Yudipram Knowledge Brokering Forum

observe, think, feel, & speak up !!!

Archive for the ‘lingkungan & Pembangunan’ Category

Tilas tapi Raos (by Yudi Pram)

Posted by yudipram on April 11, 2009

pantat-trukSaya hanya tersenyum saja ketika dalam perjalanan Jakarta-Bandung membaca tulisan ‘Tilas tapi Raos’ di pantat sebuah truk besar. Arti tulisan itu kira-kira adalah ‘Bekas tapi Enak’, kita sudah tau kemana arah dari makna tulisan itu. Kehidupan komunitas supir truk barang jarak jauh, memang sangat unik. Perjalanan yang jauh dan lama, memaksa mereka untuk sering mampir, dan beristirahat. ‘Rest Area’ untuk segmen supir truk memang lain. Meskipun serba marginal, namun biasanya service yang ditawarkan buat mereka sangat lengkap. Dari mulai ‘star camp’ (starbuck kampung) sampai dengan service  ‘all in’. Hidup di jalanan dan jauh dari keluarga, membuat mereka mentolerir kondisi dan lebih permisif. Barang sewaan yang tidak baru pun, terpaksa harus diembat, demi memenuhi kebutuhan level pertama versi ‘Maslow’. Saya tidak ingin membahas kehidupan supir truk, tapi ingin mengelaborasi lebih jauh ungkapan ‘Tilas tapi Raos’/’Bekas tapi Enak’. Ungkapan ini sebetulnya merupakan positioning statement yang tepat untuk upaya melakukan ‘Green Marketing’ atau ‘Green Business’. Dalam keadaan dimana sumber daya sangat terbatas (scarcity), maka menghemat dan memanfaatkan bahan yang sudah ada adalah suatu keharusan. Selain anda yang untung, hemat juga menguntungkan orang lain, karena proses berebut dan bersaing mendapatkan sumber daya dapat ditekan dan diminimalkan. Hidup menjadi lebih damai, persaingan berkurang! Layaknya jumlah peserta yang ikut memanjat pohon pinang menjadi lebih sedikit. Intinya adalah kalau kita memanfaatkan barang bekas berarti kita tidak boros! jangan berfoya-foya, seperti pemain bulu tangkis dunia, yang selalu ingin mengganti shuttle cock untuk setiap point yang akan mereka raih. Selama masih berfungsi dengan baik, jangan dulu disisihkan, manfaatkan seoptimal mungkin. Kata ustad, ini kan sebenarnya sunnah rasul juga… Read the rest of this entry »

Posted in lingkungan & Pembangunan | Tagged: , , , , , , , | Leave a Comment »

Siapa Menabur Gersang Akan Menuai Banjir (by Yudi Pram)

Posted by yudipram on November 23, 2008

banjirBandung Selatan banjir lagi! “Itu sih biasa………” Ceuk Si Dodo bari cingogo jeung dahar comro. Memang dalam bulan November 2008 ini, wilayah Majalaya dan sekitarnya yang dilalui oleh aliran sungai Citarum, kerap kali disergap banjir. Ini bukan kejadian yang pertama kalinya, namun sudah berulang selama 20 tahun, dan makin lama kondisinya makin parah. Para industiawanpun berteriak, karena pabriknya tidak bisa dioperasikan. Namun yang lucu adalah komentar pejabat pemerintah daerah setempat, yang menyatakan bahwa penyebab banjir adalah lekukan sungai citarum yang berkelok-kelok (PR,21 November 2008). “Karena alur sungainya tidak lurus maka terjadilah banjir!” kata Si Pejabat. Ini jelas merupakan pendapat yang tidak professional, tendensius, dan hanya berorientasi pada upaya untuk meng-gol-kan proyek normalisasi sungai. Siapapun tahu, ada proyek ada uang, jadi ada sumber untuk mencari sesuap berlian bagi mereka. Suatu sikap pejabat yang sangat pragmatis, berpikiran jangka pendek (& jang ka imah), serta mementingkan solusi jangka pendek yang temporer. Read the rest of this entry »

Posted in lingkungan & Pembangunan | Tagged: , , , , , | Leave a Comment »

Berkah Krisis Global Untuk Si Pembual (by Yudi Pram)

Posted by yudipram on November 7, 2008

monkeySemua orang yang ngerti dan paham situasi, pada umumnya ketar-ketir menghadapi kondisi eksisting dan masa depan perekomonian Indonesia. Krisis di Amerika Serikat memang tidak main-main, negara adi daya itu, sedang dilibas creditquake yang lebih dasyat dibanding earthquake. Ekspansi kredit yang ditujukan untuk mengakseslerasi kemakmuran masyarakat di sana, ternyata menuai kebangkrutan massal.  Kalau ada orang yang belum tahu kondisi ini, sangat kebangetan, keterlaluan! Pasti orang ini, termasuk masyarakat terbelakang yang  tinggal di pedalaman banjaran, yang tidak terjangkau koran, tv, dan internet. Satu-satunya media yang masuk adalah siaran radio fm yang acaranya dangdut melulu. Inilah orang-orang yang menjadi korban digital divide.

Sebagai bagian dari perekonomian dunia yang sudah interdependen, Indonesia tentu saja akan terkena dampaknya, terkena pengaruh negatifnya. Gonjang ganjing ekspor nasional, IHSGl, dan pasar uang yang tidak menggembirakan, tentunya akan berpengaruh pada stabilitas nilai tukar Dollar AS, dan instrumen investasi lainnya. Kalau sudah begini, sektor riil Indonesia mau tidak mau akan terkena imbasnya. Ini merupakan ancaman serius bagi kestabilan daya beli masyarakat indonesia.  Mengapa demikian? Karena inflasi tinggi  sedang membayangi sendi-sendi ekonomi nasional. Kalau sendi-sendinya kena encok, maka terkulai lemahlah ekonomi Indonesia.  Jika Dollar AS terus melambung, bukan tidak mungkin ‘cost push inflation` akan segera bergulir dengan dimotori oleh sektor-sektor produksi yang ‘import content’nya tinggi. Kalau sudah begini, “welcome to the nightmare”.  Selamat datang kembali harga-harga mahal, “kemane aje lu?” Read the rest of this entry »

Posted in lingkungan & Pembangunan | Tagged: , , , , | 5 Comments »

Pahlawan Kesiangan dalam Corporate Social Responsibility (by Yudi Pram)

Posted by yudipram on July 20, 2008

Menurut berita di Koran Pikiran Rakyat (19/07/08), Pemerintah Jawa Barat akan turut campur dalam program Corporate Social Responsibility (CSR) yang saat ini sudah menjadi agenda sebagian perusahaan dan pengusaha. Ini adalah gejala ada gula ada semut.  Dimana ada kegiatan, disitu ada uang. Dimana ada uang, disitu ada lahan korupsi. Mungkin itulah yang ada dalam benak pimpinan dan para pejabat propinsi Jawa Barat. Tidak puas mengurusi Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah yang nilainya sudah Trilyunan Rupiah, Rupanya sekarang ada usaha untuk memperluas lahan garapan dengan mencari dana-dana korporasi diluar pajak, untuk jadi lahan penambah kekayaan pribadi. Dengan dalih mengkoordinasikan dan menawarkan peta sasaran kegiatan CSR, saya parno ini akan berujung pada ijin-ijin yang menguras ongkos perusahaan dalam melayani keinginan para pejabat yang terhormat itu. Di Inggris, program CSR memang diurus negara, ada menteri yang mengurusi CSR di sana. Tapi itu Inggris, negera maju nan tertib, dengan aturan yang dijalankan secara konsisten. Keterlibatan pejabat negara di Inggris sudah terbukti mampu mensejahterkan rakyatnya. Bagaimana di negara kita? Sangat disangsikan efektivitasnya, sudah terlalu banyak contoh program dan uang yang diperuntukan bagi kesehajteraan rakyat yang diselewengkan. Dana reboisasi dipakai  untuk memperbesar perusahaan pribadi. Dana universal service obligation dari sektor telekomunikasi untuk telekomunikasi pedesaan tidak jelas pemanfaatannya. Bahkan dana sumbangan bencana alam saja, bisa masuk ke dompet pribadi. Apa lagi ini, dana corporate social responsibility? Bisa-bisa diklaim mereka juga berhak. Toh yang namanya social, brarti semua warga negara berhak memanfaatkannya, apalagi pejabat juga manusia (tidak Cuma rocker saja yang manusia). Nasib dana-dana publik di republik koruptor ini memang aneh bin ajaib. Kalau sudah begini kita harus waspada. Jangan sampai terjadi lagi misalokasi uang yang sudah disetorkan ke Jajaran Pemerintah. Read the rest of this entry »

Posted in lingkungan & Pembangunan | Tagged: , , , , , , , | 2 Comments »

Elit partai sebagai Political Broker, Sales Outlet, dan Salesman untuk Calon Pemimpin Publik (by Yudi Pram)

Posted by yudipram on June 30, 2008

Hingar bingar pemilihan pemimpin publik di negeri ini tidak akan pernah sepi. Layaknya pagelaran musik rock di lapangan terbuka, pemilihan pemimpin publik sekarang ini tidak jarang juga diakhiri dengan tawuran penonton (baca: rakyat pemilih). Tawurannya bisa berlarut-larut, apalagi jika si artis yang ada dipanggung ikut menjadi sponsor tawuran. Kampungan memang! Tapi itulah fakta yang masih akan terjadi saat ini. Kalau dihitung-hitung kira-kira ada 500an forum pemilu yang diselenggarakan untuk menentukan elit bangsa ini dalam setiap 5 tahunan. Terdiri dari sekitar 3 kali pemilu untuk memilih wakil rakyat dan presiden & wakilnya, sekitar 33 kali pemilu untuk memilih gubernur & wakilnya, serta sekitar 460an pemilu untuk memilih bupati/walikota & wakilnya. Jadi bisa dibayangkan rata-rata dalam 1 tahun ada 100 pemilu, atau rata-rata setiap 3-4 hari ada pemilu di Indonesia ini. Waduuuh luar biasa, luar biasa sekali ritual demokrasi kita sekarang ini. Biaya yang dibuang untuk pemilu ini pasti sangat besar, namun efektivitasnya untuk menghasilkan pemimpin yang mumpuni harus dipertanyakan dan dikritisi secara massal.   Masalahnya adalah apakah kuantitas pemilu yang ada sekarang ni sudah sebanding dengan kualitas pemimpin yang dihasilkan? Rasanya sih masih tidak sebanding dan masih jauh dari harapan. Kualitas pemimpin yang terpilih yang sebegitu-sebegitu saja. Secara proses, kita memang sudah berbeda dibanding dengan jaman orde baru dulu, namun  orang-orang yang terpilih menjadi elit bangsa lebih dominan dari yang “tong kosong nyaring bunyinya”. Meskipun ini judgment kualitatif, tapi semua orang tahu persis lah, bagaimana kualitas yang mulia para wakil rakyat di  DPR sana. Read the rest of this entry »

Posted in lingkungan & Pembangunan | Tagged: , , , , , , , , , | 1 Comment »

Green Product, Green Corporate Thinking, Save The World (by Yudi Pram)

Posted by yudipram on June 18, 2008

stand pameran entre expoKawan lama saya semasa kami bekerja di Perusahaan Real Estate dulu, hari senin 16/06/08 yang lalu meminta saya untuk menjadi juri penilai dalam kegiatan Young Entrepreneur Expo. Tugas saya adalah menilai para peserta pamaeran. Ini adalah pameran ide-ide kelompok anak muda dalam menciptakan peluang usaha baru, suatu kegiatan yang perlu didorong dan didukung oleh semua pihak yang khawatir dengan tingginya tingkat pengangguran dan kemiskinan ( sekali-sekali sok mikirin negara gapapa kan?). Menurut saya, expo ini sangat positif dibanding demo BBM yang malah menghambur-hamburkan BBM karena bikin jalan jadi macet. Pameran yang bertempat di GSG Universitas Khatolik Parahyangan ini, layak untuk diapresiasi mengingat ada beberapa gagasan bisnis yang inovatif dan kreatif. Setidaknya ada 2 kelompok yang menarik perhatian saya dari 12 kelompok yang menjadi peserta dalam expo ini:  

(i)     yang pertama adalah Stand Trees, yang menggagas pembuatan kantong promosi yang berbahan material ramah lingkungan. Ide sederhana ini bisa efektif kalau mampu menyentuh aspek emosional konsumen tentang pentingnya memulai penyelamatan lingkungan dari hal yang kecil-kecil; Ide plus slogan save the world menjadi keunikan yang dijual kelompok ini

(ii)    yang kedua adalah Stand Thumbrella yang menggagas pembuatan payung sekali pakai (disposable) yang juga berbahan dari material ramah lingkungan. Meskipun baru sebatas artist impression, dan belum sampai ke prototype produk. Namun upaya untuk mengkomersilkan kebutuhan kepraktisan melalui desain produk yang atraktif ini cukup berpotensi untuk menarik konsumen; ide plus keunikan desain menjadi daya jual dari kelompok ini Read the rest of this entry »

Posted in lingkungan & Pembangunan | Tagged: , , | 1 Comment »

Kebangkitan Nasional 2008 = Kebangkitan Kesemerawutan (by Yudi Pram)

Posted by yudipram on May 26, 2008

Bulan Mei 2008 ini diperingati 100 tahun kebangkitan nasional indonesia, sekaligus 10 tahun reformasi. Tapi tunggu dulu, apakah betul indonesia sudah bangkit dan sudah direformasi. Apanya yang sudah bangkit? Kalau diperhatikan, quality of life dari sebagian orang indonesia memang membaik, namun sebagian lagi masih tetap bodoh, penyakitan, dan miskin materi.  Dan jangan lupa, peningkatan quality of life dari sebagain orang indonesia ini harus dibayar dengan:  gundulnya hutan, turunnya permukaan air tanah, punahnya spesies binatang dan tumbuhan tropis, rusaknya bangunan2 bersejarah, meningatnya polusi, serta hilangnya nilai-nilai luhur moral bangsa yang bersahaja dan patriotik. Jadi yang harus dipertanyakan adalah: perubahan status dari terjajah menjadi merdeka ini apakah merupakan kemenangan bangsa, atau hanya merupakan ‘zero sum game’ saja. Read the rest of this entry »

Posted in lingkungan & Pembangunan | Tagged: , , , | 2 Comments »