Yudipram Knowledge Brokering Forum

observe, think, feel, & speak up !!!

Membangun Dayasaing Bandung Creative City (by Yudi Pram)

Posted by yudipram on October 10, 2011

Mewujudkan slogan Bandung sebagai kota kreatif baru (emerging creative city) seperti yang terpampang di jalan Dago bukan hal yang mudah. Untuk mengejar dan masuk ke kelompok papan atas kota kreatif dunia seperti London, New York, dan Berlin diperlukan penyatuan motivasi dan mobilisasi segenap sumberdaya yang dimiliki oleh seluruh pemangku kepentingan kota. Meskipun sulit dan penuh tantangan, visi untuk menjadikan Bandung kota kreatif bukan sesuatu yang tidak mungkin. Keterbatasan tidak akan menjadi kendala jika langkah-langkah nyata yang terencana dengan baik dimulai dari sekarang dan menjadi komitmen semua pihak.
Kota kreatif yang merupakan wadah bagi ekonomi dan industri kreatif harus memahami secara akurat karakter produk yang dihasilkannya. UNCTAD PBB menyebutkan bahwa tulang punggung dari industri kreatif adalah pemanfaatan pengetahuan secara kreatif untuk menghasilkan produk dan jasa yang laku di pasar. Cakupannya lintas subsektor mulai dari seni budaya tradisional sampai dengan jasa berbasis teknologi multimedia. Pada umumnya, nilai inti yang ditawarkan industri kreatif adalah pengalaman (experiences). Oleh karena itu pasarnya akan luas secara geografis, demografis, dan psikografis, selama industri kreatif dapat memberikan keunikan, kenyamanan, kegembiraan, dan tambahan khazanah pengetahuan bagi para penikmatnya.

Faktor pendukung
Pada saat ini Bandung telah berkembang dinamis, bertambah luas secara inkremental dan berevolusi menjadi kota yang sangat sibuk, infrastruktur kota serba kurang, padat penduduk, tidak nyaman, sekaligus tidak aman. Ini dapat menjadi hambatan utama dalam meningkatkan kualitas peradaban kota sehingga mengganggu tingkat kreativitas dan pertumbuhan pasar untuk produk/jasa industri kreatif.
Jika Bandung ingin meraih peluang keuntungan ekonomis yang ditawarkan oleh industri kreatif, maka diperlukan peningkatan kualitas dan kuantitas beberapa elemen pendukung, antara lain: (i) secara fisik, kota kreatif memerlukan infrastruktur jalan dan transportasi umum yang prima untuk lalu lintas warga kota dan pendatang. Oleh karena itu, peningkatan kapasitas jalan dan pengelolaan seluruh moda angkutan umum harus diperbaiki mendekati standar negara maju; (ii) daya magnet kota Bandung yang kuat bagi pendatang harus diimbangi dengan kapasitas jasa hotel memadai dan agen perjalanan yang professional. Perlu ada pelayanan yang baik untuk akomodasi di dalam kota dan akses ke kota; (iii) secara teknologi, untuk mengakselerasi skala industrinya, kota Bandung harus didukung oleh infrastruktur telekomunikasi pita lebar untuk akses ke dunia maya. Telekomunikasi pita lebar akan memperluas jangkauan pasar dan memperluas jejaring mitra kerja industri kreatif; (iv) secara budaya, warga kota harus siap bertoleransi terhadap keberagaman tata cara dan gaya hidup berbagai kelompok etnik untuk membangun ketentraman sosial. Fanatisme secara sempit terhadap nilai nilai moral dan budaya harus digantikan dengan tenggang rasa dan apresiasi terhadap perbedaan; (v) pada akhrinya pihak pemerintah harus mampu memainkan peranan pengaturannya secara efektif, yaitu memberikan jaminan keamanan, perlindungan hak cipta, dan melakukan desentralisasi pusat pusat keramaian ke daerah penyangga untuk memeratakan kegiatan ke seluruh penjuru wilayah.

Strategi Bersaing
Mengingat lingkup industri kreatif yang luas, padahal sumber daya kreatif yang dimiliki Bandung pasti terbatas, maka agar Bandung diperhitungkan dan dapat eksis menjadi kota kreatif, maka diperlukan beberapa tindakan strategis, antara lain:
Pertama, harus ada keputusan untuk menetapkan jenis industri kreatif apa yang akan menjadi maskot kota Bandung. Dengan demikian mobilisasi sumber daya dapat dilakukan secara fokus, sekaligus positioning kota yang terbentuk di benak khalayak akan menjadi lebih tegas. Dari sekian banyak jenis industri, yaitu: seni tradisional, visual art, musik&film, publikasi, desain, performing art, penyiaran, animasi digital & multimedia, harus segera dipilih mana yang akan menjadi ‘kojo’nya Bandung. Penetapan jenis industri ini harus berdasarkan pada creative advantage yang dimiliki Bandung. Jangan memaksakan masuk ke industri dimana intensitas dan kualitas kreativitas dari sumberdaya yang ada di Bandung tidak cukup kuat untuk bersaing dengan kota lain. Oleh karena itu perlu dilakukan penilaian yang seksama terhadap kekuatan dan kelemahan kreativitas kota Bandung.
Kedua, industri kreatif yang sudah dipilih menjadi fokus harus mampu memberikan efek multiplier kepada kota kota satelit di sekeliling bandung. Oleh Karena itu, dalam membangun rantai produksi (value chain) industri kreatif, Bandung harus menjadi pusatnya (creative hub) yang memiliki keterkaitan ekonomi dengan supplier dan komplemen industri yang berdomisili di kota satelit. Dari kondisi ini diharapkan tercipta keunggulan biaya atau keunikan sebagai senjata bersaing sekaligus mampu memenangkan pasar.
Ketiga, industri kreatif harus dikembangkan menjadi bisnis formal agar memiliki kesetaraan posisi ketika akan melakukan hubungan bisnis dengan pihak manapun dimanapun. Keformalan bisnis diperlukan agar industri mampu mandiri dan lepas dari ekspliotasi pihak lain. Yang paling lazim terjadi adalah industri kreatif ditekan oleh pemilik modal, pemilik teknologi, dan pemilik pasar sehingga hanya menikmati keuntungan yang marginal. Keformalan bisnis biasanya akan diikuti dengan peningkatan profesionalisme dan kesungguhan untuk berkembang. Melalui hal ini diharapkan posisi tawar industri kreatif yang biasanya dimulai dari skala kecil dapat segera ditingkatkan. Keformalan juga akan memberikan kontribusi nyata pada pendapatan pemerintah dalam bentuk pajak.
Keempat, pelaku industry kreatif harus menselaraskan idealisme dan prilaku personalnya dengan struktur sosial dan nilai-nilai khalayak sehingga produk/jasa yang dihasilkannya dapat secara cepat dicerna dan diterima pasar. Hal ini penting agar skala kritis basis pelanggannya dapat diraih secara cepat dan mampu memberikan efek bola salju yang semakin akumulatif.

Upaya Pemasaran
Pada tingkatan taktis operasional, upaya yang diperlukan untuk membantu peningkatan daya saing kota kreatif Bandung adalah perlunya langkah pemasaran yang efektif. Hal-hal utama yang perlu dilakukan yaitu:
Pertama, lembaga pembina (dinas-dinas terkait), asosiasi bisnis dan pelaku industri kreatif harus memiliki program komunikasi pemasaran yang kontinyu dan menjangkau khalayak secara masal. Penggunaan berbagai media (tradisional dan online), penetapan pesan komunikasi, serta desain pesan yang elegan sangat diperlukan untuk membangun pengenalan, citra, dan pada gilirannya mempengaruhi keputusan khalayak untuk membeli. Dengan demikian harus ada alokasi anggaran dan pengelolaan timing komunikasi yang tepat agar pikiran khalayak dapat diduduki oleh pesan produk industri kreatif yang ada di Bandung
Kedua, jika khalayak tidak mampu secara cepat memahami pesan komunikasi dan menerima produk/jasa yang ditawarkan, maka harus ada program komunikasi yang menekankan pada edukasi pasar, dan dilakukan secara sistematis dan terarah. Pemanfaatan figur pakar dan endoser populer harus dimobilisasi secara efektif.
Ketiga, lembaga pembina (dinas-dinas terkait), asosiasi bisnis dan pelaku industri kreatif harus menjaga ketersediaan dan keandalan outlet penjualan, demo, atau pertunjukkan untuk produk/jasa industri kreatif. Jika hal ini tidak ditangani dengan baik, maka transaksi jual-beli yang akan memberikan manfaat ekonomi tidak akan terjadi. Jadi penyediaan fasilitas pasar, tempat penjualan, tempat pameran, tempat pertunjukkan yang layak dan memadai merupakan persyaratan mutlak untuk membangun industry kreatif yang berdaya saing. Jika kondisinya masih seperti sekarang dan tidak ada perbaikan maka jangan berharap industri kreatif bandung dapat berkembang.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: