Posted by yudipram on June 10, 2008
Dalam forum rapat manajemen di salah satu kantor saya minggu yang lalu, ada perdebatan dan diskusi yang menurut saya agak lucu dan childish. Gara-garanya adalah urusan distribusi kompensasi atas prestasi hasil pekerjaan yang dilakukan secara tim. Pembagian honor memang sering memicu pertentangan antar anggota tim, yang dapat berakhir pada sinisme dan interpersonal tension dalam organisasi. Sumber masalahnya sebenarnya sederhana, yaitu adanya perbedaan cara pandang dalam melihat mengapa seseorang mendapat honor lebih besar dibandingkan dengan yang lain.
Sudut pandang yang satu melihat bahwa seseorang tidak boleh mendapat honor yang besar, karena tidak mungkin dan tidak adil kalau seseorang mengerjakan porsi perkerjaan yang luar biasa banyaknya sehingga akan mendapatkan honor yang lebih besar. Sayangnya komentar ini baru muncul dan diributkan ketika pekerjaannya telah selesai. Sedangkan pada saat kick off pekerjaan dimulai dimana terjadi pembagian beban tugas, tidak ada yang ribut dan mempermasalahkannya. Masuk akal juga, emang siapa yang mau dikasih kerjaan banyak? Cape kan?!
Sudut pandang yang lain melihat bahwa sudah sepantasnyalah orang yang bekerja lebih banyak perlu menuai hasil yang sepadan dengan beban kerjanya. Jadi tidak perlu ada protes kepada orang mendapatkan honor yang besar, jika memang dia bekerja lebih banyak. Jika hasil kerjanya buruk, karena dia bekerja diluar kapasitas, maka itu adalah trade off antara kualitas dan produktivitas. Dalam hal ini yang harus disalahkan adalah orang yang bertanggung jawab dalam pembagian beban kerja tim, bukan si pelaksana tugas. Cape dech…….. Read the rest of this entry »
Posted in Life & Personal Skill | Tagged: kewajiban dan hak | 2 Comments »
Posted by yudipram on May 28, 2008
Hari Sabtu 24/05/08 Siang (jam 10.30-12.00an) mobil D-512 KB saya di parkir di lapangan parkir jalan purnawarnan Bandung yang dikelola perusahaan Secure Parking. Saya kebagian tempat persis di samping pos masuk. Saya memilih tempat itu dengan pikiran kalau mobil saya kenapa-kenapa pasti terpantau oleh si petugas parkir. Sebelum menempati posisi itupun, saya bertanya dulu ke si petugas, apakah saya boleh dan bisa parkir disitu? “bisa pak” jawab si petugas. Setelah parkir dengan posisi yang baik karena dipandu juga oleh si petugas, saya tinggalkan mobil dan tempat parkir. Saya menuju ke Gramedia dan BEC untuk menyelesaikan keperluan saya. Setelah urusan selesai, saya kembali ketempat parkir dan saya dapati bemper depan tergores dan penyok serta plat nomor rusak. Ada goresan warna cat putih pada mobil saya yang berwarna hitam. Yang jadi bikin kesal adalah (i) si penabrak tidak ada ditempat dan (ii) petugas parkir, berlagak tidak tahu apa-apa dengan kejadian itu. (iii) apa lagi perusahaan parkirnya, kayanya lebih ga peduli lagi, karena saya tidak mendapatkan no telepon untuk pengaduan konsumen. Dasar siaaaal….gini neh kalau urusan sama orang Indonesia. Korban hanya bisa pasrah dan menerima kerugian apa adanya. Aktor yang harusnya bertanggung jawab, entah siapa dan ada dimana. Read the rest of this entry »
Posted in Life & Personal Skill | Tagged: budaya bangsa, parkir, tanggung jawab | 8 Comments »
Posted by yudipram on May 26, 2008
Polisi menemukan 50 orang pendemo BBM di Unas Jkt, memiliki urine yang positif mengandung Narkoba (kata koran2 hari senin 26 Mei 2008 ini). Selain itu dari tangan mereka juga ditemukan ganja dan minuman keras. Ini namanya pelaku kriminal yang ingin disebut pahlawan. Kok bisa ya….., Ya bisa lah, namanya juga orang indonesia dan negara indonesia. Di sini banyak kamuflage. maling teriak maling, pelaku kriminal bisa jadi pahlawan, orang yang merusak hutan bisa jadi anggota DPR, pagar makan tanaman, dst..dst. Read the rest of this entry »
Posted in Life & Personal Skill | Tagged: bbm, demo, mahasiswa, unas | 2 Comments »
Posted by yudipram on May 26, 2008
Hari Sabtu jam 00.00 harga premium dkk naik rata-rata lebih dari 30 %. Ini dikomentari banyak orang, merupakan hal yang memberatkan masyarakat atau rakyat. Cuma yang harus dipertanyakan adalah masyarakat yang mana? Bagaimanapun Indonesia itu heterogen, bhineka tunggal ika kalau kata burung garuda pancasila sih. Ada yang menarik dari prilaku sebagian masyarakat kota Bandung, pasca kenaikan harga BBM. Hari sabtu jam 19.00 (malam minggu), 19 jam setelah harga BBM dinaikan, ternyata tidak terlihat dampak kenaikan BBM terhadap prilaku berbelanja dan prilaku konsumtif masyarakat kota Bandung. Itu kesan saya! setidaknya yang saya rasakan di Mall Parisj Van Java (PVJ), jalan suka jadi Bandung. Pada malam itu, Jalanan di sekitar PVJ macet, parkir susah, karcis bioskop habis, tempat makan penuh (ga kebagian kursi), carrefour sesak-mau bayar juga ngantri. Gileee tuh orang bandung, padahal hari itu adalah tanggal tua, orang-orang belum gajian. Busyeet deh, negara udah mw bangkrut, ternyata orang kayanya masih banyak. Jadi sebenarnya kalau negara mw naikin APBN, selain mencabut subsidi BBM, masih bisa ditambah dengan meningkatkan PPN. Biar orang yang pada belanja itu masih berkontribusi juga dalam meningkatkan pendapatan negara dari pajak. Indonesia, sebenarnya saat ini masuk juga jajaran negara yang pertumbuhan pertambahan orang kayanya cukup tinggi (saat ini yang paling tinggi pertumbuhannya adalah India dan China). Mungkin PVJ bukan sampel yang representatif untuk menggambarkan bahwa rakyat indonesia masih banyak yang kaya. Tapi ini adalah salah satu fakta yang ada di Indonesia. Wong, orang ngantri BLT dan mengemis aja, bisa sambil nenteng-nenteng handphone kok……. Dasar orang Indonesia, aya-aya wae………
Posted in Life & Personal Skill | Tagged: bandung, bbm, belanja, kaya, konsumerisme | 3 Comments »