Yudipram Knowledge Brokering Forum

observe, think, feel, & speak up !!!

Partnership, Bundling, dan Cross Selling Telkomsel (by Yudi Pram)

Posted by yudipram on May 30, 2008

iklan telkomselCoba liat Promosi Telkomsel di Koran-koran hari ini. Setidaknya ada tiga hal yang dilakukan dalam promosinya kali ini, antara lain: (i) telkomsel melakukan kemitraan (partnership) dengan Samsung sebagai produsen customer premises equipment (CPE) atau yang menyediakan peralatan telekomunikasi yang porsinya ada dipelanggan/ handphone; (ii) telkomsel mengabungkan (bundling) penawaran produk kartu SIM nya dengan handphone Samsung yang merupakan CPE; (iii) telkomsel melakukan penjualan silang (cross selling) produk kartu SIM nya dengan  produk broadband akses internet telkomsel flash. Pada saat ini, Partnership, Bundling dan Cross Selling, sudah menjadi pilihan favorit para pemasar untuk meningkatkan nilai penawaran (value offering) kepada para konsumennya. Resep ini banyak digunakan oleh perusahaan, terutama ketika menghadapi himpitan persaingan dan peningkatan posisi tawar konsumen yang semakin tinggi. Market leader kan memang harus kreatif bro……!

Mengapa perlu Strategi Partnership, Bundling, dan Cross Selling?

Partnership biasanya diperlukan jika perusahaan ingin memobilisasi eksternal resource dalam rangka menggandakan kekuatan perusahaan. Hal ini dilakukan dengan berpijak pada pandangan bahwa setiap perusahaan pada dasarnya punya kekuatan (core competence) sendiri2 yang unik. Hal inilah yang ingin disinergikan oleh 2 pihak yang bermitra. Misalnya, minimal mereka dapat mensinergikan market mereka, sehingga dapat dibentuk pasar potensil yang lebih besar dan lebih luas. Sedangkan bundling biasanya berangkat dari kepentingan konsumen. Konsumen sebagai pembeli produk biasanya akan merasa memperoleh value yang lebih, jika diberikan layanan one stop service, dimana dalam satu transaksi didapat semua produk yang dibutuhkannya. Bagaimana dengan cross selling? Cross selling biasanya mewakili dua kepentingan sekaligus, kepentingan konsumen dan produsen. Dengan  cross selling diharapkan ada win-win situation yang didapat dalam kegiatan transaksi, yaitu: (i) pembeli dapat produk lebih banyak dengan harga yang lebih murah; (ii) penjual dapat menjual produk lain yang relative sales turn overnya lebih rendah. Jadi inilah semua yang menjadi alasan dari partnership, bundling, dan cross selling. Dengan melakukan hal ini semua diharapkan ada 3 pihak yang diuntungkan secara simultan yaitu : perusahaan, mitra, dan konsumen

Bagaimana Antisipasi Strategi Anda?

Anda yang menghadapi situasi yang sama dengan telkomsel, bisa juga meniru strategi partnership, budling, dan cross selling telkomsel. Hanya yang perlu diperhatikan adalah kira-kira siapa ya…,yang mau dan pantas menjadi mitra kita. Disinilah diperlukan kemampuan untuk menilai dan memilih mitra. Pihak yang disarankan dijadikan mitra adalah (i) kekuatannya saling melengkapi/ complementer; (ii) segmen pasarnya ada yang beririsan/ intersection; (iii) tidak punya efek yang saling melemahkan. Sedangkan bundling dan cross selling bisa dilakukan dengan apa saja, selama dibutuhkan dan memuaskan pelanggan. Jadi sebenarnya kemitraan ini seperti kita memilih pasangan hidup. Akan bermanfaat dan langgeng kalau satu sama lain cocok dan saling mengisi. Ya nggak?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: