Yudipram Knowledge Brokering Forum

observe, think, feel, & speak up !!!

Compete with The Giant (by Yudi Pram)

Posted by yudipram on July 26, 2008

Kalau mau eksis, jangan cemen! (cemen gresik, cemen holcim, atau cemen tara loe bengong gw tabok?) Itu pesan saya buat para sarjana baru yang masih pengangguran. Perioda jadi anak mamie mestinya kita batasi dari mulai bayi sampai umur 15 tahun aja. Kalau dalam perioda balibeta (bawah lima belas tahun) anda masih cemen, itu dimaklumi. Tapi kalau setelah itu, cemen anda terus kebawa-bawa, namanya kebangetan, manja tiada akhir. Jadinya  muke lu jauh, (meskipun ga blagu) loe pastinya,  kelaut aje! Jangan salahkan orang lain kalau kemudian menghadapi masa depan dengan penuh ketidak pastian! Masa-masa di SMA dan Perguruan Tinggi mestinya dijadikan arena pembelajaran  untuk mengubah mental, melatih fisik, dan mengasah keterampilan, agar siap terjun dan tahan banting dalam menghadapi persaingan. Jangan terus berlindung dibawah ketiak nyak n babe loe. Harus berani keluar, berani dicemooh, berani di underestimate (bertrima kasihkan pada temen2 loe yang kupling, yang suka mengunderestimate), berani babak belur sambil belajar terus dan memperbaiki diri. Buang jauh-jauh pikiran bahwa senjata ampuh anda adalah ijasah S1,S2, atau S3 anda. Senjata ampuh anda adalah keterampilan anda (bahasa sundanya mah “kabisa maneh naon, borokokok?”). Senjata rahasia pamungkas anda juga mestinya keterampilan anda juga, jangan surat sakti atau memo ortu yang berpengaruh.

Eksistensi dalam dunia kerja, sebenarnya seperti dunia persilatan, dimulai dari mental dulu, coba deh liat film-film tentang pendekar jagoan di biara shaolin. Kesuksesan tidak datang begitu saja, namun lahir dari kerja keras dan jatuh bangun (seperti lagu dangdut Kristina tuh,….jatuh bangun aku……lalalalala, gue ga apal ah). Meskipun mengantongi segepok ijazah dan sertifikat (kalo modalnya cuma ini loe mendingan jadi PNS aje), tidak ada jaminan anda akan mendapatkan posisi bagus. Mengapa? Karena dalam hidup ini anda tidak akan pernah masuk ke lapangan dan arena yang masih kosong melompong dimana anda bisa bebas berbuat sesuka hati anda. Namun anda selalu akan masuk ke arena yang sudah ada penguasanya, selalu ada incumbent nya. Coba tengok, ketika pertama anda masuk ke SD/SMP/SMA/PT, anda akan mendapatkan senior-senior  yang sudah petantang petenteng sok jago. Masuk ke dunia hitam dan premanisme, anda akan berhadapan dengan bos-bos penjahat dan centeng2nya yang sudah malang melintang. Masuk ke dunia artis dan selebiritis, anda akan ketemu dengan bintang senior yang dominan. Masuk ke dunia wirausaha, anda akan ketemu dengan pengusaha-pengusaha berpengalaman yang akan segera melibas pendatang baru bau kencur. Apa lagi masuk dunia kerja, anda akan dihimpit oleh berbagai kekuatan yang siap memasukan anda kembali ke kotak pengangguran. Banyak hal yang akan membuat anda kesal: pekerjaan banyak, gaji kecil, ditekan senior, dilecehkan pemilik perusahaan, malu sama kawan seangkatan yang sudah digaji besar, atau malu sama suami/istri mantan pacar sudah mapan menjadi entrepreneur, (pacar loe  memang instincnya bagus, udah tau loe bakalan susah, yawda mendingan ditinggalin aja) dll. Intinya apapun dunia yang anda masuki, anda akan bertemu dengan raksasa-raksasa besar yang sudah menggurita, disertai dengan predator-predator tanggung lainnya yang siap menerkam anda dan membuat anda mati kutu, ditindes abis, des..des…des…sampai hancur lebur, mampus loe (hahahaha….)!

Jadi kalau mau survive dan eksis, siapkan mental die hard nya bruce willis dalam diri anda (tanamkan dalam hati anda: aing mah teu paeh-paeh, aing mah hese paeh! jeung hirupna ge teu susah!), dengan disertai usaha dan doa, insya allah anda akan berkembang. Cobalah banyak-banyak nonton film Keanu Reeves, Bruce Willis, Steven Seagal, Arnold Schwarzenegger, Jacky Chen, dll, siapa tau ketularan jadi jagoan, minimal dari mentalnya (hahahaha……….)

Kalau sudah punya mental baja, selanjutnya coba amalkan saran dari Paul W Flowers (2006), penulis buku “Underdog Advertising: Proven Principles to Compete  and Win Against the Giants in Any Industry”. Flowers adalah seorang professional dalam bidang marketing communication yang sering membantu klien nya yang masih kecil (dan anggarannya sedikit) untuk melawan perusahaan besar dengan kemampuan dan anggaran yang besar. Alhasil dengan prinsip-prinsip yang dia jalankan secara konsisten, flowers dapat mengiringi perusahaan kecil tersebut tetap eksis, dan terus berkembang dalam arena yang dikuasai perusahaan incumbent yang besar. Prinsip-prinsip yang dikemukakan Flowers, jika anda ingin mengalahkan raksasa, adalah sebagai berikut:

a.    Think outside the box. Cobalah berfikir diluar kebiasaan dan pola yang umum. Artinya disini anda harus kreatif. Menciptakan hal yang baru yang tidak biasa dikerjakan orang lain. Kemarin saya melihat ada orang yang memanfaatkan bekas oil filter mobil untuk bikin kap lampu, dan bisa mencapai omzet 20 juta per bulan. Ini kan luar biasa. Jadi putar otak setiap saat dan hasilkan sesuatu yang baru untuk mengalahkan si raksasa, pesaing anda.

 

b.    Take risk. Kalau sudah yakin, harus berani memutuskan dan mengerjakannya. Lalu siap-siaplah dengan resikonya. Jadi resiko itu harus dikalkulasi dan disiapkan antisipasinya kalau sewaktu-waktu datang. Maklum si raksasa dapat menyerang anda kapan saja dan dari arah mana saja. Jangan terkaget-kaget dan bengong kalau mendapatkan masalah. Lebih baik tawakal dan berusaha terbebas secepat mungkin

 

c.     Strategy before execution. Pikirkan strategi dengan matang. Jangan langsung bertindak menyerang si raksasa, sebelum menyiapkan 3-4 langkah antisipasi yang akan diambil jika di raksasa menyerang balik. Ingat sebagai pendatang baru anda sangat rentan untuk dirobohkan, jadi siap-siaplah dengan alternative jalan keluar yang lain.

 

d.     Be contrary. Buatlah sesuatu yang berlawanan dengan tindakan yang dibuat si raksasa. Kalau lawan bermain di kualitas, maka anda harus bermain di harga. Kalau lawan main di pelayanan, maka anda harus bermain di arena non pelayanan. Kalau lawan memulai dari depan, maka anda harus memulai dari belakang. Jadi usahakan bertindak sebaliknya, jangan jadi pengekor.

 

e.    Select your battlefield. Pilih arena bertempur yang sesuai dengan kekuatan anda. Kalau anda jago dikonsep, anda harus main di konsep terus. Kalau anda jago di komunikasi dan relationship, maka anda harus bermain disitu. Kalau anda kuat di endurance, maka anda harus bermain di daya tahan. Kalau perlu kerja melebihi jam normal.

 

f.     Focus! Focus again ! Still Focus! And Focus Forever! Jangan terpengaruh dan tergoda untuk segera memperluas arena permainan, upayakan focus dan tetap menjadi best in class specialist. Jadilah yang terbaik di bidang yang anda bidik dan tetap konsisten di situ, sebelum anda betul-betul ahli dan mendapat pengakuan orang banyak .

 

g.    Demonstrate value. Tunjukan dan berikan nilai bagi boss anda, rekan anda, para pengguna jasa atau pelanggan anda. Berikan manfaat yang lebih dibandingkan dengan manfaat yang diberikan oleh pesaing anda. Ini berkaitan juga dengan point a di atas

 

h.    Speed & surprise. Raksasa biasanya lamban. Jadi cobalah berlomba pada kecepatan waktu. Berikan segala sesuatu pada boss, rekan, pengguna jasa anda dengan lebih cepat. Ciptakan kejutan atau surprise pada pelanggan dan pesaing anda sekaligus.

 

i.      Have patience. Setelah semua usaha dilakukan, langkah terkhir adalah sabar,tawakal, dan syukur menerima hasil. Bentuk kinerja yang seperti apapun harus diterima dengan lapang dada, serta digunakan sebagai bahan bakar dan motivator untuk melangkap pada tindakan dan rencana berikutnya dalam menyongsong sukses. Orang sabar kekasih tuhan. (coba baca crita ini: seorang suami yang mirip perpaduan antara mandra, tukul & ucok baba (the beast), memandangi istrinya yang mirip perpaduan antara dian sastro & sandra dewi (the beauty) dengan penuh kekaguman. “setiap aku melihat wajahmu, aku selalu bersyukur kepada Allah” ujar si suami kepada istrinya. “kalau begitu kita akan masuk surga bersama” jawab si istri. “Mengapa?” tanya si Suami. “Selama ini aku juga selalu bersabar, bersuamikan kamu, bukankah orang yang bersabar dan yang bersyukur dijamin Allah untuk masuk surga?” (hidup sabar & syukur! bukannya begitu nelly?)

5 Responses to “Compete with The Giant (by Yudi Pram)”

  1. HaHaHa… syapa tuh Nelly? Nenek Lincah yaaa…
    Artikel yang ini ekspresif ‘ga monoton tanpa intonasi’.
    Lucuw bangeudh..
    Rock oN, pa yP!
    (^_^)v

  2. nate said

    Inspiring post.
    ora et la bora.

  3. me_ch said

    hehe…trnyt pak yudi bisa ngelucu juga yahh,,

  4. Daeng MedComizm said

    hahaha… inspiring pak…

    lucu juga bahasany si bapak…

    btw… maya marmoth tuh siapa seh pak??? exist bgt dah di blog bapak… salam kenal ajah…

    gracias

  5. yudipram said

    ga tau, emang sering nylonong tuh…….

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: