Yudipram Knowledge Brokering Forum

observe, think, feel, & speak up !!!

Akibat Anggaran Yang Dikebiri (by Yudi Pram)

Posted by yudipram on April 6, 2009

potong-roti-blogSaya tau persis, kalau anda seorang planner, pasti dongkol abis dan keselnya pol banget, kalau anggaran yang anda usulkan untuk mewujudkan rencana yang sudah anda konsepkan dengan baik, dipotong seenaknya orang keuangan atau orang yang mewakili keuangan. Orang keuangan (yang pada umumnya orang spesialis, dan bukan generalis) biasanya suka berpikir dan bertindak dengan kacamata kuda, memang kerap kali membuat kesal. Apalagi kalau orangnya memang kelihatan tidak pintar mementingkan unitnya sendiri, dan hanya berlindung pada aturan-aturan perusahaan yang sangat kaku. Menurut hemat saya, ada beberapa yang pantasnya memang membuat anda menjadi dongkol, antara lain:

a. Pertama, anda pantas dongkol karena anda sebenarnya lebih tau dan lebih pintar dari mereka. Sebagai seorang planner anda biasanya sudah berpikir lengkap dan membuat konsep yang komprehensif. Anda sudah tidak tidur bermalam-malam untuk merumuskan strategic objective, strategic plan, rencana kerja manajerial (RKM), dilengkapi dengan rencana kegiatan dan anggarannya (RKA). Anda sudah melakukan pengumpulan data-data yang lengkap, menganalisis dengan tajam dan merumuskan konsep yang membumi karena anda adalah orang yang paling tahu mengenai bisnis anda. Oleh karena itu, sangat aneh kalau orang yang tidak tahu apa-apa dan hanya mendapatkan gambaran mengenai bisnis anda dengan membaca laporan tahunan, kemudian memutuskan jumlah anggaran yang boleh digunakan untuk menjalankan bisnis anda, dengan begitu otoriternya.

b. Kedua, anda pantas kesel karena kalau anggaran dipotong, maka anda sebenarnya sedang dilecehkan dan dianggap orang bodoh oleh sipemotong anggaran. Si pemotong anggaran menganggap anda orang yang tidak becus membuat program, sehingga anda dianggap hanya akan menghambur-hamburkan uang perusahaan, tanpa ada dampaknya pada kinerja perusahaan nanti. Karena anda orang bodoh dan orang boros, jadi anda tidak perlu diberi anggaran yang sesuai dengan usulannya. Dengan anggaran yang dipotongpun kinerja perusahaan dianggap sipemotong anggaran akan tetap perjalan dengan normal. Suatu anggapan yang naïf!

c. Ketiga, anda pantas marah kalau usulan anggaran anda dipotong, karena anda dianggap akan mencuri uang perusahaan atau akan menggunakan uang perusahaan untuk program-program yang menguntungkan pribadi anda. Disini sipemotong anggaran secara apriori sudah memvonis anda sebagai pencuri. Anda dianggap sebagai benalu yang sedang memanipulasi anggaran perusahaan untuk kepentingan pribadi. Ini jelas tindakan yang sangat melecehkan profesionalisme anda. Kalau anda diperlakukan seperti ini oleh si pemotong anggaran, padahal anda bukan maling, bukan koruptor, dan bukan anggota DPR; Padahal anda adalah orang jujur, baik hati, dan berada dijalan yang lurus; Maka anda memang tidah hanya wajid dongkol, tapi anda harus marah.

Perencanaan dan pengendalian anggaran memang penting dilakukan dalam mendukung langkah-langkah pencapaian tujuan perusahaan, tapi proses penetapannya harus dilakukan secara professional dan dengan effort yang samaatau hamper mirip dengan effort yang diusulkan oleh si pengusul anggaran. Jangan sampai terjadi, dimana bikin usulan rencananya berminggu-minggu, karena harus membuat konsep yang detail dan logis, tapi apa yang diusulkan kemudian dipotong hanya melalui proses selama 15 menit saja, tanpa didahului oleh analisis yang mendalam dan beralasan logis. Oleh karena itu , pemotongan usulan anggaran dalam suatu perusahaan seharusnya dilakukan dengan memperhatikan hal-hal sebagai berikut:

a. Harus disadari bahwa anggaran biaya itu pada dasarnya adalah umpan, yang dipasang untuk mendapatkan mangsa (atau revenue perusahaan). Kalau ingin ikan yang besar maka umpannyapun harus besar. Kalau anggaran dipotong maka perusahaan juga harus siap-siap untuk mendapatkan penurunan pendapatan (karena ikan yang besar tidak akan mau terpancing oleh umpan yang kecil).

b. Kalau mau dipotong, jangan anggarannya tapi programnya! Orang keuangannya harusnya berempati pada koleganya yang sudah susah payah membuat usulan rencana. Penghematan anggaran jangan dilakukan pada pemotongan jumlah uangnya tapi harus dilakukan pada mengurangi magnitude kegiatannya atau mengurangi jumlah program kerjanya. Pembatalan program kerja adalah tindakan yang lebih bijak daripada pemotongan usulan anggarannya. Kalau apa pemaksaan pelaksanaan program kerja dengan anggaran yang terbatas maka akan adanancaman penurunan efektivitas suatu program kerja akibat hanya disupport oleh jumlah anggaran yang kurang memadai

c. Pemotong anggaran sebaiknya berpikiran positif, jangan sekali-kali merasa sok tau, dan menganggap dirinya orang super yang paling tau mengenai apa yang dibutuhkan perusahaan. Pemotongan anggaran sebaiknya melalui proses negosiasi yang cerdas dalam posisi yang sejajar antara sipengusul atau si perencana dengan sipemberi anggaran atau si pembuat keputusan anggaran. Komunikasi interaksi yang elegan akan membangun citra masing masin pihak sebagai pekerja professional yang benar-benar memikirkan pencapaian tujuan bersama.

Jika pemotongan anggaran dilakukan dengan cara yang elegan, maka para perencananya pun akan menghargai pihak pemotong anggaran karena sudah bekerja secara professional dengan mengedepankan kepentingan kerjasama tim dalam kesejajaran posisi dan peran terhdap perusahaan. Pemotongan anggaran yang dilakukan secara semena-mena dan tidak cerdas berpotensi akan menimbulkan akibat-akibat yang tidak diinginkan sebagai berikut:

 a. Karena tau akan dipotong seenaknya makan akan tumbuh budaya mark up di kalangan si perencana dan pengusul anggaran. Penambahan atau peningkatan anggaran ini dilakukan sebagai sand begging, atau bikin ganjel dulu agar kalo diturunkan atau dipotong, ga rugi-rugi amat atau ga abis-abis amat. Tentu saja ini adalah prilaku yang tidak profesional

b. Kalau terlalu sering dipotong, maka si perencana atan si pengusul akan punya kecendrungan untuk tidakserius dalam membuat rencana. Rencana cenderung asal-asalan Karena tau tidak akan mungkin bisa dilaksanakan seluruhnya, toh nanti juga anggarannya akan dipotong

c. Semangat kerja akan menurun begitu tahu semua kegiatan yang sudah direncanakan tidak didukung oleh anggaran yang diusulkan. Dengan anggaran yang dipotong makan aka nada penurunan motivasi kerja, dan bahkan akan memicu apatisme serta mematikan kreativitas pegawai

d. Dengan anggaran yang dipotong maka aka nada upaya-upaya untuk menjadi permisif terhadap kegagalan. Akan ada kecenderungan untuk menjustifikasi hasil kerja yang buruk dengan mengkambinghitamkan pengurangan anggaran Kalau tau bahwa dampaknya buruknya lebih banyak, maka sebaiknya tidak memotong anggaran dengan seenaknya tanpa memikirkan kepentingan perusahaan yang lebih luas.

3 Responses to “Akibat Anggaran Yang Dikebiri (by Yudi Pram)”

  1. Rendy M.S. said

    Wah.. bnr jg rata2 org yg terorganisir pantas marah bila semua rencana yg sebegitu sudah kita susah payah susun dengan memikirkan baik2 semua effortnya, tp dgn semena-mena “dilecehkan”. Kita memang wajib marah. tapi tentu saja kemarahan tidak menawarkan solusikan pak.. ^^;

  2. kinko said

    hehe…kok bisa pas banget ya
    ternyata tahun 2009, tahun pemotongan anggaran besar-besaran dimana-mana🙂

  3. Purwanto said

    pada dasarnya pihak2 yg berkepentingan baik dari pihak keuangan berlegowo dengn rancangan dana dari pengusul dana karena kalo diputuskn oleh salah satu pihak tanpa analisis secara mendalam dampaknya pada buruknya kinerja dari sisi pengusul dana, kira2 bgitu ya pak…mhon dluruskn

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: