Yudipram Knowledge Brokering Forum

observe, think, feel, & speak up !!!

Kewajiban adalah proses, Hak adalah output (by Yudi Pram)

Posted by yudipram on June 10, 2008

Dalam forum rapat manajemen di salah satu kantor saya minggu yang lalu, ada perdebatan dan diskusi yang menurut saya agak lucu dan childish. Gara-garanya adalah urusan distribusi kompensasi atas prestasi hasil pekerjaan yang dilakukan secara tim. Pembagian honor memang sering memicu pertentangan antar anggota tim, yang dapat berakhir pada sinisme dan interpersonal tension dalam organisasi. Sumber masalahnya sebenarnya sederhana, yaitu adanya perbedaan cara pandang dalam melihat mengapa seseorang mendapat honor lebih besar dibandingkan dengan yang lain.

Sudut pandang yang satu melihat bahwa seseorang tidak boleh mendapat honor yang besar, karena tidak mungkin dan tidak adil kalau seseorang mengerjakan porsi perkerjaan yang luar biasa banyaknya sehingga akan mendapatkan honor yang lebih besar. Sayangnya komentar ini baru muncul dan diributkan ketika pekerjaannya telah selesai. Sedangkan pada saat kick off pekerjaan dimulai dimana terjadi pembagian beban tugas, tidak ada yang ribut dan mempermasalahkannya. Masuk akal juga, emang siapa yang mau dikasih kerjaan banyak? Cape kan?!  

Sudut pandang yang lain melihat bahwa sudah sepantasnyalah orang yang bekerja lebih banyak perlu menuai hasil yang sepadan dengan beban kerjanya. Jadi tidak perlu ada protes kepada orang mendapatkan honor yang besar, jika memang dia bekerja lebih banyak. Jika hasil kerjanya buruk, karena dia bekerja diluar kapasitas, maka itu adalah trade off antara kualitas dan produktivitas. Dalam hal ini yang harus disalahkan adalah orang yang bertanggung jawab dalam pembagian beban kerja tim, bukan si pelaksana tugas. Cape dech……..

Masalah klasik ini, saya pikir pasti banyak terjadi juga di kantor-kantor lain. Ketika akhir minggu kemarin saya bertemu dan menceritakan hal ini kepada kawan seangkatan saya di itb dulu (aing tea itb!), yang sekarang menjadi petinggi perusahaan besar di Jakarta, dia cuma berkomentar:

“Ah itu sih biasa yud……., mental melayu!” katanya.

“Kalau piring loe kosong, mestinya  loe mikir kenapa kosong, mungkin usaha loe belum maksimal, mungkin loe kelewat santai (bahasa halusnya dari males), atau loe emang ga kompeten………”.

”Gaa fair llah (yaiyallah….masa ga fair dong, orang wakil presiden aja Yusuf Ka lla, bukan Yusuf Ka dong!), kalau loe lantas ngeliat piring orang lain yang penuh, dan melarang piringnya itu jadi penuh” dia melanjutkan.

“You are not a judge, you are player too, sesama pemain tidak boleh menghakimi” emang benar gw kan bukan Judge Bao, wheew!

“Yang harus loe lakukan adalah mempelajari dan membenchmark proses mengapa piring orang lain bisa jadi penuh” tambah dia.

“Kalau loe lakuin itu, loe bener-bener orang sekolahan en lulus sekolah beneran”

Nah loh…….. anda termasuk yang mana, introspeksi terlebih dahulu, atau lantas iri sama prestasi orang lain?

 

Mana yang lebih dulu? Kewajiban atau Hak?

 

Buat saya kewajiban dan hak adalah suatu kesatuan yang berjalan serial atau berurutan, seperti layaknya logika input-proses-output dalam kuliah sistem produksi. Laksanakan dulu kewajiban, baru akan mendapatkan hak. Kewajiban dan hak tidak berjalan secara parallel. Allah SWT menganugrahi kita berbagai sumber daya (resources) sebagai input yang harus disalurkan ke proses, untuk memperoleh output. Sumber daya itu berupa kemampuan berfikir, kekuatan & kesehatan fisik, dan ketersediaan waktu, diberikan untuk digunakan dalam menjalankan kewajiban. Jika proses melaksanakan kewajiban itu telah selesai, maka kita akan memperoleh keluaran atau output berupa hak. Jadi berbuat baik kepada Allah dan sesama makhluk itu adalah proses dan kewajiban, sedangkan surga dan neraka itu adalah output dan hak. Biasanya ada korelasi yang erat antara proses yang baik dengan output yang baik. Hak yang baik akan diperoleh jika kita melaksanakan kewajiban dengan baik. Jadi sangat lucu jika ada terpidana mati menuntut hak hidup dengan alasam HAM, padahal dia tidak pernah melaksanakan kewajibannya secara baik selama menjadi anggota masyarakat. Hak tidak bisa dituntut jika orang belum melaksanakan kewajiban. Bayar dulu pajak pada Negara, baru bisa nuntut hak aman, tentram, dan dilindungi. jangan sebaliknya.

 

Apa yang harus anda lakukan?

 

Jika anda sudah diberi kemampuan berfikir, kekuatan dan kesehatan fisik, serta waktu yang cukup, maka anda telah memiliki sumber daya yang sempurna. Jangan sia-siakan itu, segeralah melaksanakan kewajiban dan berupaya dengan penuh semangat ’45 yang maju tak gentar. Maju tak gentar membela yang benar bukan membela yang bayar. Allah SWT tidak meminta anda untuk sukses, Dia hanya meminta anda untuk berupaya keras sambil tetap berdoa. Soal hasil, itu urusan yang uncontrollable, jadi terima saja dengan iklas apapun hasilnya. Dalam konteks manajemen perusahaan, kita harus berpandangan bahwa strategi itu selayaknya harus dikonsentrasikan pada proses, sedangkan output itu hanya sebagai strategic objectives. Oleh karena itu, saya hanya tersenyum-senyum kecil saja, ketika membaca dokumen bisnis plan satu perusahaan yang menyatakan bahwa strateginya itu adalah meningkatkan pangsa pasar dan meningkatkan pendapatan. Menurut saya agak keliru, strategi itu harusnya adalah membuat produk lebih baik, meningkatkan pelayanan, memperbaiki efisiensi, dan menyederhanakan proses, serta semua hal yang sifatnya dikendalikan perusahaan. Sedangkan peningkatan pangsa pasar dan pendapatan adalah tujuan karena bersifat uncontrollable. Setujuu?  Terserah, emaaaaang gue pikiriiiiin……………….., kata duo maia!

4 Responses to “Kewajiban adalah proses, Hak adalah output (by Yudi Pram)”

  1. dheno said

    ay bacanya cekikikan ni…lagi ngedumel ya? jadi inget sama 3p, tapi ini bukan buat marketing lhow ..3P “Pay for Position, Pay for Person, Pay for Performance” …kalo dihitung berdasarkan human asset worth register (human capital) nggak bakal lucu and childish kali? bagaimana bisa merubah nilai orang kedalam “$” …

    Tapi kalo udah sampe ke “pembagian honor” hihih sensitif kali ya … isi kepala orang beda-beda siii …mental melayu, untuk itu selalu inget “kerja cerdas, bukan kerja keras” yak😀

    “Maju tak gentar membela yang benar bukan membela yang bayar” –> yang ini setuju… semangat pak !!!!

  2. Arman said

    HAK ADALAH

  3. Hak adalah sesuatu yg kita terima

  4. kalo kewajiban harus kita jalankan aku udah pernah diajarin buguru aku jadi kalo ulangan aku ingetin biar dapet 100

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: