Yudipram Knowledge Brokering Forum

observe, think, feel, & speak up !!!

Rajin Pangkal Pandai, Kreatif Pangkal Kaya (by Yudi Pram)

Posted by yudipram on July 8, 2008

Kalau GDP perkapita Indonesia saat ini hanya US $ 1450, jauh tertinggal oleh bangsa-bangsa lain di ASEAN, itu masuk akal. Indonesia sudah jauh tertinggal oleh Singapura, disalib Malaysia, Philipine, Thailand.Dan terakhir oleh Vietnam, bangsa yang bekerja keras menyeruak ke kepermukaan arena internasional. Kondisi ini, bisa jadi disebabkan karena orang Indonesia kurang mengamalkan pepatah “rajin pangkal pandai, hemat pangkal kaya”.  Waktu saya masuk kelas 1 di SD Sabang Bandoeng dahoeloe kala, saya masih ingat pada pelajaran pertama menulis indah di buku garis tiga, kalimat yang harus kami tulis berulang-ulang, yaa pepatah itu. Rajin pangkal pandai, hemat pangkal kaya adalah pepatah yang punya makna mendalam, karena menghighlight pentingnya konsep experience curve dan resource efficiency  dalam menjalani hidup. Dengan tulisan yang masih sering overshoot, kita, murid-murid SD yang baru mengenal huruf dan tulisan, harus menulis 2 halaman penuh.

 

Hanya saja, untuk urusan hemat pangkal kaya, keliatannya pada saat ini sudah tidak terlalu cocok. Secara mikro, hemat memang baik, tapi secara ekonomi makro, hemat akan membuat pertumbuhan tingkat konsumsi rendah, yang pada akhirnya tidak akan membuat ekonomi tumbuh. Para pembuat kebijakan ekonomi akan segera menurunkan tingkat bunga, kalau bank-bank overlikuid. Agar orang-orang cenderung belanja dan tidak nabung.Kalau semua hemat, terus siapa yang akan pergi ke tempat blanja & tempat senang-senang.  Jadi, blanja itu penting untuk membuka lapangan kerja. Inget rumus Y=C+I+G+(X-M), dimana C adalah consumption,…….. hahahaha Keynesian kalee! Lagian hidup dijaman kartu kredit, barang branded, mobil brandnew, dan café resto & mall yang berorientasi pada experiential lifestyle, mana mungkin kita bisa hemat. Anggaran belanja konsumen yang terbatas, dipaksa ditambah untuk menutupi melangitnya biaya marketing para produsen, yang mati-matian harus membangun brand untuk membangun daya saing. Jadi jalan keluarnya adalah kita harus lebih kreatif mencari uang. Lebih produktif dalam bekerja. Lebih innovatif dalam menghasilkan produk atau output. Pokoknya lebih distingtif bin bermotif lah, jangan monoton tanpa ekspresi dan intonasi.

 

Kreatif inilah yang akan membuat anda lebih sejahtera. Itu kata Richard Florida. Doktor Ekonomi penulis buku, The Rise of Creative Class (2002, buku lama memang!), dilanjutkan dengan buku The Flight of Creative Class, dan buku Who’s Your City, melihat bahwa faktor kreatif inilah yang dapat menghidupkan perekonomian di suatu wilayah. Dalam risetnya yang secara konsisten mengkaji fenomena meningkatnya tenaga kerja di sektor-sektor yang berbasiskan kreativitas di Amerika Serika, Florida mengemukakan ada faktor 3T (technology, talent, dan tolerance) yang akan mendorong suatu kegiatan ekonomi menjadi lebih dinamis. Karena 3T inilah, para pekerja di sektor kreatif dapat memperoleh bayaran yang lebih tinggi dibandingkan dengan pekerja disektor lainnya.

 

Siapa saja yang masuk kedalam kategori golongan kreatif (creative class) ini? Florida membaginya menjadi 2, yaitu: (i) kelompok super creative core, yang termasuk kedalamnya adalah scientist, architect, engineer, lecturer, artist, designer, entertainer, sportsman, & media people; (ii) kelompok creative professional, yang termasuk kedalamnya adalah ahli manajemen, ahli keuangan, ahli hukum, dokter, & pemasar untuk segmen high end. Anda mau masuk kelompok yang mana? Yaa terserah, emang gue pikiran. Pilih aja pekerjaan yang paling anda sukai. Tapi ada beberapa ciri yang umumnya melekat pada golongan kreatif ini. Mereka adalah kelompok pekerja keras yang works long hours dalam kondisi erratic irregular schedule! (Nah loh, kalau anda masuk golongan ini berarti harus banyak doping, jadi ga aneh kalau sekarang banyak extra joss dan sejenisnya dijual di pasaran, minuman energy bo!). Golongan kreatif biasanya menyebut dirinya juga sebagai kelompok No Collar, suatu positioning yang membedakan dari White Collar (para eksekutif) dan   Blue Collar (para pekerja). Tapi no collar bukan berarti golput, dia cuma mau bilang bahwa meskipun kerjanya ga pake jas rapi plus dasi komplit, tapi duitnya banyak karena sama-sama meres otak & mikir kaya white collar! Meskipun kerja secara dress down, pake jeans, kaos, n kemeja pantai, tapi bisa  sama-sama punya mobil & tempat tinggal bagus. Dan istrinya juga bisa dua (emang AA Gym…….hahaha). Intinya adalah golongan kreatif ini akan menghasilkan uang dengan cara menangkap gagasan sebagai input, lalu diproses, dan menjadikan gagasan baru sebagai output, yang lebih baik dan disukai pasar.

 

Jadi bagi anda yang ingin kaya, bersiap-siaplah untuk menjadi kreatif, sehingga anda tidak perlu berhemat. Untuk menjadi kreatif tidak perlu sekolah tinggi-tinggi, tapi harus mau belajar (sekolah dan belajar adalah sesuatu yang berbeda). Tidak perlu sekolah S1,S2,S3 untuk menjadi kreatif. Di kampus-kampus saya sering menemukan mahasiswa yang sekolah, tapi tidak belajar. Akibatnya mereka punya ijasah kelulusan, tapi ga bisa apa-apa. Kreatif tidak ada hubungannya dengan pendidikan formal. Doktor yang tidak kreatif juga banyak n pabalatak, ada yang jadi monster buat mahasiswanya,  ada yang nyungseb di Cileunyi, ada yang ijasahnya asli tapi palsu (bisa ikut ujian karena disertasinya dibuatkan orang lain). Kreatif hanya berhubungan dengan pepatah “rajin pangkal pandai”. Kalau anda rajin melihat, rajin bertanya, rajin memikirkan, dan rajin mengerjakan, anda akan pandai. Ini mungkin terjadi karena anda jadi kaya pengalaman. Pengalaman melihat, pengalaman bertanya, pengalaman berpikir, dan pengalaman mengerjakan. Dan kalau sudah pandai, anda akan kreatif. Kalau sudah kreatif, maka anda akan kaya. Kalau anda kaya melalui proses rajin, pandai, dan kreatif, anda telah menjadi mahluk tuhan yang sempurna. Pekerjaan anda berikutnya adalah tinggal beramal soleh. Kalau sekarang anda sehat jasmani rohani, segeralah bersukur dan mulailah menghadapi tantangan hidup dengan kreatif.

 

 

5 Responses to “Rajin Pangkal Pandai, Kreatif Pangkal Kaya (by Yudi Pram)”

  1. Best Quote:
    “Secara mikro, hemat memang baik, tapi secara ekonomi makro, hemat akan membuat pertumbuhan tingkat konsumsi rendah, yang pada akhirnya tidak akan membuat ekonomi tumbuh.”

    “Jadi jalan keluarnya adalah kita harus lebih kreatif mencari uang. Lebih produktif dalam bekerja. Lebih innovatif dalam menghasilkan produk atau output. Pokoknya lebih distingtif bin bermotif lah, jangan monoton tanpa ekspresi dan intonasi.”

    Makasih ya Pa, postingan yg ini my Fave! (ada bonus foto Ibu, Mas n Ade soalnya hehehe)

  2. Bagus Nugroho said

    SETUJU PAK…🙂

  3. “”Siapa saja yang masuk kedalam kategori golongan kreatif (creative class) ini? Florida membaginya menjadi 2, yaitu: (i) kelompok super creative core, yang termasuk kedalamnya adalah scientist, architect, engineer, lecturer, artist, designer, entertainer, sportsman, & media people; (ii) kelompok creative professional, yang termasuk kedalamnya adalah ahli manajemen, ahli keuangan, ahli hukum, dokter, & pemasar untuk segmen high end.””

    masuk yang mana yah enaknya,,,hehehe.

  4. nurul said

    hmmmm…keren ^^

    rajin->pandai->kreatif->soleh->masuk surga->AMIN !!!!

  5. Apti said

    Beneeeerrr banget kata bapak… tapi ngomong-ngomong soal kreatif, saya bener-bener lagi puyeng mikirin bisnis apa di masa depan yang kira-kira susah di adopsi orang, daur hidupnya panjang tapi bisa dimulai dari modal kecil??????
    Trus menurut bapak, apa bener bisnis di bidang kesehatan akan menjadi tren bisnis masa depan?

    Mohon sarannya…..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: