Yudipram Knowledge Brokering Forum

observe, think, feel, & speak up !!!

Mengimplant Teknologi di Pasar Massal (by Yudi Pram)

Posted by yudipram on September 5, 2008

Pernahkan anda memasarkan produk baru berbasis teknologi dan kemudian mengalami kegagalan atau penjualan yang seret? Menawarkan produk ke pelanggan seperti membentur tembok? Meskipun demo dan cuap-cuap sudah dilakukan sampe berbusa tetapi, calon pelanggan tetap saja tidak yakin dengan produk yang anda tawarkan? Jika anda sudah mengalaminya jangan kecil hati. Bisa jadi langkah-langkah pemasaran anda belum sesuai dengan pendekatan yang dirumuskan oleh Parasuraman, si Pakar Marketing yang buku-bukunya menjadi referensi di berbagai sekolah bisnis.

 

Sadar akan sulitnya memasarkan produk berbasis teknologi, A Parasuraman & Charles L Coby, menawarkan rumusan nasehat agar memudahkan anda dalam mengimplant produk berbasis teknologi ke pasar missal. Kedua orang ini, mengemukakan 4 (empat) prinsip seperti yang ditulis dalam buku Techno Ready Marketing, yaitu :

 

(i)             principle 1: technology adoption is a distinct process. Artinya kesuksesan pemasar teknologi baru terjadi kalau produknya dapat diterima oleh pasar; (puguh we! Kalau belum diterima, brarti pemasaran belum terjadi kan?)

 

(ii)           principle 2: technology innovations require different marketing strategies. Artinya strategi pemasaran harus lebih kreatif, dan disesuaikan dengan karakteristik produknya; (jadi bikin inovasi produk harus sekalian sama bikin inovasi pemasarannya)

 

(iii)          principle 3 : ensuring customer satisfaction is a more weighty challenge for a technology-based product or service. Artinya untuk meningkatkan penerimaan dan kepuasan pelanggan, pemasar teknologi melaksanakan edukasi dan support bagi pelanggan agar pemanfaatan produk maksimal; (ini penting banget, apalagi kalau anda ketemu sama calon pelanggan yang gaptek bo!)

 

(iv)         principle 4: technology markets are governed by a law of critical mass, often resulting in a winner takes all outcome. Artinya ada pertimbangan pelanggan dalam mengadopsi produk yang berbasis pada jumlah pelanggan yang sudah menggunakan pada saat sekarang. (jadi diawal-awal, penetrasi pasar lebih penting ketimbang profitability)

 

Keempat prinsip di atas didasarkan atas pengamatan bahwa keberadaan inovasi dan teknologi yang melekat pada produk dan jasa yang dipasarkan mengakibatkan munculnya keunikan pada faktor kunci keberhasilan dari produk tersebut. Oleh karena itu, Parasuraman & Coby mengemukakan bahwa techno ready marketing harus dibedakan dan dipertimbangkan sebagai disiplin ilmu yang berbeda dalam lingkup ilmu dan praktek  marketing yang koridornya sangat luas ini.

 

Dengan demikian, secara logis, aka nada beberapa dampak pada program pemasaran yang dilakukan oleh perusahaan, berkaitan dengan 4 prinsip di atas, yaitu:

 

Principle 1- understanding need & behavior. Disini anda harus memverifikasi kebutuhan dan prilaku pelanggan melalui riset konsumen.  Tawaran produk baru yang sifatnya berbeda sama sekali dengan produk lama (Cutting Edge Product), akan memerlukan pergeseran dalam pemahaman, sikap dan prilaku pelanggan.  Oleh karena itu, optimisme terhadap penyerapan produk baru harus memperhitungkan adanya kemungkinan resistensi pelanggan untuk berubah dari pemahaman, sikap, dan prilaku eksisting. 

 

Principle 2adapted market offering, merupakan konsekwensi dari principle 1, jika prilaku konsumennya unik, maka logikanya harus diikuti dengan strategi pemasaran dan pelayanan yang berbeda. Design produk, penetapan harga, komunikasi pemasaran, distribusi, dan pelayanan harus menyesuaikan dan berorientasi pada perubahan prilaku konsumen yang diinginkan. Jika hal ini tidak diikuti maka akan ada dampaknya pada kecepatan adopsi (rate of adoption) konsumen terhadap produk yang ditawarkan perusahaan.

 

Principle 3 – execute education & support, merupakan upaya untuk mempertahankan pelanggan untuk tetap mempergunakan produk dengan cara melakukan edukasi dan dukungan (support) agar pelanggan dapat melakukan utilisasi produk secara maksimal. Tapi jangan keterlaluan, tidak perlu sampai diadakan bimbingan belajar (bimbel) produk, dan ada UAN nya. Dengan adanya edukasi diharapkan kepuasan terhadap semua manfaat yang ditawarkan oleh produk dapat tercapai dan pelanggan merasa takjub (delight) dengan semua tawaran (offering) dari perusahaan.

 

Principle 4 – strive to critical mass, merupakan upaya untuk mempengaruhi pelanggan bahwa penggunaan produk secara masal merupakan faktor yang akan memperkecil resiko penggunaan produk. Dengan kata lain, basis pelanggan eksisting merupakan faktor penentu yang akan meningkatkan persepsi pelanggan terhadap manfaat produk. Oleh karena itu, perusahaan yang menawarkan produk berbasis teknologi, harus memberikan perhatian dalam membangun basis pelanggan agar dapat menjadi dominan di pasar.

 

Nah kalau prinsip-prinsip ini tidak dilanggar, mudah-mudahan produk anda yan berbasis teknologi dapat dengan cepat diserap pasar.  Ok boss?

3 Responses to “Mengimplant Teknologi di Pasar Massal (by Yudi Pram)”

  1. Waw jadi Takjub (delight) neh baca Reviewnya, pa yP jadi konsultan di kantor tempat saya kerja aja ya? hehe…
    Review diatas kan dari sisi produk hi Tech nya kalo dari sisi jasa Hi Tech nya hayoo… gimana donk?

    Quote: Principle 3 – execute education & support… lah klo salah satu bisnisnya tentang education & support, emang ada pasar untuk sertifikasinya juga kalee (tapi ga pke UAN seh hihihi)

    Yuuuuk Mareeee… yg gaptek ikut trainingnyah
    Lho ko jadi promosi geneh, maaph…
    RocK oN, pa yP !

  2. yudipram said

    kalo harganya cocok, boleh……

  3. Vinni said

    Pak saya sedang mencari buku ini, Pak Yudi mendapatkan buku ini dimana?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: