itu (<em>ke..ke..ke..eh naha jadi mengkol ka Persib</em>). Selama itu bawahannya si boss, maka bukanlah wasit yang berkuasa, tapi si boss lah yang berkuasa, dan wasit akan dipersilahkan si boss untuk duduk di bangku cadangan.<span id="more-113"></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Punya boss yang otoriter, sebenarnya tidak masalah, asal si boss memang orang cerdas dan sangat menguasai permasalahan organisasi. Kalau si boss orang pinter (maxudnya <em>pinter beneran ya, soalnya yang dibilang orang pinter oleh tante saya, bukanlah habiebie atau Einstein, tapi malah dukun yang mengaku-ngaku bisa menerawang masa depan</em>), maka kita sebagai bawahan, tinggal nunggu perintah dan mengerjakannya sebaik-baiknya. Ketika hasilnya muncul, biasanya kita puas, karena memang si boss telah memberikan <em>direction</em> yang tegas dalam mengatasi semua permasalahan organisasi. Yang bikin bête adalah kalau kita punya boss yang <em>below average</em> (ini penghalusan dari terminology bodo). Yang buat keputusan sering kontradiktif, kontra produktif, dan mengambil pilihan yang tidak logis atau tidak obyektif. Kita sudah cape-cape bikin kajian dan konsep yang oke, tapi alternative yang dipilih bukan yang <em>first best choice</em> atau minimal<span>  </span>yang <em>second best</em> lah, tapi malah yang <em>fourth best</em> atau bahkan yang <em>fifth best</em> alternatives. Kalau punya boss begini kan, kata si aming sih: capeee……deh!</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Boss yang <em>below average</em> bukan fenomena yang aneh, apalagi di Indonesia. Mereka ada dimana-mana. Di negeri ini, sering kali orang berhasil menjadi pemimpin bukan berdasarkan kompetensi dan profesionalismenya. Namun banyak juga yang melalui jalur preman dan jalur pemaksaan, melalui kekuatan-kekuatan psikis dan material. Politik uang biasa di jalankan di negeri tercinta ini. Jadi jangan heran kalau tiba-tiba tukang copet bisa jadi pejabat publik berdasi dan disegani. Secara umum, ada beberapa kondisi yang memungkinkan hal ini terjadi:</span></p>
<p class="MsoListParagraphCxSpFirst" style="text-indent:-14.2pt;margin:0 0 0 14.2pt;"><span><span><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">1.</span><span style="font-family:&quot;">    </span></span></span><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Sistem <em>Talent Management</em> di Organisasi tidak dipersiapkan dengan baik (Maxudnya disini bukan <em>talenan </em>buat alas motong pake pisau di dapur). Tapi tatacara pengelolaan bakat pegawai. Banyak organisasi/perusahaan yang belum mengimplementasikan dengan baik pengelolaan bakat-bakat positif (<em>talent management</em>) yang dimiliki oleh karyawannya. Hal ini tidak menjadi masalah ketika ukuran organisasi masih kecil. Jika karyawan masih sedikit, pemilik perusahaan atau pengendali organisasi dapat dengan mudah mengenali bakat-bakat karyawannya melalui interaksi dan komunikasi yang intens. Namun jika organisasi sudah membesar dan anda sebagai pemilik tidak punya kesempatan yang intens untuk berinteraksi dengan karyawan, maka mutlak diperlukan adanya <em>talent management. </em>Gunanya apa? Ya tadi, biar ga salah milih manajer yang akan menjadi boss. Kasian kan karyawan anda yang dilevel bawah, kalau boss nya o’on</span></p>
<p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin:0 0 0 14.2pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;"> </span></p>
<p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="text-indent:-14.2pt;margin:0 0 0 14.2pt;"><span><span><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">2.</span><span style="font-family:&quot;">    </span></span></span><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Ada Senioritas (<em>First In First Out</em>) dan Kita Terlambat Datang. Orang o’on bisa jadi boss, karena dia jadi senior, dan organisasi mempertimbangkan umur yang tua untuk menjadi boss. Sebenarnya pengertian senior bisa ada dua: (i) tua dalam arti lahir kedunia lebih dulu; (ii) sudah kerja lebih lama di perusahaan itu. Kalau kita masuk sebagai pegawai baru dan masih muda ke jenis perusahaan yang seperti ini, ya sutralah trima saja nasib bahwa sewaktu-waktu anda akan dapet boss yang o’on. Tunggu tanggal mainnya saja giliran anda jadi boss.</span></p>
<p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin:0 0 0 36pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;"> </span></p>
<p class="MsoListParagraphCxSpLast" style="text-indent:-14.2pt;margin:0 0 10pt 14.2pt;"><span><span><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">3.</span><span style="font-family:&quot;">    </span></span></span><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Perusahaan Keluarga (<em>Family Business</em>). Di perusahaan tipe ini ada posisi-posisi yang <em>Untouchable</em> oleh Karyawan Non Keluarga. Kalau anda bekerja di perusahaan keluarga dan anda bukan salah satu keluarga, maka siap-siaplah bahwa anda tidak akan pernah bisa masuk menjadi <em>inner circle</em> nya perusahaan. Kondisi ini sebenarnya tidak menjadi maslah kalau pengelolaan perusahaan dilakukan secara professional, artinya penempatan orang benar-benar disesuaikan denga kompetensinya. Yang repot adalah kalau para anggota keluarga ini ada yang tidak kompeten, namun secara hereditas memperoleh tahta untuk tampuk kekuasaan. Jadi siap-siap sajalah anda membatin (anggaran program diet ke klinik impression, bisa dihemat). Kecuali kalau anda berhasil mencari jalan dan menemukan <em>loop hole</em> ke <em>inner circle</em>, misalnya dengan menjadi menantu si keluarga pemilik perusahaan.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Lalu apa yang harus dilakukan kalau punya boss yang <em>below average</em> itu, ada 6 (enam) hal yang bisa anda lakukan:</span></p>
<p class="MsoListParagraphCxSpFirst" style="text-indent:-14.2pt;margin:0 0 0 14.2pt;"><em><span><span><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">1.</span><span style="font-family:&quot;">    </span></span></span></em><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Calibri;"><em>Stop expecting more than the boss can deliver</em>, jangan berharap lebih dari boss anda, bagai punguk merindukan bulan (<em>Tong nu lain-lain punguk</em>!, kalau mw ke bulan harus pake Apollo 11, bukannya pake rindu).<span>  </span>Jika ada masalah dan pekerjaan sulit, maka lebih baik berinisiatif sendiri saja untuk mengatasinya, jangan menunggu disuruh.<em></em></span></span></p>
<p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin:0 0 0 14.2pt;"><em><span style="font-size:small;font-family:Calibri;"> </span></em></p>
<p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="text-indent:-14.2pt;margin:0 0 0 14.2pt;"><em><span><span><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">2.</span><span style="font-family:&quot;">    </span></span></span></em><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Calibri;"><em>View the objectionable behavior as the boss’s problem, not yours</em>. Jika boss membuat keputusan yang memalukan anda sebagai stafnya, anggap aja itu sebagai masalahnya si boss, bukan masalah anda. Tidak perlu mengurung seorang diri di kamar selama 7 hari 7 malam atau demo mogok makan karena boss bikin keputusan yang aneh. Ini tidak ada gunanya, buat apa menyiksa diri sendiri, jangan menciptkan neraka untuk diri sendiri. Cuek aja, jangan terlalu terbebani oleh prilaku dan keputusan si boss, selama gaji dan prestasi anda tetap diakui banyak orang, its ok! Berlian tetap berlian meskipun dia berada di kandang kebo yang ada di banjaran. <em></em></span></span></p>
<p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin:0 0 0 36pt;"><em><span style="font-size:small;font-family:Calibri;"> </span></em></p>
<p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="text-indent:-14.2pt;margin:0 0 0 14.2pt;"><em><span><span><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">3.</span><span style="font-family:&quot;">    </span></span></span></em><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Calibri;"><em>Spend more time with subordinates and less time with your boss.</em> Jangan buang waktu untuk diskusi dengan si boss, mengenai gagasan anda. Bisa-bisa anda seperti sedang diskusi dengan tembok, sebab dia ga ngerti, tapi biasanya ngotot bin keukeuh. Lebih baik anda menggalang kekuatan dengan bawahan, sehingga semua bawahan setuju. Lalu baru bilang sama boss, bahwa ide anda disetujui banyak orang, dan kalau si boss mau menyenangkan banyak orang, dia harus setuju juga. Intinya belajarlah jadi provokator.<em></em></span></span></p>
<p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin:0 0 0 36pt;"><em><span style="font-size:small;font-family:Calibri;"> </span></em></p>
<p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="text-indent:-14.2pt;margin:0 0 0 14.2pt;"><em><span><span><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">4.</span><span style="font-family:&quot;">    </span></span></span></em><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Calibri;"><em>Confront your boss in private.</em> Kalau anda tidak setuju dengan keputusan si boss, jangan mendebat dan melawan di depan forum. Itu beresiko akan mempermalukan beliau. Meskpun itu maen-maen, tetap dilarang! Misalnya, karena anda tidak setuju, terus anda morosotkeun sarungnya si boss di depan umum. Tidak boleh! Eta mah lain heureuy, tapi calutak! Lebih baik anda datang secara pribadi dan pilih bertemu 4 mata saja seperti si Tukul. Kalau si boss gila hormat, posisikan diri anda sebagai bawahan yang tidak mau bossnya dipermalukan. Kalau si boss nyantei, posisikan diri anda sebagai sahabat si boss yang ingin memberikan masukan saja, dan tidak akan memaksakan kehendak (dan juga bukan mau minta naik gaji).<em></em></span></span></p>
<p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin:0 0 0 36pt;"><em><span style="font-size:small;font-family:Calibri;"> </span></em></p>
<p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="text-indent:-14.2pt;margin:0 0 0 14.2pt;"><em><span><span><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">5.</span><span style="font-family:&quot;">    </span></span></span></em><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Calibri;"><em>Keep your outside options open in case you choose to quit.</em> Bina hubungan dengan pihak luar sebaik-baiknya. Bangun kredibilitas dan profesionalisme dengan luas. Pokoknya maxudnya gaul gitu looh…. untuk membangun jejaring (<em>networking</em>). Sehingga kalau anda keluar dari organisasi/ perusahaan ini, maka sudah ada pihak yang berlomba-lomba untuk menampung anda. Selain itu, networking yang luas, juga akan meningkatkan posisi tawar anda terhadap si boss.<em></em></span></span></p>
<p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin:0 0 0 36pt;"><em><span style="font-size:small;font-family:Calibri;"> </span></em></p>
<p class="MsoListParagraphCxSpLast" style="text-indent:-14.2pt;margin:0 0 10pt 14.2pt;"><em><span><span><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">6.</span><span style="font-family:&quot;">    </span></span></span></em><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Calibri;"><em>Be patient! Your good work may eventually get you promoted in the job now held by the boss.</em> Tetap lah bekerja dengan baik, kalau prestasi anda baik, nasib baik akan segera membawa anda ke posisi yang saat ini ditempati si boss. Jalannya bisa 2 jalur: (i) jalur pertama, si boss sadar bahwa ada yang lebih baik dari dia, dan dia akhirnya memilih anda untuk menggantikan posisinya, jadi si boss berhati mulya seperti dermawan yang baik hati. (ii) jalur kedua, bisa saja ada orang lain yang lebih berkuasa dari si boss yang akhirnya memutuskan bahwa dia telah menemukan orang yang lebih baik dari si boss yaitu anda. Tapi jangan lakukan kudeta posisi ala ken arok, itu tidak professional dan tidak elegan.<em></em></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Calibri;">Kalau ke-6 hal ini anda kerjakan secara konsisten, mudah-mudahan mempunyai boss yang below average tetap membuat anda memperoleh kepuasan kerja dan tentu saja kinerja individu yang baik juga. <a href="http://yudipram.files.wordpress.com/2008/08/mr-bean-ps2.jpg"></a><em></em></span></span></p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/yudipram.wordpress.com/113/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/yudipram.wordpress.com/113/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/yudipram.wordpress.com/113/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/yudipram.wordpress.com/113/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/yudipram.wordpress.com/113/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/yudipram.wordpress.com/113/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/yudipram.wordpress.com/113/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/yudipram.wordpress.com/113/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/yudipram.wordpress.com/113/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/yudipram.wordpress.com/113/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/yudipram.wordpress.com/113/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/yudipram.wordpress.com/113/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=yudipram.wordpress.com&blog=3780612&post=113&subd=yudipram&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://yudipram.wordpress.com/2008/08/13/what-do-you-have-to-do-if-your-boss-is-a-jerk-by-yudi-pram/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/685a16004e179fd4aac62f73ab930b10?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">yudipram</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://yudipram.files.wordpress.com/2008/08/mr-bean-ps21.jpg?w=200" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Keep Your Boss Happy (by Yudi Pram)</title>
		<link>http://yudipram.wordpress.com/2008/08/10/keep-your-boss-happy-by-yudi-pram/</link>
		<comments>http://yudipram.wordpress.com/2008/08/10/keep-your-boss-happy-by-yudi-pram/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 09 Aug 2008 12:54:54 +0000</pubDate>
		<dc:creator>yudipram</dc:creator>
				<category><![CDATA[Life & Personal Skill]]></category>
		<category><![CDATA[dont sorry be happy]]></category>
		<category><![CDATA[good secretary]]></category>
		<category><![CDATA[happy boss]]></category>
		<category><![CDATA[nice secretary]]></category>
		<category><![CDATA[personal development]]></category>
		<category><![CDATA[professonal worker]]></category>
		<category><![CDATA[sub ordinate behavivor]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://yudipram.wordpress.com/?p=106</guid>
		<description><![CDATA[Ada lelucon basi yang masih relevan dengan tulisan ini, “apa bedanya sekretaris yang baik (a good secretary) dengan sekretaris yang cantik (a nice secretary)?” jawabannya : Perbedaanya baru ketauan pada kalimat pertama yang diucapkan si sekretaris di pagi hari. Si baik akan mengucapkan “good morning boss….” Karena baru ketemu lagi di pagi hari itu dan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=yudipram.wordpress.com&blog=3780612&post=106&subd=yudipram&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;"><a href="http://yudipram.files.wordpress.com/2008/08/nice-secretary.jpg"></a><a href="http://yudipram.files.wordpress.com/2008/08/nice-secretary1.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-111" src="http://yudipram.files.wordpress.com/2008/08/nice-secretary1.jpg?w=276&#038;h=255" alt="" width="276" height="255" /></a>Ada lelucon basi yang masih relevan dengan tulisan ini, “apa bedanya sekretaris yang baik (a <em>good secretary</em>) dengan sekretaris yang cantik (a <em>nice secretary</em>)?” jawabannya : Perbedaanya baru ketauan pada kalimat pertama yang diucapkan si sekretaris di pagi hari. Si baik akan mengucapkan “<em>good morning boss</em>….” Karena baru ketemu lagi di pagi hari itu dan siap menerima pekerjaan baru untuk sepanjang hari itu, sedangkan Si cantik akan bilang “ <em>its morning</em> <em>boss</em>&#8230;.” Karena dia bekarja hampir tidak sadar waktu, menemani si boss siang dan malam. Pertanyaan berikutnya adalah “Mana yang penghasilannya lebih besar? si baik atau si cantik?” Gw ga mw jawab, itu terserah loe aje. tapi yang jelas si boss pasti gajinya yang paling besar. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Point yang ingin saya sampaikan adalah bahwa kita tidak bisa munafik (jadi bukan munadi atau munawar! Kalau pak munadi itu kawan saya yang menjadi Ka Divisi Telkom CIS, sedangkan pak munawar itu kawan saya seangkatan di PL-ITB dulu ………..hahaha ngelantur). Ya, pokoknya kita tidak bisa munafik lah bahwa kalau bekerja itu pada dasarnya kita berharap <em>income, fringe benefit</em>, dan bahkan kalau punya prestasi hebat malah kita berharap ada <em>rewards</em> khusus. Jadi bohong, kalau ada orang yang beralasan bahwa bekerja itu dilakukan karena ingin mengembangkan bakat. Pengembangan bakat itu hanya sasaran antara (<em>intermediary goals</em>) , namun sasaran akhirnya pastilah sesuap berlian. Hanya pertanyaannya, bagaimana caranya agar ketiga hal tadi (<em>income, fringe benefit, dan rewards</em>) dapat diperoleh secara maksimal?. Jawabannya cukup sederhana: berbaik-baiklah dengan boss anda, bikin boss anda <em>always happy</em>! (ajaklah si boss untuk menyanyi “<em>don’t worry………..be happy</em>!”)<span id="more-106"></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Meskipun dalam ajaran agama, kita diwajibkan untuk berbaik hati dan menebar rahmat kepada sesama mahluk tuhan (manusia, hewan, tumbuhan, dan alam semesta), namun tidak dapat dipungkiri, bahwa dengan segala keterbatasan yang kita punya, terpaksa kita harus menentukan skala prioritas. Kalau kita mw matre dikit, maka prioritas pertama adalah kita berbaik hati pada boss dulu. Tujuannya adalah agar kita dapat memanen hasil (baca: dapet duit banyak!) dengan segera, yang selanjutnya dapat digunakan sebagai modal untuk berbuat baik lagi ke mahluk-mahluk tuhan yang lainnya. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Lalu sebenarnya siapa yang berada dalam posisi boss itu? Boss adalah orang yang berada dalam posisi menentukan dalam menilai hasil kerja kita dan sekaligus punya <em>power</em> dalam menentukan tingkat penghasilan dan kondite/kredibilitas yang akan kita peroleh. Sebenarnya, ini tidak berlaku di tempat kerja saja, tapi juga disetiap lingkungan sosial dan keluarga. Di lingkungan sosial, anda punya boss, yaitu tokoh masyarakat yang paling berpengaruh. Beliaulah yang akan menganugrahkan citra sosial. Kontribusi sosial anda akan menentukan status sosial anda. Di rumah (kalau anda belum bekerja), maka boss anda adalah orang tua anda. Meskipun ada pribahasa: sebuas-buasnya harimau tidak akan sampai memakan trotoar (<em>puguh we da teuas</em>!- ini diterjemahkan dari siloka bahasa sunda: <em>sagalak-galaknya maung moal nepi ka ngahakan kopeah! Da teu ngeunah</em>), kita tetap tidak boleh kurang ajar terhadap orang tua. Berbuat baik kepada orang tua hukumnya wajib!</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Lalu bagaimana caranya membuat boss tetap <em>happy</em>? Ada 11 (sebelas) hal <span> </span>yang harus anda lakukan, untuk meng gol kan kesenangan si boss, yaitu:</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;"> </span><span><span><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">1.</span><span style="font-family:&quot;">         </span></span></span><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Calibri;"><em>Be very good at what you do</em>. Kerjakan tugas anda sebaik mungkin, sesuai dengan anggaran, waktu, dan spek yang diminta. Kualitas pekerjaan jangan asal-asalan, tunjukkan kemampuan <em>craftmanship</em> anda. Artinya setiap pekerjaan harus dikerjakan dengan sepenuh hati, sehingga hasilnya dapat mencitrakan kualitas diri anda sebagai pihak yang mengerjakannya.</span></span></p>
<p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin:0 0 0 21.3pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;"> </span></p>
<p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="text-indent:-21.3pt;margin:0 0 0 21.3pt;"><span><span><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">2.</span><span style="font-family:&quot;">         </span></span></span><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Calibri;"><em>Save your organization money</em>. Sebisa mungkin hematlah pengeluaran perusahaan. Ingatlah bahwa anda mendapat tanggung jawab seumur hidup untuk <em>conserve resources</em>. Tapi <em>conserve</em> tidak sama dengan pelit seperti si wan abud. <em>Conserve</em> itu tidak diskrimnatif, namun pelit itu diskriminatif. Makanya kalau yang pelit itu jadi buntut kasiran (hahahaha…..ga ngerti kan maksudnya? Yawda ga ngerti juga gapapa. <em>Its not important</em>!) </span></span></p>
<p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin:0 0 0 36pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;"> </span></p>
<p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="text-indent:-21.3pt;margin:0 0 0 21.3pt;"><span><span><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">3.</span><span style="font-family:&quot;">         </span></span></span><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Calibri;"><em>Make money for your organization</em>. Jika anda bekerja di perusahaan, cobalah semaksimal mungkin untuk membantu penjualan perusahaan, meskipun anda tidak berada di bagian pemasaran dan penjualan, tapi cobalah menjadi <em>extended sales person</em> bagi perusahaan anda. Boss biasanya akan senang kalau pencapaian target penjualannya dibantu oleh banyak orang.</span></span></p>
<p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin:0 0 0 36pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;"> </span></p>
<p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="text-indent:-21.3pt;margin:0 0 0 21.3pt;"><span><span><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">4.</span><span style="font-family:&quot;">         </span></span></span><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Calibri;"><em>Learn your boss’s expectation and identify what really important to your boss</em>. Tidak semua boss dapat atau sempat mengungkapkan apa yang dia mau. Jadi kenali apa yang paling penting dan diinginkan oleh boss dari setiap pekerjaan yang diberikan kepada anda. Observasi, catat, dan hapalkan dengan<span>  </span>baik kebiasaan-kebiasaan boss anda. Lalu penuhilah kebiasaan-kebiasaan itu. Misalnya, kalau boss anda terbiasa dan <em>addicted</em> makan nasi sebakul, maka jangan sekali-sekali anda menyembunyikan bakulnya. Kalau anda lakukan itu, pasti anda akan di <em>talapung</em></span></span></p>
<p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin:0 0 0 36pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;"> </span></p>
<p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="text-indent:-21.3pt;margin:0 0 0 21.3pt;"><span><span><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">5.</span><span style="font-family:&quot;">         </span></span></span><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Calibri;"><em>Get feedback on our performance</em>. Segeralah minta feedback pada boss anda, apa yang masih kurang dari anda. Jika ada yang kurang , segeralah minta maaf, serta minta waktu untuk memperbaiki diri. Tapi jangan minta feedback dengan cara anda menelpon si boss jam 2 malam. <em>Eta teu pantes</em>! selain ga sopan, juga bisa membangunkan orang seisi rumah karena disangka ada berita kematian keluarga.</span></span></p>
<p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin:0 0 0 36pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;"> </span></p>
<p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="text-indent:-21.3pt;margin:0 0 0 21.3pt;"><span><span><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">6.</span><span style="font-family:&quot;">         </span></span></span><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Calibri;"><em>See that the most problems are solved before they come to the boss</em>. Upayakan setiap masalah selesai tanpa harus minta bantuan boss. Ini baru bawahan teladan. Selesaikan semua urusan oleh anda, dan biarkan si boss duduk manis. Si boss seharusnya hanya tinggal menerima hasilnya yang baik saja, dan jangan dilibatkan dalam penanganan masalah. Kecuali kalau si boss sedang berada di dalam rumahnya yang kebakaran, dan anda sedang berusaha untuk memadamkannya. Dalam kondisi seperti ini, daripada si boss jadi <em>tutung</em> (hangus), lebih baik disuruh bantu juga ngambil air di sumur, untuk menyiram dan memadamkan kobaran api.</span></span></p>
<p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin:0 0 0 36pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;"> </span></p>
<p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="text-indent:-21.3pt;margin:0 0 0 21.3pt;"><span><span><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">7.</span><span style="font-family:&quot;">         </span></span></span><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Calibri;"><em>Volunteer for difficult and unwanted assignment</em>. Anda akan mendapatkan kredit point lebih, jika mau bersukarela mengerjakan pekerjaan sulit dan tidak diinginkan dikerjakan oleh si boss seorang diri. Intinya adalah berupayalah untuk proaktif. Kerjakan sebelum disuruh. Tapi jangan <em>pupujieun </em>juga, misalnya memberikan hadiah kepada si boss, satu keranjang coklat toblerone, sementara si boss sedang sakit gigi, <em>nyanyautan, nyut…nyut…nyut</em>! Kebetulan pada saat yang bersamaan ada orang jualan kaos sambil menawarkan barang dagangannya “karaos………..pak” (di Bandung bentuk jamak kaos, ditambah dengan sisipan “ar”, makna lain dari <em>karaos = terasa</em>). Kalau sudah begitu,<span>  </span>dijamin pasti anda ditabok, karena anda dianggap mau mengolok-olok si boss.</span></span></p>
<p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin:0 0 0 36pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;"> </span></p>
<p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="text-indent:-21.3pt;margin:0 0 0 21.3pt;"><span><span><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">8.</span><span style="font-family:&quot;">         </span></span></span><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Calibri;"><em>Sell only worthwhile ideas</em>. <em>Tong ngacapruk</em>! Sampaikanlah kepada si boss hanya gagasan-gagasan yang baik dan brilliant saja. Jangan menawarkan gagasan basi, tiruan, atau terlalu muluk-muluk. Tawarkan ide dan solusi masalah yang masuk akal namun cerdas. Misalnya untuk mengefisiensikan penggunaan energy listrik di kantor, anda tidak perlu menyarankan agar penerangan di kantor harus diganti dengan satu truk kunang-kunang. Ini tidak masuk akal, kunang-kunang memang seperti lampu, tapi dia tetap aja binatang, jadi teu pantes kalau harus ikut-ikutan ngantor. Selain kurang terang, kantor itu bukan tempat disco yang lampunya harus kelap kelip, <em>reup bray</em>! Jadi berikan<span>  </span>saja saran yang wajar, meskipun PLN sering mati, gapapa kita tetap saja harus pake listik PLN.</span></span></p>
<p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin:0 0 0 36pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;"> </span></p>
<p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="text-indent:-21.3pt;margin:0 0 0 21.3pt;"><span><span><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">9.</span><span style="font-family:&quot;">         </span></span></span><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Calibri;"><em>Don’t ask for unnecessary guidance</em>. Jangan minta petunjuk terus pada si boss (nanti anda seperti menteri penerangan dijaman orde baru dong! Selalu mengatakan, “menurut petunjuk bapak presiden……. Harga cabe kriting perkilogramnya adalah Rp 3.000,- <span> </span>sedangkan cabe rebounding perkilogramnya adalah Rp.10.000,- <span> </span>Menurut bapak presiden juga yang rebounding lebih mahal karena mengerjakannya lebih lama dan harga bahan-bahannya naik“. Jadi tidak perlu seperti itu, anda kerjakan saja langsung, jangan banyak tanya jika semua aturannya sudah jelas</span></span></p>
<p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin:0 0 0 36pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;"> </span></p>
<p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="text-indent:-21.3pt;margin:0 0 0 21.3pt;"><span><span><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">10.</span><span style="font-family:&quot;">     </span></span></span><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Calibri;"><em>Don’t complain about other people</em>. Jangan membiasakan diri menyalahkan orang lain dan mencari kambing hitam (karena kambing hitam sudah direkrut jadi domba adu dan sedang bertanding di Garut, memperebutkan piala kang dada, jadi tidak mungkin ketemu!). Anda jadi terkesan tidak <em>gentle</em> dan pengecut kalau tetap mencari kambing hitam. Lebih baik cari saja kambing putih nanti dipilox hitam doff sambil di<em>highlight</em> warna pink, seperti anak SMA yang baru lulus UAN. Kalau memang anda salah dan tidak mampu, lebih <em>elegant</em> kalau anda mengakuinya. Lalu jangan lupa berjanji akan bertanggung jawab, dan akan menghindari agar tidak terjadi ladi di masa depan.</span></span></p>
<p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin:0 0 0 36pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;"> </span></p>
<p class="MsoListParagraphCxSpLast" style="text-indent:-21.3pt;margin:0 0 10pt 21.3pt;"><span><span><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">11.</span><span style="font-family:&quot;">     </span></span></span><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Calibri;"><em>Be a tough self critic</em>. Jangan cepet <em>pundung</em>! Jangan cengeng! Kalau dimarahin, ya trima saja. Kalau yang diomongin boss bener, jadikan input untuk memperbaiki diri. Kalau yang diomongin ga bener, anggap saja si boss sama dengan radio butut, anggap angin lalu saja dan jangan dimasukan ke hati. Lebih baik dimasukan ke sumur resapan, agar permukaan air tanah tidak semakin turun (teu nyambung suy……..hahahaha) </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Kalau kesebelas hal di atas, anda lakukan dengan baik, bersiaplah anda menjadi karyawan kesayangan si boss. Dan bisa jadi anda juga akan berkata “its morning boss……” , kalimat yang wajar sih, asal anda bukan sekertaris cantik. Hahahaha……………..</span></p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/yudipram.wordpress.com/106/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/yudipram.wordpress.com/106/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/yudipram.wordpress.com/106/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/yudipram.wordpress.com/106/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/yudipram.wordpress.com/106/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/yudipram.wordpress.com/106/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/yudipram.wordpress.com/106/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/yudipram.wordpress.com/106/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/yudipram.wordpress.com/106/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/yudipram.wordpress.com/106/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/yudipram.wordpress.com/106/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/yudipram.wordpress.com/106/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=yudipram.wordpress.com&blog=3780612&post=106&subd=yudipram&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://yudipram.wordpress.com/2008/08/10/keep-your-boss-happy-by-yudi-pram/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/685a16004e179fd4aac62f73ab930b10?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">yudipram</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://yudipram.files.wordpress.com/2008/08/nice-secretary1.jpg?w=276" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Compete with The Giant (by Yudi Pram)</title>
		<link>http://yudipram.wordpress.com/2008/07/26/compete-with-the-giant-by-yudi-pram/</link>
		<comments>http://yudipram.wordpress.com/2008/07/26/compete-with-the-giant-by-yudi-pram/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 26 Jul 2008 08:14:16 +0000</pubDate>
		<dc:creator>yudipram</dc:creator>
				<category><![CDATA[Life & Personal Skill]]></category>
		<category><![CDATA[kompetisi]]></category>
		<category><![CDATA[masuk dunia kerja]]></category>
		<category><![CDATA[melawan raksasa]]></category>
		<category><![CDATA[mental kerja]]></category>
		<category><![CDATA[pengangguran]]></category>
		<category><![CDATA[sarjana baru]]></category>
		<category><![CDATA[survive di persaingan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://yudipram.wordpress.com/?p=74</guid>
		<description><![CDATA[Kalau mau eksis, jangan cemen! (cemen gresik, cemen holcim, atau cemen tara loe bengong gw tabok?) Itu pesan saya buat para sarjana baru yang masih pengangguran. Perioda jadi anak mamie mestinya kita batasi dari mulai bayi sampai umur 15 tahun aja. Kalau dalam perioda balibeta (bawah lima belas tahun) anda masih cemen, itu dimaklumi. Tapi [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=yudipram.wordpress.com&blog=3780612&post=74&subd=yudipram&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;"><a href="http://yudipram.files.wordpress.com/2008/07/hamster-fathanezra.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-75" src="http://yudipram.files.wordpress.com/2008/07/hamster-fathanezra.jpg?w=300&#038;h=254" alt="" width="300" height="254" /></a>Kalau mau eksis, jangan cemen! (cemen gresik, cemen holcim, atau cemen tara loe bengong gw tabok?) Itu pesan saya buat para sarjana baru yang masih pengangguran. Perioda jadi anak <em>mamie</em> mestinya kita batasi dari mulai bayi sampai umur 15 tahun aja. Kalau dalam perioda balibeta (bawah lima belas tahun) anda masih cemen, itu dimaklumi. Tapi kalau setelah itu, cemen anda terus kebawa-bawa, namanya kebangetan, manja tiada akhir. Jadinya <span> </span>muke lu jauh, (meskipun ga blagu) loe pastinya, <span> </span>kelaut aje! Jangan salahkan orang lain kalau kemudian menghadapi masa depan dengan penuh ketidak pastian! Masa-masa di SMA dan Perguruan Tinggi mestinya dijadikan arena pembelajaran <span> </span>untuk mengubah mental, melatih fisik, dan mengasah keterampilan, agar siap terjun dan tahan banting dalam menghadapi persaingan. Jangan terus berlindung dibawah ketiak nyak n babe loe. Harus berani keluar, berani dicemooh, berani di <em>underestimate</em> (bertrima kasihkan pada temen2 loe yang kupling, yang suka meng<em>underestimate</em>), berani babak belur sambil belajar terus dan memperbaiki diri. Buang jauh-jauh pikiran bahwa senjata ampuh anda adalah ijasah S1,S2, atau S3 anda. Senjata ampuh anda adalah keterampilan anda (bahasa sundanya mah “kabisa maneh naon, borokokok?”). Senjata rahasia pamungkas anda juga mestinya keterampilan anda juga, jangan surat sakti atau memo ortu yang berpengaruh.<span id="more-74"></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Eksistensi dalam dunia kerja, sebenarnya seperti dunia persilatan, dimulai dari mental dulu, coba deh liat film-film tentang pendekar jagoan di biara shaolin. Kesuksesan tidak datang begitu saja, namun lahir dari kerja keras dan jatuh bangun (seperti lagu dangdut Kristina tuh,….jatuh bangun aku……lalalalala, gue ga apal ah). Meskipun mengantongi segepok ijazah dan sertifikat (kalo modalnya cuma ini loe mendingan jadi PNS aje), tidak ada jaminan anda akan mendapatkan posisi bagus. Mengapa? Karena dalam hidup ini anda tidak akan pernah masuk ke lapangan dan arena yang masih kosong melompong dimana anda bisa bebas berbuat sesuka hati anda. Namun anda selalu akan masuk ke arena yang sudah ada penguasanya, selalu ada incumbent nya. Coba tengok, ketika pertama anda masuk ke SD/SMP/SMA/PT, anda akan mendapatkan senior-senior<span>  </span>yang sudah petantang petenteng sok jago. Masuk ke dunia hitam dan premanisme, anda akan berhadapan dengan bos-bos penjahat dan centeng2nya yang sudah malang melintang. Masuk ke dunia artis dan selebiritis, anda akan ketemu dengan bintang senior yang dominan. Masuk ke dunia wirausaha, anda akan ketemu dengan pengusaha-pengusaha berpengalaman yang akan segera melibas pendatang baru bau kencur. Apa lagi masuk dunia kerja, anda akan dihimpit oleh berbagai kekuatan yang siap memasukan anda kembali ke kotak pengangguran. Banyak hal yang akan membuat anda kesal: pekerjaan banyak, gaji kecil, ditekan senior, dilecehkan pemilik perusahaan, malu sama kawan seangkatan yang sudah digaji besar, atau malu sama suami/istri mantan pacar sudah mapan menjadi entrepreneur, (pacar loe <span> </span>memang <em>instinc</em>nya bagus, udah tau loe bakalan susah, yawda mendingan ditinggalin aja) dll. Intinya apapun dunia yang anda masuki, anda akan bertemu dengan raksasa-raksasa besar yang sudah menggurita, disertai dengan <em>predator-predator</em> tanggung lainnya yang siap menerkam anda dan membuat anda mati kutu, ditindes abis, des..des…des…sampai hancur lebur, mampus loe (hahahaha….)!</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Jadi kalau mau <em>survive</em> dan eksis, siapkan mental <strong><em>die hard</em></strong> nya <em>bruce willis</em> dalam diri anda (tanamkan dalam hati anda: aing mah teu paeh-paeh, aing mah hese paeh! jeung hirupna ge teu susah!), dengan disertai usaha dan doa, insya allah anda akan berkembang. Cobalah banyak-banyak nonton film Keanu Reeves, Bruce Willis, Steven Seagal, Arnold Schwarzenegger, Jacky Chen, dll, siapa tau ketularan jadi jagoan, minimal dari mentalnya (hahahaha……….) </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Kalau sudah punya mental baja, selanjutnya coba amalkan saran dari <em>Paul W Flowers</em> (2006), penulis buku “<em>Underdog Advertising: Proven Principles to Compete<span>  </span>and Win Against the Giants in Any Industry</em>”. Flowers adalah seorang professional dalam bidang marketing communication yang sering membantu klien nya yang masih kecil (dan anggarannya sedikit) untuk melawan perusahaan besar dengan kemampuan dan anggaran yang besar. Alhasil dengan prinsip-prinsip yang dia jalankan secara konsisten, flowers dapat mengiringi perusahaan kecil tersebut tetap eksis, dan terus berkembang dalam arena yang dikuasai perusahaan incumbent yang besar. Prinsip-prinsip yang dikemukakan <em>Flowers</em>, jika anda ingin mengalahkan raksasa, adalah sebagai berikut:</span></p>
<p class="MsoListParagraphCxSpFirst" style="text-indent:-14.2pt;margin:0 0 0 14.2pt;"><span><span><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">a.</span><span style="font-family:&quot;">    </span></span></span><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Calibri;"><em>Think outside the box</em>. Cobalah berfikir diluar kebiasaan dan pola yang umum. Artinya disini anda harus kreatif. Menciptakan hal yang baru yang tidak biasa dikerjakan orang lain. Kemarin saya melihat ada orang yang memanfaatkan bekas oil filter mobil untuk bikin kap lampu, dan bisa mencapai omzet 20 juta per bulan. Ini kan luar biasa. Jadi putar otak setiap saat dan hasilkan sesuatu yang baru untuk mengalahkan si raksasa, pesaing anda.</span></span></p>
<p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin:0 0 0 14.2pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;"> </span></p>
<p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="text-indent:-14.2pt;margin:0 0 0 14.2pt;"><span><span><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">b.</span><span style="font-family:&quot;">    </span></span></span><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Calibri;"><em>Take risk</em>. Kalau sudah yakin, harus berani memutuskan dan mengerjakannya. Lalu siap-siaplah dengan resikonya. Jadi resiko itu harus dikalkulasi dan disiapkan antisipasinya kalau sewaktu-waktu datang. Maklum si raksasa dapat menyerang anda kapan saja dan dari arah mana saja. Jangan terkaget-kaget dan bengong kalau mendapatkan masalah. Lebih baik tawakal dan berusaha terbebas secepat mungkin</span></span></p>
<p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin:0 0 0 36pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;"> </span></p>
<p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="text-indent:-14.2pt;margin:0 0 0 14.2pt;"><span><span><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">c.</span><span style="font-family:&quot;">     </span></span></span><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Calibri;"><em>Strategy before execution</em>. Pikirkan strategi dengan matang. Jangan langsung bertindak menyerang si raksasa, sebelum menyiapkan 3-4 langkah antisipasi yang akan diambil jika di raksasa menyerang balik. Ingat sebagai pendatang baru anda sangat rentan untuk dirobohkan, jadi siap-siaplah dengan alternative jalan keluar yang lain.</span></span></p>
<p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin:0 0 0 36pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;"> </span></p>
<p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="text-indent:-14.2pt;margin:0 0 0 14.2pt;"><span><span><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">d.</span><span style="font-family:&quot;">    </span></span></span><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Calibri;"><span> </span><em>Be contrary</em>. Buatlah sesuatu yang berlawanan dengan tindakan yang dibuat si raksasa. Kalau lawan bermain di kualitas, maka anda harus bermain di harga. Kalau lawan main di pelayanan, maka anda harus bermain di arena non pelayanan. Kalau lawan memulai dari depan, maka anda harus memulai dari belakang. Jadi usahakan bertindak sebaliknya, jangan jadi pengekor.</span></span></p>
<p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin:0 0 0 36pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;"> </span></p>
<p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="text-indent:-14.2pt;margin:0 0 0 14.2pt;"><span><span><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">e.</span><span style="font-family:&quot;">    </span></span></span><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Calibri;"><em>Select your battlefield</em>. Pilih arena bertempur yang sesuai dengan kekuatan anda. Kalau anda jago dikonsep, anda harus main di konsep terus. Kalau anda jago di komunikasi dan relationship, maka anda harus bermain disitu. Kalau anda kuat di <em>endurance</em>, maka anda harus bermain di daya tahan. Kalau perlu kerja melebihi jam normal.</span></span></p>
<p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin:0 0 0 36pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;"> </span></p>
<p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="text-indent:-14.2pt;margin:0 0 0 14.2pt;"><span><span><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">f.</span><span style="font-family:&quot;">     </span></span></span><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Calibri;"><em>Focus! Focus again ! Still Focus! And Focus Forever!</em> Jangan terpengaruh dan tergoda untuk segera memperluas arena permainan, upayakan focus dan tetap menjadi <em>best in class specialist</em>. Jadilah yang terbaik di bidang yang anda bidik dan tetap konsisten di situ, sebelum anda betul-betul ahli dan mendapat pengakuan orang banyak .</span></span></p>
<p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin:0 0 0 36pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;"> </span></p>
<p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="text-indent:-14.2pt;margin:0 0 0 14.2pt;"><span><span><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">g.</span><span style="font-family:&quot;">    </span></span></span><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Calibri;"><em>Demonstrate value</em>. Tunjukan dan berikan nilai bagi boss anda, rekan anda, para pengguna jasa atau pelanggan anda. Berikan manfaat yang lebih dibandingkan dengan manfaat yang diberikan oleh pesaing anda. Ini berkaitan juga dengan point a di atas</span></span></p>
<p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin:0 0 0 36pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;"> </span></p>
<p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="text-indent:-14.2pt;margin:0 0 0 14.2pt;"><span><span><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">h.</span><span style="font-family:&quot;">    </span></span></span><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Calibri;"><em>Speed &amp; surprise</em>. Raksasa biasanya lamban. Jadi cobalah berlomba pada kecepatan waktu. Berikan segala sesuatu pada boss, rekan, pengguna jasa anda dengan lebih cepat. Ciptakan kejutan atau surprise pada pelanggan dan pesaing anda sekaligus.</span></span></p>
<p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin:0 0 0 36pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;"> </span></p>
<p class="MsoListParagraphCxSpLast" style="text-indent:-14.2pt;margin:0 0 10pt 14.2pt;"><span><span><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">i.</span><span style="font-family:&quot;">      </span></span></span><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Calibri;">Have patience. Setelah semua usaha dilakukan, langkah terkhir adalah sabar,tawakal, dan syukur menerima hasil. Bentuk kinerja yang seperti apapun harus diterima dengan lapang dada, serta digunakan sebagai bahan bakar dan motivator untuk melangkap pada tindakan dan rencana berikutnya dalam menyongsong sukses. Orang sabar kekasih tuhan. <em>(coba baca crita ini: seorang suami yang mirip perpaduan antara mandra, tukul &amp; ucok baba (the beast), memandangi istrinya yang mirip perpaduan antara dian sastro &amp; sandra dewi (the beauty) dengan penuh kekaguman. “setiap aku melihat wajahmu, aku selalu bersyukur kepada Allah” ujar si suami kepada istrinya. “kalau begitu kita akan masuk surga bersama” jawab si istri. “Mengapa?” tanya si Suami. “Selama ini aku juga selalu bersabar, bersuamikan kamu, bukankah orang yang bersabar dan yang bersyukur dijamin Allah untuk masuk surga?” (hidup sabar &amp; syukur! bukannya begitu nelly?)</em></span></span></p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/yudipram.wordpress.com/74/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/yudipram.wordpress.com/74/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/yudipram.wordpress.com/74/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/yudipram.wordpress.com/74/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/yudipram.wordpress.com/74/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/yudipram.wordpress.com/74/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/yudipram.wordpress.com/74/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/yudipram.wordpress.com/74/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/yudipram.wordpress.com/74/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/yudipram.wordpress.com/74/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/yudipram.wordpress.com/74/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/yudipram.wordpress.com/74/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=yudipram.wordpress.com&blog=3780612&post=74&subd=yudipram&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://yudipram.wordpress.com/2008/07/26/compete-with-the-giant-by-yudi-pram/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>5</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/685a16004e179fd4aac62f73ab930b10?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">yudipram</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://yudipram.files.wordpress.com/2008/07/hamster-fathanezra.jpg?w=300" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Open Education Resources : Knowledge is Free! (by Yudi Pram)</title>
		<link>http://yudipram.wordpress.com/2008/07/20/open-education-resources-knowledge-is-free-by-yudi-pram/</link>
		<comments>http://yudipram.wordpress.com/2008/07/20/open-education-resources-knowledge-is-free-by-yudi-pram/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 20 Jul 2008 02:56:38 +0000</pubDate>
		<dc:creator>yudipram</dc:creator>
				<category><![CDATA[Life & Personal Skill]]></category>
		<category><![CDATA[free knowledge]]></category>
		<category><![CDATA[open education]]></category>
		<category><![CDATA[otodidak]]></category>
		<category><![CDATA[self learner]]></category>
		<category><![CDATA[university networking]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://yudipram.wordpress.com/?p=66</guid>
		<description><![CDATA[Buat anda yang tidak mau lagi repot-repot bayar uang kuliah yang semakin mahal itu, sekarang saatnya sekarang waktunya menikmati menuntut ilmu dengan gratis.  Tanpa perlu menunggu janji-janji gombal para politikus dan kepala daerah yang menjajikan sekolah gratis atau murah, sebenarnya kita sekarang berada di jaman “Knowledge is Free” (pengetahuan itu gratis). Khususnya untuk tingkatan pendidikan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=yudipram.wordpress.com&blog=3780612&post=66&subd=yudipram&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p class="MsoNormal" style="line-height:normal;margin:0;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;"><a href="http://yudipram.files.wordpress.com/2008/07/buku.jpg"><img class="alignright size-medium wp-image-67" src="http://yudipram.files.wordpress.com/2008/07/buku.jpg?w=300&#038;h=224" alt="" width="300" height="224" /></a>Buat anda yang tidak mau lagi repot-repot bayar uang kuliah yang semakin mahal itu, sekarang saatnya sekarang waktunya menikmati menuntut ilmu dengan gratis. <span> </span>Tanpa perlu menunggu janji-janji gombal para politikus dan kepala daerah yang menjajikan sekolah gratis atau murah, sebenarnya kita sekarang berada di jaman “<em>Knowledge is Free</em>” (pengetahuan itu gratis). Khususnya untuk tingkatan pendidikan tinggi! Kalau hanya sekedar ingin tahu, sekarang ini semuanya serba gratis, tidak perlu bayar apa-apa. <span> </span>Sumber ilmu pengetahuan diseluruh dunia, sudah menjadikan pengetahuan sebagai <em>public domain</em> yang bisa diketahui siapa saja. <span> </span><em>Open Education Resources</em> (OER) telah memungkinkan semua orang yang punya akses dan <em>bandwidth</em> yang memadai, dapat mengunduh (<em>download)</em> seluruh materi pengajaran yang ada di <em>Massachuset Institute of Technology (MIT)</em> dengan gratis. Bukan itu saja, saat ini lebih dari 300 universitas terkemuka di seluruh dunia juga sudah menyediakan lebih dari 3000 materi perkuliahan yang dapat diunduh dengan gratis. Tentu saja materinya dalam bahasa inggris. Namun penerjemahan materi tersebut kedalam bahasa spanyol dan china semakin meningkat. Jadi buat elo yang cuma bisa bahasa jawa and bahasa prokem, harap gigit jari aja. Syapa suruh lahir di Indonesia, negara dengan seribu bencana, dan berjuta koruptor itu. <span id="more-66"></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:normal;margin:0;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:normal;margin:0;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Open Education Resources (OER) adalah suatu upaya untuk mendigitalkan materi pengetahuan, guna <span> </span>disediakan secara terbuka dan gratis bagi para pendidik, mahasiswa, dan peminat otodidak untuk keperluan pembelajaran dan penelitian. <span> </span>Ini adalah suatu revolusi dan perubahan prilaku yang luar biasa dalam penyebaran ilmu pengetahuan oleh para warga perguruan tinggi sebagai gudang ilmu. Para Galileo di seantero dunia rupanya telah berubah. Penemuan ilmu yang biasanya diproteksi dengan hak cipta, sebagai bentuk pemberian hak monopoli bagi para penemu untuk mengeksploitasi manfaat ekonomi dari temuannya, pada saat ini dibuka begitu saja menjadi suatu komoditi gratis. Fenomena ini jalas akan mengubah struktur industri jasa pendidikan tinggi. Jika pemanfaatan OER meluas di seluruh dunia, maka batas-batas antara pendidikan formal, non formal, dan informal, akan semakin kabur (maksudnya blur atau ga jelas, hilang seperti para konglomerat yang maling dana BLBI itu). <span> </span>Oleh karena itu, keberadaan OER ini harus diantisipasi oleh semua pihak dengan tepat, agar tidak berada di jalan yang sesat. Dampak OER dan antisipasi yang harus dilakukan antara lain:</span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:normal;margin:0;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;"> </span></p>
<p class="MsoListParagraphCxSpFirst" style="text-indent:-14.2pt;line-height:normal;margin:0 0 0 14.2pt;"><span><span><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">A.</span><span style="font:7pt &quot;">   </span></span></span><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Bagi Mahasiswa</span></p>
<p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="line-height:normal;margin:0 0 0 14.2pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;"> </span></p>
<p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="line-height:normal;margin:0 0 0 14.2pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Yang pertama, dengan adanya OER, berarti dosen-dosen yang ada di kampus anda bukan lagi satu-satunya supplier dari <em>reading lists</em> dan <em>teaching materials </em>dari ilmu yang anda pelajari. Anda bisa nyari bahan kuliah ke universitas2 beken, yang top markotop dan special pake telor. Jadi udah ga jamannya lagi kalau dateng kuliah cuma untuk <span> </span>denger dosen cuap-cuap, dengan referensi buku-buku terjemahan yang ada di Palasari, rugi tuh karena terlalu primitif! Forum perkuliahan sebaiknya digunakan untuk mengkonfirmasi materi yang sudah anda <em>download</em> dari OER. Jadikan perkuliahan sebagai forum tanya-jawab dan diskusi untuk mengkonstruksi pemahaman yang mendalam dan menyeluruh dari bahan-bahan yang anda peroleh dari lintas universitas. Jadi tugas mahasiswa dalam pekuliahan adalah ngerjain si dosen untuk mengerahkan wawasan dan kemampuan berfikirnya untuk mengkonstruksi pemahaman dari berbagai sumber. Biarin aja si dosennya pusing, siapa suruh jadi dosen, kalau ga mampu ya jangan jadi dosen dong….</span></p>
<p class="MsoListParagraphCxSpLast" style="line-height:normal;margin:0 0 0 14.2pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:normal;margin:0 0 0 14.2pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Yang kedua, dengan adanya OER, kalau mahasiswa dateng ke kampus hanya untuk dapet knowledge, brarti rugi. B’Coz knowledge itu udah gratis, jadi harus nyoba cari yang lain, yaitu keterampilan keilmuannya dan juga keterampilan hidup. Caranya gimana? Tugas-tugas perkuliahan harus dikerjakan secara serius, karena akan mengasah keterampilan professional anda. Lalu kegiatan-kegiatan ekstrakurikuler harus diikuti semaksimal mungkin sebagai sarana melatih kemampuan interaksi sosial dan <em>life skill</em>. Kalau anda mau untung, maka kampus harus anda gunakan untuk mengembangkan dan mengasah keterampilan hidup. Jadi jangan hanya berkutat mengisi kepala <span> </span>dengan pengetahuan, tapi harus diimbangi dengan melatih anggota tubuh lainnya (termasuk hati/kalbu) untuk terampil dan mampu digunakan sebagai alat anda untuk survive dan unggul dalam persaingan di masyarakat. Kalau udah lulus jangan merengek-rengek minta disediain pekerjaan atau disalurkan ke perusahaan oleh kampus anda. Itu namanya mental peuyeum.</span></p>
<p class="MsoListParagraphCxSpFirst" style="line-height:normal;margin:0 0 0 14.2pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;"> </span></p>
<p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="text-indent:-14.2pt;line-height:normal;margin:0 0 0 14.2pt;"><span><span><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">B.</span><span style="font:7pt &quot;">    </span></span></span><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Bagi Karyawan</span></p>
<p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="line-height:normal;margin:0 0 0 14.2pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;"> </span></p>
<p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="line-height:normal;margin:0 0 0 14.2pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Buat anda yang sudah menjadi karyawan, OER adalah kesempatan emas untuk meningkatkan kemampuan individu secara otodidak. Jadi ngapain ikut pendidikan S-1, S-2, S-3 yang mahal itu. Toh terminal setelah sekolah, kan pada akhirnya harus bekerja juga. Jadi lebih baik tetap bekerja. Dengan OER anda punya saluran yang tepat untuk bersaing dan menguji kemampuan dibanding rekan kerja anda yang sudah menyelesaikan pendidikan formalnya pada berbagai strata. Disela-sela pekerjaan anda dapat memanfaatkan internet kantor untuk akses OER. Belajar sendiri, dengan laboratoriumnya adalah kantor sendiri. Anda dapat bereksperimen dengan menggunakan pekerjaan-pekerjaan sendiri secara <em>reallife.</em> Toh Kantor-kantor yang bagus biasanya tidak memberikan <em>reward </em>berdasarkan jenjang pendidikan, namun berdasarkan kemampuannya, kinerja dan kontribusinya terhadap pencapaian tujuan kantor. Buat apa punya ijasah S-2, S-3 kalau ga bisa apa-apa. Jadi jangan menutupi inferioritas dengan selembar kertas ijasah. Kalau kita ga bisa apa-apa, kan akhirnya akan mempermalukan diri kita sendiri juga. Kualitas diri sebaiknya ditunjukkan lewat hasil pekerjaan, bukan dengan atribut pendidikan formal.</span></p>
<p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="line-height:normal;margin:0 0 0 14.2pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;"> </span></p>
<p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="text-indent:-14.2pt;line-height:normal;margin:0 0 0 14.2pt;"><span><span><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">C.</span><span style="font:7pt &quot;">    </span></span></span><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Bagi Perguruan Tinggi </span></p>
<p class="MsoListParagraphCxSpLast" style="line-height:normal;margin:0 0 0 36pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:normal;margin:0 0 0 14.2pt;"><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Calibri;">Yang pertama, OER harus dijadikan pemacu bagi perguruan tinggi untuk mencari strategi baru dalam memperkuat positioning dan daya saingnya. Perguruan tinggi yang hanya menjual <em>knowledge</em>, adalah perguruan tinggi primitif yang akan segera masuk ke pusaran kategori perguruan tinggi papan bawah. Mereka adalah perguruan tinggi tanpa kreativitas yang dikelola oleh pedagang guren, karena mereka <span> </span>hanya menjual sesuatu yang sudah gratis. <em>Its ridiculous</em>! Oleh karena itu, dengan adanya OER maka metoda belajar dan perkuliahan harus segera direformasi. Pertemuan kelas dalam perkuliahan standar dengan jadwal 14-16 kali pertemuan dalam satu semester menjadi terlalu naïf, seperti sayur tanpa garam. Kombinasi-kombinasi lain melalui ekskursi, studi visit, internship, laboratorium, studio, dan aktivitas non kelas/outdoor lainnya harus dimunculkan dalam perkuliahan agar menjadi faktor menentu yang membuat mahasiswa merasakan mendapatkan sesuatu yang tidak gratis di kampusnya. <span> </span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:normal;margin:0 0 0 14.2pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:normal;margin:0 0 0 14.2pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Yang kedua, perguruan tinggi (di Indonesia) harus meningkatkan kemampuan dosennya. Sistem rekrutmen dan perlakuan terhadap dosen di perguruan tinggi saat ini relatif buruk. <span> </span>Apalagi pada saat ini, tenaga kerja yang masuk ke industri pendidikan pada umumnya adalah tenaga kerja KW2 (hahaha….kaya kramik atau onderdil mobil, ada KW1, KW2, KW3). Mereka masuk bekerja ke perguruan tinggi, untuk posisi <em>entry level</em> (dosen/ dan juga guru, yang masuk dari posisi <em>fresh graduate</em>, non pengalaman) pada umumnya adalah karena yang kalah bersaing dalam memperebutkan posisi di perusahaan2 bonafid yang bergaji besar. Anda tahu sendiri gaji dosen/guru <span> </span>itu kecil, jadi ada dua alasan orang menjadi dosen/guru: (i) punya idealism ingin mendidik; (ii) ga ada lagi perusahaan yang menggaji besar (the dream company) yang mau menerima mereka, jadilah untuk menyambung hidup mereka terpaksa bekerja menjadi dosen. Jadi harus ada kemauan dan kemampuan dari perguruan tinggi untuk mereformasi cara pengelolaan dosennya menjadi lebih baik dan lebih menarik. Agar didapat dosen berkualitas sebagai faktor penentu daya saing perguruan tinggi.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:normal;margin:0;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;"> </span></p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/yudipram.wordpress.com/66/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/yudipram.wordpress.com/66/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/yudipram.wordpress.com/66/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/yudipram.wordpress.com/66/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/yudipram.wordpress.com/66/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/yudipram.wordpress.com/66/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/yudipram.wordpress.com/66/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/yudipram.wordpress.com/66/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/yudipram.wordpress.com/66/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/yudipram.wordpress.com/66/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/yudipram.wordpress.com/66/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/yudipram.wordpress.com/66/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=yudipram.wordpress.com&blog=3780612&post=66&subd=yudipram&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://yudipram.wordpress.com/2008/07/20/open-education-resources-knowledge-is-free-by-yudi-pram/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/685a16004e179fd4aac62f73ab930b10?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">yudipram</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://yudipram.files.wordpress.com/2008/07/buku.jpg?w=300" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Rajin Pangkal Pandai, Kreatif Pangkal Kaya (by Yudi Pram)</title>
		<link>http://yudipram.wordpress.com/2008/07/08/rajin-pangkal-pandai-kreatif-pangkal-kaya-by-yudi-pram/</link>
		<comments>http://yudipram.wordpress.com/2008/07/08/rajin-pangkal-pandai-kreatif-pangkal-kaya-by-yudi-pram/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 08 Jul 2008 04:58:09 +0000</pubDate>
		<dc:creator>yudipram</dc:creator>
				<category><![CDATA[Life & Personal Skill]]></category>
		<category><![CDATA[belajar]]></category>
		<category><![CDATA[creative class]]></category>
		<category><![CDATA[hemat]]></category>
		<category><![CDATA[kaya]]></category>
		<category><![CDATA[pandai]]></category>
		<category><![CDATA[pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[pengembangan diri]]></category>
		<category><![CDATA[rajin]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://yudipram.wordpress.com/?p=63</guid>
		<description><![CDATA[Kalau GDP perkapita Indonesia saat ini hanya US $ 1450, jauh tertinggal oleh bangsa-bangsa lain di ASEAN, itu masuk akal. Indonesia sudah jauh tertinggal oleh Singapura, disalib Malaysia, Philipine, Thailand.Dan terakhir oleh Vietnam, bangsa yang bekerja keras menyeruak ke kepermukaan arena internasional. Kondisi ini, bisa jadi disebabkan karena orang Indonesia kurang mengamalkan pepatah “rajin pangkal [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=yudipram.wordpress.com&blog=3780612&post=63&subd=yudipram&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p class="MsoNormal" style="line-height:normal;margin:0;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;"><a href="http://yudipram.files.wordpress.com/2008/07/ezra-fathan-momey.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-64" src="http://yudipram.files.wordpress.com/2008/07/ezra-fathan-momey.jpg?w=250&#038;h=159" alt="" width="250" height="159" /></a>Kalau GDP perkapita Indonesia saat ini hanya US $ 1450, jauh tertinggal oleh bangsa-bangsa lain di ASEAN, itu masuk akal. Indonesia sudah jauh tertinggal oleh Singapura, disalib Malaysia, Philipine, Thailand.Dan terakhir oleh Vietnam, bangsa yang bekerja keras menyeruak ke kepermukaan arena internasional. Kondisi ini, bisa jadi disebabkan karena orang Indonesia kurang mengamalkan pepatah “rajin pangkal pandai, hemat pangkal kaya”.<span>  </span>Waktu saya masuk kelas 1 di SD Sabang Bandoeng dahoeloe kala, saya masih ingat pada pelajaran pertama menulis indah di buku garis tiga, kalimat yang harus kami tulis berulang-ulang, yaa pepatah itu. Rajin pangkal pandai, hemat pangkal kaya adalah pepatah yang punya makna mendalam, karena meng<em>highlight </em>pentingnya konsep <em>experience curve</em> dan <em>resource efficiency</em><span>  </span>dalam menjalani hidup. Dengan tulisan yang masih sering <em>overshoot</em>, kita, murid-murid SD yang baru mengenal huruf dan tulisan, harus menulis 2 halaman penuh. <span id="more-63"></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:normal;margin:0;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:normal;margin:0;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Hanya saja, untuk urusan hemat pangkal kaya, keliatannya pada saat ini sudah tidak terlalu cocok. Secara mikro, hemat memang baik, tapi secara ekonomi makro, hemat akan membuat pertumbuhan tingkat konsumsi rendah, yang pada akhirnya tidak akan membuat ekonomi tumbuh. Para pembuat kebijakan ekonomi akan segera menurunkan tingkat bunga, kalau bank-bank overlikuid. Agar orang-orang cenderung belanja dan tidak nabung.Kalau semua hemat, terus siapa yang akan pergi ke tempat blanja &amp; tempat senang-senang. <span> </span>Jadi, blanja itu penting untuk membuka lapangan kerja. Inget rumus Y=C+I+G+(X-M), dimana C adalah <em>consumption</em>,…….. hahahaha <em>Keynesian</em> kalee! Lagian hidup dijaman kartu kredit, barang <em>branded</em>, mobil <em>brandnew</em>, dan <em>café resto &amp; mall</em> yang berorientasi pada <em>experiential lifestyle</em>, mana mungkin kita bisa hemat. Anggaran belanja konsumen yang terbatas, dipaksa ditambah untuk menutupi melangitnya biaya marketing para produsen, yang mati-matian harus membangun <em>brand</em> untuk membangun daya saing. Jadi jalan keluarnya adalah kita harus lebih kreatif mencari uang. Lebih produktif dalam bekerja. Lebih innovatif dalam menghasilkan produk atau output. Pokoknya lebih distingtif bin bermotif lah, jangan monoton tanpa ekspresi dan intonasi.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:normal;margin:0;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:normal;margin:0;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;"><a href="http://yudipram.files.wordpress.com/2008/07/creative-class.png"><img class="alignleft size-medium wp-image-65" src="http://yudipram.files.wordpress.com/2008/07/creative-class.png?w=300&#038;h=211" alt="" width="300" height="211" /></a>Kreatif inilah yang akan membuat anda lebih sejahtera. Itu kata Richard Florida. Doktor Ekonomi penulis buku, <em>The Rise of Creative Class</em> (2002, buku lama memang!), dilanjutkan dengan buku <em>The Flight of Creative Class</em>, dan buku <em>Who’s Your City</em>, melihat bahwa faktor kreatif inilah yang dapat menghidupkan perekonomian di suatu wilayah. Dalam risetnya yang secara konsisten mengkaji fenomena meningkatnya tenaga kerja di sektor-sektor yang berbasiskan kreativitas di Amerika Serika, Florida mengemukakan ada faktor 3T (<em>technology, talent, dan tolerance</em>) yang akan mendorong suatu kegiatan ekonomi menjadi lebih dinamis. Karena 3T inilah, para pekerja di sektor kreatif dapat memperoleh bayaran yang lebih tinggi dibandingkan dengan pekerja disektor lainnya. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:normal;margin:0;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:normal;margin:0;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Siapa saja yang masuk kedalam kategori golongan kreatif (<em>creative class</em>) ini? Florida membaginya menjadi 2, yaitu: (i) kelompok <em>super creative core</em>, yang termasuk kedalamnya adalah <em>scientist, architect, engineer, lecturer, artist, designer, entertainer, sportsman, &amp; media people</em>; (ii) kelompok <em>creative professional</em>, yang termasuk kedalamnya adalah ahli manajemen, ahli keuangan, ahli hukum, dokter, &amp; pemasar untuk segmen <em>high end</em>. Anda mau masuk kelompok yang mana? Yaa terserah, emang gue pikiran. Pilih aja pekerjaan yang paling anda sukai. Tapi ada beberapa ciri yang umumnya melekat pada golongan kreatif ini. Mereka adalah kelompok pekerja keras yang <em>works long hours</em> dalam kondisi <em>erratic irregular schedule! </em>(Nah loh, kalau anda masuk golongan ini berarti harus banyak doping, jadi ga aneh kalau sekarang banyak extra joss dan sejenisnya dijual di pasaran, minuman energy bo!). Golongan kreatif biasanya menyebut dirinya juga sebagai kelompok <em>No Collar</em>, suatu positioning yang membedakan dari <em>White Collar</em> (para eksekutif) dan <span>  </span><em>Blue Collar</em> (para pekerja). Tapi <em>no collar</em> bukan berarti golput, dia cuma mau bilang bahwa meskipun kerjanya ga pake jas rapi plus dasi komplit, tapi duitnya banyak karena sama-sama meres otak &amp; mikir kaya <em>white collar</em>! Meskipun kerja secara <em>dress down</em>, pake jeans, kaos, n kemeja pantai, tapi bisa<span>  </span>sama-sama punya mobil &amp; tempat tinggal bagus. Dan istrinya juga bisa dua (emang AA Gym…….hahaha). Intinya adalah golongan kreatif ini akan menghasilkan uang dengan cara menangkap gagasan sebagai input, lalu diproses, dan menjadikan gagasan baru sebagai output, yang lebih baik dan disukai pasar.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:normal;margin:0;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:normal;margin:0;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Jadi bagi anda yang ingin kaya, bersiap-siaplah untuk menjadi kreatif, sehingga anda tidak perlu berhemat. Untuk menjadi kreatif tidak perlu sekolah tinggi-tinggi, tapi harus mau belajar (sekolah dan belajar adalah sesuatu yang berbeda). Tidak perlu sekolah S1,S2,S3 untuk menjadi kreatif. Di kampus-kampus saya sering menemukan mahasiswa yang sekolah, tapi tidak belajar. Akibatnya mereka punya ijasah kelulusan, tapi ga bisa apa-apa. Kreatif tidak ada hubungannya dengan pendidikan formal. Doktor yang tidak kreatif juga banyak n pabalatak, ada yang jadi monster buat mahasiswanya,<span>  </span>ada yang nyungseb di Cileunyi, ada yang ijasahnya asli tapi palsu (bisa ikut ujian karena disertasinya dibuatkan orang lain). Kreatif hanya berhubungan dengan pepatah “rajin pangkal pandai”. Kalau anda rajin melihat, rajin bertanya, rajin memikirkan, dan rajin mengerjakan, anda akan pandai. Ini mungkin terjadi karena anda jadi kaya pengalaman. Pengalaman melihat, pengalaman bertanya, pengalaman berpikir, dan pengalaman mengerjakan. Dan kalau sudah pandai, anda akan kreatif. Kalau sudah kreatif, maka anda akan kaya. Kalau anda kaya melalui proses rajin, pandai, dan kreatif, anda telah menjadi mahluk tuhan yang sempurna. Pekerjaan anda berikutnya adalah tinggal beramal soleh. Kalau sekarang anda sehat jasmani rohani, segeralah bersukur dan mulailah menghadapi tantangan hidup dengan kreatif.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:normal;margin:0;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:normal;margin:0;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;"> </span></p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/yudipram.wordpress.com/63/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/yudipram.wordpress.com/63/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/yudipram.wordpress.com/63/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/yudipram.wordpress.com/63/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/yudipram.wordpress.com/63/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/yudipram.wordpress.com/63/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/yudipram.wordpress.com/63/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/yudipram.wordpress.com/63/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/yudipram.wordpress.com/63/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/yudipram.wordpress.com/63/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/yudipram.wordpress.com/63/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/yudipram.wordpress.com/63/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=yudipram.wordpress.com&blog=3780612&post=63&subd=yudipram&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://yudipram.wordpress.com/2008/07/08/rajin-pangkal-pandai-kreatif-pangkal-kaya-by-yudi-pram/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/685a16004e179fd4aac62f73ab930b10?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">yudipram</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://yudipram.files.wordpress.com/2008/07/ezra-fathan-momey.jpg?w=250" medium="image" />

		<media:content url="http://yudipram.files.wordpress.com/2008/07/creative-class.png?w=300" medium="image" />
	</item>
	</channel>
</rss>