<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Yudipram Knowledge Brokering Forum</title>
	<atom:link href="http://yudipram.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://yudipram.wordpress.com</link>
	<description>observe, think, feel, &#38; speak up !!!</description>
	<lastBuildDate>Mon, 08 Jun 2009 03:48:19 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<cloud domain='yudipram.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://www.gravatar.com/blavatar/599074ddb677b4dfe0acfa4f55ec5c71?s=96&#038;d=http://s.wordpress.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>Yudipram Knowledge Brokering Forum</title>
		<link>http://yudipram.wordpress.com</link>
	</image>
			<item>
		<title>Tugas Intermedia Business Process (for Medcom Only)</title>
		<link>http://yudipram.wordpress.com/2009/06/08/tugas-intermedia-business-process-for-medcom-only/</link>
		<comments>http://yudipram.wordpress.com/2009/06/08/tugas-intermedia-business-process-for-medcom-only/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 08 Jun 2009 03:48:19 +0000</pubDate>
		<dc:creator>yudipram</dc:creator>
				<category><![CDATA[Materi Kuliah]]></category>
		<category><![CDATA[institut manajemen telkom]]></category>
		<category><![CDATA[intermedia business process]]></category>
		<category><![CDATA[tugas intermedia business process]]></category>
		<category><![CDATA[tugas semesteran]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://yudipram.wordpress.com/?p=208</guid>
		<description><![CDATA[Nama tugas: Pemetaan Proses Bisnis Antar Media dan Implikasinya pada Karakter &#38; Spesifikasi  Konten Antar Media
Esensi penugasan : Membuat perbandingan proses bisnis antar media, lalu mengidentifikasi profil dan needs auidense di setiap media, serta merumuskan karakter dan spesifikasi konten yang cocok dengan proses bisnis dan profil audiensenya tersebut
Tujuan: (1) mengetahui proses bisnis semua media; (2) [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=yudipram.wordpress.com&blog=3780612&post=208&subd=yudipram&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Nama tugas: Pemetaan Proses Bisnis Antar Media dan Implikasinya pada Karakter &amp; Spesifikasi  Konten Antar Media</p>
<p>Esensi penugasan : Membuat perbandingan proses bisnis antar media, lalu mengidentifikasi profil dan needs auidense di setiap media, serta merumuskan karakter dan spesifikasi konten yang cocok dengan proses bisnis dan profil audiensenya tersebut</p>
<p>Tujuan: (1) mengetahui proses bisnis semua media; (2) mengetahui karakter audiense semua media); (3) mengetahui dampak dari proses bisnis dan karakter audiense nya terhadap karakter dan spesifikasi konten dari setiap media.</p>
<p>Teknis pengerjaan tugas: (i) dikerjakan per kelompok dengan anggota maksimal  orang; (2) lakukan seerching dan googling sebanyak-banyaknya mengenai informasi proses bisnis semua media; (3) jika masih kurang cari sumber data lain, misalnya observasi, laporan tahunan, danlain-lain; (4) tambahkan visualisasi dan ilustrasi untuk memperkuat efek kelengkapan data; (5) buat analisis perbandingkan dan rumuskan dampaknya terhadap spesifikasi kontent</p>
<p>Outline laporan:</p>
<p>Judul : Pemetaan Proses Bisnis Antar Media dan Dampaknya pada Spesifikasi Konten</p>
<p>Sebutkan Nama Kelompok, disertai NPM dan Foto Seluruh Anggota Kelompok</p>
<p>Daftar Isi:</p>
<p>1. Pendahuluan: paparkan latar belakang, tujuan, dan metoda pengerjaan tugas ini</p>
<p>2. Perbandingan Proses Bisnis Antar Media dan Karakter Audiensenya: buat tabel perbandingan proses bisnis antar media, dari mulai proses-proses di eksternal, sampai dengan proses-proses di internal. identifikasi apa uniqueness dari masing-masing media. dan identifikasi juga dampak keunikan setiap media terhadap pembentukan profil dan karakter audiencenya</p>
<p>3. Perbandingan Spesifikasi Konten Antar Media: Identifikasi dari apa dampaknyadari perbedaan proses bisnis dan audiensenya  terhadap kontent, dan perbandingkan dalam bentuk tabel. berikan ilustrasi dan visualisasi dari kontentnya. makin detail makin baik.</p>
<p>4. Kesimpulan: simpulkan apa efek dari proses bisnis dan keunikan kontent tersebut terhadap rumusan strategi bisnis masing-masing media&#8230;.</p>
<p>Daftar Pustaka</p>
<p>Lampiran</p>
<p>Selamat mengerjakan&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;..</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/yudipram.wordpress.com/208/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/yudipram.wordpress.com/208/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/yudipram.wordpress.com/208/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/yudipram.wordpress.com/208/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/yudipram.wordpress.com/208/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/yudipram.wordpress.com/208/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/yudipram.wordpress.com/208/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/yudipram.wordpress.com/208/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/yudipram.wordpress.com/208/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/yudipram.wordpress.com/208/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=yudipram.wordpress.com&blog=3780612&post=208&subd=yudipram&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://yudipram.wordpress.com/2009/06/08/tugas-intermedia-business-process-for-medcom-only/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/685a16004e179fd4aac62f73ab930b10?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">yudipram</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Guideline Tugas Marketing Jasa Telekomunikasi &amp; Marketing Bisnis Media</title>
		<link>http://yudipram.wordpress.com/2009/05/26/guideline-tugas-marketing-jasa-telekomunikasi-marketing-bisnis-media/</link>
		<comments>http://yudipram.wordpress.com/2009/05/26/guideline-tugas-marketing-jasa-telekomunikasi-marketing-bisnis-media/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 26 May 2009 07:48:53 +0000</pubDate>
		<dc:creator>yudipram</dc:creator>
				<category><![CDATA[Materi Kuliah]]></category>
		<category><![CDATA[marketing audit]]></category>
		<category><![CDATA[marketing bisnis media]]></category>
		<category><![CDATA[marketing jasa telekomunikasi]]></category>
		<category><![CDATA[tugas mahasiswa IM Telkom]]></category>
		<category><![CDATA[tugas tugas perkuliahan marketing]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://yudipram.wordpress.com/?p=205</guid>
		<description><![CDATA[Guideline for Group Assignment of Marketing Audit
Untuk mata kuliah : Marketing Jasa Telekomunikasi Marketing Bisnis Media
Nama Tugas: Audit Strategi Pemasaran Perusahaan Jasa Telekomunikasi atau Perusahaan Jasa Media Komunikasi
Definisi Tugas: Audit Strategi Pemasaran, pada dasarnya adalah audit manajemen yang memeriksa dan menilai apakah strategi pemasaran yang dilakukan oleh suatu perusahaan sudah sesuai dengan lingkungan internal dan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=yudipram.wordpress.com&blog=3780612&post=205&subd=yudipram&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><em><strong>Guideline for Group Assignment of Marketing Audit</strong></em></p>
<p>Untuk mata kuliah : Marketing Jasa Telekomunikasi Marketing Bisnis Media</p>
<p><strong>Nama Tugas</strong>: Audit Strategi Pemasaran Perusahaan Jasa Telekomunikasi atau Perusahaan Jasa Media Komunikasi</p>
<p><strong>Definisi Tugas</strong>: Audit Strategi Pemasaran, pada dasarnya adalah audit manajemen yang memeriksa dan menilai apakah strategi pemasaran yang dilakukan oleh suatu perusahaan sudah sesuai dengan lingkungan internal dan lingkungan eksternal perusahaan tersebut atau tidak? Jika strategi sesuai dengan kondisi lingkungan makro dan kondisi lingkungan mikro perusahaan maka stratregi tersebut dapat dinyatakan merupakan strategi yang tepat.</p>
<p><strong>Tujuan:</strong> 1. Memahami pengertian audit pemasaran 2. Mengerahui tahapan dalam audit pemasaran 3. Melatih keterampilan dalam melakukan audit pemasaran</p>
<p><strong>Bentuk Penugasan</strong>: Tugas Kelompok dengan anggota antara 4-5 orang mahasiswa. Tidak boleh lebih! Kelompok yang anggotanya melebihi 5 orang tidak akan diperiksa dan dianggap tidak mengumpulkan</p>
<p><strong>Lingkup Penugasan</strong>: 1. Menetapkan perusahaan yang akan diaudit 2. Mengidentifikasn strategi pemasaran yang telah dijalankan oleh perusahaan pada saat ini 3. Mengidentifikasi kondisi internal perusahaan saat ini 4. Memeriksa kesesuaian strategi pemasaran saat ini dengan kondisi internal perusahaan 5. Mengidentifikasi kondisi eksternal perusahaan saat ini 6. Memeriksa keseuaian strategi pemasaran saat ini dengan kondisi eksternal perusahaan 7. Mengidentifikasi kelemahan-kelemahan dari strategi pemasaran saat ini 8. Merumuskan pernyempurnaan strategi pemasaran untuk perioda yang akan datang. <span id="more-205"></span></p>
<p><strong>Outline Pelaporan</strong>:</p>
<p><em>Cover</em></p>
<p>Judul: Audit Pemasaran PT………(sebut nama perusahaannya) Tahun 2008</p>
<p>Kelas : …. (sebutkan kelasnya)</p>
<p>Kelompok: ….. Anggota Kelompok ……. (disertai foto wajah)</p>
<p>Program Studi ……</p>
<p>Konsentrasi : …….</p>
<p>Institut Manajemen Telkom 2009</p>
<p><em><strong>Daftar Isi </strong></em></p>
<p>1. Pendahuluan 1.1 Latar belakang 1.2 Tujuan 1.3 Nama perusahaan obyek audit 1.4 Lingkup audit 1.5 Kegunaan 1.6 Sistematika pembahasan</p>
<p>2. Identifikasi strategi pemasaran yang telah dijalankan oleh perusahaan pada saat ini 2.1 Sasaran pemasaran 2.2 Target market 2.3 Brand equity &amp; brand positioning strategy 2.4 Marketing mix strategi 2.5 Sales strategi 2.6 Kinerja perusahaan saat ini 2.6.1 jumlah pelanggan 2.6.2 pangsa pasar 2.6.3 pendapatan dan profitability perusahaan</p>
<p>3. Identifikasi kondisi internal perusahaan saat ini 3.1 Sumber daya yang dimiliki perusahaan 3.1.1 Sumber daya keuangan 3.1.2 Sumber daya manusia 3.1.3 Sumberdaya teknologi 3.2 Proses bisnis perusahaan pada saat ini 3.2.1 Proses produksi 3.2.2 Proses pemasaran 3.2.3 Proses pelayanan dan retensi pelanggan 3.2.4 Proses R&amp;D 3.3 Struktur organisasi unit permasaran saat ini 3.4 Kekuatan perusahaan dibandingkan dengan pesaing</p>
<p>4. Audit kesesuaian strategi pemasaran saat ini dengan kondisi internal perusahaan 4.1 Kesesuian strategi dengan sumber daya yang dimiliki perusahaan 4.2 Kesesuaian strategi dengan proses bisnis perusahaan pada saat ini 4.3 Kesesuaian strategi dengan struktur organisasi unit permasaran saat ini 4.4 Penilaian kesesuaian strategi secara keseluruhan dengan kondisi internal perusahaan</p>
<p>5. Identifikasi kondisi eksternal perusahaan saat ini 5.1 Kondisi lingkungan makro (Politik-Ekonomi-Sosial-Teknologi) 5.2 Kondisi struktur industri dan struktur pasar 5.3 Ukuran pasar dan pertumbuhannya 5.4 Peta kebutuhan, keinginan, dan ekspektasi pelanggan</p>
<p>6. Identifikasi kesesuaian strategi pemasaran saat ini dengan kondisi eksternal perusahaan 6.1 Kesesuaian strategi dengan kondisi lingkungan makro 6.2 Kesesuaian strategi dengan kondisi struktur industri dan struktur pasar 6.3 Kesesuaian strategi dengan ukuran pasar dan pertumbuhannya 6.4 Kesesuaian strategi dengan peta kebutuhan, keinginan, dan ekspektasi pelanggan 6.5 Penilaian kesesuaian strategi secara keseluruhan dengan kondisi eksternal perusahaan</p>
<p>7. Identifikasi kelemahan-kelemahan dari strategi pemasaran saat ini 7.1 Kelemahan dalam sales strategi 7.2 Kelemahan dalam marketing mix 7.3 Kelemahan dalan brand equity dan brand positioning 7.4 Kelemahan dalan segmentasi 7.5 Kekurangan dalam penetapan sasaran pemasaran</p>
<p>8. Rumusan pernyempurnaan strategi pemasaran untuk perioda yang akan datang. 8.1 Usulan Sasaran pemasaran 8.2 Usulan Target market 8.3 Usulan Penyempurnaan Brand equity &amp; brand positioning strategy 8.4 Usulan Penyempurnaan Marketing mix strategi 8.5 Usulan Sales strategi </p>
<p>9. Lampiran</p>
<p><strong>Alat Bantu untuk Melakukan Audit</strong> : Pertanyaan2 dibawah ini dapat dijadikan alat bantu untuk melakukan pembahasan dan analisis dalam marketing audit.</p>
<p><em>Part I. Marketing Environment Audit Macro environment</em></p>
<p>A. Demographic What major demographic developments and trends poste opportunities or threats to this company? What actions has the company taken in response to these developments and trends?</p>
<p>B. Economic What major developments in income, prices, savings, and credit will affect the company? What actions has the company been taking in response to these developments and trends?</p>
<p>C. Environmental What is the outlook for the cost and availability of natural resources and energy needed by the company? What concerns have been expressed about the company’s role in pollution and conservation, and what steps has the company taken?</p>
<p>D. Technological What major changes are occurring in product and process technology? What is the company’s position in these technologies? What major generic substitutes might replace this product?</p>
<p>E. Political What changes in laws and regulations might affect marketing strategy and tactics? What is happening in the areas of pollution control, equal employment opportunity, product safety, advertising, price control, and so forth, that affects marketing strategy?</p>
<p>F. Cultural What is the public’s attitude toward business and toward the company’s products? What changes in customer lifestyles and values might affect the company?</p>
<p>Task Environment</p>
<p>A. Markets What is happening to market size, growth, geographical distribution, and profits? What are the major market segments?</p>
<p>B. Customers What are the customers’ needs and buying process? How do customers and prospects rate the company and its competitors on reputation, product quality, service, sales force, and price? How do different customer segments make their buying decisions?</p>
<p>C. Competitors Who are the major competitors? What are their objectives, strategies, strengths, weaknesses, sizes, and market shares? What trends will affect future competition and substitutes for the company’s products?</p>
<p>D. Distribution and What are the main trade channels for bringing Dealer product to customers? What are the efficiency levels growth potentials of the different trade channels?</p>
<p>E. Suppliers What is the outlook for the availability of key resources used in production? What trends are occurring among suppliers?</p>
<p>F. Facilitators and What is the cost and availability outlook for Marketing Firms transportation services, warehousing facilities, and financial resources? How effective are the company’s advertising agencies and marketing research firms?</p>
<p>G. Publics Which publics represent particular opportunities or problems for the company? What steps has the company taken to deal effectively with each public?</p>
<p><em>Part II. Marketing Strategy Audit</em></p>
<p>A. Business Mission Is the business mission clearly stated in market oriented terms? Is it feasible?</p>
<p>B. Marketing Objectives Are the company and marketing objectives and goals And Goals stated clearly enough to guide marketing planning and performance measurement? Are the marketing objectives appropriate, given the company’s competitive position, resources, and opportunities?</p>
<p>C. Strategy Has the management articulated a clear marketing strategy for achieving its marketing objectives? Is the strategy convincing? Is the strategy appropriate to the stage of the product life cycle, competitors’ strategies, and the state of the economy? Is the company using the best basis for market segmentation? Does it have clear criteria for rating the segments and choosing the best ones? Has it developed accurate profiles of each target segment? Has the company developed an effective positioning and marketing mix for each target segment? Are marketing resources allocated optimally to the major elements of the marketing mix? Are enough resources or too many resources budgeted to accomplish the marketing objectives?</p>
<p><em>Part III. Marketing Organization Audit </em></p>
<p>A. Formal structure Does the marketing vice president have adequate authority and responsibility for company activities that affect customers’ satisfaction? Are the marketing activities optimally structured along functional, product, segment, end user, and geographical lines</p>
<p>B. Functional Efficiency Are there good communication and working relations between marketing and sales? Is the product management system working effectively? Are product managers able to plan profits or only sales volume? Are there any groups in marketing that need more training, motivation, supervision, or evaluation?</p>
<p>C. Interface Efficiency Are there any problems between marketing and manufacturing, R&amp;D, purchasing, finance, accounting, and/or legal that need attention?</p>
<p><em>Part IV. Marketing System Audit</em></p>
<p>A. Marketing Information system Is the marketing intelligence system reducing accurate, sufficient, and timely information about marketplace developments with respect to customers, prospects, distributors and dealers, competitors, suppliers, and various publics? Are company decision maker asking for enough marketing research, and are they using the results? Is the company employing the best methods for market measurement and sales forecasting?</p>
<p>B. Marketing Planning System Is the marketing planning system well conceived and effectively used? Do marketers have decisions support systems available? Does the planning system result in acceptable sales targets and quotas?</p>
<p>C. Marketing Control System Are the control procedures adequate to ensure that the annual plan objectives are being achieved? Does management periodically analyze the profitability of products, markets, territories, and channels of distribution? Are marketing costs and productivity periodically examined?</p>
<p>D. New product Development Is the company well organized to gather, system generate, and screen new product ideas? Doest the company carry out adequate product and market testing before launching new products?</p>
<p><em>Part V. Marketing Productivity Audit</em></p>
<p>A. Profitability Analysis What is the profitability of the company’s different products, markets, territories, and channels of distribution? Should the company enter, expand, contract, or withdraw from any business segments?</p>
<p>B. Cost Effectiveness Do any marketing activities seem to have excessive Analysis costs? Can cost reducing steps be taken?</p>
<p><em>Part VI. Marketing Function Audits</em></p>
<p>A. Products What are the company’s product line objectives? Are the sound? Is the current product line meeting the objectives? Should the product line be stretched or contracted upward, downward, or both ways? Which products should be added? What are the buyers’ knowledge and attitudes toward the company’s and competitors’ product quality, features, styling, brand names, and so on? What areas of product and brand strategy need improvement?</p>
<p>B. Price What are the company’s pricing objectives, policies, strategies, and procedures? To what extent are prices set on cost, demand, and competitive criteria? Do the customers see the company’s prices as being in line with the value of its offer? What does management know about the price elasticity of demand, experience-curve effects, and competitors’ prices and pricing policies? To what extent are price policies compatible with the needs of distributors and dealers, suppliers, and government regulation?</p>
<p>C. Distribution What are the company’s distribution objectives and strategies? Is there adequate market coverage and service? How effective are distributors, dealers, manufacturers’ representatives, brokers, agents, and others? Should the company consider changing its distribution channels?</p>
<p>D. Advertising sales promotion, Publicity, and Direct Marketing What are the organization’s advertising objectives? Are the sound? Is the right amount being spent on advertising? Are the ad themes and copy effective? What do customers and the public think about the advertising? Are the advertising media well chosen? Is the internal advertising staff adequate? Is the sales promotion budget adequate? Is there effective and sufficient use of sales promotion tools such as samples, coupons, displays, and sales contents? Is the public relations staff competent and creative? Is the company making enough use of direct, online, and database marketing?</p>
<p> E. Sales Force What are the sales force’s objectives? Is the sales force large enough to accomplish the company’s objectives? Is the sales force organized along the proper principles of specialization (territory, market, product)? Are there enough (or too many) sales managers to guide the field sales representatives? Do the sales compensation level and structure provide adequate incentive and reward? Does the sales force show high morale, ability, and effort? Are the procedures adequate for setting quotas and evaluating performance? How does the company’s sales force compare to competitors’ sales forces? ales Force What are the sales force’s objectives? Is the sales force large enough to accomplish the company’s objectives? Is the sales force organized along the proper principles of specialization (territory, market, product)? Are there enough (or too many) sales managers to guide the field sales representatives? Do the sales compensation level and structure provide adequate incentive and reward? Does the sales force show high morale, ability, and effort? Are the procedures adequate for setting quotas and evaluating performance? How does the company’s sales force compare to competitors’ sales forces?</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/yudipram.wordpress.com/205/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/yudipram.wordpress.com/205/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/yudipram.wordpress.com/205/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/yudipram.wordpress.com/205/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/yudipram.wordpress.com/205/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/yudipram.wordpress.com/205/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/yudipram.wordpress.com/205/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/yudipram.wordpress.com/205/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/yudipram.wordpress.com/205/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/yudipram.wordpress.com/205/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=yudipram.wordpress.com&blog=3780612&post=205&subd=yudipram&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://yudipram.wordpress.com/2009/05/26/guideline-tugas-marketing-jasa-telekomunikasi-marketing-bisnis-media/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/685a16004e179fd4aac62f73ab930b10?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">yudipram</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Tilas tapi Raos (by Yudi Pram)</title>
		<link>http://yudipram.wordpress.com/2009/04/11/tilas-tapi-raos-by-yudi-pram/</link>
		<comments>http://yudipram.wordpress.com/2009/04/11/tilas-tapi-raos-by-yudi-pram/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 10 Apr 2009 12:23:42 +0000</pubDate>
		<dc:creator>yudipram</dc:creator>
				<category><![CDATA[lingkungan & Pembangunan]]></category>
		<category><![CDATA[green business]]></category>
		<category><![CDATA[green marketing]]></category>
		<category><![CDATA[hemat energi]]></category>
		<category><![CDATA[hemat sumber daya]]></category>
		<category><![CDATA[product recycle]]></category>
		<category><![CDATA[produktif]]></category>
		<category><![CDATA[tidak boros]]></category>
		<category><![CDATA[tidak foya foya]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://yudipram.wordpress.com/?p=202</guid>
		<description><![CDATA[Saya hanya tersenyum saja ketika dalam perjalanan Jakarta-Bandung membaca tulisan ‘Tilas tapi Raos’ di pantat sebuah truk besar. Arti tulisan itu kira-kira adalah ‘Bekas tapi Enak’, kita sudah tau kemana arah dari makna tulisan itu. Kehidupan komunitas supir truk barang jarak jauh, memang sangat unik. Perjalanan yang jauh dan lama, memaksa mereka untuk sering mampir, [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=yudipram.wordpress.com&blog=3780612&post=202&subd=yudipram&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;"><img class="alignright size-full wp-image-203" title="pantat-truk" src="http://yudipram.files.wordpress.com/2009/04/pantat-truk.jpg?w=320&#038;h=239" alt="pantat-truk" width="320" height="239" />Saya hanya tersenyum saja ketika dalam perjalanan Jakarta-Bandung membaca tulisan ‘Tilas tapi Raos’ di pantat sebuah truk besar. Arti tulisan itu kira-kira adalah ‘Bekas tapi Enak’, kita sudah tau kemana arah dari makna tulisan itu. Kehidupan komunitas supir truk barang jarak jauh, memang sangat unik. Perjalanan yang jauh dan lama, memaksa mereka untuk sering mampir, dan beristirahat. ‘Rest Area’ untuk segmen supir truk memang lain. Meskipun serba marginal, namun biasanya service yang ditawarkan buat mereka sangat lengkap. Dari mulai ‘star camp’ (starbuck kampung) sampai dengan service<span>  </span>‘all in’. Hidup di jalanan dan jauh dari keluarga, membuat mereka mentolerir kondisi dan lebih permisif. Barang sewaan yang tidak baru pun, terpaksa harus diembat, demi memenuhi kebutuhan level pertama versi ‘Maslow’. Saya tidak ingin membahas kehidupan supir truk, tapi ingin mengelaborasi lebih jauh ungkapan ‘Tilas tapi Raos’/’Bekas tapi Enak’. Ungkapan ini sebetulnya merupakan positioning statement yang tepat untuk upaya melakukan ‘Green Marketing’ atau ‘Green Business’. Dalam keadaan dimana sumber daya sangat terbatas (scarcity), maka menghemat dan memanfaatkan bahan yang sudah ada adalah suatu keharusan. Selain anda yang untung, hemat juga menguntungkan orang lain, karena proses berebut dan bersaing mendapatkan sumber daya dapat ditekan dan diminimalkan. Hidup menjadi lebih damai, persaingan berkurang! Layaknya jumlah peserta yang ikut memanjat pohon pinang menjadi lebih sedikit. Intinya adalah kalau kita memanfaatkan barang bekas berarti kita tidak boros! jangan berfoya-foya, seperti pemain bulu tangkis dunia, yang selalu ingin mengganti shuttle cock untuk setiap point yang akan mereka raih. Selama masih berfungsi dengan baik, jangan dulu disisihkan, manfaatkan seoptimal mungkin. Kata ustad, ini kan sebenarnya sunnah rasul juga…<span id="more-202"></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Masalahnya sekarang adalah bagaimana caranya agar sumua barang bekas, bisa tetap raos? Tentu saja harus ada upaya pengoperasian dan pemeliharaan yang beradab. Jangan menggunakan barang seenaknya. Pakai etika dan tatakrama yang sewajar-wajarnya, sehingga tidak ada eksploitasi yang mengabaikan sustainability. Ada beberapa hal yang bisa dilakukan agar barang anda tetap berfungsi dengan baik, antara :</span></p>
<p class="MsoListParagraphCxSpFirst" style="text-indent:-.25in;margin:0 0 0 .25in;"><span><span><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">a.</span><span style="font:7pt &quot;">       </span></span></span><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Gunakan tanpa melebihi kapasitasnya. Kenali kemampuan maksimum dari barang anda dan jangan membiasakan untuk menggunakan seluruhnya. Batas atas yang harus anda pegang adalah maksimum 80 % dari kapasitas yang ada. Jadi ulah dipeleter! Beri waktu untuk istirahat dan recovery sehingga barang bisa prima kembali</span></p>
<p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="text-indent:-.25in;margin:0 0 0 .25in;"><span><span><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">b.</span><span style="font:7pt &quot;">      </span></span></span><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Lakukan pemeliharaan berkala. Pengecekan keberfungsian barang harus dilakukan secara teratur. Hal ini perlu dilakukan untuk selalu memantau posisi, agar kita tau persis apa yang sebaiknya harus kita lakukan.</span></p>
<p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="text-indent:-.25in;margin:0 0 0 .25in;"><span><span><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">c.</span><span style="font:7pt &quot;">       </span></span></span><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Segera ganti komponen yg hampir rusak, jangan tunggu sampai rusak beneren. Komponen-komponen dari barang kita biasanya tidak akan rusak secara bersamaan. Namun tetap saja kalau satu komponen rusak, maka fungsi barang akan terganggu. Jadi jangan tunda penggantian komponen yang memang harus segera diganti</span></p>
<p class="MsoListParagraphCxSpLast" style="text-indent:-.25in;margin:0 0 10pt .25in;"><span><span><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">d.</span><span style="font:7pt &quot;">      </span></span></span><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Jangan lupa ikhlas dan kasih sayang. Interaksi antara barang dan penggunanya harus diwarnai dengan roh ikhlas dan kasih sayang. Ini akan membuat hubungan emosional antara pemilik dan barangnya akan memperkaya hubungan fungsionalnya. Anda akan semakin peduli dengan barang anda. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Dengan tata cara pengoperasian dan pemeliharaan yang beradab di atas, anda akan memperoleh beberapa manfaat sebagai berikut:</span></p>
<p class="MsoListParagraphCxSpFirst" style="text-indent:-.25in;margin:0 0 0 .25in;"><span><span><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">a.</span><span style="font:7pt &quot;">       </span></span></span><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Hemat biaya total. Kalau umur barang anda semakin panjang maka, biaya investasi dan biaya eksploitasi akan menjadi lebih hemat. Dengan demikian biaya total juga menjadi lebih hemat.</span></p>
<p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="text-indent:-.25in;margin:0 0 0 .25in;"><span><span><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">b.</span><span style="font:7pt &quot;">      </span></span></span><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Rencana akan berjalan lancar. Kalau barang anda berfungsi dengan baik selama anda gunakan maka semua rencana yang anda inginkan tidak terganggu oleh ketidakberfungsian alat. Dengan demikian segala sesuatunya akan berjalan lancar</span></p>
<p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="text-indent:-.25in;margin:0 0 0 .25in;"><span><span><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">c.</span><span style="font:7pt &quot;">       </span></span></span><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Bebas dari beban psikis karena kesel. Kalau barang rusak pada saat diperlukan, biasanya anda akan kesal dan marah-marah. Oleh karena itu kalau semua baik-baik saja dan tidak rusak, anda akan terbebas dari rasa kesal</span></p>
<p class="MsoListParagraphCxSpLast" style="text-indent:-.25in;margin:0 0 10pt .25in;"><span><span><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">d.</span><span style="font:7pt &quot;">      </span></span></span><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Meningkatkan produktivitas aggregate (nasional). Secara sistem keseluruhan, kalau anda berhasil menghemat dan dapat bekerja dengan baik tanpa ada gangguan apapun, maka anda sudah berkontribusi pada peningkatan produktivitas nasional (tah lamun nu ieu rada-rada ngacapruk, jika PL gus…..)</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Jadi mulailah berfikir, bersikap, dan berprilaku hemat, gunakan apa yang ada selama masih berfungsi dengan baik, jangan selalu ingin yang baru dan bagus……</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Calibri;">Mangga kang…. Haneut keneh…. Tilas pak kapten… </span><span style="font-family:Wingdings;"><span>J</span></span></span></p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/yudipram.wordpress.com/202/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/yudipram.wordpress.com/202/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/yudipram.wordpress.com/202/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/yudipram.wordpress.com/202/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/yudipram.wordpress.com/202/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/yudipram.wordpress.com/202/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/yudipram.wordpress.com/202/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/yudipram.wordpress.com/202/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/yudipram.wordpress.com/202/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/yudipram.wordpress.com/202/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=yudipram.wordpress.com&blog=3780612&post=202&subd=yudipram&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://yudipram.wordpress.com/2009/04/11/tilas-tapi-raos-by-yudi-pram/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/685a16004e179fd4aac62f73ab930b10?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">yudipram</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://yudipram.files.wordpress.com/2009/04/pantat-truk.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">pantat-truk</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Telkom Speedy Kehilangan Momentum di Pasar Individual? (By Yudi Pram)</title>
		<link>http://yudipram.wordpress.com/2009/04/07/telkom-speedy-kehilangan-momentum-di-pasar-individual-by-yudi-pram/</link>
		<comments>http://yudipram.wordpress.com/2009/04/07/telkom-speedy-kehilangan-momentum-di-pasar-individual-by-yudi-pram/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 06 Apr 2009 16:21:04 +0000</pubDate>
		<dc:creator>yudipram</dc:creator>
				<category><![CDATA[Industri Telekomunikasi]]></category>
		<category><![CDATA[atraksi lebih menghibur]]></category>
		<category><![CDATA[evaluasi produk]]></category>
		<category><![CDATA[facebook mania]]></category>
		<category><![CDATA[industri jasa telekomunikasi]]></category>
		<category><![CDATA[jasa akses internet broadband]]></category>
		<category><![CDATA[momentum pasar]]></category>
		<category><![CDATA[pasar melar]]></category>
		<category><![CDATA[product poliferation]]></category>
		<category><![CDATA[service development]]></category>
		<category><![CDATA[telkom speedy]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://yudipram.wordpress.com/?p=198</guid>
		<description><![CDATA[Di Koran Pikiran Rakyat hari Sabtu yg lalu, saya membaca ada iklan Speedy yang cukup besar. Namun yang menarik dari jasa akses internet broadband milik Telkom ini, terletak pada varian paket layanan yang ditawarkan ke konsumen beserta tingkat harganya yang jadi lebih berragam. Pada saat ini, Speedy di tawarkan oleh Telkom dengan rentang harga dan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=yudipram.wordpress.com&blog=3780612&post=198&subd=yudipram&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;"><img class="alignleft size-full wp-image-199" title="outlet-speedy-blog" src="http://yudipram.files.wordpress.com/2009/04/outlet-speedy-blog.jpg?w=180&#038;h=240" alt="outlet-speedy-blog" width="180" height="240" />Di Koran Pikiran Rakyat hari Sabtu yg lalu, saya membaca ada iklan Speedy yang cukup besar. Namun yang menarik dari jasa akses internet broadband milik Telkom ini, terletak pada varian paket layanan yang ditawarkan ke konsumen beserta tingkat harganya yang jadi lebih berragam. Pada saat ini, Speedy di tawarkan oleh Telkom dengan rentang harga dan kualitas yang cukup lebar, dengan menggunakan uses sebagai basis offeringnya. Ini adalah kreativitas baru, dimana sebelumnya differensiasi layanan biasanya didasarkan pada user type. Namun intinya, perusahaan ingin melayani konsumen dari mulai yang terendah sampai dengan yg tertinggi. Ini adalah menebar jala yang diharapkan dapat menangkap berbagai ukuran ikan. Buat yang terbatas anggarannya, dapat mencoba paket mail sedangkan yang punya dana besar dapat menggunakan paket biz. Pertanyaan yang menggelitik saya adalah apakah strategi product proliferation (dimana produk dibuat berkembang biak menjadi lebih banyak) ini cukup efektif untuk meningkatkan revenue dan pertumbuhan Telkom yang sudah mulai redup? Saya termasuk orang yang menyangsikan efektivitas strategi ini. Argumen saya adalah efektivitas strategi tidak hanya tergantung pada substansi, profil, dan kontur dari strateginya, namun dipengaruhi juga oleh magnituge dan timing dalam mengeksekusinya. Strategi yang bagus secara substansi, belum tentu berhasil jika dieksekusi pada waktu dan tempat yang salah. Dengan kata lain, efektivitas strategi akan sangat tergantung pada momentumnya. <span>  </span>Apabila momentumnya tepat, maka kinerja strategi dijamin akan maksimal. Dalam kasus speedy, saya menduga bahwa, <span> </span>gempuran speedy ke pasar jasa akses internet ini sudah kehilangan momentum! Khususnya untuk masuk ke pasar individual.<span id="more-198"></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Momentum masuk ke pasar sangat ditentukan oleh mood (suasana hati konsumen) yang terjadi dipasar. Jika mood pasar baik, maka tingkat penerimaan (market acceptance) terhadap produk akan bagus. Namun jika mood pasar sedang jelek, maka produk tidak akan dapat mendarat mulus di hati konsumen, malah minimal akan dicuekin, kalaupun tidak sampai dicemooh konsumen. Masalahnya, ada beberapa hal yang dapat membuat mood pasar menjadi tidak kondusif untuk memasarkan produk. Apa saja yang mempengaruhi mood konsumen? Setidaknya ada 3 hal yang sangat mempengaruhi mood pasar, antara lain yaitu:</span></p>
<p class="MsoListParagraphCxSpFirst" style="text-indent:-.25in;margin:0 0 0 .25in;"><span><span><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">a.</span><span style="font:7pt &quot;">       </span></span></span><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Tingkat kepuasan pasar terhadap customer value dari produk eksisting yang ditawarkan perusahaan</span></p>
<p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="text-indent:-.25in;margin:0 0 0 .25in;"><span><span><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">b.</span><span style="font:7pt &quot;">      </span></span></span><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Tingkat preferensi pasar terhadap produk kompetitor yang muncul belakangan (atau lebih baru), termasuk juga produk substitusinya</span></p>
<p class="MsoListParagraphCxSpLast" style="text-indent:-.25in;margin:0 0 10pt .25in;"><span><span><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">c.</span><span style="font:7pt &quot;">       </span></span></span><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Tingkat resiko yang akan dihadapi konsumen dari adanya gejolak lingkungan makro, yang dikhawatirkan akan menggerus customer value secar sistematis</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Untuk kasus Speedy, saya melihat bahwa mood pasar pada saat ini sedang tidak kondusif. Oleh karena itu, strategi poliferasi produk Telkom Speedy saat ini, tidak akan berpengaruh banyak pada peningkatan kinerja Telkom, khususnya di wilayah-wilayah dimana pasar disana sudah dimasuki oleh layanan mobile internet access dari operator seluler. Ada beberapa alasan, mengapa saya menyangsikan keberhasilan Speedy (khususnya di pasar individual), antara lain:</span></p>
<p class="MsoListParagraphCxSpFirst" style="text-indent:-.25in;margin:0 0 0 .25in;"><span><span><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">a.</span><span style="font:7pt &quot;">       </span></span></span><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Kita tidak bisa menutup mata bahwa kondisi Speedy eksisting belum sesempurna yang diharapkan konsumen. Speedy masih sarat dengan kasus dan <span> </span>keluhan, khususnya yang terkait dengan konsistensi kualitas (tidak sesuai dengan yang dijanjikan), dan yang terkait dengan billing (khususnya yang terkait dengan paket volume dan time based). Kawan saya yang pegawai Telkom pun masih sering terkaget-kaget dapet tagihan jutaan rupiah untuk bayar konsumsi speedy nya (yang mungkin dijual dedet). Kondisi ini membuat pelanggan worry/ khawatir dan terancam. Apalagi bagi pelanggan potensial, ini adalah sesuatu yang akan cenderung menakutkan. </span></p>
<p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="text-indent:-.25in;margin:0 0 0 .25in;"><span><span><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">b.</span><span style="font:7pt &quot;">      </span></span></span><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Fakta sekarang menunjukkan bahwa mobile internet access, lebih representatif buat para internet user. Paket-paket penawaran akses internet dari operator seluler, jelas lebih dekat dengan kebutuhan, keinginan, dan harapan pelanggan. Trend mengakses internet dari gadget mobile adalah gaya hidup yang sedang bertransformasi menjadi sub kultur, bahkan kultur dari generasi internet (post 1980 birth decade), yang berpotensi menjadi kohort internet addicted. Bersusah payah mengakses internet dengan infrastruktur fixed, merupakan masa lalu yang sudah mulai ditinggalkan, dalam perjalanan sejarah yang linier. Akses fixed itu hanya akan menjadi kebiasaan cadangan (untuk bernostalgia) ketika Telkomsel Flash, Indosat IM2, dan produk-produk sejenis dari Excelcom, 3, dan Axis tidak bisa berfungsi secara optimal.</span></p>
<p class="MsoListParagraphCxSpLast" style="text-indent:-.25in;margin:0 0 10pt .25in;"><span><span><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">c.</span><span style="font:7pt &quot;">       </span></span></span><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Kompetisi memang tempat bergantungnya palanggan untuk mendapatkan value produk yang sesuai harapan. Perbedaan harga antar operator dalam jasa akses internet pada saat ini tidak signifikan, Price doesn’t matter! Ada point of parity yang semakin besar dibandingkan dengan point of difference nya. Ini merupakan lubang galian kuburan yang menganga lebar, dan siap mengubur hidup-hidup produk lama yang kalah bersaing, karena kurang kosmetik dan tidak mau operasi plastik. Produk yang tidak bahenol dan tidak perez akan ditinggal konsumen yang sangat meterialistis dan duniawi. Jadi kalau tidak ada gap harga yang bikin ngiler pelanggan, jangan harap produk akan dibeli konsumen. Konsumen sekarang memang sangat pragmatis dan hedonis.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Dengan 3 kondisi di atas, cukup buat saya untuk berhipotesis bahwa strategi Speedy pada saat ini tidak akan efektif. Sebagai pemain pioneer dalam jasa akses internet, saya melihat bahwa Telkom terlalu lamban dalam menyiapkan strategi bersaingnya. Sebagai incumbent yang selalu dikeroyok pemain baru, seharusnya ada pre-emptive move yang dibangun di atas kewaspadaan dan kreativitas. Paling tidak, beberapa hal dibawah ini harus disiapkan:</span></p>
<p class="MsoListParagraphCxSpFirst" style="text-indent:-.25in;margin:0 0 0 .25in;"><span><span><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">a.</span><span style="font:7pt &quot;">       </span></span></span><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Strategi harga yang makin menurun untuk menggarap 5 segmen konsumen berdasarkan prilaku adopsinya (dari mulai innovator sampai dengan laggard). Di bisnis ini karena terjadi percepatan dalam perkembangan teknologi baru maka scenario penurunan harga harus disiapkan untuk 3-5 tahun mendatang. Namun perhitungan price – volumenya harus dilakukan secara akurat agar tetap dapat mengcover fixed cost dan initial investment yang sudah dikeluarkan. Jangan sekali-sekali bermimpi ada kenaikan harga atau ada harga yg tetap.</span></p>
<p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="text-indent:-.25in;margin:0 0 0 .25in;"><span><span><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">b.</span><span style="font:7pt &quot;">      </span></span></span><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Inovasi produk harus dilakukan, baik pada tatanan inovasi teknologi, pada tatanan (kosmetik) feature &amp; service, maupun pada innovasi proses bisnis. Ini diperlukan untuk membangun perbedaan yang signifikan antara Speedy dengan para pesaingnya. Kalau perlu ADSL sebagai anchor technologinya harus diinnovasi atau dikombinasikan dengan teknologi lain yang lebih maju (misalnya mengkonvergensikannya dengan mobile technology)</span></p>
<p class="MsoListParagraphCxSpLast" style="text-indent:-.25in;margin:0 0 10pt .25in;"><span><span><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">c.</span><span style="font:7pt &quot;">       </span></span></span><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Strategi untuk menggarap pasar late majority dan laggard harus disiapkan secara sangat fokus. Jika perlu untuk memperluas efek komoditisasi dan membangun kemassalan produk, mungkin harus dilakukan juga reformulasi dan repositioning termasuk melakukan perubahan bisnis proses.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Semoga ada angin dan nasib baik buat Telkom Speedy…………… terutama untuk menggarap pasar individual yang ukurannya masih seksi dan menggiurkan !!! <span> </span>Selamat bertarung sampai titik darah penghabisan…..(kalau anda memang patriotik, dan tidak menjadi pengecut dengan memilih pendi atau memilih status tugas belajar untuk sekolah di luar negeri selama bertahun-tahun atas biaya perusahaan). Ok, keep on accelerated moving, Telkom………..!</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;"> </span></p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/yudipram.wordpress.com/198/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/yudipram.wordpress.com/198/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/yudipram.wordpress.com/198/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/yudipram.wordpress.com/198/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/yudipram.wordpress.com/198/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/yudipram.wordpress.com/198/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/yudipram.wordpress.com/198/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/yudipram.wordpress.com/198/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/yudipram.wordpress.com/198/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/yudipram.wordpress.com/198/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=yudipram.wordpress.com&blog=3780612&post=198&subd=yudipram&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://yudipram.wordpress.com/2009/04/07/telkom-speedy-kehilangan-momentum-di-pasar-individual-by-yudi-pram/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/685a16004e179fd4aac62f73ab930b10?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">yudipram</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://yudipram.files.wordpress.com/2009/04/outlet-speedy-blog.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">outlet-speedy-blog</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Akibat Anggaran Yang Dikebiri (by Yudi Pram)</title>
		<link>http://yudipram.wordpress.com/2009/04/06/akibat-anggaran-yang-dikebiri-by-yudi-pram/</link>
		<comments>http://yudipram.wordpress.com/2009/04/06/akibat-anggaran-yang-dikebiri-by-yudi-pram/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 05 Apr 2009 15:42:34 +0000</pubDate>
		<dc:creator>yudipram</dc:creator>
				<category><![CDATA[Bisnis & Manajemen]]></category>
		<category><![CDATA[rencana anggaran]]></category>
		<category><![CDATA[pemotongan anggaran]]></category>
		<category><![CDATA[financial planning]]></category>
		<category><![CDATA[proposal program kerja]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://yudipram.wordpress.com/?p=195</guid>
		<description><![CDATA[Saya tau persis, kalau anda seorang planner, pasti dongkol abis dan keselnya pol banget, kalau anggaran yang anda usulkan untuk mewujudkan rencana yang sudah anda konsepkan dengan baik, dipotong seenaknya orang keuangan atau orang yang mewakili keuangan. Orang keuangan (yang pada umumnya orang spesialis, dan bukan generalis) biasanya suka berpikir dan bertindak dengan kacamata kuda, [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=yudipram.wordpress.com&blog=3780612&post=195&subd=yudipram&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><img class="alignright size-full wp-image-196" title="potong-roti-blog" src="http://yudipram.files.wordpress.com/2009/04/potong-roti-blog.jpg?w=202&#038;h=240" alt="potong-roti-blog" width="202" height="240" />Saya tau persis, kalau anda seorang planner, pasti dongkol abis dan keselnya pol banget, kalau anggaran yang anda usulkan untuk mewujudkan rencana yang sudah anda konsepkan dengan baik, dipotong seenaknya orang keuangan atau orang yang mewakili keuangan. Orang keuangan (yang pada umumnya orang spesialis, dan bukan generalis) biasanya suka berpikir dan bertindak dengan kacamata kuda, memang kerap kali membuat kesal. Apalagi kalau orangnya memang kelihatan tidak pintar mementingkan unitnya sendiri, dan hanya berlindung pada aturan-aturan perusahaan yang sangat kaku. Menurut hemat saya, ada beberapa yang pantasnya memang membuat anda menjadi dongkol, antara lain:</p>
<p>a. Pertama, anda pantas dongkol karena anda sebenarnya lebih tau dan lebih pintar dari mereka. Sebagai seorang planner anda biasanya sudah berpikir lengkap dan membuat konsep yang komprehensif. Anda sudah tidak tidur bermalam-malam untuk merumuskan strategic objective, strategic plan, rencana kerja manajerial (RKM), dilengkapi dengan rencana kegiatan dan anggarannya (RKA). Anda sudah melakukan pengumpulan data-data yang lengkap, menganalisis dengan tajam dan merumuskan konsep yang membumi karena anda adalah orang yang paling tahu mengenai bisnis anda. Oleh karena itu, sangat aneh kalau orang yang tidak tahu apa-apa dan hanya mendapatkan gambaran mengenai bisnis anda dengan membaca laporan tahunan, kemudian memutuskan jumlah anggaran yang boleh digunakan untuk menjalankan bisnis anda, dengan begitu otoriternya. <span id="more-195"></span></p>
<p>b. Kedua, anda pantas kesel karena kalau anggaran dipotong, maka anda sebenarnya sedang dilecehkan dan dianggap orang bodoh oleh sipemotong anggaran. Si pemotong anggaran menganggap anda orang yang tidak becus membuat program, sehingga anda dianggap hanya akan menghambur-hamburkan uang perusahaan, tanpa ada dampaknya pada kinerja perusahaan nanti. Karena anda orang bodoh dan orang boros, jadi anda tidak perlu diberi anggaran yang sesuai dengan usulannya. Dengan anggaran yang dipotongpun kinerja perusahaan dianggap sipemotong anggaran akan tetap perjalan dengan normal. Suatu anggapan yang naïf!</p>
<p>c. Ketiga, anda pantas marah kalau usulan anggaran anda dipotong, karena anda dianggap akan mencuri uang perusahaan atau akan menggunakan uang perusahaan untuk program-program yang menguntungkan pribadi anda. Disini sipemotong anggaran secara apriori sudah memvonis anda sebagai pencuri. Anda dianggap sebagai benalu yang sedang memanipulasi anggaran perusahaan untuk kepentingan pribadi. Ini jelas tindakan yang sangat melecehkan profesionalisme anda. Kalau anda diperlakukan seperti ini oleh si pemotong anggaran, padahal anda bukan maling, bukan koruptor, dan bukan anggota DPR; Padahal anda adalah orang jujur, baik hati, dan berada dijalan yang lurus; Maka anda memang tidah hanya wajid dongkol, tapi anda harus marah.</p>
<p>Perencanaan dan pengendalian anggaran memang penting dilakukan dalam mendukung langkah-langkah pencapaian tujuan perusahaan, tapi proses penetapannya harus dilakukan secara professional dan dengan effort yang samaatau hamper mirip dengan effort yang diusulkan oleh si pengusul anggaran. Jangan sampai terjadi, dimana bikin usulan rencananya berminggu-minggu, karena harus membuat konsep yang detail dan logis, tapi apa yang diusulkan kemudian dipotong hanya melalui proses selama 15 menit saja, tanpa didahului oleh analisis yang mendalam dan beralasan logis. Oleh karena itu , pemotongan usulan anggaran dalam suatu perusahaan seharusnya dilakukan dengan memperhatikan hal-hal sebagai berikut:</p>
<p>a. Harus disadari bahwa anggaran biaya itu pada dasarnya adalah umpan, yang dipasang untuk mendapatkan mangsa (atau revenue perusahaan). Kalau ingin ikan yang besar maka umpannyapun harus besar. Kalau anggaran dipotong maka perusahaan juga harus siap-siap untuk mendapatkan penurunan pendapatan (karena ikan yang besar tidak akan mau terpancing oleh umpan yang kecil).</p>
<p>b. Kalau mau dipotong, jangan anggarannya tapi programnya! Orang keuangannya harusnya berempati pada koleganya yang sudah susah payah membuat usulan rencana. Penghematan anggaran jangan dilakukan pada pemotongan jumlah uangnya tapi harus dilakukan pada mengurangi magnitude kegiatannya atau mengurangi jumlah program kerjanya. Pembatalan program kerja adalah tindakan yang lebih bijak daripada pemotongan usulan anggarannya. Kalau apa pemaksaan pelaksanaan program kerja dengan anggaran yang terbatas maka akan adanancaman penurunan efektivitas suatu program kerja akibat hanya disupport oleh jumlah anggaran yang kurang memadai</p>
<p>c. Pemotong anggaran sebaiknya berpikiran positif, jangan sekali-kali merasa sok tau, dan menganggap dirinya orang super yang paling tau mengenai apa yang dibutuhkan perusahaan. Pemotongan anggaran sebaiknya melalui proses negosiasi yang cerdas dalam posisi yang sejajar antara sipengusul atau si perencana dengan sipemberi anggaran atau si pembuat keputusan anggaran. Komunikasi interaksi yang elegan akan membangun citra masing masin pihak sebagai pekerja professional yang benar-benar memikirkan pencapaian tujuan bersama.</p>
<p>Jika pemotongan anggaran dilakukan dengan cara yang elegan, maka para perencananya pun akan menghargai pihak pemotong anggaran karena sudah bekerja secara professional dengan mengedepankan kepentingan kerjasama tim dalam kesejajaran posisi dan peran terhdap perusahaan. Pemotongan anggaran yang dilakukan secara semena-mena dan tidak cerdas berpotensi akan menimbulkan akibat-akibat yang tidak diinginkan sebagai berikut:</p>
<p> a. Karena tau akan dipotong seenaknya makan akan tumbuh budaya mark up di kalangan si perencana dan pengusul anggaran. Penambahan atau peningkatan anggaran ini dilakukan sebagai sand begging, atau bikin ganjel dulu agar kalo diturunkan atau dipotong, ga rugi-rugi amat atau ga abis-abis amat. Tentu saja ini adalah prilaku yang tidak profesional</p>
<p>b. Kalau terlalu sering dipotong, maka si perencana atan si pengusul akan punya kecendrungan untuk tidakserius dalam membuat rencana. Rencana cenderung asal-asalan Karena tau tidak akan mungkin bisa dilaksanakan seluruhnya, toh nanti juga anggarannya akan dipotong</p>
<p>c. Semangat kerja akan menurun begitu tahu semua kegiatan yang sudah direncanakan tidak didukung oleh anggaran yang diusulkan. Dengan anggaran yang dipotong makan aka nada penurunan motivasi kerja, dan bahkan akan memicu apatisme serta mematikan kreativitas pegawai</p>
<p>d. Dengan anggaran yang dipotong maka aka nada upaya-upaya untuk menjadi permisif terhadap kegagalan. Akan ada kecenderungan untuk menjustifikasi hasil kerja yang buruk dengan mengkambinghitamkan pengurangan anggaran Kalau tau bahwa dampaknya buruknya lebih banyak, maka sebaiknya tidak memotong anggaran dengan seenaknya tanpa memikirkan kepentingan perusahaan yang lebih luas.</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/yudipram.wordpress.com/195/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/yudipram.wordpress.com/195/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/yudipram.wordpress.com/195/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/yudipram.wordpress.com/195/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/yudipram.wordpress.com/195/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/yudipram.wordpress.com/195/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/yudipram.wordpress.com/195/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/yudipram.wordpress.com/195/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/yudipram.wordpress.com/195/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/yudipram.wordpress.com/195/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=yudipram.wordpress.com&blog=3780612&post=195&subd=yudipram&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://yudipram.wordpress.com/2009/04/06/akibat-anggaran-yang-dikebiri-by-yudi-pram/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/685a16004e179fd4aac62f73ab930b10?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">yudipram</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://yudipram.files.wordpress.com/2009/04/potong-roti-blog.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">potong-roti-blog</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Mengubah dari Dalam atau Meruntuhkan dari Luar (by Yudi Pram)</title>
		<link>http://yudipram.wordpress.com/2009/04/02/mengubah-dari-dalam-atau-meruntuhkan-dari-luar-by-yudi-pram/</link>
		<comments>http://yudipram.wordpress.com/2009/04/02/mengubah-dari-dalam-atau-meruntuhkan-dari-luar-by-yudi-pram/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 01 Apr 2009 17:16:18 +0000</pubDate>
		<dc:creator>yudipram</dc:creator>
				<category><![CDATA[Life & Personal Skill]]></category>
		<category><![CDATA[interveni eksternal]]></category>
		<category><![CDATA[intervensi internal]]></category>
		<category><![CDATA[just do it]]></category>
		<category><![CDATA[perubahan]]></category>
		<category><![CDATA[sistem redesign]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://yudipram.wordpress.com/?p=192</guid>
		<description><![CDATA[Sebagai elemen kecil dalam atmosfir kehidupan yang sangat luas, kita terpaksa harus hidup dalam tananan atau sistem eksisting yang memayungi kita hidup saat ini. Entah itu sistem pengelolaan  di perusahaan, sistem demokrasi di satu Negara, atau sistem moneter dunia, dan sistem-sistem lainnya. Celakanya, sering kali kita merasa tidak nyaman atau tidak cocok dengan sistem yang [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=yudipram.wordpress.com&blog=3780612&post=192&subd=yudipram&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;"><img class="alignright size-full wp-image-193" title="construction" src="http://yudipram.files.wordpress.com/2009/04/construction.jpg?w=320&#038;h=320" alt="construction" width="320" height="320" />Sebagai elemen kecil dalam atmosfir kehidupan yang sangat luas, kita terpaksa harus hidup dalam tananan atau sistem eksisting yang memayungi kita hidup saat ini. Entah itu sistem pengelolaan <span> </span>di perusahaan, sistem demokrasi di satu Negara, atau sistem moneter dunia, dan sistem-sistem lainnya. Celakanya, sering kali kita merasa tidak nyaman atau tidak cocok dengan sistem yang sudah ada pada saai ini. Harap maklum, kebutuhan dan keinginan manusia adalah moving target yang bergerak liar. Masalahnya jika kita menginginkan perubahan sistem, lalu bagaimana? Kalau kita menginginkan sistem yang mengakomodasi kepentingan dan keinginan kita, apa yang harus dilakukan? Ya harus melawan dan berusaha melakukan perubahan, sekecil apapun. Secara konseptual caranya sederhada saja. Kalau anda menginginkan perubahan suatu sistem, anda dapat melakukannya dimanapun anda berada. TIdak peduli siapa anda, apa profesi anda, dan dimana anda tinggal! selama anda melakukan upaya memperjuangkan perubahan sistem tersebut secara konsisten serta dengan intensitas yang semakin meningkat, maka Insya Allah perubahan yang anda inginkan akan terwujud. Intinya perubahan dapat dilakukan baik dari dalam maupun dari luar sistem. Contoh soal, perjuangan pada cendikiawan bumi putera dalam berdiplomasi di luar negeri dan perlawanan para pahlawan kemerdekaan di dalam negeri, telah melahirkan Negara Kesatuan Indonesia. Kegigihan Ramos Horta dari luar negeri dikawinkan dengan perjuangan<span>  </span>Xanana Gumao di hutan-hutan timor timur, berhasil memerdekakan Timor Leste. <span> </span>Mengubah dari dalam dan meruntuhkan dari luar sama efektifnya, kalau itu dilakukan secara kontinyu. Yang penting adalah magnitude nya harus diperbesar sampai pada kekuatan yang mampu menggoyahkan sistem tersebut. Dengan demikian, kalau ingin lebih efektif, maka perubahan sistem harus digempur dari dua arah, digempur dari dalam, dan secara simultan diserang dari luar system juga.<span id="more-192"></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Jadi kalau begitu bagaimana agar perubahan sistem segera terjadi? Anda perlu melakukan 2 strategi yang dijalankan secara simultan dalam sebuah skenario besar yang terintegrasi dan komprehensif, yaitu:</span></p>
<p class="MsoListParagraphCxSpFirst" style="text-indent:-.25in;margin:0 0 0 .25in;"><span><span><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">a.</span><span style="font:7pt &quot;">       </span></span></span><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Strategi Pertama, tugaskan agen perubahan (change agent) untuk melakukan penyusupan pada sistem yang ingin anda rubah. Misalnya, kalau anda ada dalam lingkup perusahaan, anda perlu menugaskan kawan anda untuk masuk ke dalam jajaran manajemen, penentu kebijakan di perusahaan tersebut. Contoh lain, kalau anda dalam lingkup pemerintahan,<span>  </span>maka anda harus menugasi kawan anda untuk masuk ke jajaran legislatif dan eksekutif. Agen perubahan ini selanjutnya harus menjalankan agenda-agenda yang terkait dengan upaya mengubah sistem. Jadi disini anda tidak boleh Golput, harus ikut menentukan siapa change agent anda!</span></p>
<p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="text-indent:-.25in;margin:0 0 0 .25in;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;"> </span></p>
<p class="MsoListParagraphCxSpLast" style="text-indent:-.25in;margin:0 0 10pt .25in;"><span><span><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">b.</span><span style="font:7pt &quot;">      </span></span></span><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Strategi Kedua, tugaskan satuan pemukul di luar sistem yang bertugas untuk melakukan penggempuran terhadap sendi-sendi penguat struktur sistem agar diperloleh pengurangan kekuatan sistem sehingga terjadi System Paralysis (sistem yang tidak berdaya dan tidak berfungsi dengan baik karena unsur unsur pendukungnya melemah). Misalnya, kalau anda dalam lingkup perusahaan, maka disini anda harus melobi kelompok penekan (pressure group) untuk melakukan penyerangan terhadap perusahaan. Kelompok penekan adalah stake holder eksternal yang punya kekuatan untuk memperburuk citra perusahaan sehingga akan menurunkan tingkat kepercayaan konsumen. Contoh dari pressure group adalah asosiasi industry, LSM, DPR, dan Pemerintah, serta publik secara umum. Contoh kasus lain, kalau anda ingin mengubah sistem di suatu Negara, maka anda harus mengambil sikap<span>  </span>untuk tidak menggunakan sistem tersebut. Sehingga sistem tidak berjalan dengan sempurna. Disini anda boleh Golput, agar sistem eksisting menjadi tidak pede karena <span> </span>kehilangan legitimasi, serta kehilangan separuh nafasnya. Tidak memilih juga merupakan satu pilihan.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Jadi kalau anda tidak senang dengan satu sistem dan ingin mengubahnya, just do it! Apapun upaya anda silahkan dilakukan, selama itu dilakukan dengan konsisten dan hati yang bersih, Insya Allah kelak akan ada efeknya.</span></p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/yudipram.wordpress.com/192/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/yudipram.wordpress.com/192/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/yudipram.wordpress.com/192/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/yudipram.wordpress.com/192/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/yudipram.wordpress.com/192/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/yudipram.wordpress.com/192/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/yudipram.wordpress.com/192/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/yudipram.wordpress.com/192/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/yudipram.wordpress.com/192/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/yudipram.wordpress.com/192/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=yudipram.wordpress.com&blog=3780612&post=192&subd=yudipram&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://yudipram.wordpress.com/2009/04/02/mengubah-dari-dalam-atau-meruntuhkan-dari-luar-by-yudi-pram/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/685a16004e179fd4aac62f73ab930b10?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">yudipram</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://yudipram.files.wordpress.com/2009/04/construction.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">construction</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Outline Studi Prilaku Pelanggan Jasa Telekomunikasi (by Yudi Pram)</title>
		<link>http://yudipram.wordpress.com/2009/03/30/outline-studi-prilaku-pelanggan-jasa-telekomunikasi-by-yudi-pram/</link>
		<comments>http://yudipram.wordpress.com/2009/03/30/outline-studi-prilaku-pelanggan-jasa-telekomunikasi-by-yudi-pram/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 30 Mar 2009 01:10:21 +0000</pubDate>
		<dc:creator>yudipram</dc:creator>
				<category><![CDATA[Materi Kuliah]]></category>
		<category><![CDATA[outline laporan]]></category>
		<category><![CDATA[prilaku pelanggan]]></category>
		<category><![CDATA[program S1 IM telkom]]></category>
		<category><![CDATA[studi jasa telekomunikasi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://yudipram.wordpress.com/?p=190</guid>
		<description><![CDATA[Untuk perusahaan yang marketing oriented, prilaku pelanggan harus dijadikan acuan dalam menyusun strategi pemasaran. Hal ini menjadi semakin krusial, juga pasar sudah sangat heterogen dan varian produk di industri sudah sangat lebar. Industri jasa telekomunikasi di Indonesia yang sudah sangat colorfull juga memerlukan pengetahuan mengenai prilaku pelanggan yang akurat, sebagai dasar untuk meformulasikan strategi pemasaran [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=yudipram.wordpress.com&blog=3780612&post=190&subd=yudipram&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p class="MsoNormal" style="line-height:normal;margin:0;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Untuk perusahaan yang marketing oriented, prilaku pelanggan harus dijadikan acuan dalam menyusun strategi pemasaran. Hal ini menjadi semakin krusial, juga pasar sudah sangat heterogen dan varian produk di industri sudah sangat lebar. Industri jasa telekomunikasi di Indonesia yang sudah sangat colorfull juga memerlukan pengetahuan mengenai prilaku pelanggan yang akurat, sebagai dasar untuk meformulasikan strategi pemasaran yang efektif. Berikut adalah outline yang dapat dijadikan acuan untuk studi prilaku pelanggan jasa telekomunikasi</span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:normal;margin:0;"> </p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:normal;margin:0;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Outline </span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:normal;margin:0;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Laporan Tugas Pemasaran Jasa Telekomunikasi</span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:normal;margin:0;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">(Program S1 Manajemen Bisnis Jasa Telekomunikasi &amp; Informatikan &#8211; IM Telkom)</span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:normal;margin:0;"><span id="more-190"></span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:normal;margin:0;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:normal;margin:0;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Judul: Studi <span> </span>Prilaku Pelanggan Jasa Telekomunikasi</span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:normal;margin:0;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:normal;margin:0;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:normal;margin:0;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Riset Prilaku Pelanggan Jasa ………………………………. (sebutkan Produknya)</span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:normal;margin:0;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Oleh Segmen Palanggan …………………. (sebutkan segmen pelanggannya)</span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:normal;margin:0;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:normal;margin:0;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Oleh:</span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:normal;margin:0;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Nama</span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:normal;margin:0;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">NPM</span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:normal;margin:0;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Foto</span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:normal;margin:0;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:normal;margin:0;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Program S1 Manajemen Bisnis Jasa Telekomunikasi &amp; Informatika</span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:normal;margin:0;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Institut Manajemen Telkom</span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:normal;margin:0;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">2009</span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:normal;margin:0;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:normal;margin:0;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:normal;margin:0;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Daftar Isi</span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:normal;margin:0;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:normal;margin:0;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">1. Pendahuluan</span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:normal;margin:0;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:normal;margin:0;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">1.1 Latar Belakang</span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:normal;margin:0;"><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Calibri;"><span>                </span>Jelaskan perkembangan bisnis perusahaan dan perkembangan penjualan produknya</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:normal;margin:0;"><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Calibri;"><span>                </span>Jelaskan apa saja gap manajerial perusahaan dan produk pada saat ini</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:normal;margin:0;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">1.2 Perumusan Masalah</span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:normal;margin:0;"><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Calibri;"><span>                </span>Nyatakan dalam kalimat tanya apa yang dipertanyakan dalam studi ini</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:normal;margin:0;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">1.3 Tujuan Studi</span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:normal;margin:0;"><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Calibri;"><span>                </span>Nyatakan dalam kalimat positif apa yang ingin dijawad dalam studi ini</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:normal;margin:0;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">1.4 Lingkup Studi</span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:normal;margin:0;"><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Calibri;"><span>                </span>Nyatakan lingkup atau variabel2 yang akan distudi</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:normal;margin:0;"><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Calibri;"><span>                </span>Nyatakan apa saja keterbatasan dari studi ini</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:normal;margin:0;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">1.5 Metoda Studi</span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:normal;margin:0;"><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Calibri;"><span>                </span>Deskripsikan bagaimana proses pengumpulan data, analisis, dan pengambilan kesimpulan </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:normal;margin:0;"><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Calibri;"><span>                </span>dillakukan</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:normal;margin:0;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:normal;margin:0;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">2. Kerangka Teoritis</span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:normal;margin:0;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:normal;margin:0;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">2.1 Prilaku Pelanggan Individu</span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:normal;margin:0;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">2.2 Prilaku Pelanggan Organisasi</span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:normal;margin:0;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">2.3 Kaitan antara Prilaku Pelangan dan Strategi Pemasaran</span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:normal;margin:0;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">2.4 Kerangka Pembahasan</span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:normal;margin:0;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:normal;margin:0;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">3. Tinjauan Perusahaan &amp; Produk</span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:normal;margin:0;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">3.1 Profil Perusahaan</span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:normal;margin:0;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">3.2 Strategi Pemasaran Perusahaan</span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:normal;margin:0;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">3.3 Deskripsi Produk dan Segmen Pasar yang Dituju</span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:normal;margin:0;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:normal;margin:0;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">4. Prilaku Pelanggan Jasa……… oleh Segmen…….</span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:normal;margin:0;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">4.1 Prilaku Sebelum Menjadi Pelanggan</span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:normal;margin:0;"><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Calibri;"><span>                </span>Prilaku pengenalan kebutuhan</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:.5in;line-height:normal;margin:0;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Prilaku <span> </span>pencarian informasi</span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:normal;margin:0;"><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Calibri;"><span>                </span>Prilaku evaluasi produk dan faktor pertimbangan utama memutuskan</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:normal;margin:0;"><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Calibri;"><span>                </span>Faktor-faktor eksternal yang pemilihan produk</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:normal;margin:0;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">4.2 Prilaku Pembelian</span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:normal;margin:0;"><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Calibri;"><span>                </span>Prilaku pemilihan outlet</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:normal;margin:0;"><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Calibri;"><span>                </span>Prilaku pembayaran &amp; pembiayaan</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:normal;margin:0;"><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Calibri;"><span>                </span>Spek dan volume produk yang dibeli</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:normal;margin:0;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">4.3 Prilaku Penggunaan</span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:normal;margin:0;"><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Calibri;"><span>                </span>Tujuan penggunaan</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:normal;margin:0;"><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Calibri;"><span>                </span>Frekuensi penggunaan</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:normal;margin:0;"><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Calibri;"><span>                </span>Content yang ditransmisikan</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:normal;margin:0;"><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Calibri;"><span>                </span>User yang menikmati</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:normal;margin:0;"><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Calibri;"><span>                </span>Tempat penggunaan</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:normal;margin:0;"><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Calibri;"><span>                </span>Jangkauan geografis yang dituju</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:normal;margin:0;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">4.4 Prilaku pasca penggunaan</span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:normal;margin:0;"><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Calibri;"><span>                </span>Prilaku jika puas</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:normal;margin:0;"><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Calibri;"><span>                </span>Prilaku terhadap ketidakuasan</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:normal;margin:0;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">4.5 Resume Prilaku Pelanggan dan Dampaknya Terhadap Strategi Pemasaran Produk</span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:normal;margin:0;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:normal;margin:0;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">5. Kesimpulan dan Saran</span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:normal;margin:0;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">5.1 Kesimpulan</span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:normal;margin:0;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">5.2 Saran</span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:normal;margin:0;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:normal;margin:0;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Daftar Pustaka</span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:normal;margin:0;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:normal;margin:0;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Lampiran</span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:normal;margin:0;"><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Calibri;"><span>                </span>Lampirkan berita, foto, iklan, dan informasi lain pendukung studi ini</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:normal;margin:0;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:normal;margin:0;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;"> </span></p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/yudipram.wordpress.com/190/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/yudipram.wordpress.com/190/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/yudipram.wordpress.com/190/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/yudipram.wordpress.com/190/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/yudipram.wordpress.com/190/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/yudipram.wordpress.com/190/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/yudipram.wordpress.com/190/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/yudipram.wordpress.com/190/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/yudipram.wordpress.com/190/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/yudipram.wordpress.com/190/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=yudipram.wordpress.com&blog=3780612&post=190&subd=yudipram&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://yudipram.wordpress.com/2009/03/30/outline-studi-prilaku-pelanggan-jasa-telekomunikasi-by-yudi-pram/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/685a16004e179fd4aac62f73ab930b10?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">yudipram</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Merekrut Pegawai Kompetitor (by Yudi Pram)</title>
		<link>http://yudipram.wordpress.com/2009/03/27/merekrut-pegawai-kompetitor-by-yudi-pram/</link>
		<comments>http://yudipram.wordpress.com/2009/03/27/merekrut-pegawai-kompetitor-by-yudi-pram/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 26 Mar 2009 15:33:22 +0000</pubDate>
		<dc:creator>yudipram</dc:creator>
				<category><![CDATA[Bisnis & Manajemen]]></category>
		<category><![CDATA[HRM]]></category>
		<category><![CDATA[human capital]]></category>
		<category><![CDATA[membajak pegawai]]></category>
		<category><![CDATA[pecundang]]></category>
		<category><![CDATA[rekrutmen]]></category>
		<category><![CDATA[strategi bersaing]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://yudipram.wordpress.com/?p=187</guid>
		<description><![CDATA[Tidak ada satupun teori yang menyangkal bahwa SDM (sumber daya manusia atau pegawai) adalah elemen penting suatu organisasi untuk mencapai tujuan-tujuannya. Teori lama (pada saat saya mengikuti kuliah manajemen pertama kali)  menyebut kan bahwa ‘man’ adalah salah satu dari ‘5M’ dalam manajemen yang harus dikelola dengan baik. Jika salah satu elemen dalam ‘5M’ tersebut buruk, [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=yudipram.wordpress.com&blog=3780612&post=187&subd=yudipram&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;"><img class="alignright size-full wp-image-188" title="ezra-p-hafidh-al-azhar-30-cs" src="http://yudipram.files.wordpress.com/2009/03/ezra-p-hafidh-al-azhar-30-cs.jpg?w=288&#038;h=191" alt="ezra-p-hafidh-al-azhar-30-cs" width="288" height="191" />Tidak ada satupun teori yang menyangkal bahwa SDM (sumber daya manusia atau pegawai) adalah elemen penting suatu organisasi untuk mencapai tujuan-tujuannya. Teori lama (pada saat saya mengikuti kuliah manajemen pertama kali) <span> </span>menyebut kan bahwa ‘<em>man</em>’ adalah salah satu dari ‘5M’ dalam manajemen yang harus dikelola dengan baik. Jika salah satu elemen dalam ‘5M’ tersebut buruk, maka organisasi tersebut akan buruk juga secara struktural. Organisasi yang buruk secara struktural, maka akan memperoleh masalah yang berat juga secara manajerial, sehingga sulit untuk sukses . <span> </span>(Kalau ga tau bedanya masalah struktural dan masalah manajerial, nanti saya jelasin dalam sesi khusus….). Oleh karena itu, tidak disangsikan lagi, jika suatu organisasi ingin berhasil mewujudkan visi,misi, dan <em>strategic objective</em> nya, maka organisasi tersebut harus serius memilih dan mendayagunakan pegawainya. Seleksi dan rekrutmen pegawai secara cerdas diperlukan, agar organisasi benar-benar memiliki pegawai yang menjadi modal (<em>human capital</em>) organisasi<span id="more-187"></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Secara umum ada dua cara yang dapat ditempuh oleh organisasi<span>  </span>dalam merekrut pegawainya. Yang pertama adalah merekrut <span> </span>yang belum berpengalaman (bisa <em>fresh graduate</em> atau pegawai dari sektor industry yang lain yang ingin lompat pagar). Yang kedua adalah merekrut pegawai kompetitor yang sudah berpengalaman. Kedua cara ini memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing. Oleh karena itu, organisasi biasanya mengkombinasikan kedua cara ini, agar diperoleh portfolio <em>human capital</em> yang optimal. Namun yang perlu mendapat perhatian yang seksama adalah ketika kita akan merekrut pegawai kompetitor. Karena kompetitor itu, dapat dikategorikan menjadi 2, yaitu: (i) kategori I adalah kompetitor yang sudah <span> </span>berhasil kita kalahkan, yaitu kompetitor yang <em>revenue, market share</em>, dan <em>brand equity</em> <span> </span>nya sudah berada dibawah kita. Dengan kata lain kompetitor kategori I ini adalah kompetitor yang ada di klasemen papan bawah dan menengah; (ii) Kategori II adalah kompetitor yang masih sejajar dengan kita dan yang masih berada didepan kita, yaitu kompetitor yang masih tumbuh dan berlari cepat, sehingga <em>revenue, market share</em> dan <em>brand equity</em> nya masih belum berhasil kita lampaui. Ini adalah kompetitor yang ada di klasemen papan atas, setara dengan <em>Manchester United</em> di liga inggris, <em>Barcelona</em> di liga spanyol, <em>Intermilan</em> di liga itali, atau Persija di Negara kita (lain Persib euy… soalnya Persib mah belum meyakinkan)</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Nah, dalam melakukan perekrutan pegawai kompetitor, jangan sekali-kali kita merekrut pegawai dari kompetitor <span> </span>yang sudah kita kalahkan dan sudah menjadi pecundang (kompetitor kategori <span> </span>I). Jika hal ini dilakukan maka tidak ada gunanya dan akan merugikan kita. Kalau kita berniat merekrut pegawai kompetitor, maka bajaklah pegawai terbaik dari kompetitor kita yang sedang tumbuh dan berlari cepat (Kompetitor kategori II). Jika pilihan ini dilakukan maka kita sudah bertindak secara strategis, karena kita akan memperoleh manfaat ganda. Penjelasannya adalah sebagai berikut:</span></p>
<p class="MsoListParagraphCxSpFirst" style="text-indent:-.25in;margin:0 0 0 .25in;"><strong><span><span><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">A.</span><span style="font:7pt &quot;">      </span></span></span></strong><strong><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Calibri;">Merekrut Pegawai Kompetitor Yang Sudah Kita Kalahkan:<span>  </span>Kita Rugi dan Kompetitor Untung (Double Negative Impact)</span></span></strong></p>
<p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin:0 0 0 .25in;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Jika organisasi kita melakukan hal ini, maka kita melakukan 2 kesalahan sekaligus, karena (i) kita merugikan diri sendiri, (ii) kita menguntungkan pesaing. Alasannya :</span></p>
<p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="text-indent:-.25in;margin:0 0 0 .5in;"><span><span><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">a.</span><span style="font:7pt &quot;">       </span></span></span><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Kualitas dari organisasi tergantung dari orangnya, jika kompetitor sudah kita kalahkan berarti kualitas pegawainya buruk</span></p>
<p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="text-indent:-.25in;margin:0 0 0 .5in;"><span><span><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">b.</span><span style="font:7pt &quot;">      </span></span></span><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Dari pegawai kompetitor pecundang, kita tidak mendapatkan apa-apa, selain hanya akan mengimpor budaya kerja dan nilai-nilai pecundang, yang akan menodai budaya kerja dan sistem nilai kita yang sudah terbukti dapat mengalahkan mereka</span></p>
<p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="text-indent:-.25in;margin:0 0 0 .5in;"><span><span><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">c.</span><span style="font:7pt &quot;">       </span></span></span><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Kompetitor pecundang akan diuntungkan jika pegawainya direkrut oleh kita, karena mereka punya kesempatan baru untuk mendidik pegawai baru yang masih bekerja dengan penuh semangat, namun dengan gaji yang masih rendah. Jadi kompetitor memperoleh keuntungan; (i) dapat energi dan semangat<span>  </span>menggebu-gebu dari pegawai baru; (ii) dapat melakukan efisiensi dari penghematan gaji pegawai baru.</span></p>
<p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="text-indent:-.25in;margin:0 0 0 .5in;"><span><span><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">d.</span><span style="font:7pt &quot;">      </span></span></span><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Kita akan sangat mudah mendapat serangan balik dari kompetitor pecundang, karena mereka menjadi lebih mudah membaca kelemahan kita, akibat dalam elemen kepegawaian kita ada pegawai ex kompetitor pecundang. Ini membuat kompetitor pecundang berpeluang untuk memenangkan persaingan.</span></p>
<p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="text-indent:-.25in;margin:0 0 0 .5in;"><span><span><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">e.</span><span style="font:7pt &quot;">      </span></span></span><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Kompetitor yang masih berada di depan kita, akan makin percaya diri (pede aja lagi…), bahwa kita tidak akan mampu mengejarnya. Karena mereka tahu persis bahwa sebagian pegawai kita adalah pegawai ece-ece dari kompetitor <span> </span>papan bawah atau papan menengah yang kualitasnya, sekualitas beras raskin.</span></p>
<p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin:0 0 0 .5in;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;"> </span></p>
<p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="text-indent:-.25in;margin:0 0 0 .25in;"><strong><span><span><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">B.</span><span style="font:7pt &quot;">      </span></span></span></strong><strong><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Calibri;">Merekrut Pegawai Kompetitor Yang Sedang Tumbuh &amp; Berlari Cepat : Kita Untung dan Kompetitor Rugi (Double Positive Impact)</span></span></strong></p>
<p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin:0 0 0 .25in;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Jika organisasi kita melakukan hal ini, maka kita <span> </span>mendapatkan 2 manfaat kesalahan sekaligus, karena (i) kita memenguntungkan diri sendiri, (ii) kita merugikan kompetitor. Alasannya :</span></p>
<p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="text-indent:-.25in;margin:0 0 0 .5in;"><span><span><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">a.</span><span style="font:7pt &quot;">       </span></span></span><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Kompetitor yang tumbuh dan berlari cepat berarti didukung oleh pegawai yang baik, jadi layak direkrut, bahkan di bajak </span></p>
<p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="text-indent:-.25in;margin:0 0 0 .5in;"><span><span><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">b.</span><span style="font:7pt &quot;">      </span></span></span><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Dari pegawai kompetitor papan atas, kita akan memperoleh gambaran mengenai strategi, system, dan kekuatan kompetitor dalam perjalanannya menjadi organisasi unggul. Selain itu, kita <span> </span>juga dapat mengadaptasi budaya kerja dan nilai-nilai kompetitor yang memang dianggap baik</span></p>
<p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="text-indent:-.25in;margin:0 0 0 .5in;"><span><span><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">c.</span><span style="font:7pt &quot;">       </span></span></span><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Kompetitor papan atas, akan dirugikan kalau pegawai terbaiknya kita bajak. Percepatan gerakan dan kinerja kompetitor papan atas berpeluang untuk menurun dan keseimbangan organisasinya menjadi oleng. Ini merupakan peluang kita untuk menyalip mereka, kalau organisasi kita mampu mengoptimalkan kinerjanya</span></p>
<p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="text-indent:-.25in;margin:0 0 0 .5in;"><span><span><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">d.</span><span style="font:7pt &quot;">      </span></span></span><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Jarak kita dengan kompetitor papan bawah dan menengah akan semakin jauh, sedangkan jarak kita dengan competitor terdepan akan semakin dekat. Hal ini jelas akan merubah peta persaingan dan posisi kita dalam industri</span></p>
<p class="MsoListParagraphCxSpLast" style="text-indent:-.25in;margin:0 0 10pt .5in;"><span><span><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">e.</span><span style="font:7pt &quot;">      </span></span></span><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Calibri;">Kalau kualitas pegawai menjadi mirip atau semakin sama dengan competitor papan atas, maka kompetitor yang ada didepan kita akan makin grogi menghadapi strategi dan maneuver yang dilakukan oleh organisasi kita <span> </span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Jadi saran saya, kalau ada mantan pegawai kompetitor pecundang yang sudah anda kalahkan, melamar ke organisasi anda, tindakan yang tepat adalah harus ditolak mentah-mentah………. <span> </span>Kalau kita mau menang, kita harus merekrut pegawai dari organisasi yang sekelas Manchester United, Barcelona, atau Intermilan…… di sektor industrinya masing-masing……… <span> </span>kalau bisa dapet pegawai sekelas Libron (L23) kaya di NBA……..ya nggak?</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Calibri;"><span> </span><span> </span></span></span></p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/yudipram.wordpress.com/187/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/yudipram.wordpress.com/187/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/yudipram.wordpress.com/187/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/yudipram.wordpress.com/187/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/yudipram.wordpress.com/187/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/yudipram.wordpress.com/187/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/yudipram.wordpress.com/187/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/yudipram.wordpress.com/187/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/yudipram.wordpress.com/187/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/yudipram.wordpress.com/187/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=yudipram.wordpress.com&blog=3780612&post=187&subd=yudipram&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://yudipram.wordpress.com/2009/03/27/merekrut-pegawai-kompetitor-by-yudi-pram/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/685a16004e179fd4aac62f73ab930b10?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">yudipram</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://yudipram.files.wordpress.com/2009/03/ezra-p-hafidh-al-azhar-30-cs.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">ezra-p-hafidh-al-azhar-30-cs</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Stop Dreaming, Start Driving! (By Yudi Pram)</title>
		<link>http://yudipram.wordpress.com/2008/12/03/stop-dreaming-start-driving-by-yudi-pram/</link>
		<comments>http://yudipram.wordpress.com/2008/12/03/stop-dreaming-start-driving-by-yudi-pram/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 02 Dec 2008 14:20:03 +0000</pubDate>
		<dc:creator>yudipram</dc:creator>
				<category><![CDATA[Life & Personal Skill]]></category>
		<category><![CDATA[just do it]]></category>
		<category><![CDATA[life skill]]></category>
		<category><![CDATA[managing success]]></category>
		<category><![CDATA[motivation]]></category>
		<category><![CDATA[objective setting]]></category>
		<category><![CDATA[program]]></category>
		<category><![CDATA[start driving]]></category>
		<category><![CDATA[stop dreaming]]></category>
		<category><![CDATA[strategy]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://yudipram.wordpress.com/?p=184</guid>
		<description><![CDATA[Kalau anda mimpi ingin punya BMW, namun apa daya uang tak cukup, maka mulailah mengkreditnya agar anda dapat segera mencicipi nikmatnya naik BMW, begitulah iklan mobil itu membujuk anda. Just do it, kalau kata Nike (nike sepatu, bukan nike ardila almarhumah!). Saya tidak bermaksud mengiklankan BMW, tapi Title dari Iklan BMW di Harian Kompas 2 [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=yudipram.wordpress.com&blog=3780612&post=184&subd=yudipram&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;"><a href="http://yudipram.files.wordpress.com/2008/12/start-driving.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-185" title="start-driving" src="http://yudipram.files.wordpress.com/2008/12/start-driving.jpg?w=300&#038;h=187" alt="start-driving" width="300" height="187" /></a>Kalau anda mimpi ingin punya BMW, namun apa daya uang tak cukup, maka mulailah mengkreditnya agar anda dapat segera mencicipi nikmatnya naik BMW, begitulah iklan mobil itu membujuk anda. <em>Just do it</em>, kalau kata Nike (nike sepatu, bukan nike ardila almarhumah!). Saya tidak bermaksud mengiklankan BMW, tapi Title dari Iklan BMW di Harian Kompas 2 Desember 2008, berbunyi: “Stop Dreaming, Start Driving!” memang layak untuk dijadikan petuah. Ini adalah pernyataan pengingat, kalau tidak bisa disebut sebagai teguran, agar kita selalu bertindak seimbang dan proporsional. Memberikan alokasi yang adil (namun tidak berarti harus sama bagiannya) antara bermimpi dan bertindak. <span> </span>Bermimpi memang penting, tetapi bertindak lebih penting lagi. Karena apa yang ada dalam mimpi, hanya bisa diraih dengan tindakan. Oleh karena itu, segeralah selesaikan mimpi anda yang ada diawang-awang, lalu bangun dan mulailah berbuat di dunia realitas. Sejatinya, tindakan andalah yang akan mendekatkan kesenjangan antara tataran realitas (atau kenyataan), dengan tataran mimpi (atau angan-angan). <span> </span>Semakin ekstensif dan intensif anda bertindak, maka akan semakin dekatlah jarak antara realitas dan mimpi. Jadi janganlah mengendurkan tempo kerja dalam mengeksekusi tindakan, rangkaian tindakan, dan strategi anda dalam menggapai mimpi. Dalam tempo kerja, anda harus mengatur <span> </span>kecepatan (<em>speed</em>) dan kekuatan (<em>endurance</em>), agar segera terjadi coitus legal formal (yang tidak interuptus) antara mimpi dan realitas. Eiiit…, jangan mikir negatif dulu! Maksudnya disini adalah mimpi dan realitas itu menjadi bersatu sehingga mampu beranak-pinak menghasilkan mimpi-mimpi baru dan tindakan-tindakan baru yang lebih produktif. Hal ini mungkin terjadi, karena hasil pembelajaran dan kesuksesan dari proses sebelumnya akan mendorong kita untuk mengulangi dan mendapatkan kembali kesuksesan yang pernah diraih. Kondisi ini sangat manuasiawi, karena manusia memang tidak pernah merasa puas. Dikasih hati, minta jantung. Dikasih satu juta, minta satu milyard. Dikasih lima tahun berkuasa, minta 32 tahun. Dikasih SMA, minta S3. Dikasih Minah, minta Dian Sastro. Dikasih Paijo, minta Brad Pitt. Dst…dst… Namanya juga manusia…………..bukan malaikat! Malah ada yang lebih aneh, udah mau dikasih eksekutif mapan, eeh malah milih tukang cendol dekil…., anti klimaks boo, <em>downward spiral</em>!<span id="more-184"></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Mengapa mimpi penting dan harus diberi porsi untuk dilakukan? Karena mimpi adalah representasi dari kebebasan. Mimpi itumerupakan arena ekspresi yang bebas norma, dan bebas nilai, bahkan anda tidak perlu tahu, anda berada dimana pada saat anda bermimpi. Tidak ada pagar, tidak ada tembok, tidak ada aturan, dan tidak ada kendala keterbatasan sumber daya. Ketika anda masih anak-anak anda dapat menyatakan cita-cita anda seenak udelmu dhewe (<em>as delicious as your belly button</em>….kata si paijo). Anda bebas menyatakan ingin menjadi presiden, astronot, atau apapun, tanpa peduli dengan keterbatasan anda. Itulah kegunaannya mimpi, anda dapat menentukan <em>strategic objective</em> anda sesuai dengan ekspektasi anda. Kenapa harus sesuai dengan ekspektasi anda? Gunanya agar motivasi anda terpicu dan bergulir dengan kecepatan maksimum, tanpa anda perlu menegak Viagra. Jadi anda bisa bayangkan lemahnya keinginan meraih tujuan yang tidak sesuai dengan ekspektasi anda. Mana mau anda naik Timor, kalau anda memimpikan BWM. Mana mau anda pergi ke Tasikmalaya, kalau anda memimpikan Vienna. Mana mau anda menyantap getuk lindri, kalau anda memimpikan burger bakar dago. Namun tetap harus diingat bahwa dalam siklus manajemen, penetapan <em>strategic objective</em> merupakan salah satu elemen dalam tahapan perencanaan saja. Anda tidak bisa hanya menetapkan tujuannya saja, itu namanya <em>half wit</em>. Hal lain yang harus anda lakukan adalah merumuskan langkah-langkah tindakan untuk mencapai <em>strategic objective</em>. Lalu mengeksekusinya pada tahapan implementasi, dan mengendalikannya pada tahapan <em>control</em>. <span> </span>Pada saat eksekusi itulah, anda masuk kedalam kondisi “<em>start driving</em>”. Mulai menikmati perjalanan dalam rangka mencapai tujuan. Mulai harus memiliki pengetahuan dan keterampilan yang prima untuk memainkan pedal gas, rem, kopling (karena nggak otomatik), dikombinasikan dengan mengendalikan stir, berbekal pandangan lurus kedepan, sambil sesekali melihat kaca spion samping &amp; spion belakang (ini nulis artikel atau diktat kursus stir mobil…….hahaha).</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">“Start Driving” juga mengingatkan pada kita bahwa sesuatu itu tidak ada yang ‘ujug-ujug’. Segala sesuatu itu akan melalui proses. Untuk mendapatkan kecepatan 160 km/jam, anda harus melalui beberapa tahapan dan mengkonsumsi sekian menit waktu. Pada dasarnya tidak sesuatu yang <span> </span>secara ‘<em>suddenly</em>’ jatuh dari langit atau dari UFO seperti Mr.Bean yang tiba-tiba di tengah jalan, tanpa jelas asal usulnya. Proses adalah fungsi dari waktu, jadi untuk mencapai sesuatu itu ada kebutuhan waktunya. Dan pada umumnya, hasil yang baik diperoleh dengan proses yang lama, bukan proses yang instant. Jadi pada saat <em>start driving</em>, pada hakekatnya anda memiliki kesempatan untuk melakukan penyesuaian, karena anda berpijak pada dunia nyata dan realitas. Jika langkah-langkah tindakan terasa sulit, anda bisa merevisinya. Jika tujuan terasa jauh, andapun dapat memindahkan tujuan anda ke koordinat yang lebih sesuai dengan kekuatan anda. Jadi pragmatisme dapat saja muncul untuk mengkoreksi idealisme, ketika anda mulai melangkah. Kalau angsuran kredit BMW, Harrier, atau Odissey anda, dirasakan mencekik leher anda, kenapa tidak membeli cash Timor Seken saja….hahahaha. Daripada gaya tapi riweuh, lebih baik sederhana tapi tenang. Itulah gunanya start driving, rasionalitas akan berusaha mengkoreksi mimpi indah anda. Kalau baru daftar jadi Caleg saja, anda harus keluar duit puluhan juta rupiah, ya mendingan mengabdi jadi RT saja. Pilihan itu tidak kalah mulianya, jika anda berhasil menciptakan lingkungan RT yang gemah ripah rapih repeh, daripada jadi Caleg yang bergelimang KKN dan mencemaskan rakyat. Daripada jadi raja yang zhalim, lebih baik jadi ponggawa yang sholeh. (tapi tentu saja pilihan yang paling mantabb adalah menjadi raja yang sholeh) </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Jadi apa yang harus anda lakukan, agar <em>start driving</em> anda akan membawa anda pada ‘happy ending achievement’. Prinsip manajemen mangajarkan pada kita beberapa hal, antara lain:</span></p>
<p class="MsoListParagraphCxSpFirst" style="text-indent:-.25in;margin:0 0 0 .25in;"><span><span><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">a.</span><span style="font:7pt &quot;">       </span></span></span><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Calibri;">Rencanakan <em>route</em> anda dengan jelas dan tetapkan <em>ettape-ettape</em> nya. Program kerja dan rencana tindakan (<em>action plan</em>) perlu dibuat secara rinci, agar anda dapat dengan mudah beralih satu aktivitas lain, setelah satu aktivitas selesai dikerjakan. Kegiatan yang tidak jelas dan rinci akan mengakibatkan anda bingung menetapkan tindakan selanjutnya setelah satu pekerjaan selesai dikerjakan. Jangan menjadi si kabayan, yang sering berhasil <em>by accident</em>. Anda seharusnya berhasil <em>by planning.</em></span></span></p>
<p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="text-indent:-.25in;margin:0 0 0 .25in;"><span><span><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">b.</span><span style="font:7pt &quot;">      </span></span></span><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Calibri;">Sediakan perbekalan yang cukup. Sumber daya yang anda miliki harus mamadai. Tapi tidak perlu seperti orang mau pindahan yang bawa semua barang. Anda harus membawa perbekalan logistik dan disertai dengan sumber daya pengetahuan &amp; informasi yang cukup. Ini penting agar anda dapat mengevaluasi kemungkinan keberhasilan anda dalam mencapai tujuan. <span> </span></span></span></p>
<p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="text-indent:-.25in;margin:0 0 0 .25in;"><span><span><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">c.</span><span style="font:7pt &quot;">       </span></span></span><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Perhatikan kondisi jalan. Faktor eksternal bisa saja muncul sebagai kendala utama dalam mencapai tujuan. Jika jalanan longsor, jembatan rubuh, atau ada angin puting beliung, yang akan mengganggu atau menggagalkan perjalanan, maka anda perlu memikirkan ulang <em>route</em> yang akan anda tempuh. Jadi berdasarkan evaluasi anda terhadap kondisi jalan, anda dapat merevisi program kerja sekaligus tujuannya.</span></p>
<p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="text-indent:-.25in;margin:0 0 0 .25in;"><span><span><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">d.</span><span style="font:7pt &quot;">      </span></span></span><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Istirahatlah yang cukup. Jeda sejenak, akan memberikan anda energy baru. Selain itu, jeda juga akan memberikan anda kesempatan untuk mengevaluasi dan belajar dari hal-hal yang sudah anda lewati. Proses pembelajaran ini penting, agar kesalahan-kesalahan yang pernah terjadi tidak berulang begitu saja</span></p>
<p class="MsoListParagraphCxSpLast" style="text-indent:-.25in;margin:0 0 10pt .25in;"><span><span><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">e.</span><span style="font:7pt &quot;">      </span></span></span><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Nikmatilah perjalanannya. Hidup pada dasarnya adalah menciptakan nilai tambah dari proses yang anda lewati. Oleh karena itu, proses yang panjang bukan hal yang harus disesali. Proses yang panjang justru merupakan kesempatan anda yang lebih besar untuk mengakumulasi nilai tambah (<em>value added</em>). Ibarat artis, jika anda melesat dan meledak diudara seperti kembang api, maka anda hanya membuat terkesima orang-orang sesaat saja. Setelah cahaya api mati, orang tidak akan peduli lagi dimana keberadaan dan jejak anda, karena anda jatuh dalam gelap. Namun jika anda, lampu patromax, anda akan terang lebih lama, meskipun harus dipompa dengan waktu yang cukup lama. Dan ketika <span> </span>petromaks meredup, orang-orang akan membantunya untuk menyala kembali. Jadi proses panjang adalah amanah yang harus dioptimalkan, bukan untuk disesali. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Ok, jadi <em>stop dreaming, start driving, and safe walk!</em> (maxudnya selamat jalan……..hahahaha bahasa inggrisnya paijo!)</span></p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/yudipram.wordpress.com/184/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/yudipram.wordpress.com/184/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/yudipram.wordpress.com/184/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/yudipram.wordpress.com/184/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/yudipram.wordpress.com/184/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/yudipram.wordpress.com/184/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/yudipram.wordpress.com/184/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/yudipram.wordpress.com/184/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/yudipram.wordpress.com/184/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/yudipram.wordpress.com/184/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=yudipram.wordpress.com&blog=3780612&post=184&subd=yudipram&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://yudipram.wordpress.com/2008/12/03/stop-dreaming-start-driving-by-yudi-pram/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/685a16004e179fd4aac62f73ab930b10?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">yudipram</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://yudipram.files.wordpress.com/2008/12/start-driving.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">start-driving</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Difficult, Yes. Impossible, No. (by Yudi Pram)</title>
		<link>http://yudipram.wordpress.com/2008/11/29/difficult-yes-impossible-no-by-yudi-pram/</link>
		<comments>http://yudipram.wordpress.com/2008/11/29/difficult-yes-impossible-no-by-yudi-pram/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 28 Nov 2008 20:05:45 +0000</pubDate>
		<dc:creator>yudipram</dc:creator>
				<category><![CDATA[Life & Personal Skill]]></category>
		<category><![CDATA[berfikir kreatif]]></category>
		<category><![CDATA[kerja keras]]></category>
		<category><![CDATA[menghadapi tantangan hidup]]></category>
		<category><![CDATA[motivasi]]></category>
		<category><![CDATA[usaha dong]]></category>
		<category><![CDATA[why not]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://yudipram.wordpress.com/?p=181</guid>
		<description><![CDATA[Statement pada judul tulisan ini, saya dapatkan ketika barusan saya melihat iklan perusahaan minyak SHELL di majalah Fortune edisi november 24,2008 yang lalu. Ini pernyataan yang hanya terdiri dari 4 kata, tetapi sangat inspiring, mengajarkan pada kita untuk tidak cengeng dan lembek dalam menggapai cita-cita dan keinginan. Ini suatu pernyataan bertuah yang tidak diciptakan begitu [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=yudipram.wordpress.com&blog=3780612&post=181&subd=yudipram&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Calibri;"><a href="http://yudipram.files.wordpress.com/2008/11/namcheju-pltd.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-182" title="namcheju-pltd" src="http://yudipram.files.wordpress.com/2008/11/namcheju-pltd.jpg?w=300&#038;h=220" alt="namcheju-pltd" width="300" height="220" /></a>Statement pada judul tulisan ini, saya dapatkan ketika barusan saya melihat iklan perusahaan minyak SHELL di majalah Fortune edisi november 24,2008 yang lalu. Ini pernyataan yang hanya terdiri dari 4 kata, tetapi sangat inspiring, mengajarkan pada kita untuk tidak cengeng dan lembek dalam menggapai cita-cita dan keinginan. Ini suatu pernyataan bertuah yang tidak diciptakan begitu saja oleh orang-orang shell, tetapi merupakan kesimpulan atas akumulasi pengalaman mereka selama 50 tahun yang lalu mencari ladang-ladang minyak di Kanada. Menemukan cadangan minyak di dalam perut bumi dan mengeksplorasinya untuk kemaslahatan serta kesejahteraan hidup masyarakat dunia memang bukan pekerjaan mudah. Investasi berupa uang, tenaga, dan waktu bisa hilang begitu saja manakala mereka salah melakukan pengeboran (Bakrie yang berharap dapat harta karun minyak, malah ketiban lumpur, apa nggak sial tuh….). Namun 5 dekade kemudian, keuletan orang-orang SHELL pada akhirnya memberikan hasil, pada saat ini Kanada sudah menjadi penghasil minyak global, mampu mengjungkirbalikan dominasi OPEC yang berupaya membentuk kartel dan mempolitisir minyak bumi. <span> </span><span> <span id="more-181"></span></span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Makna dari ‘difficult, yes. Impossible, no.’ adalah tidak ada yang tidak mungkin jika segalanya diupayakan secara serius. Berbagai kesulitan memang akan menghadang dan menghalangi upaya kita mencapai tujuan dan keinginan, namun tidak berarti tidak bisa diatasi. Tidak ada alasan untuk putus asa, apalagi untuk bunuh diri! Terlalu bodoh itu……. Meskipun akan ada berbagai macam pengorbanan, akan tetapi itulah trade off yang harus dipertukarkan atas kesuksesan yang akan diperoleh. No free lunch!, semua harus dipertukarkan dengan usaha dan kerja keras, dan tentu saja harus dalam atmosfir doa dan munajat kepada sang pencipta. Pahala atau rewards tidak datang begitu saja, tetapi harus dipertukarkan dengan kerja keras dan kompetisi. Begitulah hidup, seperti mendaki puncak gunung. Anda tidak dapat menancapkan bendera penakluk dalam keadaan segar bugar tanpa kelelahan. Ada energi yang harus dipertukarkan. Ep=m.g.h, itu rumus fisikanya. Kalau energi tidak cukup, anda perlu mencari route yang tepat dan sesuai dengan kakuatan dan kelemahan anda. Anda tidak bisa mendaki terus, kadang-kadang perlu istirahat sejenak untuk mengumpulkan kekuatan dan berhitung mengenai kecukupan perbekalan. Anda harus melewati kondisi khawatir, cemas, dan ancaman akan kegagalan. Ini adalah bagian dari dinamika perjalanan (ingat untuk mencapai surga saja, anda akan melintasi jembatan syirotol mustaqim yang lebarnya hanya selebar rambut dibagi tujuh, apa nggak keder tuh…). <span> </span>Namun dengan berbekal visi, kesungguhan, dan mental yang kuat, serta percaya akan adanya bantuan dan pertolongan dari yang maha kuasa maka puncak gunung setinggi apapun, selama itu ada di muka bumi, tetap saja sangat mungkin untuk ditaklukan.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Hal lain, yang harus anda sadari dari adanya pernyataan ‘difficult, yes. Impossible, no’ bahwa jangan sekali-kali meremehkan imajinasi dan mimpi. Karena bisa saja tarikan awal yang akan memprovokasi seseorang untuk menggerakan langkahnya yang pertama kali, adalah imajinasi dan mimpinya itu. Kalau punya mimpi, tidak perlu Reg spasi Primbon dan kirim ke 8997, karena anda lahir pada slasa kliwon. Tapi segeralah rumuskan langkah-langkah rasional untuk mewujudkannya. Kalau langkah pertama sudah dibuat, pekerjaan selanjutnya adalah tinggal merencanakan dan melaksanakan langkah-langkah berikutnya. Jika langkah pertama sudah dibuat, minimal anda sudah melakukan warming up, yang dapat dijadikan sebagai modal untuk gerakan dan langkah berikutnya yang lebih luwes dan efektif. Mimpi dan imajinasi, semuluk apapun masih mungkin untuk diwujudkan. ‘Why Not?’ itu adalah kalimat motivator yang diajarkan oleh Edward de Bono, jika anda menghadapi orang yang menyangsikan keinginan anda untuk menggapai mimpi dan imajinasi anda. Memang akan difficult, tapi tidak impossible! Camkan baik-baik……..hahahaha</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Lalu apa yang perlu dijadikan bekal, agar dalam menghadapi berbagai kesulitan, anda berada dalam kondisi ‘tegar beriman’ (tapi ini bukan kepanjangan dari ‘tetap segar berkat istri teman’). Ada beberapa hal yang harus menjadi perhatian:</span></p>
<p class="MsoListParagraphCxSpFirst" style="text-indent:-.25in;margin:0 0 0 .25in;"><span><span><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">a.</span><span style="font:7pt &quot;">       </span></span></span><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Pertahankan motivasi. Motivasi adalah keinginan dan kebutuhan yang ada dalam diri untuk melakukan sesuatu dalam rangka memenuhi kebutuhan tersebut. Agar motivasi anda bertahan, anda harus mengelola smangat anda. Jangan pernah merasa bahwa beban lebih besar dari kesanggupan anda (skali2 minum obat kuat mungkin tidak apa-apa, asal jangan obat keras! Karena mengandung semen, batu, atau besi). </span></p>
<p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="text-indent:-.25in;margin:0 0 0 .25in;"><span><span><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">b.</span><span style="font:7pt &quot;">      </span></span></span><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Pandai-pandailah menghitung resiko. Resiko yang akan anda hadapi harus diidentifikasi dan anda kalkulasi. Jika resiko sudah anda kalkulasi dan anda antisipasi, maka anda tidak akan terkaget-kaget yang berlebihan menghadapi berbagai kesulitan yang menghadang. Anda akan relatif lebih siap untuk menaklukan handicap yang anda hadapi karena sudah memperkirakan sebelumnya, apalagi kalau perkiraannya sangat akurat.</span></p>
<p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="text-indent:-.25in;margin:0 0 0 .25in;"><span><span><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">c.</span><span style="font:7pt &quot;">       </span></span></span><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Siapkan plan B atau skenario alternatif. Jangan fanatik pada satu skenario, segeralah menjalankan rencana alternatif, jika rencana yang dijalankan pertama mengalami kegagalan yang fatal dan tidak bisa diperbaiki lagi (kayanya ini yang diterapkan para artis, sehingga banyak yang kawin cerai …..hahaha). Seperti dalam labirin, memang akan ada jalan yang buntu, tetapi tidak semua jalan buntu. Percayalah bahwa jumlah jalan yang tidak buntu pada dasarnya lebih banyak dari jalan yang buntu. </span></p>
<p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="text-indent:-.25in;margin:0 0 0 .25in;"><span><span><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">d.</span><span style="font:7pt &quot;">      </span></span></span><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Kembangkan kemampuan mengevaluasi dan kemauan belajar. Apapun hasil yang anda peroleh, biasakanlah untuk melakukan refleksi sejenak. Merenung dan mencari makna dari pencapaian yang anda peroleh akan membiasakan anda untuk belajar dari pengalaman dan masa lalu. Ini akan membuat anda semakin ahli dan memiliki khasanah berfikir yang luas dalam memperkirakan pola-pola yang akan terjadi di dalam perjalanan berikutnya</span></p>
<p class="MsoListParagraphCxSpLast" style="text-indent:-.25in;margin:0 0 10pt .25in;"><span><span><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">e.</span><span style="font:7pt &quot;">      </span></span></span><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Selalu berfikir kreatif. Dalam berfikir kreatif anda melakukan penciptaan jalan keluar dari suatu masalah yang tidak sebatas mengikuti yang sudah standar atau yang sudah terjadi. Cobalah memikirkan hal-hal baru, dengan memanfaatkan perspektif, sudut pandang, dan paradigm berfikir yang lebih variatif.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0 0 10pt;"><span style="font-size:small;font-family:Calibri;">Ok, selamat bersusah payah mewujudkan mimpi dan keinginan, semuanya serba mungkin kok!. Yang tidak mungkin adalah hanya memakan kepala sendiri (sekreatif apapun, kayanya ga mungkin deh orang bisa memakan kepalanya sendiri……….eta mah bodor basi si kang ibing)</span></p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/yudipram.wordpress.com/181/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/yudipram.wordpress.com/181/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/yudipram.wordpress.com/181/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/yudipram.wordpress.com/181/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/yudipram.wordpress.com/181/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/yudipram.wordpress.com/181/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/yudipram.wordpress.com/181/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/yudipram.wordpress.com/181/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/yudipram.wordpress.com/181/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/yudipram.wordpress.com/181/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=yudipram.wordpress.com&blog=3780612&post=181&subd=yudipram&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://yudipram.wordpress.com/2008/11/29/difficult-yes-impossible-no-by-yudi-pram/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/685a16004e179fd4aac62f73ab930b10?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">yudipram</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://yudipram.files.wordpress.com/2008/11/namcheju-pltd.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">namcheju-pltd</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>