<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Yudipram Knowledge Brokering Forum &#187; lingkungan &amp; Pembangunan</title>
	<atom:link href="http://yudipram.wordpress.com/category/lingkungan-pembangunan/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://yudipram.wordpress.com</link>
	<description>observe, think, feel, &#38; speak up !!!</description>
	<lastBuildDate>Mon, 08 Jun 2009 03:48:19 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<cloud domain='yudipram.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://www.gravatar.com/blavatar/599074ddb677b4dfe0acfa4f55ec5c71?s=96&#038;d=http://s.wordpress.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>Yudipram Knowledge Brokering Forum &#187; lingkungan &amp; Pembangunan</title>
		<link>http://yudipram.wordpress.com</link>
	</image>
			<item>
		<title>Tilas tapi Raos (by Yudi Pram)</title>
		<link>http://yudipram.wordpress.com/2009/04/11/tilas-tapi-raos-by-yudi-pram/</link>
		<comments>http://yudipram.wordpress.com/2009/04/11/tilas-tapi-raos-by-yudi-pram/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 10 Apr 2009 12:23:42 +0000</pubDate>
		<dc:creator>yudipram</dc:creator>
				<category><![CDATA[lingkungan & Pembangunan]]></category>
		<category><![CDATA[green business]]></category>
		<category><![CDATA[green marketing]]></category>
		<category><![CDATA[hemat energi]]></category>
		<category><![CDATA[hemat sumber daya]]></category>
		<category><![CDATA[product recycle]]></category>
		<category><![CDATA[produktif]]></category>
		<category><![CDATA[tidak boros]]></category>
		<category><![CDATA[tidak foya foya]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://yudipram.wordpress.com/?p=202</guid>
		<description><![CDATA[Saya hanya tersenyum saja ketika dalam perjalanan Jakarta-Bandung membaca tulisan ‘Tilas tapi Raos’ di pantat sebuah truk besar. Arti tulisan itu kira-kira adalah ‘Bekas tapi Enak’, kita sudah tau kemana arah dari makna tulisan itu. Kehidupan komunitas supir truk barang jarak jauh, memang sangat unik. Perjalanan yang jauh dan lama, memaksa mereka untuk sering mampir, [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=yudipram.wordpress.com&blog=3780612&post=202&subd=yudipram&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;"><img class="alignright size-full wp-image-203" title="pantat-truk" src="http://yudipram.files.wordpress.com/2009/04/pantat-truk.jpg?w=320&#038;h=239" alt="pantat-truk" width="320" height="239" />Saya hanya tersenyum saja ketika dalam perjalanan Jakarta-Bandung membaca tulisan ‘Tilas tapi Raos’ di pantat sebuah truk besar. Arti tulisan itu kira-kira adalah ‘Bekas tapi Enak’, kita sudah tau kemana arah dari makna tulisan itu. Kehidupan komunitas supir truk barang jarak jauh, memang sangat unik. Perjalanan yang jauh dan lama, memaksa mereka untuk sering mampir, dan beristirahat. ‘Rest Area’ untuk segmen supir truk memang lain. Meskipun serba marginal, namun biasanya service yang ditawarkan buat mereka sangat lengkap. Dari mulai ‘star camp’ (starbuck kampung) sampai dengan service<span>  </span>‘all in’. Hidup di jalanan dan jauh dari keluarga, membuat mereka mentolerir kondisi dan lebih permisif. Barang sewaan yang tidak baru pun, terpaksa harus diembat, demi memenuhi kebutuhan level pertama versi ‘Maslow’. Saya tidak ingin membahas kehidupan supir truk, tapi ingin mengelaborasi lebih jauh ungkapan ‘Tilas tapi Raos’/’Bekas tapi Enak’. Ungkapan ini sebetulnya merupakan positioning statement yang tepat untuk upaya melakukan ‘Green Marketing’ atau ‘Green Business’. Dalam keadaan dimana sumber daya sangat terbatas (scarcity), maka menghemat dan memanfaatkan bahan yang sudah ada adalah suatu keharusan. Selain anda yang untung, hemat juga menguntungkan orang lain, karena proses berebut dan bersaing mendapatkan sumber daya dapat ditekan dan diminimalkan. Hidup menjadi lebih damai, persaingan berkurang! Layaknya jumlah peserta yang ikut memanjat pohon pinang menjadi lebih sedikit. Intinya adalah kalau kita memanfaatkan barang bekas berarti kita tidak boros! jangan berfoya-foya, seperti pemain bulu tangkis dunia, yang selalu ingin mengganti shuttle cock untuk setiap point yang akan mereka raih. Selama masih berfungsi dengan baik, jangan dulu disisihkan, manfaatkan seoptimal mungkin. Kata ustad, ini kan sebenarnya sunnah rasul juga…<span id="more-202"></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Masalahnya sekarang adalah bagaimana caranya agar sumua barang bekas, bisa tetap raos? Tentu saja harus ada upaya pengoperasian dan pemeliharaan yang beradab. Jangan menggunakan barang seenaknya. Pakai etika dan tatakrama yang sewajar-wajarnya, sehingga tidak ada eksploitasi yang mengabaikan sustainability. Ada beberapa hal yang bisa dilakukan agar barang anda tetap berfungsi dengan baik, antara :</span></p>
<p class="MsoListParagraphCxSpFirst" style="text-indent:-.25in;margin:0 0 0 .25in;"><span><span><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">a.</span><span style="font:7pt &quot;">       </span></span></span><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Gunakan tanpa melebihi kapasitasnya. Kenali kemampuan maksimum dari barang anda dan jangan membiasakan untuk menggunakan seluruhnya. Batas atas yang harus anda pegang adalah maksimum 80 % dari kapasitas yang ada. Jadi ulah dipeleter! Beri waktu untuk istirahat dan recovery sehingga barang bisa prima kembali</span></p>
<p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="text-indent:-.25in;margin:0 0 0 .25in;"><span><span><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">b.</span><span style="font:7pt &quot;">      </span></span></span><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Lakukan pemeliharaan berkala. Pengecekan keberfungsian barang harus dilakukan secara teratur. Hal ini perlu dilakukan untuk selalu memantau posisi, agar kita tau persis apa yang sebaiknya harus kita lakukan.</span></p>
<p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="text-indent:-.25in;margin:0 0 0 .25in;"><span><span><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">c.</span><span style="font:7pt &quot;">       </span></span></span><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Segera ganti komponen yg hampir rusak, jangan tunggu sampai rusak beneren. Komponen-komponen dari barang kita biasanya tidak akan rusak secara bersamaan. Namun tetap saja kalau satu komponen rusak, maka fungsi barang akan terganggu. Jadi jangan tunda penggantian komponen yang memang harus segera diganti</span></p>
<p class="MsoListParagraphCxSpLast" style="text-indent:-.25in;margin:0 0 10pt .25in;"><span><span><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">d.</span><span style="font:7pt &quot;">      </span></span></span><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Jangan lupa ikhlas dan kasih sayang. Interaksi antara barang dan penggunanya harus diwarnai dengan roh ikhlas dan kasih sayang. Ini akan membuat hubungan emosional antara pemilik dan barangnya akan memperkaya hubungan fungsionalnya. Anda akan semakin peduli dengan barang anda. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Dengan tata cara pengoperasian dan pemeliharaan yang beradab di atas, anda akan memperoleh beberapa manfaat sebagai berikut:</span></p>
<p class="MsoListParagraphCxSpFirst" style="text-indent:-.25in;margin:0 0 0 .25in;"><span><span><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">a.</span><span style="font:7pt &quot;">       </span></span></span><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Hemat biaya total. Kalau umur barang anda semakin panjang maka, biaya investasi dan biaya eksploitasi akan menjadi lebih hemat. Dengan demikian biaya total juga menjadi lebih hemat.</span></p>
<p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="text-indent:-.25in;margin:0 0 0 .25in;"><span><span><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">b.</span><span style="font:7pt &quot;">      </span></span></span><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Rencana akan berjalan lancar. Kalau barang anda berfungsi dengan baik selama anda gunakan maka semua rencana yang anda inginkan tidak terganggu oleh ketidakberfungsian alat. Dengan demikian segala sesuatunya akan berjalan lancar</span></p>
<p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="text-indent:-.25in;margin:0 0 0 .25in;"><span><span><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">c.</span><span style="font:7pt &quot;">       </span></span></span><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Bebas dari beban psikis karena kesel. Kalau barang rusak pada saat diperlukan, biasanya anda akan kesal dan marah-marah. Oleh karena itu kalau semua baik-baik saja dan tidak rusak, anda akan terbebas dari rasa kesal</span></p>
<p class="MsoListParagraphCxSpLast" style="text-indent:-.25in;margin:0 0 10pt .25in;"><span><span><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">d.</span><span style="font:7pt &quot;">      </span></span></span><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Meningkatkan produktivitas aggregate (nasional). Secara sistem keseluruhan, kalau anda berhasil menghemat dan dapat bekerja dengan baik tanpa ada gangguan apapun, maka anda sudah berkontribusi pada peningkatan produktivitas nasional (tah lamun nu ieu rada-rada ngacapruk, jika PL gus…..)</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Jadi mulailah berfikir, bersikap, dan berprilaku hemat, gunakan apa yang ada selama masih berfungsi dengan baik, jangan selalu ingin yang baru dan bagus……</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Calibri;">Mangga kang…. Haneut keneh…. Tilas pak kapten… </span><span style="font-family:Wingdings;"><span>J</span></span></span></p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/yudipram.wordpress.com/202/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/yudipram.wordpress.com/202/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/yudipram.wordpress.com/202/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/yudipram.wordpress.com/202/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/yudipram.wordpress.com/202/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/yudipram.wordpress.com/202/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/yudipram.wordpress.com/202/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/yudipram.wordpress.com/202/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/yudipram.wordpress.com/202/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/yudipram.wordpress.com/202/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=yudipram.wordpress.com&blog=3780612&post=202&subd=yudipram&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://yudipram.wordpress.com/2009/04/11/tilas-tapi-raos-by-yudi-pram/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/685a16004e179fd4aac62f73ab930b10?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">yudipram</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://yudipram.files.wordpress.com/2009/04/pantat-truk.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">pantat-truk</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Siapa Menabur Gersang Akan Menuai Banjir (by Yudi Pram)</title>
		<link>http://yudipram.wordpress.com/2008/11/23/siapa-menabur-gersang-akan-menuai-banjir-by-yudi-pram/</link>
		<comments>http://yudipram.wordpress.com/2008/11/23/siapa-menabur-gersang-akan-menuai-banjir-by-yudi-pram/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 22 Nov 2008 17:14:05 +0000</pubDate>
		<dc:creator>yudipram</dc:creator>
				<category><![CDATA[lingkungan & Pembangunan]]></category>
		<category><![CDATA[bandung selatan]]></category>
		<category><![CDATA[banjir]]></category>
		<category><![CDATA[citarum]]></category>
		<category><![CDATA[daya dukung lingkungan]]></category>
		<category><![CDATA[normalisasi sungai]]></category>
		<category><![CDATA[pengendalian penduduk]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://yudipram.wordpress.com/?p=173</guid>
		<description><![CDATA[Bandung Selatan banjir lagi! “Itu sih biasa………” Ceuk Si Dodo bari cingogo jeung dahar comro. Memang dalam bulan November 2008 ini, wilayah Majalaya dan sekitarnya yang dilalui oleh aliran sungai Citarum, kerap kali disergap banjir. Ini bukan kejadian yang pertama kalinya, namun sudah berulang selama 20 tahun, dan makin lama kondisinya makin parah. Para industiawanpun [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=yudipram.wordpress.com&blog=3780612&post=173&subd=yudipram&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;"><a href="http://yudipram.files.wordpress.com/2008/11/banjir.jpg"><img class="alignright size-full wp-image-174" title="banjir" src="http://yudipram.files.wordpress.com/2008/11/banjir.jpg?w=196&#038;h=227" alt="banjir" width="196" height="227" /></a>Bandung Selatan banjir lagi! “Itu sih biasa………” Ceuk Si Dodo bari cingogo jeung dahar comro. Memang dalam bulan November 2008 ini, wilayah Majalaya dan sekitarnya yang dilalui oleh aliran sungai Citarum, kerap kali disergap banjir. Ini bukan kejadian yang pertama kalinya, namun sudah berulang selama 20 tahun, dan makin lama kondisinya makin parah. Para industiawanpun berteriak, karena pabriknya tidak bisa dioperasikan. Namun yang lucu adalah komentar pejabat pemerintah daerah setempat, yang menyatakan bahwa penyebab banjir adalah lekukan sungai citarum yang berkelok-kelok (PR,21 November 2008). “Karena alur sungainya tidak lurus maka terjadilah banjir!” kata Si Pejabat. Ini jelas merupakan pendapat yang tidak professional, tendensius, dan hanya berorientasi pada upaya untuk meng-gol-kan proyek normalisasi sungai. Siapapun tahu, ada proyek ada uang, jadi ada sumber untuk mencari sesuap berlian bagi mereka. Suatu sikap pejabat yang sangat pragmatis, berpikiran jangka pendek (&amp; jang ka imah), serta mementingkan solusi jangka pendek yang temporer.<span id="more-173"></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Kalau anda pernah belajar ilmu geologi dasar (Dewi Persik juga pernah belajar, karena beliau sekarang mengembangkan Teknik Geol atau Goyang), semestinya paham, bahwa aliran sungai itu hampir tidak mungkin lurus seperti jalan tol atau saluran irigasi. Ingat sungai itu ciptaan Allah, bukan ciptaan Dinas PU. Pola aliran sungai itu, dibentuk secara evolutif oleh sifat air yang selalu mencari tempat yang rendah, dan kondisi bentang alam eksisting. Karena permukaan bumi bopeng-bopeng tidak mulus seperti kaki jenjang para gadis bond, maka otomatis saja pola aliran sungai itu akan berkelok-kelok. Yang jelas, tidak ada hubungannya antara banjir dengan pola aliran sungai yang berkelok-kelok. Penyebab banjir adalah karena volume air dari curah hujan, yang biasanya terserap oleh tanah, sekarang sebagian besar menjadi ‘run off water’ atau air yang mengalir dipermukaan tanah. Pertanyaannya sekarang “kok bisa volume run off water menjadi semakin besar (atau disebut juga banjir)?” Ini terjadi karena<span>  </span>air hujan yang jatuh ke tanah dengan kecepatan yang merupakan fungsi dari gravitasi, tidak sempat direm atau diperlambat kecepatannya oleh pepohonan yang tumbuh di atas tanah, karena pohonnya sudah tidak ada! Karena air hujan menghantam tanah dengan kecepatan tinggi maka tidak sempat terserap tanah dan langsung mengalir dipermukaan tanah menjadi ‘run off water’</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Jadi banjir itu terjadi bukan karena sungainya, tapi karena pohon yang menjadi fasilitator atau moderator pertemuan antara curah air hujan dan tanah permukaan, telah dikebiri atau divasektomi dengan cara ditebang, tanpa dilakukan upaya menanam dan menumbuhkan kembali. Kalau tidak ada moderator, biasanya dua pihak yang bertemu sering kali menjadi berbenturan secara keras, serta menimbulkan eksternalitas yang merugikan lebih banyak pihak. Dari ilustrasi ini, sebetulnya solusi untuk menghindari banjir sangat simple. Kalau tidak mau banjir, kurangi run off water, perbanyak volume air yang bisa diserap tanah, dengan cara : (i) jangan biarkan tanah gersang, tanam dengan pohon yang berdaun rindang; (ii) bangun sumur-sumur resapan untuk membantu air meresap ke dalam tanah; (iii) jangan tutupi permukaan tanah dengan aspal, beton, atap rumah, yang akan mengurangi luas daerah resapan; Jadi siapa yang menabur gersang maka mereka akan menuai banjir. Begitulah proses dan siklus sebab akibat alam mengajarkan kepada kita.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Yang perlu diingat oleh kita semua adalah, bahwa lingkungan hidup tempat kita tinggal ini ada daya dukungnya. Ibarat perahu, lingkungan hidup kita punya kapasitas maksimal dalam daya tampungnya. Kalau jumlah penumpang perahu melebihi kapasitasnya, maka perahu akan segera oleng dan tenggelam, serta menewaskan atau memusnahkan seluruh penumpangnya. Demikian juga dengan kota, propinsi, dan pulau,tempat kita tinggal ini. Jika jumlah penduduk tidak dapat dikendalikan, maka siap-siaplah untuk miskin dan musnah secara bersama-sama. Jumlah penduduk yang tidak terkendali dan melebihi daya dukung lingkungan akan menurunkan kualitas lingkungan hidup, dan pada akhirnya membuat sebut orang tidak bisa hidup. Untuk menyelamatkan lingkungan hidup dan makhlur hidupnya, maka perlu adanya perubahan paradigma dan prilaku kita semua, antara lain:</span></p>
<p class="MsoListParagraphCxSpFirst" style="text-indent:-.25in;margin:0 0 0 .5in;"><span><span><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">1.</span><span style="font:7pt &quot;">       </span></span></span><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Pandangan bahwa banyak anak, banyak rejeki, pada saat ini sangat menyesatkan. Pada saat suplai tenaga kerja terbatas pendangan ini benar, karena banyak anak berarti memiliki factor produksi yang banyak, sehingga suatu keluarga menjadi lebih produktif. Sekarang tidak lagi, banyak anak berarti membebani keluarga (karena penghasilan keluarga harus lebih besar), membebani lingkungan-tumbuhan-binatang (karena rebutan tempat hidup dengan manusia, akhirnya banyak tumbuhan&amp;binatang yang punah), membebani masyarakat<span>  </span>&amp; pemerintah (karena pajak yang dibayarkan oleh masyarakat harus dibagi sebagian pada warga Negara baru). Jadi, ledakan demografi akan membebani segenap manusia, tidak hanya keluarga saja (apalagi kalau anaknya jadi criminal!)</span></p>
<p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="text-indent:-.25in;margin:0 0 0 .5in;"><span><span><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">2.</span><span style="font:7pt &quot;">       </span></span></span><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Mungkin para ulama juga perlu lebih bijak menyikapi hidup. Jangan memberikan contoh punya banyak anak. Bukankah, tugas manusia itu harus menjadi khalifah di bumi, yang harus memelihara bumi dan dilarang merusaknya. Jadi keanekaragaman hayati yang diciptakan Allah harus dipelihara mati-matian. Kalau sampai ada mahluk Allah (binatang &amp; tumbuhan) yang menjadi punah, bisa diartikan bahwa manusia sudah gagal menjadi khalifah di bumi. Jadi pengendalian jumlah penduduk perlu juga menjadi tema dakwah. Ingat Negara China itu mengalami peningkatan kemakmuran yang signifikan, karena berhasil mengendalikan jumlah penduduk dengan cara hanya mengijinkan satu keluarga memiliki satu anak saja.</span></p>
<p class="MsoListParagraphCxSpLast" style="text-indent:-.25in;margin:0 0 10pt .5in;"><span><span><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">3.</span><span style="font:7pt &quot;">       </span></span></span><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Fokus pada peningkatan kualitas individu sebaiknya menjadi orientasi utama dari pada ayah dan ibu. Daripada mengandalakan pada kuantitas yang sudah jelas-jelas akan menstimulasi adanya peningkatan beban pada kondisi internal keluarga dan eksternal masyarakat, pada saat ini sudah waktunya mengubah orientasi pada peningkatan kualitas individu.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;"> </span></p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/yudipram.wordpress.com/173/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/yudipram.wordpress.com/173/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/yudipram.wordpress.com/173/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/yudipram.wordpress.com/173/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/yudipram.wordpress.com/173/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/yudipram.wordpress.com/173/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/yudipram.wordpress.com/173/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/yudipram.wordpress.com/173/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/yudipram.wordpress.com/173/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/yudipram.wordpress.com/173/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=yudipram.wordpress.com&blog=3780612&post=173&subd=yudipram&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://yudipram.wordpress.com/2008/11/23/siapa-menabur-gersang-akan-menuai-banjir-by-yudi-pram/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/685a16004e179fd4aac62f73ab930b10?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">yudipram</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://yudipram.files.wordpress.com/2008/11/banjir.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">banjir</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Berkah Krisis Global Untuk Si Pembual (by Yudi Pram)</title>
		<link>http://yudipram.wordpress.com/2008/11/07/berkah-krisis-global-untuk-si-pembual-by-yudi-pram/</link>
		<comments>http://yudipram.wordpress.com/2008/11/07/berkah-krisis-global-untuk-si-pembual-by-yudi-pram/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 07 Nov 2008 00:54:01 +0000</pubDate>
		<dc:creator>yudipram</dc:creator>
				<category><![CDATA[lingkungan & Pembangunan]]></category>
		<category><![CDATA[bupati mulut besar]]></category>
		<category><![CDATA[gubernur pembohong]]></category>
		<category><![CDATA[krisis global]]></category>
		<category><![CDATA[politisi busuk]]></category>
		<category><![CDATA[walikota cemen]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://yudipram.wordpress.com/?p=167</guid>
		<description><![CDATA[Semua orang yang ngerti dan paham situasi, pada umumnya ketar-ketir menghadapi kondisi eksisting dan masa depan perekomonian Indonesia. Krisis di Amerika Serikat memang tidak main-main, negara adi daya itu, sedang dilibas creditquake yang lebih dasyat dibanding earthquake. Ekspansi kredit yang ditujukan untuk mengakseslerasi kemakmuran masyarakat di sana, ternyata menuai kebangkrutan massal.  Kalau ada orang yang [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=yudipram.wordpress.com&blog=3780612&post=167&subd=yudipram&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;"><a href="http://yudipram.files.wordpress.com/2008/11/drill-monkey.jpg"></a><a href="http://yudipram.files.wordpress.com/2008/11/monkey.jpg"><img class="alignright size-full wp-image-170" title="monkey" src="http://yudipram.files.wordpress.com/2008/11/monkey.jpg?w=222&#038;h=300" alt="monkey" width="222" height="300" /></a>Semua orang yang ngerti dan paham situasi, pada umumnya ketar-ketir menghadapi kondisi eksisting dan masa depan perekomonian Indonesia. Krisis di Amerika Serikat memang tidak main-main, negara adi daya itu, sedang dilibas creditquake yang lebih dasyat dibanding earthquake. Ekspansi kredit yang ditujukan untuk mengakseslerasi kemakmuran masyarakat di sana, ternyata menuai kebangkrutan massal. <span> </span>Kalau ada orang yang belum tahu kondisi ini, sangat kebangetan, keterlaluan! Pasti orang ini, termasuk masyarakat terbelakang yang<span>  </span>tinggal di pedalaman banjaran, yang tidak terjangkau koran, tv, dan internet. Satu-satunya media yang masuk adalah siaran radio fm yang acaranya dangdut melulu. Inilah orang-orang yang menjadi korban digital divide.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Sebagai bagian dari perekonomian dunia yang sudah interdependen, Indonesia tentu saja akan terkena dampaknya, terkena pengaruh negatifnya. Gonjang ganjing ekspor nasional, IHSGl, dan pasar uang yang tidak menggembirakan, tentunya akan berpengaruh pada stabilitas nilai tukar Dollar AS, dan instrumen investasi lainnya. Kalau sudah begini, sektor riil Indonesia mau tidak mau akan terkena imbasnya. Ini merupakan ancaman serius bagi kestabilan daya beli masyarakat indonesia.<span>  </span>Mengapa demikian? Karena inflasi tinggi<span>  </span>sedang membayangi sendi-sendi ekonomi nasional. Kalau sendi-sendinya kena encok, maka terkulai lemahlah ekonomi Indonesia. <span> </span>Jika Dollar AS terus melambung, bukan tidak mungkin ‘cost push inflation` akan segera bergulir dengan dimotori oleh sektor-sektor produksi yang ‘import content’nya tinggi. Kalau sudah begini, “welcome to the nightmare”.<span>  </span>Selamat datang kembali harga-harga mahal, “kemane aje lu?”<span id="more-167"></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Tapi jangan lupa di Indonesia ada juga yang tersenyum-senyum sumringah, menyambut situasi global yang semaput. Siapa mereka? Mereka adalah para penguasa dan kepala daerah yang sudah terlanjur memberikan janji-janji surga kepada para pemilihnya. Bukan rahasia lagi, banyak kepala daerah yang pada saat kampanye mereka, menjanjikan berbagai perbaikan dalam kehidupan social ekonomi masyarakat. Misalnya, menjanjikan<span>  </span>berjuta-juta lapangan kerja baru<span>  </span>, kucuran <span> </span>kredit murah dan mudah bagi UKM, penyediaan pendidikan gratis , pemberian layanan kesehatan gratis, pembangunan jalan dan infrastruktur fisik, sampai dengan ke rehabilitasi hutan gundul. Namun, semua orang juga tahu bahwa untuk mewujudkan janji-janji tersebut<span>  </span>diperlukan biaya yang tidak sedikit. Ngomong sih gampang, tapi kalau mw dilaksanain kan harus ada duitnya. Padahal APBD pemerintah daerah tidak akan mencukupi walau dipaksakan untuk bias cukup. Kalau janji-janji tidak terbukti, maka jadilah para kepala daerah ini menjelma menjadi seorang pembual. Seandainya situasi global ini aman-aman saja maka si pembual ini akan kelabakan mencari alasan. Oleh karena itu, dengan adanya krisis financial secara global, para pembual seolah memperoleh alasan yang tepat untuk membohongi masyarakat untuk yang kedua kalinya. Dengan enteng, sekarang mereka bias berkata, “bapak-bapak, ibu-ibu, seluruh warga masyarakat yang budiman, sebagai kepala daerah kami mohon maaf tidak bisa memwujudkan janji-janji saya terdahulu, berhubung ada pengaruh krisis global terhadap magnitude dan akselerasi perekonomian domestik <span> </span>yang cenderung menurun dan negatif…….bla……bla……bla, dan seterusnya” </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Jadi pada setiap kondisi perubahan dan krisis, selalu saja muncul ancaman dan peluang secara bersamaan. Karena ancaman dan peluang seperti dua sisi pada mata uang koin. Probabilitas untuk muncul adalah 50%. Ancaman dan peluang sebenarnya terjadi secara subjektif, tergantung kepada kemampuan membaca situasi, dan posisi sudut pandang yang digunakan. Ancaman dari satu pihak, secara bersamaan dapat menjadi peluang bagi orang-orang yang lebih kreatif, responsif, antisipatif dalam membaca situasi lingkungan. Tapi, untuk para kepala daerah, kalau anda bukan politisi busuk dan kepala daerah yang tak tau diri, maka krisis global ini tidak akan dijadikan kambil hitam untuk menjustifikasi kegagalan anda dalam mewujudkan janji-janji kampanye anda.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;"> </span></p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/yudipram.wordpress.com/167/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/yudipram.wordpress.com/167/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/yudipram.wordpress.com/167/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/yudipram.wordpress.com/167/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/yudipram.wordpress.com/167/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/yudipram.wordpress.com/167/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/yudipram.wordpress.com/167/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/yudipram.wordpress.com/167/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/yudipram.wordpress.com/167/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/yudipram.wordpress.com/167/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=yudipram.wordpress.com&blog=3780612&post=167&subd=yudipram&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://yudipram.wordpress.com/2008/11/07/berkah-krisis-global-untuk-si-pembual-by-yudi-pram/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>5</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/685a16004e179fd4aac62f73ab930b10?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">yudipram</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://yudipram.files.wordpress.com/2008/11/monkey.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">monkey</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Pahlawan Kesiangan dalam Corporate Social Responsibility (by Yudi Pram)</title>
		<link>http://yudipram.wordpress.com/2008/07/20/pahlawan-kesiangan-dalam-corporate-social-responsibility-by-yudi-pram/</link>
		<comments>http://yudipram.wordpress.com/2008/07/20/pahlawan-kesiangan-dalam-corporate-social-responsibility-by-yudi-pram/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 20 Jul 2008 11:46:13 +0000</pubDate>
		<dc:creator>yudipram</dc:creator>
				<category><![CDATA[lingkungan & Pembangunan]]></category>
		<category><![CDATA[birokrasi]]></category>
		<category><![CDATA[CSR]]></category>
		<category><![CDATA[intervensi pemerintah]]></category>
		<category><![CDATA[koordinasi]]></category>
		<category><![CDATA[korupsi]]></category>
		<category><![CDATA[perijinan]]></category>
		<category><![CDATA[stakeholder]]></category>
		<category><![CDATA[sustainable development]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://yudipram.wordpress.com/?p=69</guid>
		<description><![CDATA[
Menurut berita di Koran Pikiran Rakyat (19/07/08), Pemerintah Jawa Barat akan turut campur dalam program Corporate Social Responsibility (CSR) yang saat ini sudah menjadi agenda sebagian perusahaan dan pengusaha. Ini adalah gejala ada gula ada semut.  Dimana ada kegiatan, disitu ada uang. Dimana ada uang, disitu ada lahan korupsi. Mungkin itulah yang ada dalam benak [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=yudipram.wordpress.com&blog=3780612&post=69&subd=yudipram&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-family:&quot;"><span style="font-size:small;"><a href="http://yudipram.files.wordpress.com/2008/07/dago-pakar-rusak.jpg"><img class="alignright size-medium wp-image-70" src="http://yudipram.files.wordpress.com/2008/07/dago-pakar-rusak.jpg?w=300&#038;h=224" alt="" width="300" height="224" /></a></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span><span style="font-family:Calibri;">Menurut berita di Koran Pikiran Rakyat (19/07/08), Pemerintah Jawa Barat akan turut campur dalam program <em>Corporate Social Responsibility</em> (CSR) yang saat ini sudah menjadi agenda sebagian perusahaan dan pengusaha. Ini adalah gejala ada gula ada semut. <span> </span>Dimana ada kegiatan, disitu ada uang. Dimana ada uang, disitu ada lahan korupsi. Mungkin itulah yang ada dalam benak pimpinan dan para pejabat propinsi Jawa Barat. Tidak puas mengurusi Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah yang nilainya sudah Trilyunan Rupiah, Rupanya sekarang ada usaha untuk memperluas lahan garapan dengan mencari dana-dana korporasi diluar pajak, untuk jadi lahan penambah kekayaan pribadi. Dengan dalih mengkoordinasikan dan menawarkan peta sasaran kegiatan CSR, saya parno ini akan berujung pada ijin-ijin yang menguras ongkos perusahaan dalam melayani keinginan para pejabat yang terhormat itu. Di Inggris, program CSR memang diurus negara, ada menteri yang mengurusi CSR di sana. Tapi itu Inggris, negera maju nan tertib, dengan aturan yang dijalankan secara konsisten. Keterlibatan pejabat negara di Inggris sudah terbukti mampu mensejahterkan rakyatnya. Bagaimana di negara kita? Sangat disangsikan efektivitasnya, sudah terlalu banyak contoh program dan uang yang diperuntukan bagi kesehajteraan rakyat yang diselewengkan. Dana reboisasi dipakai <span> </span>untuk memperbesar perusahaan pribadi. Dana <em>universal service obligation</em> dari sektor telekomunikasi untuk telekomunikasi pedesaan tidak jelas pemanfaatannya. Bahkan dana sumbangan bencana alam saja, bisa masuk ke dompet pribadi. Apa lagi ini, dana <em>corporate social responsibility</em>? Bisa-bisa diklaim mereka juga berhak. Toh yang namanya <em>social</em>, brarti semua warga negara berhak memanfaatkannya, apalagi pejabat juga manusia (tidak Cuma rocker saja yang manusia). Nasib dana-dana publik di republik koruptor ini memang aneh bin ajaib. Kalau sudah begini kita harus waspada. Jangan sampai terjadi lagi misalokasi uang yang sudah disetorkan ke Jajaran Pemerintah. <span id="more-69"></span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-family:Calibri;"><strong><em><span>Corporate social responsibility</span></em></strong><span> (CSR, jika dikenal dengan istilah <em>corporate responsibility, corporate citizenship, and responsible business</em>) adalah konsep dimana perusahaan mempertimbangkan masalah, minat, dan perhatian, yang dihadapi para stakeholder perusahaan, antara lain <span> pelanggan, supplier, competitor, complementor, komunitas, publik &amp; stakeholder lainnya, serta juga lingkungan hidup. </span>Kewajiban ini dilakukan untuk memenuhi tuntutan aturan dan juga memperhatikan keberlanjutan perusahaan dalam jangka panjang, </span><span style="font-size:12pt;color:black;line-height:115%;">Istilah CSR diperkenalkan pertama kali dalam tulisan <em>Social Responsibility of the Businessman </em>tahun 1953. CSR digagas <em>Howard Rothmann Browen</em> untuk mengeleminasi keresahan dunia bisnis. CSR diadopsi agar menjadi penawar kesan dan persepsi buruk perusahaan yang terlanjur terbentuk dalam pikiran masyarakat. Dalam persepsi masyarakat pada saat itu pengusaha di citrakan sebagai pemburu rente yang menghalalkan segala cara temasuk tidak peduli pada dampak kemiskinan dan kerusakan lingkungan. Namun pada saat ini prakter CSR di negara maju telah bergeser dari kegiatan filantropi (bagi-bagi rejeki) ke kegiatan yang berkontribusi pada <em>sustainable development</em> (pembangunan yang berkelanjutan). Oleh karena itu, di inggris pelaksanaan CSR disupervisi oleh seorang menteri. Tapi untuk di Indonesia, nanti dulu! Dengan kualitas birokrasi dan aparat seperti sekarang, program CSR bisa saja ditelikung dan disulap untuk kepentingan oknum. Ada beberapa hal yang mendorong kecurigaan ini:</span></span></p>
<p class="MsoListParagraphCxSpFirst" style="text-indent:-18pt;margin:0 0 0 36pt;"><span style="font-size:12pt;color:black;line-height:115%;"><span><span style="font-family:Calibri;">a.</span><span style="font:7pt &quot;">      </span></span></span><span style="font-size:12pt;color:black;line-height:115%;"><span style="font-family:Calibri;">Kebutuhan masyarakat tidak pernah diidentifikasi secara akurat oleh pemerintah. Tidak pernah ada survey dan kajian yang serius dan periodik dari pemerintah untuk mengetahui kebutuhan masyarakat. Para pejabat dan wakil rakyat kita hanya pintar bicara, namun tidak bisa mendengarkan hal-hal yang benar-benar merupakan <em>society &amp; community voice</em>. Oleh karena itu, yang mungkin terjadi adalah program CSR akan dipolitisir untuk kepentingan menjalankan kebijakan populis Gubernur, tanpa dikaitkan dengan kebutuhan riil dari masyarakat yang menjadi obyek CSR </span></span></p>
<p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin:0 0 0 36pt;"><span style="font-size:12pt;color:black;line-height:115%;"><span style="font-family:Calibri;"> </span></span></p>
<p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="text-indent:-18pt;margin:0 0 0 36pt;"><span style="font-size:12pt;color:black;line-height:115%;"><span><span style="font-family:Calibri;">b.</span><span style="font:7pt &quot;">      </span></span></span><span style="font-size:12pt;color:black;line-height:115%;"><span style="font-family:Calibri;">Tidak ada data base yang <em>update</em> dan akurat mengenai kondisi masyarakat, program pembangunan, dan efektivitas hasilnya. Semua orang tahu, database di kantor statistik dan di kantor-kantor dinas tidak jelas asal usulnya. Database BLT yang sangat penting saja masih berantakan, apalagi data untuk kepentingan CSR. Prilaku para birokrat kita adalah kalau anggarannya tidak ada, maka pengumpulan data saja tidak akan dikerjakan. Abibatnya akan banyak data-data hasil intrapolasi atau ekstrapolasi yang akurasinya di sangsikan. Jadi pengusaha harus secara kritis mempertanyakan peta sasaran CSR yang akan diajukan oleh pemerintah propinsi</span></span></p>
<p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin:0 0 0 36pt;"><span style="font-size:12pt;color:black;line-height:115%;"><span style="font-family:Calibri;"> </span></span></p>
<p class="MsoListParagraphCxSpLast" style="text-indent:-18pt;margin:0 0 10pt 36pt;"><span style="font-size:12pt;color:black;line-height:115%;"><span><span style="font-family:Calibri;">c.</span><span style="font:7pt &quot;">       </span></span></span><span style="font-size:12pt;color:black;line-height:115%;"><span style="font-family:Calibri;">Para pejabat dan birokrat itu, kepentingan utamanya adalah mempertahankan jabatan dan posisinya. Sehingga egoisme sektoral dan egoism level di pemerintahan pun masih dominan. Konsep Pembangunan yang terintegrasi dan menyeluruh biasanya merupakan lips service saja sedangkan dalan pelaksanaanya mereka tetap akan memperjuangkan kepentingannya sendiri-sendiri. Oleh karena itu, <span> </span>kekhawatiran tumpang tindih program dan kegiatan pembangunan tidak berarti akan hilang. <span> </span>Toh rencana pembangunan dalam blue printnya pemerintahpun masih acak adut. Karena ini menyangkut prilaku para birokrat dan wakil rakyat yang masih <em>uncivilized. </em></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:12pt;color:black;line-height:115%;"><span style="font-family:Calibri;">Jadi kalau kondisi di atas tidak dapat diatasi, maka keterlibatan pemerintah propinsi dalam CSR hanya ingin mencari popularitas dan ingin menjadi pahlawan kesiangan saja. CSR hanya akan dijadikan proyek tambahan di Jajaran Gubernur, tanpa memberikan perubahan hasil. Saran saya pada pemerintah propinsi, urus aja dulu pekerjaan utama anda yang ada dalam APBD. Jangan nimbrung ke pekerjaan yang sedang dikerjakan orang lain. Orang swasta kan tidak lebih bodoh dari orang pemerintah. Jadi jangan sok pinter….dan sok kuasa….!</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span><span style="font-family:Calibri;"> </span></span></p>
<p><font face="&quot;"><font size="3"></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"> </p>
<p></font></font></span><font face="&quot;"></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"> </p>
<p></font></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"> </p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/yudipram.wordpress.com/69/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/yudipram.wordpress.com/69/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/yudipram.wordpress.com/69/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/yudipram.wordpress.com/69/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/yudipram.wordpress.com/69/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/yudipram.wordpress.com/69/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/yudipram.wordpress.com/69/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/yudipram.wordpress.com/69/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/yudipram.wordpress.com/69/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/yudipram.wordpress.com/69/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/yudipram.wordpress.com/69/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/yudipram.wordpress.com/69/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=yudipram.wordpress.com&blog=3780612&post=69&subd=yudipram&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://yudipram.wordpress.com/2008/07/20/pahlawan-kesiangan-dalam-corporate-social-responsibility-by-yudi-pram/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/685a16004e179fd4aac62f73ab930b10?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">yudipram</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://yudipram.files.wordpress.com/2008/07/dago-pakar-rusak.jpg?w=300" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Elit partai sebagai Political Broker, Sales Outlet, dan Salesman untuk Calon Pemimpin Publik (by Yudi Pram)</title>
		<link>http://yudipram.wordpress.com/2008/06/30/elit-partai-sebagai-political-broker-sales-outles-dan-salesman-untuk-calon-pemimpin-publik-by-yudi-pram/</link>
		<comments>http://yudipram.wordpress.com/2008/06/30/elit-partai-sebagai-political-broker-sales-outles-dan-salesman-untuk-calon-pemimpin-publik-by-yudi-pram/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 30 Jun 2008 10:59:53 +0000</pubDate>
		<dc:creator>yudipram</dc:creator>
				<category><![CDATA[lingkungan & Pembangunan]]></category>
		<category><![CDATA[anggota dpr]]></category>
		<category><![CDATA[bupati]]></category>
		<category><![CDATA[distribution channel. sales outlet]]></category>
		<category><![CDATA[gubernur]]></category>
		<category><![CDATA[pemimpin publik]]></category>
		<category><![CDATA[pilkada]]></category>
		<category><![CDATA[political broker]]></category>
		<category><![CDATA[presiden]]></category>
		<category><![CDATA[salesman]]></category>
		<category><![CDATA[walikota]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://yudipram.wordpress.com/?p=54</guid>
		<description><![CDATA[Hingar bingar pemilihan pemimpin publik di negeri ini tidak akan pernah sepi. Layaknya pagelaran musik rock di lapangan terbuka, pemilihan pemimpin publik sekarang ini tidak jarang juga diakhiri dengan tawuran penonton (baca: rakyat pemilih). Tawurannya bisa berlarut-larut, apalagi jika si artis yang ada dipanggung ikut menjadi sponsor tawuran. Kampungan memang! Tapi itulah fakta yang masih [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=yudipram.wordpress.com&blog=3780612&post=54&subd=yudipram&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;"><a href="http://yudipram.files.wordpress.com/2008/06/election.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-55" src="http://yudipram.files.wordpress.com/2008/06/election.jpg?w=200&#038;h=165" alt="" width="200" height="165" /></a>Hingar bingar pemilihan pemimpin publik di negeri ini tidak akan pernah sepi. Layaknya pagelaran musik rock di lapangan terbuka, pemilihan pemimpin publik sekarang ini tidak jarang juga diakhiri dengan tawuran penonton (baca: rakyat pemilih). Tawurannya bisa berlarut-larut, apalagi jika si artis yang ada dipanggung ikut menjadi sponsor tawuran. Kampungan memang! Tapi itulah fakta yang masih akan terjadi saat ini. Kalau dihitung-hitung kira-kira ada 500an forum pemilu yang diselenggarakan untuk menentukan elit bangsa ini dalam setiap 5 tahunan. Terdiri dari sekitar 3 kali pemilu untuk memilih wakil rakyat dan presiden &amp; wakilnya, sekitar 33 kali pemilu untuk memilih gubernur &amp; wakilnya, serta sekitar 460an pemilu untuk memilih bupati/walikota &amp; wakilnya. Jadi bisa dibayangkan rata-rata dalam 1 tahun ada 100 pemilu, atau rata-rata setiap 3-4 hari ada pemilu di Indonesia ini. Waduuuh luar biasa, luar biasa sekali ritual demokrasi kita sekarang ini. Biaya yang dibuang untuk pemilu ini pasti sangat besar, namun efektivitasnya untuk menghasilkan pemimpin yang mumpuni harus dipertanyakan dan dikritisi secara massal.<span>  </span><span> </span>Masalahnya adalah apakah kuantitas pemilu yang ada sekarang ni sudah sebanding dengan kualitas pemimpin yang dihasilkan? Rasanya sih masih tidak sebanding dan masih jauh dari harapan. Kualitas pemimpin yang terpilih yang sebegitu-sebegitu saja. Secara proses, kita memang sudah berbeda dibanding dengan jaman orde baru dulu, namun<span>  </span>orang-orang yang terpilih menjadi elit bangsa lebih dominan dari yang “tong kosong nyaring bunyinya”. Meskipun ini judgment kualitatif, tapi semua orang tahu persis lah, bagaimana kualitas yang mulia para wakil rakyat di<span>  </span>DPR sana. <span id="more-54"></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Saat ini pesta pora ritual pemilihan elit bangsa penentu arah negara dan pensejahtera rakyat, yakni para anggota DPR/DPRD, presiden, gubernur, dan bupati/walikota, hanya dikendalikan secara eksklusif oleh segelintir orang. Orang-orang inilah yang menjadi subyek penentu hitam-putihnya bangsa ini. Mengapa demikian? Karena sejatinya, rakyat hanya dilibatkan sebagai obyek saja. Terasa <span> </span>sangat menyedihkan demokrasi di Negara tercinta ini. Sebagian mencoba menghibur diri, dengan mengatakan bahwa kita masih belajar, masih ada dalam tahapan <em>initial development</em>. Tapi ini pembelaan yang tidak masuk akal. <span> </span><em>Impossible </em>lah kalau dari 240 juta orang Indonesia ini tidak ditemukan 500 orang yang berkualitas untuk menjadi pemimpin bangsa ini! Apakah untuk menemukannya, sama sulitnya dengan menemukan 11 atlet sepakbola untuk<span>  </span>pemain PSSI yang selalu kalahan itu?<span>  </span>Yang bermoral, yang berpendidikan, yang berpengalaman, dan yang memiliki komitmen berkebangsaan pasti banyak, ini bisa jadi kandidat. Tetapi pada kenyataannya sulit sekali muncul. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Menurut hemat saya, ada beberapa hal yang menjadi faktor penyebab, mengapa bangsa ini sulit memilih pemimpin yang berkualitas, antara lain:</span></p>
<ol style="margin-top:0;" type="1">
<li class="MsoNormal"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Saluran yang memungkinkan para kandidat terbaik untuk muncul ke panggung pemilihan nampaknya sangat sedikit dan sempit. Pengelolaan saluran ini cenderung dimonopoli oleh segelintir orang,<span>  </span>yang menjadi elit partai politik. Padahal saluran ini merupakan infrastruktur untuk melakukan <em>delivery</em> produk (baca: kandidat) ke <em>market </em>(baca: calon pemilih). Para elit partai ini menjadi <em>broker</em> politik dan <em>salesman </em>yang sangat powerful. <span> </span>Disini letak permasalahannya. Apalagi ada sebagaian partai politik, yang karakternya seperti kerajaan. Kalau orangtuanya menjadi pendiri dan pemimpin partai, maka keluarga dan anak-anaknya punya jalur cepat untuk menjadi elit partai.<span>  </span>Ini adalah kultur yang jauh dari meritokrasi, dan dekat dengan nepotisme. Tentu saja akan berpotensi menjadi sumbatan aliran darah aspirasi rakyat </span></li>
<li class="MsoNormal"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Sempitnya saluran, membuat <em>display </em>di <em>sales outlet</em> (baca: panggung pemilihan) menjadi berharga mahal. Seperti dalam ilmu manajemen saluran distribusi. Ketika posisi tawar pengelola saluran distribusi meningkat, maka mereka akan cenderung meminta margin yang lebih tinggi. Logika inilah yang nampaknya dimainkan oleh para elit partai untuk mengeruk keuntungan, dalam mempertebal isi dompet partai, dan isi dompet elit partai. Oleh karena untuk tampil di <em>sales outlet</em> ini cukup mahal, akhirnya akan men<em>discourage</em> kandidat-kandidat terbaik untuk tampil. Apalagi, pandangan umum menyatakan bahwa praktek mendapatkan margin tinggi ini dianggap sebagai praktek tidak fair dan tidak beretika. Merupakan tindakan tercela jika <span> </span>mengambil keuntungan jangka pendek dari buruknya Undang-undang yang dibuat oleh orang-orang DPR juga.</span></li>
<li class="MsoNormal"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Rakyat sebagai pemilih cenderung tidak berdaya. Kadang-kadang rakyat bersedia dipermainkan dalam sandiwara kelas tinggi, berada dalam skenario konspirasi tingkat tinggi. Kartel yang dimainkan oleh elit partai, tidak bisa dilawan oleh rakyat sebagai pemilih. Karena pilihan menjadi golput, sebagai ekspresi tidak memiliki preferensi pada kandidat yang ada, ternyata tidak memberikan pengaruh terhadap legitimasi formal pemimpin yang terpilih. Contohnya, dalam Pilkada Gubernur Jawa Barat, yang menang sebetulnya Golput (jumlahnya 40 %an), tapi yang dikukuhkan menjadi Gubernur kan tetap Hade! Ya inilah nasibnya rakyat, selalu diperdaya oleh aturan yang dibuat oleh elit partai.</span></li>
</ol>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Dalam tulisan ini, saya bukan mau jadi analis politik. Saya sebenarnya ingin mengangkat hal penting dalam marketing. Dari fenomena para political broker ini, yaitu segelintir elit partai yang <span> </span>sangat berperan sebagai king maker, sebenarnya ada pelajaran bagus. Pelajarannya adalah ternyata untuk menguasai market, tidak perlu produk bagus. Produk bagus tidak ada gunanya jika tidak tersedia di pasar. Kalau anda menguasai saluran distribusi, maka produk jelekpun akan terpaksa dibeli orang. Jadi perang pemasaran yang sesungguhnya, sebetulnya <span> </span>ada pada tingkatan saluran distribusi. Produk bagus, tapi tidak sampai dan tidak terkomunikasikan di outlet, ya gudbay dan wassalam saja! Itu yang nampaknya terjadi sekarang ini, banyak orang yang berkualitas yang mestinya bisa jadi kandidat pemimpin bangsa ini. Namun infrastruktur dan sistem politik yang ada tidak dapat diakses oleh para kandidat ini. Baru-baru ini, kawan saya,<span>  </span><span> </span>Ir.Hetifah Sjaifuidin,MUP,PhD, yang mengukur diri merasa mampu<span>  </span>menjadi wakil walikota Bandung,<span>  </span>mengalami kesulitan untuk mengakses saluran distribusi dan sales outlet yang ada. Professional yang kaya pengalaman dalam urusan tata kota dan pembangunan masyarakat ini tidak bisa tampil dalam etalase pilkada, meskipun Urban Planner jebolan ITB, Master lulusan Singapore, dan Doktor dari Australia ini, punya kapabilitas dan kompetensi yang relevan. Ya itulah realita, <em>keep moving</em> Het&#8230;smoga tetap konsisten dengan idealismenya!</span></p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/yudipram.wordpress.com/54/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/yudipram.wordpress.com/54/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/yudipram.wordpress.com/54/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/yudipram.wordpress.com/54/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/yudipram.wordpress.com/54/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/yudipram.wordpress.com/54/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/yudipram.wordpress.com/54/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/yudipram.wordpress.com/54/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/yudipram.wordpress.com/54/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/yudipram.wordpress.com/54/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/yudipram.wordpress.com/54/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/yudipram.wordpress.com/54/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=yudipram.wordpress.com&blog=3780612&post=54&subd=yudipram&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://yudipram.wordpress.com/2008/06/30/elit-partai-sebagai-political-broker-sales-outles-dan-salesman-untuk-calon-pemimpin-publik-by-yudi-pram/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/685a16004e179fd4aac62f73ab930b10?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">yudipram</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://yudipram.files.wordpress.com/2008/06/election.jpg?w=200" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Green Product, Green Corporate Thinking, Save The World  (by Yudi Pram)</title>
		<link>http://yudipram.wordpress.com/2008/06/18/green-product-green-corporate-thinking-save-the-world-by-yudi-pram/</link>
		<comments>http://yudipram.wordpress.com/2008/06/18/green-product-green-corporate-thinking-save-the-world-by-yudi-pram/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 18 Jun 2008 02:45:05 +0000</pubDate>
		<dc:creator>yudipram</dc:creator>
				<category><![CDATA[lingkungan & Pembangunan]]></category>
		<category><![CDATA[green corporate thinking]]></category>
		<category><![CDATA[green product]]></category>
		<category><![CDATA[save the wolrd]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://yudipram.wordpress.com/?p=37</guid>
		<description><![CDATA[Kawan lama saya semasa kami bekerja di Perusahaan Real Estate dulu, hari senin 16/06/08 yang lalu meminta saya untuk menjadi juri penilai dalam kegiatan Young Entrepreneur Expo. Tugas saya adalah menilai para peserta pamaeran. Ini adalah pameran ide-ide kelompok anak muda dalam menciptakan peluang usaha baru, suatu kegiatan yang perlu didorong dan didukung oleh semua [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=yudipram.wordpress.com&blog=3780612&post=37&subd=yudipram&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Calibri;"><a href="http://yudipram.files.wordpress.com/2008/06/entre-expo.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-38" src="http://yudipram.files.wordpress.com/2008/06/entre-expo.jpg?w=280&#038;h=210" alt="stand pameran entre expo" width="280" height="210" /></a>Kawan lama saya semasa kami bekerja di Perusahaan Real Estate dulu, hari senin 16/06/08 yang lalu meminta saya untuk menjadi juri penilai dalam kegiatan <em>Young Entrepreneur Expo</em>. Tugas saya adalah menilai para peserta pamaeran. Ini adalah pameran ide-ide kelompok anak muda dalam menciptakan peluang usaha baru, suatu kegiatan yang perlu didorong dan didukung oleh semua pihak yang khawatir dengan tingginya tingkat pengangguran dan kemiskinan ( sekali-sekali sok mikirin negara gapapa kan?). Menurut saya, expo ini sangat positif dibanding demo BBM yang malah menghambur-hamburkan BBM karena bikin jalan jadi macet. Pameran yang bertempat di GSG Universitas Khatolik Parahyangan ini, layak untuk diapresiasi mengingat ada beberapa gagasan bisnis yang inovatif dan kreatif. Setidaknya ada 2 kelompok yang menarik perhatian saya dari 12 kelompok yang menjadi peserta dalam expo ini: <span> </span></span></span></p>
<p class="MsoListParagraphCxSpFirst" style="text-indent:-21.3pt;margin:0 0 0 21.3pt;"><span><span><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">(i)</span><span style="font:7pt;">     </span></span></span><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">yang pertama adalah <em>Stand Trees</em>, yang menggagas pembuatan kantong promosi yang berbahan material ramah lingkungan. Ide sederhana ini bisa efektif kalau mampu menyentuh aspek emosional konsumen tentang pentingnya memulai penyelamatan lingkungan dari hal yang kecil-kecil; Ide plus slogan <em>save the world</em> menjadi keunikan yang dijual kelompok ini</span></p>
<p class="MsoListParagraphCxSpLast" style="text-indent:-21.3pt;margin:0 0 10pt 21.3pt;"><span><span><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">(ii)</span><span style="font:7pt;">    </span></span></span><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">yang kedua adalah <em>Stand Thumbrella</em> yang menggagas pembuatan payung sekali pakai (<em>disposable</em>) yang juga berbahan dari material ramah lingkungan. Meskipun baru sebatas <em>artist impression</em>, dan belum sampai ke <em>prototype</em> produk. Namun upaya untuk mengkomersilkan kebutuhan kepraktisan melalui desain produk yang atraktif ini cukup berpotensi untuk menarik konsumen; ide plus keunikan desain menjadi daya jual dari kelompok ini<span id="more-37"></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Ada 2 (dua) Ide besar dibalik bisnis yang ingin dikembangkan oleh kedua kelompok, antara lain: (i) kita perlu menyelamatkan kelestarian lingkungan mulai sekarang dan dimulai dari diri sendiri; (ii) upaya penyelamatan lingkungan juga akan peluang bisnisnya kalau kita berhasil mengedukasi pelanggan dengan baik. Contoh <em>success story</em>nya adalah <em>Body Shop</em>. Gagasan ini rasanya perlu diprovokasikan ke lebih banyak pengusaha di Indonesia. Di tengah-tengah gelombang para pengusaha amoral yang mengekploitasi (baca: merusak) lingkungan tanpa kenal ampun, maka adanya orientasi bisnis yang berbasis pelestarian lingkungan perlu disupport secara <em>all out</em>. Jangan cuma mendukung tim piala eropa aja <em>atuh</em>. Jangan juga cuma mendukung pilkada yang suka mengadu domba massa pemilih untuk kepentingan pengurus partai. Ayo, coba urus dulu tuh lingkungan hidup.<span> </span>Ok, <em>go head </em>Ivana! (Ivana adalah anggota kelompok Trees yang sangat semangat menjelaskan konsep bisnisnya)</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Mengapa harus <em>Green Product, Green Business</em>, dan <em>Save the World</em>?</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Kekhawatiran penurunan daya dukung lingkungan semakin meluas di kalangan masyarakat. Siapa yang ngga takut kepanasan, kebanjiran,pulau jawa tenggelam, keracunan logam berat, berbagai macam kanker, dll. Kiamat akan lebih cepat datang kalau penduduk bumi bertindak bodoh. Setidaknya kiamat kecil lah, karena kiamat yang sesungguhnya hanya Allah yang tahu, Subhanallah&#8230;! <span> </span>Secara garis besar ada 2 tindakan bodoh manusia yang akan mempercepat kiamat: </span></p>
<p class="MsoListParagraphCxSpFirst" style="text-indent:-21.3pt;margin:0 0 0 21.3pt;"><span><span><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">(i)</span><span style="font:7pt;">        </span></span></span><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Gagal mengendalikan perkembangan penduduk, padahal luas tanah tidak berubah. Kalau penduduk bertambah terus, maka akan mengintervensi habitat mahluk hidup lain sehingga membuat mahluk lain gga lagi kebagian tempat hidup, yang pada akhirnya akan mati. <span> </span>Kecuali kalau bisa <em>ngojay</em>, hidup dengan habitat air, seperti si deni manusia ikan; <em>blup bluup ooaamha argh puubh ogleeepl</em> Jadi penduduk jangan nambah terus.</span></p>
<p class="MsoListParagraphCxSpLast" style="text-indent:-21.3pt;margin:0 0 10pt 21.3pt;"><span><span><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">(ii)</span><span style="font:7pt;">      </span></span></span><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Gagal memelihara keanekaragaman hayati dan mempertahankan kekayaan plasma nuftah, karena melakukan eksploitasi lingkungan yang tanpa perhitungan serta tidak melihat kepentingan jangka panjang. Padahal keanekaragaman hayati dan plasma nuftah adalah sumber makanan dan sumber pemenuh macam-macam kebutuhan hidup manusia. (wah ini pelajarannya Pa Aat, nama pendek bapak RE Soeriaatmadja, PhD, dari dosen m.k Pengetahuan Lingkungan, semasa saya kuliah dulu). Jadi <em>biosphere</em> ini harus dipelihara</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Dalam konteks saat ini maka bisnis mestinya berkontribusi positif pada kedua hal di atas. Bisnis harus mampu mengendalikan perkembangan penduduk, dan bisnis harus mampu memelihara lingkungan. Oleh karena itu <em>green corporate thinking</em> perlu dikembangkan ketika perusahaan akan melahirkan produk-produk baru. Prinsip-prinsip <em>Enviro-Management</em>, harus seoptimal mungkin di <em>implanting</em> kedalam praktek bisnis sehari-hari. Kegiatan produksi dan konsumsi harus sadar lingkungan. Ide-ide yang termasuk dalam <em>green corporate thinking</em> adalah:</span></p>
<p class="MsoListParagraphCxSpFirst" style="text-indent:-1cm;margin:0 0 0 1cm;"><span><span><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">(i)</span><span style="font:7pt;">             </span></span></span><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Calibri;"><em>environmentalism as value added</em>, jadikan kampanye penyelamatan lingkungan sebagai positioning perusahaan untuk membuat <em>distance</em> yang signifikan dengan para pemain di industry. Buatlah semuanya kembali ke alam. Tapi bukan Alam Mbah Dukun dan Fety Vera, karena kita bukan mau ngedangdut, apa lagi ngebor, wong lapindo aja belum beres-beres!</span></span></p>
<p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="text-indent:-1cm;margin:0 0 0 1cm;"><span><span><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">(ii)</span><span style="font:7pt;">           </span></span></span><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Calibri;"><em>waste is an unusual resource</em>, manfaatkan sampah dan barang bekas pakai untuk sumber daya dan bahan baku. Kita harus berkampanye dan berteriak “<em>Recycle,…recycle,….recycle</em>!” Coba anda tirukan seperti kenek angkot berteriak “caheum …ledeng,…caheum…ledeng”. Selain anda akan dianggap berhati mulia karena memberikan pekerjaan kepada para pemulung, teriakan ini juga bisa anda jadikan ajang latihan sebelum ikut audisi <em>Indonesian Idol</em>.</span></span></p>
<p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="text-indent:-1cm;margin:0 0 0 1cm;"><span><span><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">(iii)</span><span style="font:7pt;">          </span></span></span><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Calibri;"><em>prevent pollution</em>, kendalikan proses produksi dan outputnya jangan sampai menimbulkan polusi. Jangan memproduksi limbah untuk dibuang ke tanah, ke laut, dan ke udara. Kalaupun ada limbah, harus diantisipasi dengan menyiapkan pengurainya, agar tidak menjadi racun yang berbahaya, termasuk didalamnya hati-hati kalau mau kentut</span></span></p>
<p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="text-indent:-1cm;margin:0 0 0 1cm;"><span><span><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">(iv)</span><span style="font:7pt;">         </span></span></span><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Calibri;"><em>save energy</em> (pronounciationnya harus bener, bukan sep energi, karena anda tidak bicara dengan si usep), lakukan penghematan energy. Gunakan teknologi hemat energy. Yang ini pasti disokong penuh oleh PLN, untuk membantu agar tidak terjadi pemadaman listrik seperti yang sekarang ini sering terjadi.</span></span></p>
<p class="MsoListParagraphCxSpLast" style="text-indent:-1cm;margin:0 0 10pt 1cm;"><span><span><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">(v)</span><span style="font:7pt;">           </span></span></span><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Calibri;"><em>meet your green customers</em>, penuhi kebutuhan pelanggan yang juga ingin menyelematkan atau melestarikan lingkungan. Komunitas yang sadar lingkungan pasti sudah banyak juga, <em>awareness</em> dan preferensinya terhadap kelestarian lingkungan harus segera ditangkap sebagai basis pelanggan untuk <em>green product</em>.</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Gimana, <em>make sense</em> ga? Mik lah!</span></p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/yudipram.wordpress.com/37/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/yudipram.wordpress.com/37/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/yudipram.wordpress.com/37/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/yudipram.wordpress.com/37/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/yudipram.wordpress.com/37/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/yudipram.wordpress.com/37/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/yudipram.wordpress.com/37/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/yudipram.wordpress.com/37/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/yudipram.wordpress.com/37/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/yudipram.wordpress.com/37/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/yudipram.wordpress.com/37/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/yudipram.wordpress.com/37/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=yudipram.wordpress.com&blog=3780612&post=37&subd=yudipram&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://yudipram.wordpress.com/2008/06/18/green-product-green-corporate-thinking-save-the-world-by-yudi-pram/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/685a16004e179fd4aac62f73ab930b10?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">yudipram</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://yudipram.files.wordpress.com/2008/06/entre-expo.jpg?w=280" medium="image">
			<media:title type="html">stand pameran entre expo</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Kebangkitan Nasional 2008 = Kebangkitan Kesemerawutan (by Yudi Pram)</title>
		<link>http://yudipram.wordpress.com/2008/05/26/kebangkitan-nasional-2008-kebangkitan-kesemerawutan/</link>
		<comments>http://yudipram.wordpress.com/2008/05/26/kebangkitan-nasional-2008-kebangkitan-kesemerawutan/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 26 May 2008 04:32:38 +0000</pubDate>
		<dc:creator>yudipram</dc:creator>
				<category><![CDATA[lingkungan & Pembangunan]]></category>
		<category><![CDATA[Add new tag]]></category>
		<category><![CDATA[merdeka]]></category>
		<category><![CDATA[bangsa indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[kebangkitan nasional]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://yudipram.wordpress.com/?p=6</guid>
		<description><![CDATA[Bulan Mei 2008 ini diperingati 100 tahun kebangkitan nasional indonesia, sekaligus 10 tahun reformasi. Tapi tunggu dulu, apakah betul indonesia sudah bangkit dan sudah direformasi. Apanya yang sudah bangkit? Kalau diperhatikan, quality of life dari sebagian orang indonesia memang membaik, namun sebagian lagi masih tetap bodoh, penyakitan, dan miskin materi.  Dan jangan lupa, peningkatan quality [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=yudipram.wordpress.com&blog=3780612&post=6&subd=yudipram&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Bulan Mei 2008 ini diperingati 100 tahun kebangkitan nasional indonesia, sekaligus 10 tahun reformasi. Tapi tunggu dulu, apakah betul indonesia sudah bangkit dan sudah direformasi. Apanya yang sudah bangkit? Kalau diperhatikan, quality of life dari sebagian orang indonesia memang membaik, namun sebagian lagi masih tetap bodoh, penyakitan, dan miskin materi.  Dan jangan lupa, peningkatan quality of life dari sebagain orang indonesia ini harus dibayar dengan:  gundulnya hutan, turunnya permukaan air tanah, punahnya spesies binatang dan tumbuhan tropis, rusaknya bangunan2 bersejarah, meningatnya polusi, serta hilangnya nilai-nilai luhur moral bangsa yang bersahaja dan patriotik. Jadi yang harus dipertanyakan adalah: perubahan status dari terjajah menjadi merdeka ini apakah merupakan kemenangan bangsa, atau hanya merupakan &#8216;zero sum game&#8217; saja. <span id="more-6"></span></p>
<p>Artinya hasil akhir atau resultante dari kondisi terjajah dan kondisi merdeka, sebenarnya sama saja. Kalau proporsi antara kondisi pintar-bodoh, kaya-miskin, sehat-sakit, soleh-jahat, tidak ada perubahan antara pada saat terjajah dan merdeka, maka apanya yang bangkit? Jadi yang berubah selama ini hanya contextnya saya, sedangkan contentnya dari dulu gitu gitu aja. Setelah 10 tahun reformasi pun, ternyata tambah semerawut, semua orang semakin semau gue. Bukannya semakin civilized, tapi malah semakin tidak beradab: Politisi busuk masuk DPR, Balon Pilkada yang Berpolitik Uang malah terpilih, Konglomerat hitam dapat bantuan likuiditas BI, Koruptor bisa kabur, Narkoba-judi-pelacuran merajalela (kata SLANK). Intinya adalah sistem politik, ekonomi, dan kemasyarakatan kita malah dalam kondisi disorder, chaos, dan semerawut. </p>
<p>Kalau dilihat di foto-foto jaman dulu, nampaknya hidup lebih teratur. Kota-kota tertata rapih, PKL tidak semerawut, lingkungan hidup asri, udara segar, tidak ada banjir, dan hidup penuh sopan santun. Mungkin, orang indonesia memang tidak siap untuk merdeka&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230; Dikasih kesempatan kok disia-siakan.</p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/yudipram.wordpress.com/6/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/yudipram.wordpress.com/6/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/yudipram.wordpress.com/6/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/yudipram.wordpress.com/6/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/yudipram.wordpress.com/6/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/yudipram.wordpress.com/6/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/yudipram.wordpress.com/6/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/yudipram.wordpress.com/6/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/yudipram.wordpress.com/6/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/yudipram.wordpress.com/6/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/yudipram.wordpress.com/6/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/yudipram.wordpress.com/6/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=yudipram.wordpress.com&blog=3780612&post=6&subd=yudipram&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://yudipram.wordpress.com/2008/05/26/kebangkitan-nasional-2008-kebangkitan-kesemerawutan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/685a16004e179fd4aac62f73ab930b10?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">yudipram</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>