Yudipram Knowledge Brokering Forum

observe, think, feel, & speak up !!!

Keep Your Boss Happy (by Yudi Pram)

Posted by yudipram on August 10, 2008

Ada lelucon basi yang masih relevan dengan tulisan ini, “apa bedanya sekretaris yang baik (a good secretary) dengan sekretaris yang cantik (a nice secretary)?” jawabannya : Perbedaanya baru ketauan pada kalimat pertama yang diucapkan si sekretaris di pagi hari. Si baik akan mengucapkan “good morning boss….” Karena baru ketemu lagi di pagi hari itu dan siap menerima pekerjaan baru untuk sepanjang hari itu, sedangkan Si cantik akan bilang “ its morning boss….” Karena dia bekarja hampir tidak sadar waktu, menemani si boss siang dan malam. Pertanyaan berikutnya adalah “Mana yang penghasilannya lebih besar? si baik atau si cantik?” Gw ga mw jawab, itu terserah loe aje. tapi yang jelas si boss pasti gajinya yang paling besar.

Point yang ingin saya sampaikan adalah bahwa kita tidak bisa munafik (jadi bukan munadi atau munawar! Kalau pak munadi itu kawan saya yang menjadi Ka Divisi Telkom CIS, sedangkan pak munawar itu kawan saya seangkatan di PL-ITB dulu ………..hahaha ngelantur). Ya, pokoknya kita tidak bisa munafik lah bahwa kalau bekerja itu pada dasarnya kita berharap income, fringe benefit, dan bahkan kalau punya prestasi hebat malah kita berharap ada rewards khusus. Jadi bohong, kalau ada orang yang beralasan bahwa bekerja itu dilakukan karena ingin mengembangkan bakat. Pengembangan bakat itu hanya sasaran antara (intermediary goals) , namun sasaran akhirnya pastilah sesuap berlian. Hanya pertanyaannya, bagaimana caranya agar ketiga hal tadi (income, fringe benefit, dan rewards) dapat diperoleh secara maksimal?. Jawabannya cukup sederhana: berbaik-baiklah dengan boss anda, bikin boss anda always happy! (ajaklah si boss untuk menyanyi “don’t worry………..be happy!”)

Meskipun dalam ajaran agama, kita diwajibkan untuk berbaik hati dan menebar rahmat kepada sesama mahluk tuhan (manusia, hewan, tumbuhan, dan alam semesta), namun tidak dapat dipungkiri, bahwa dengan segala keterbatasan yang kita punya, terpaksa kita harus menentukan skala prioritas. Kalau kita mw matre dikit, maka prioritas pertama adalah kita berbaik hati pada boss dulu. Tujuannya adalah agar kita dapat memanen hasil (baca: dapet duit banyak!) dengan segera, yang selanjutnya dapat digunakan sebagai modal untuk berbuat baik lagi ke mahluk-mahluk tuhan yang lainnya.

Lalu sebenarnya siapa yang berada dalam posisi boss itu? Boss adalah orang yang berada dalam posisi menentukan dalam menilai hasil kerja kita dan sekaligus punya power dalam menentukan tingkat penghasilan dan kondite/kredibilitas yang akan kita peroleh. Sebenarnya, ini tidak berlaku di tempat kerja saja, tapi juga disetiap lingkungan sosial dan keluarga. Di lingkungan sosial, anda punya boss, yaitu tokoh masyarakat yang paling berpengaruh. Beliaulah yang akan menganugrahkan citra sosial. Kontribusi sosial anda akan menentukan status sosial anda. Di rumah (kalau anda belum bekerja), maka boss anda adalah orang tua anda. Meskipun ada pribahasa: sebuas-buasnya harimau tidak akan sampai memakan trotoar (puguh we da teuas!- ini diterjemahkan dari siloka bahasa sunda: sagalak-galaknya maung moal nepi ka ngahakan kopeah! Da teu ngeunah), kita tetap tidak boleh kurang ajar terhadap orang tua. Berbuat baik kepada orang tua hukumnya wajib!

Lalu bagaimana caranya membuat boss tetap happy? Ada 11 (sebelas) hal  yang harus anda lakukan, untuk meng gol kan kesenangan si boss, yaitu:

 1.         Be very good at what you do. Kerjakan tugas anda sebaik mungkin, sesuai dengan anggaran, waktu, dan spek yang diminta. Kualitas pekerjaan jangan asal-asalan, tunjukkan kemampuan craftmanship anda. Artinya setiap pekerjaan harus dikerjakan dengan sepenuh hati, sehingga hasilnya dapat mencitrakan kualitas diri anda sebagai pihak yang mengerjakannya.

 

2.         Save your organization money. Sebisa mungkin hematlah pengeluaran perusahaan. Ingatlah bahwa anda mendapat tanggung jawab seumur hidup untuk conserve resources. Tapi conserve tidak sama dengan pelit seperti si wan abud. Conserve itu tidak diskrimnatif, namun pelit itu diskriminatif. Makanya kalau yang pelit itu jadi buntut kasiran (hahahaha…..ga ngerti kan maksudnya? Yawda ga ngerti juga gapapa. Its not important!)

 

3.         Make money for your organization. Jika anda bekerja di perusahaan, cobalah semaksimal mungkin untuk membantu penjualan perusahaan, meskipun anda tidak berada di bagian pemasaran dan penjualan, tapi cobalah menjadi extended sales person bagi perusahaan anda. Boss biasanya akan senang kalau pencapaian target penjualannya dibantu oleh banyak orang.

 

4.         Learn your boss’s expectation and identify what really important to your boss. Tidak semua boss dapat atau sempat mengungkapkan apa yang dia mau. Jadi kenali apa yang paling penting dan diinginkan oleh boss dari setiap pekerjaan yang diberikan kepada anda. Observasi, catat, dan hapalkan dengan  baik kebiasaan-kebiasaan boss anda. Lalu penuhilah kebiasaan-kebiasaan itu. Misalnya, kalau boss anda terbiasa dan addicted makan nasi sebakul, maka jangan sekali-sekali anda menyembunyikan bakulnya. Kalau anda lakukan itu, pasti anda akan di talapung

 

5.         Get feedback on our performance. Segeralah minta feedback pada boss anda, apa yang masih kurang dari anda. Jika ada yang kurang , segeralah minta maaf, serta minta waktu untuk memperbaiki diri. Tapi jangan minta feedback dengan cara anda menelpon si boss jam 2 malam. Eta teu pantes! selain ga sopan, juga bisa membangunkan orang seisi rumah karena disangka ada berita kematian keluarga.

 

6.         See that the most problems are solved before they come to the boss. Upayakan setiap masalah selesai tanpa harus minta bantuan boss. Ini baru bawahan teladan. Selesaikan semua urusan oleh anda, dan biarkan si boss duduk manis. Si boss seharusnya hanya tinggal menerima hasilnya yang baik saja, dan jangan dilibatkan dalam penanganan masalah. Kecuali kalau si boss sedang berada di dalam rumahnya yang kebakaran, dan anda sedang berusaha untuk memadamkannya. Dalam kondisi seperti ini, daripada si boss jadi tutung (hangus), lebih baik disuruh bantu juga ngambil air di sumur, untuk menyiram dan memadamkan kobaran api.

 

7.         Volunteer for difficult and unwanted assignment. Anda akan mendapatkan kredit point lebih, jika mau bersukarela mengerjakan pekerjaan sulit dan tidak diinginkan dikerjakan oleh si boss seorang diri. Intinya adalah berupayalah untuk proaktif. Kerjakan sebelum disuruh. Tapi jangan pupujieun juga, misalnya memberikan hadiah kepada si boss, satu keranjang coklat toblerone, sementara si boss sedang sakit gigi, nyanyautan, nyut…nyut…nyut! Kebetulan pada saat yang bersamaan ada orang jualan kaos sambil menawarkan barang dagangannya “karaos………..pak” (di Bandung bentuk jamak kaos, ditambah dengan sisipan “ar”, makna lain dari karaos = terasa). Kalau sudah begitu,  dijamin pasti anda ditabok, karena anda dianggap mau mengolok-olok si boss.

 

8.         Sell only worthwhile ideas. Tong ngacapruk! Sampaikanlah kepada si boss hanya gagasan-gagasan yang baik dan brilliant saja. Jangan menawarkan gagasan basi, tiruan, atau terlalu muluk-muluk. Tawarkan ide dan solusi masalah yang masuk akal namun cerdas. Misalnya untuk mengefisiensikan penggunaan energy listrik di kantor, anda tidak perlu menyarankan agar penerangan di kantor harus diganti dengan satu truk kunang-kunang. Ini tidak masuk akal, kunang-kunang memang seperti lampu, tapi dia tetap aja binatang, jadi teu pantes kalau harus ikut-ikutan ngantor. Selain kurang terang, kantor itu bukan tempat disco yang lampunya harus kelap kelip, reup bray! Jadi berikan  saja saran yang wajar, meskipun PLN sering mati, gapapa kita tetap saja harus pake listik PLN.

 

9.         Don’t ask for unnecessary guidance. Jangan minta petunjuk terus pada si boss (nanti anda seperti menteri penerangan dijaman orde baru dong! Selalu mengatakan, “menurut petunjuk bapak presiden……. Harga cabe kriting perkilogramnya adalah Rp 3.000,-  sedangkan cabe rebounding perkilogramnya adalah Rp.10.000,-  Menurut bapak presiden juga yang rebounding lebih mahal karena mengerjakannya lebih lama dan harga bahan-bahannya naik“. Jadi tidak perlu seperti itu, anda kerjakan saja langsung, jangan banyak tanya jika semua aturannya sudah jelas

 

10.     Don’t complain about other people. Jangan membiasakan diri menyalahkan orang lain dan mencari kambing hitam (karena kambing hitam sudah direkrut jadi domba adu dan sedang bertanding di Garut, memperebutkan piala kang dada, jadi tidak mungkin ketemu!). Anda jadi terkesan tidak gentle dan pengecut kalau tetap mencari kambing hitam. Lebih baik cari saja kambing putih nanti dipilox hitam doff sambil dihighlight warna pink, seperti anak SMA yang baru lulus UAN. Kalau memang anda salah dan tidak mampu, lebih elegant kalau anda mengakuinya. Lalu jangan lupa berjanji akan bertanggung jawab, dan akan menghindari agar tidak terjadi ladi di masa depan.

 

11.     Be a tough self critic. Jangan cepet pundung! Jangan cengeng! Kalau dimarahin, ya trima saja. Kalau yang diomongin boss bener, jadikan input untuk memperbaiki diri. Kalau yang diomongin ga bener, anggap saja si boss sama dengan radio butut, anggap angin lalu saja dan jangan dimasukan ke hati. Lebih baik dimasukan ke sumur resapan, agar permukaan air tanah tidak semakin turun (teu nyambung suy……..hahahaha)

Kalau kesebelas hal di atas, anda lakukan dengan baik, bersiaplah anda menjadi karyawan kesayangan si boss. Dan bisa jadi anda juga akan berkata “its morning boss……” , kalimat yang wajar sih, asal anda bukan sekertaris cantik. Hahahaha……………..

One Response to “Keep Your Boss Happy (by Yudi Pram)”

  1. HaHaHaHaHaHaHa… Bhwoodooooorrrrr Pisan…
    Ini inovasi barrrruuuuuww… TextBook versi Mangle, Bo!
    It’s Mornin’, pa yP!
    (^_^)v

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: