Yudipram Knowledge Brokering Forum

observe, think, feel, & speak up !!!

Tantangan Abadi Perusahaan: Costs, Competency, and Innovation (by: Yudi Pram)

Posted by yudipram on September 2, 2008

Kalau anda jadi pemilik (owner atau principle) bisnis, anda punya kewajiban untuk membuat perusahaan tetap hidup. Berani melahirkan harus berani menghidupi juga. Itu namanya ksatria. Pasalnya, usaha kita biasanya menjadi tambatan bagi karyawan dan keluarganya sebagai sumber penghasilan. Jadi kalau sempat oleng dan mau tenggelam, ada tanggung jawab moral untuk menyelamatkan jiwa para penumpangnya. (jadi kalau anda dapat mempertahankan bisnis, berarti anda akan mendulang pahala yang sangat besar dari Allah SWT, hidup owner!).Kalau urusannya seperti ini, anda harus mampu mengidentifikasi dan mengantisipasi permasalahan utama yang biasanya menjadi tema sentral dalam penyelamatan kehidupan perusahaan.

Apa yang selalu menjadi masalah pokok perusahaan dalam rangka mempertahankan eksistensinya? Kalau anda rajin membaca kasus-kasus bisnis (yang ditulis oleh para case writer dari Harvard Business School-HBS),  disitu akan diceritakan kisah-kisah sukses dan kegagalan perusahaan. Maka isinya tidak akan bergeser dari 3 (tiga) hal, yaitu: (i) Pengendalian biaya (cost); (ii) Pendayagunaan kompetensi (karyawan); (iii) Pengembangan inovasi. Kisah sukses perusahaan, baik yang sedang melakukan strategi turn around, stabilisasi, maupun yang  mendorong pertumbuhan, pada ujungnya akan  berbuntut pada ke 3 (tiga) hal tadi. 

Jadi selama tujuan perusahaan adalah mencari untung (profitability), maka tantangan abadinya akan berputar-putar di sekitar itu saja. Hal ini masuk akal, karena untung akan diperoleh melalui 2 (dua) variable, yaitu : (i) pendapatan harus dimaksimalkan; (ii) biaya harus diupayakan selalu di bawah pendapatan. Oleh karena itu cost, karyawan, dan inovasi harus menjadi tema sentral dalam pengelolaan perusahaan. Hal ini mengingat:

a.    Pengendalian biaya, sangat terkait dengan pengelolaan sumber daya yang efisien dan pengelolaan proses yang efektif. Ini akan berdampak pada kemampuan perusahaan untuk menciptakan profit.

b.    Pendayagunaan kompetensi (karyawan), sangat terkait dengan pengelolaan SDM diberbagai level yang dapat mengoptimalkan bakat (talent)nya sehingga mampu merencanakan dan mengeksekusi pekerjaannya sebaik mungkin. Ini akan berdampak pada kemampuan perusahaan untuk melakukan optimasi proses dan output

c.     Pengembangan inovasi, sangat terkait dengan kemampuan memproduksi dan merealisasikan gagasan baru, yang mampu menambah nilai (value) bagi pelanggan dan perusahaan.

Kalau anda ingin mendapat penjelasan lebih lengkap mengapa cost, karyawan, dan inovasi itu, menjadi tantangan bisnis, anda dapat membaca buku corporate agiltity, karangan Granthan-Ware-Williamson, yang mencoba memberikan resep untuk berkompetisi dalam a flat word saat ini.  Buku yang diterbitkan oleh American Management Association pada tahun 2007 ini, menurut hemat saya cukup memberikan inspirasi segar untuk menyusun langkah-langkah pertahanan perusahaan sekarang.

Granthan dkk, mengemukakan bahwa jika perusahaan ingin bertahan dan berkembang maka perusahaan harus lincah dan lentur (agile baca ejail, bukan a gile! loe) dalam menghadapi dinamika lingkungan bisnisnya. Oleh karena itu, Granthan menawarkan konsep : demassifying office work (kerja dimana saja dan kapan saja – cocacola kalee!), office without wall (tidak perlu mengumpulkan seluruh karyawan dalam satu kantor), virtual workfoce (pake internet dan mobile teknologi, juga pake outsourcing dan bekerja), internalisasi inovasi, sampai dengan ke collaburative strategic management (bermitralah, ingat sekarang jaman wikinomics).  Inti gagasannya adalah bahwa perusahaan harus mengupayakan restrukturisasi lingkungan kerja, untuk menurunkan biaya oparasi. Pemanfaatan teknologi dalam melakukan pekerjaan dan interaksi dalam pekerjaan, adalah wajib hukumnya. Dan yang terpenting, tempatkan prioritas hanya untuk merekrut dan mempertahankan karyawan yang paling berbakat dan paling baik saja (yang kemampuannya biasa-biasa atau dibawah standar, sebaiknya outsource saja).

Kalau hal-hal diatas dapat diterapkan secara terintegrasi, maka perusahaan anda sudah mulai menerapkan a whole new business model (ceuk si Granthan! Bukan kate gw). Dengan demikian tekanan dari perekomomian global, persaingan keras, dan tuntutan pelanggan yang semakin beragam dapat direspon dengan cepat dan tepat. Masalahkan sekarang adalah apakah anda mau dan mampu? Ini menyangkut perubahan paradigma, visi ke depan dan sikap anda …..….

6 Responses to “Tantangan Abadi Perusahaan: Costs, Competency, and Innovation (by: Yudi Pram)”

  1. Ini tuh ttg review buku Agile, Pak?
    (Agile = Aje Gileeee… !!)

  2. yudipram said

    bukan, tapi aje mumpung!

  3. anti said

    pak, ada reverensi buku utk mengembangkan team marketing di bidang kontraktor?
    thx pak!!

  4. yudipram said

    marketing kontraktor, pake buku B2B marketing dan CRM aja, itu relevan sama bisnis kontraktor

  5. Tintin said

    kalo bisa kasi tao alamat tutorial atau nama bukunya

  6. Purwanto said

    emang bner tantangan dunia korporasi saat ini dan ke depannya lebih mengarah pd 3 poin itu ya pak, pd prinsipnya kompetensi yg baiklah dari kryawannya yg akan mndayagunakan resources yg dimiliki perusahaan. Tentunya dibutuhkan effort berinovasi trhadap persaingan bisnis korporasi bg tiap2 kryawan.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: