Yudipram Knowledge Brokering Forum

observe, think, feel, & speak up !!!

Open Education Resources : Knowledge is Free! (by Yudi Pram)

Posted by yudipram on July 20, 2008

Buat anda yang tidak mau lagi repot-repot bayar uang kuliah yang semakin mahal itu, sekarang saatnya sekarang waktunya menikmati menuntut ilmu dengan gratis.  Tanpa perlu menunggu janji-janji gombal para politikus dan kepala daerah yang menjajikan sekolah gratis atau murah, sebenarnya kita sekarang berada di jaman “Knowledge is Free” (pengetahuan itu gratis). Khususnya untuk tingkatan pendidikan tinggi! Kalau hanya sekedar ingin tahu, sekarang ini semuanya serba gratis, tidak perlu bayar apa-apa.  Sumber ilmu pengetahuan diseluruh dunia, sudah menjadikan pengetahuan sebagai public domain yang bisa diketahui siapa saja.  Open Education Resources (OER) telah memungkinkan semua orang yang punya akses dan bandwidth yang memadai, dapat mengunduh (download) seluruh materi pengajaran yang ada di Massachuset Institute of Technology (MIT) dengan gratis. Bukan itu saja, saat ini lebih dari 300 universitas terkemuka di seluruh dunia juga sudah menyediakan lebih dari 3000 materi perkuliahan yang dapat diunduh dengan gratis. Tentu saja materinya dalam bahasa inggris. Namun penerjemahan materi tersebut kedalam bahasa spanyol dan china semakin meningkat. Jadi buat elo yang cuma bisa bahasa jawa and bahasa prokem, harap gigit jari aja. Syapa suruh lahir di Indonesia, negara dengan seribu bencana, dan berjuta koruptor itu.

 

Open Education Resources (OER) adalah suatu upaya untuk mendigitalkan materi pengetahuan, guna  disediakan secara terbuka dan gratis bagi para pendidik, mahasiswa, dan peminat otodidak untuk keperluan pembelajaran dan penelitian.  Ini adalah suatu revolusi dan perubahan prilaku yang luar biasa dalam penyebaran ilmu pengetahuan oleh para warga perguruan tinggi sebagai gudang ilmu. Para Galileo di seantero dunia rupanya telah berubah. Penemuan ilmu yang biasanya diproteksi dengan hak cipta, sebagai bentuk pemberian hak monopoli bagi para penemu untuk mengeksploitasi manfaat ekonomi dari temuannya, pada saat ini dibuka begitu saja menjadi suatu komoditi gratis. Fenomena ini jalas akan mengubah struktur industri jasa pendidikan tinggi. Jika pemanfaatan OER meluas di seluruh dunia, maka batas-batas antara pendidikan formal, non formal, dan informal, akan semakin kabur (maksudnya blur atau ga jelas, hilang seperti para konglomerat yang maling dana BLBI itu).  Oleh karena itu, keberadaan OER ini harus diantisipasi oleh semua pihak dengan tepat, agar tidak berada di jalan yang sesat. Dampak OER dan antisipasi yang harus dilakukan antara lain:

 

A.   Bagi Mahasiswa

 

Yang pertama, dengan adanya OER, berarti dosen-dosen yang ada di kampus anda bukan lagi satu-satunya supplier dari reading lists dan teaching materials dari ilmu yang anda pelajari. Anda bisa nyari bahan kuliah ke universitas2 beken, yang top markotop dan special pake telor. Jadi udah ga jamannya lagi kalau dateng kuliah cuma untuk  denger dosen cuap-cuap, dengan referensi buku-buku terjemahan yang ada di Palasari, rugi tuh karena terlalu primitif! Forum perkuliahan sebaiknya digunakan untuk mengkonfirmasi materi yang sudah anda download dari OER. Jadikan perkuliahan sebagai forum tanya-jawab dan diskusi untuk mengkonstruksi pemahaman yang mendalam dan menyeluruh dari bahan-bahan yang anda peroleh dari lintas universitas. Jadi tugas mahasiswa dalam pekuliahan adalah ngerjain si dosen untuk mengerahkan wawasan dan kemampuan berfikirnya untuk mengkonstruksi pemahaman dari berbagai sumber. Biarin aja si dosennya pusing, siapa suruh jadi dosen, kalau ga mampu ya jangan jadi dosen dong….

 

Yang kedua, dengan adanya OER, kalau mahasiswa dateng ke kampus hanya untuk dapet knowledge, brarti rugi. B’Coz knowledge itu udah gratis, jadi harus nyoba cari yang lain, yaitu keterampilan keilmuannya dan juga keterampilan hidup. Caranya gimana? Tugas-tugas perkuliahan harus dikerjakan secara serius, karena akan mengasah keterampilan professional anda. Lalu kegiatan-kegiatan ekstrakurikuler harus diikuti semaksimal mungkin sebagai sarana melatih kemampuan interaksi sosial dan life skill. Kalau anda mau untung, maka kampus harus anda gunakan untuk mengembangkan dan mengasah keterampilan hidup. Jadi jangan hanya berkutat mengisi kepala  dengan pengetahuan, tapi harus diimbangi dengan melatih anggota tubuh lainnya (termasuk hati/kalbu) untuk terampil dan mampu digunakan sebagai alat anda untuk survive dan unggul dalam persaingan di masyarakat. Kalau udah lulus jangan merengek-rengek minta disediain pekerjaan atau disalurkan ke perusahaan oleh kampus anda. Itu namanya mental peuyeum.

 

B.    Bagi Karyawan

 

Buat anda yang sudah menjadi karyawan, OER adalah kesempatan emas untuk meningkatkan kemampuan individu secara otodidak. Jadi ngapain ikut pendidikan S-1, S-2, S-3 yang mahal itu. Toh terminal setelah sekolah, kan pada akhirnya harus bekerja juga. Jadi lebih baik tetap bekerja. Dengan OER anda punya saluran yang tepat untuk bersaing dan menguji kemampuan dibanding rekan kerja anda yang sudah menyelesaikan pendidikan formalnya pada berbagai strata. Disela-sela pekerjaan anda dapat memanfaatkan internet kantor untuk akses OER. Belajar sendiri, dengan laboratoriumnya adalah kantor sendiri. Anda dapat bereksperimen dengan menggunakan pekerjaan-pekerjaan sendiri secara reallife. Toh Kantor-kantor yang bagus biasanya tidak memberikan reward berdasarkan jenjang pendidikan, namun berdasarkan kemampuannya, kinerja dan kontribusinya terhadap pencapaian tujuan kantor. Buat apa punya ijasah S-2, S-3 kalau ga bisa apa-apa. Jadi jangan menutupi inferioritas dengan selembar kertas ijasah. Kalau kita ga bisa apa-apa, kan akhirnya akan mempermalukan diri kita sendiri juga. Kualitas diri sebaiknya ditunjukkan lewat hasil pekerjaan, bukan dengan atribut pendidikan formal.

 

C.    Bagi Perguruan Tinggi

 

Yang pertama, OER harus dijadikan pemacu bagi perguruan tinggi untuk mencari strategi baru dalam memperkuat positioning dan daya saingnya. Perguruan tinggi yang hanya menjual knowledge, adalah perguruan tinggi primitif yang akan segera masuk ke pusaran kategori perguruan tinggi papan bawah. Mereka adalah perguruan tinggi tanpa kreativitas yang dikelola oleh pedagang guren, karena mereka  hanya menjual sesuatu yang sudah gratis. Its ridiculous! Oleh karena itu, dengan adanya OER maka metoda belajar dan perkuliahan harus segera direformasi. Pertemuan kelas dalam perkuliahan standar dengan jadwal 14-16 kali pertemuan dalam satu semester menjadi terlalu naïf, seperti sayur tanpa garam. Kombinasi-kombinasi lain melalui ekskursi, studi visit, internship, laboratorium, studio, dan aktivitas non kelas/outdoor lainnya harus dimunculkan dalam perkuliahan agar menjadi faktor menentu yang membuat mahasiswa merasakan mendapatkan sesuatu yang tidak gratis di kampusnya.  

 

Yang kedua, perguruan tinggi (di Indonesia) harus meningkatkan kemampuan dosennya. Sistem rekrutmen dan perlakuan terhadap dosen di perguruan tinggi saat ini relatif buruk.  Apalagi pada saat ini, tenaga kerja yang masuk ke industri pendidikan pada umumnya adalah tenaga kerja KW2 (hahaha….kaya kramik atau onderdil mobil, ada KW1, KW2, KW3). Mereka masuk bekerja ke perguruan tinggi, untuk posisi entry level (dosen/ dan juga guru, yang masuk dari posisi fresh graduate, non pengalaman) pada umumnya adalah karena yang kalah bersaing dalam memperebutkan posisi di perusahaan2 bonafid yang bergaji besar. Anda tahu sendiri gaji dosen/guru  itu kecil, jadi ada dua alasan orang menjadi dosen/guru: (i) punya idealism ingin mendidik; (ii) ga ada lagi perusahaan yang menggaji besar (the dream company) yang mau menerima mereka, jadilah untuk menyambung hidup mereka terpaksa bekerja menjadi dosen. Jadi harus ada kemauan dan kemampuan dari perguruan tinggi untuk mereformasi cara pengelolaan dosennya menjadi lebih baik dan lebih menarik. Agar didapat dosen berkualitas sebagai faktor penentu daya saing perguruan tinggi.

 

One Response to “Open Education Resources : Knowledge is Free! (by Yudi Pram)”

  1. Wow kewren…! Inspiring article \(^0^)/
    Terimakasih atas sharing nya ya pa yP.
    Snangnyah ada OER, amat sangat membantu.
    Semoga saat proses mengunduhnya nanti lancar.

    Saya suka sama posting yang ini (as always hehehehe…)
    Boleh ya pa yP, posting ini di share di milis alumniSTMB, kayaknya semangat fresh graduate IMT perlu di reCharge

    my Best Quotes:
    – Buat apa punya ijasah S-2, S-3 kalau ga bisa apa-apa. Jadi jangan menutupi inferioritas dengan selembar kertas ijasah. Kalau kita ga bisa apa-apa, kan akhirnya akan mempermalukan diri kita sendiri juga. Kualitas diri sebaiknya ditunjukkan lewat hasil pekerjaan, bukan dengan atribut pendidikan formal.

    – Jadi buat elo yang cuma bisa bahasa jawa and bahasa prokem, harap gigit jari aja. Syapa suruh lahir di Indonesia, negara dengan seribu bencana, dan berjuta koruptor itu.

    RocK oN, pa yP!!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: