Yudipram Knowledge Brokering Forum

observe, think, feel, & speak up !!!

Green Product, Green Corporate Thinking, Save The World (by Yudi Pram)

Posted by yudipram on June 18, 2008

stand pameran entre expoKawan lama saya semasa kami bekerja di Perusahaan Real Estate dulu, hari senin 16/06/08 yang lalu meminta saya untuk menjadi juri penilai dalam kegiatan Young Entrepreneur Expo. Tugas saya adalah menilai para peserta pamaeran. Ini adalah pameran ide-ide kelompok anak muda dalam menciptakan peluang usaha baru, suatu kegiatan yang perlu didorong dan didukung oleh semua pihak yang khawatir dengan tingginya tingkat pengangguran dan kemiskinan ( sekali-sekali sok mikirin negara gapapa kan?). Menurut saya, expo ini sangat positif dibanding demo BBM yang malah menghambur-hamburkan BBM karena bikin jalan jadi macet. Pameran yang bertempat di GSG Universitas Khatolik Parahyangan ini, layak untuk diapresiasi mengingat ada beberapa gagasan bisnis yang inovatif dan kreatif. Setidaknya ada 2 kelompok yang menarik perhatian saya dari 12 kelompok yang menjadi peserta dalam expo ini:  

(i)     yang pertama adalah Stand Trees, yang menggagas pembuatan kantong promosi yang berbahan material ramah lingkungan. Ide sederhana ini bisa efektif kalau mampu menyentuh aspek emosional konsumen tentang pentingnya memulai penyelamatan lingkungan dari hal yang kecil-kecil; Ide plus slogan save the world menjadi keunikan yang dijual kelompok ini

(ii)    yang kedua adalah Stand Thumbrella yang menggagas pembuatan payung sekali pakai (disposable) yang juga berbahan dari material ramah lingkungan. Meskipun baru sebatas artist impression, dan belum sampai ke prototype produk. Namun upaya untuk mengkomersilkan kebutuhan kepraktisan melalui desain produk yang atraktif ini cukup berpotensi untuk menarik konsumen; ide plus keunikan desain menjadi daya jual dari kelompok ini

Ada 2 (dua) Ide besar dibalik bisnis yang ingin dikembangkan oleh kedua kelompok, antara lain: (i) kita perlu menyelamatkan kelestarian lingkungan mulai sekarang dan dimulai dari diri sendiri; (ii) upaya penyelamatan lingkungan juga akan peluang bisnisnya kalau kita berhasil mengedukasi pelanggan dengan baik. Contoh success storynya adalah Body Shop. Gagasan ini rasanya perlu diprovokasikan ke lebih banyak pengusaha di Indonesia. Di tengah-tengah gelombang para pengusaha amoral yang mengekploitasi (baca: merusak) lingkungan tanpa kenal ampun, maka adanya orientasi bisnis yang berbasis pelestarian lingkungan perlu disupport secara all out. Jangan cuma mendukung tim piala eropa aja atuh. Jangan juga cuma mendukung pilkada yang suka mengadu domba massa pemilih untuk kepentingan pengurus partai. Ayo, coba urus dulu tuh lingkungan hidup. Ok, go head Ivana! (Ivana adalah anggota kelompok Trees yang sangat semangat menjelaskan konsep bisnisnya)

Mengapa harus Green Product, Green Business, dan Save the World?

Kekhawatiran penurunan daya dukung lingkungan semakin meluas di kalangan masyarakat. Siapa yang ngga takut kepanasan, kebanjiran,pulau jawa tenggelam, keracunan logam berat, berbagai macam kanker, dll. Kiamat akan lebih cepat datang kalau penduduk bumi bertindak bodoh. Setidaknya kiamat kecil lah, karena kiamat yang sesungguhnya hanya Allah yang tahu, Subhanallah…!  Secara garis besar ada 2 tindakan bodoh manusia yang akan mempercepat kiamat:

(i)        Gagal mengendalikan perkembangan penduduk, padahal luas tanah tidak berubah. Kalau penduduk bertambah terus, maka akan mengintervensi habitat mahluk hidup lain sehingga membuat mahluk lain gga lagi kebagian tempat hidup, yang pada akhirnya akan mati.  Kecuali kalau bisa ngojay, hidup dengan habitat air, seperti si deni manusia ikan; blup bluup ooaamha argh puubh ogleeepl Jadi penduduk jangan nambah terus.

(ii)      Gagal memelihara keanekaragaman hayati dan mempertahankan kekayaan plasma nuftah, karena melakukan eksploitasi lingkungan yang tanpa perhitungan serta tidak melihat kepentingan jangka panjang. Padahal keanekaragaman hayati dan plasma nuftah adalah sumber makanan dan sumber pemenuh macam-macam kebutuhan hidup manusia. (wah ini pelajarannya Pa Aat, nama pendek bapak RE Soeriaatmadja, PhD, dari dosen m.k Pengetahuan Lingkungan, semasa saya kuliah dulu). Jadi biosphere ini harus dipelihara

Dalam konteks saat ini maka bisnis mestinya berkontribusi positif pada kedua hal di atas. Bisnis harus mampu mengendalikan perkembangan penduduk, dan bisnis harus mampu memelihara lingkungan. Oleh karena itu green corporate thinking perlu dikembangkan ketika perusahaan akan melahirkan produk-produk baru. Prinsip-prinsip Enviro-Management, harus seoptimal mungkin di implanting kedalam praktek bisnis sehari-hari. Kegiatan produksi dan konsumsi harus sadar lingkungan. Ide-ide yang termasuk dalam green corporate thinking adalah:

(i)             environmentalism as value added, jadikan kampanye penyelamatan lingkungan sebagai positioning perusahaan untuk membuat distance yang signifikan dengan para pemain di industry. Buatlah semuanya kembali ke alam. Tapi bukan Alam Mbah Dukun dan Fety Vera, karena kita bukan mau ngedangdut, apa lagi ngebor, wong lapindo aja belum beres-beres!

(ii)           waste is an unusual resource, manfaatkan sampah dan barang bekas pakai untuk sumber daya dan bahan baku. Kita harus berkampanye dan berteriak “Recycle,…recycle,….recycle!” Coba anda tirukan seperti kenek angkot berteriak “caheum …ledeng,…caheum…ledeng”. Selain anda akan dianggap berhati mulia karena memberikan pekerjaan kepada para pemulung, teriakan ini juga bisa anda jadikan ajang latihan sebelum ikut audisi Indonesian Idol.

(iii)          prevent pollution, kendalikan proses produksi dan outputnya jangan sampai menimbulkan polusi. Jangan memproduksi limbah untuk dibuang ke tanah, ke laut, dan ke udara. Kalaupun ada limbah, harus diantisipasi dengan menyiapkan pengurainya, agar tidak menjadi racun yang berbahaya, termasuk didalamnya hati-hati kalau mau kentut

(iv)         save energy (pronounciationnya harus bener, bukan sep energi, karena anda tidak bicara dengan si usep), lakukan penghematan energy. Gunakan teknologi hemat energy. Yang ini pasti disokong penuh oleh PLN, untuk membantu agar tidak terjadi pemadaman listrik seperti yang sekarang ini sering terjadi.

(v)           meet your green customers, penuhi kebutuhan pelanggan yang juga ingin menyelematkan atau melestarikan lingkungan. Komunitas yang sadar lingkungan pasti sudah banyak juga, awareness dan preferensinya terhadap kelestarian lingkungan harus segera ditangkap sebagai basis pelanggan untuk green product.

Gimana, make sense ga? Mik lah!

One Response to “Green Product, Green Corporate Thinking, Save The World (by Yudi Pram)”

  1. – Gagal mengendalikan perkembangan penduduk, padahal luas tanah tidak berubah: Jargon Orde Baru “KB – 2 anak cukup” mode on
    – Padahal keanekaragaman hayati dan plasma nuftah adalah sumber makanan dan sumber pemenuh macam-macam kebutuhan hidup manusia: IPA – Biologi, Bab I – SMU Kls 1

    Best Quotes:
    – demo BBM yang malah menghambur-hamburkan BBM karena bikin jalan jadi macet.
    – When you stare at her, you will see a big talent on this matter at her eyes!

    Sum up: Nice Post, pa yP!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: